Как заработать на хайпе вокруг мемкоинов на ApeChain

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2024-06-21Terakhir diperbarui pada 2024-10-21

Недавний рост ApeCoin привлек внимание инвесторов и трейдеров. Основным драйвером ценового ралли APE стали мемкоины на ApeChain

Проект ApeCoin запустил сеть третьего уровня (L3) ApeChain на базе Arbitrum One. Эксперт по цифровым активам под ником s4mmy.moca рассказал в X (бывш. «Твиттер»), как извлечь выгоду из ажиотажа вокруг нового блокчейна.

Как принять участие в экосистеме ApeChain

Для того, чтобы начать взаимодействие с ApeChain, нужно:

  • приобрести Ethereum (ETH) в основной сети;
  • обменять ETH на APE на любой децентрализованной бирже (DEX);
  • переместить Ape на ApeChain с помощью моста;
  • добавить поддержку ApeChain в кошелек.

Сейчас основной объем торгов в экосистеме ApeChain приходится на Camelot — DEX на базе Arbitrum. По данным DEX Screener, лидеры по капитализации среди мемкоинов следующие:

  • BORED — $15,2 млн;
  • CURTIS — $14,4 млн;
  • CIF — $2,1 млн;
  • GARY — $1,1 млн.

Аналитики Lookonchain уже нашли трейдера, которому удалось получить доход в размере 300х на ApeChain. Эксперты проанализировали его транзакции и выяснили, что он торговал 18 мемкоинами, включая CURTIS.

Читайте также: Как не попасться на уловки мошенников в мире мемкоинов — 5 правил

Процент прибыльных сделок с мемкоинами у этого трейдера составляет 50%. У большинства участников рынка этот показатель — ниже 50%. Инвестиции в «мемные» монеты и торговля такими активами — крайне рискованные действия.

Запустить мемкоин на ApeChain может любой желающий

На ApeChain также появился аналог pump.fun — Ape Express. Это площадка для генерации «мемных» монет. При достижении капитализации в $144 тыс. созданный вами токен попадает на Camelot.


Последние мемкоины на Ape Express. Источник: Ape Express

За прошедшие сутки на ApeChain создали 2 640 токенов. Около 55 из них достигли «кривой связывания», а семь достигли рыночной стоимости в несколько миллионов.

ApeChain — L3-решение, построенное на базе Arbitrum One. Сеть призвана упростить минтинг невзаимозаменяемых токенов (NFT), трейдинг, доступ к децентрализованным приложениям (dApps). Кроме того, блокчейн третьего уровня также станет основой для метавселенной Otherside, разработкой которой занимаются создатели Bored Ape Yacht Club (BAYC).

Bacaan Terkait

Seperti Apa Rasanya Bekerja dengan Dua Orang "Gila" Peter Thiel dan Elon Musk? Begini Kata Pendiri Palantir

Joe Lonsdale, salah satu pendiri Palantir dan anggota "PayPal Mafia", berbagi pengalamannya bekerja dengan Peter Thiel dan Elon Musk. Ia menggambarkan keduanya sebagai pemimpin yang sangat berpendirian, ambisius, dan bertindak cepat, dengan nol toleransi terhadap hal yang rusak. Namun, gaya mereka berbeda: Thiel lebih merupakan strategis dan pemikir filosofis, sementara Musk adalah pelaku teknis yang terjun langsung ke detail dan penyelesaian masalah. Lonsdale bercerita tentang awal mula Palantir. Ide itu muncul setelah serangan 9/11, ketika mereka menyadari teknologi pemerintah tertinggal jauh dibandingkan dengan kemampuan Silicon Valley. Mereka ingin membangun platform yang dapat membantu menghentikan teroris sekaligus melindungi kebebasan sipil dari penyalahgunaan data. Saat mencari pendanaan, banyak firma modal ventura (VC) yang menolak dan menertawakan mereka, termasuk karena salah satu pendiri, Alex Karp, tidak memiliki latar belakang gelar teknis. Peter Thiel mendanai sebagian, dan pendanaan kunci akhirnya datang dari badan ventura CIA. Nama "Palantir" berasal dari Thiel. Lonsdale meyakini karya mereka telah membantu menghilangkan banyak ancaman teroris dan mengawasi pengawasan pemerintah. Ia mengakui teknologi ini berisiko jika jatuh ke tangan yang salah, tetapi tetap percaya pada misi mulianya. Penolakan investor di awal justru memacu semangat mereka untuk membuktikan bahwa ide yang "tidak mungkin" itu bisa sukses.

marsbit32m yang lalu

Seperti Apa Rasanya Bekerja dengan Dua Orang "Gila" Peter Thiel dan Elon Musk? Begini Kata Pendiri Palantir

marsbit32m yang lalu

15 Model Penalaran Kolektif Gagal, Rincian Risiko Tersembunyi di Balik Chain of Thought Output

Penelitian dari Harvard University, USC, Brown University, MIT, dan lainnya mengungkap kerentanan keamanan sistemik dalam model penalaran besar (LRM). Evaluasi keamanan tradisional yang hanya fokus pada jawaban akhir dinilai tidak memadai, karena jalur pemikiran (chain-of-thought/CoT) yang diekspos dapat memuat konten berbahaya seperti instruksi pembuatan bom atau racun, meskipun jawaban akhir tampak aman. Studi ini memperkenalkan kerangka evaluasi dua tahap yang memisahkan penilaian risiko pada *reasoning* (r) dan *answer* (y) berdasarkan 20 prinsip keamanan. Hasilnya mengidentifikasi tiga mode kegagalan: **Unsafe** (kedua tahap berisiko), **Leak** (hanya jalur penalaran yang berisiko), dan **Escape** (hanya jawaban akhir yang berisiko). Pengujian pada 15 model penalaran (seperti GPT-4, Claude, Gemini, Llama) menunjukkan temuan konsisten: tingkat bahaya rata-rata pada tahap penalaran secara sistematis lebih tinggi daripada pada jawaban akhir. Risiko terutama terkonsentrasi pada prinsip seperti misinformasi, ilegalitas, bias, dan bahaya fisik. Sebagai mitigasi, tim mengusulkan metode **Adaptive Multi-Principle Steering**, intervensi *white-box* yang mengarahkan aktivasi internal model menjauhi titik "tidak aman" menuju titik "aman" berdasarkan prinsip yang terpicu. Metode ini terbukti mengurangi jumlah keluaran tidak aman hingga 40.8% pada model DeepSeek-R1, dengan mempertahankan 97.7% kemampuan pada tugas standar. Penelitian ini menyoroti pentingnya memantau keamanan pada seluruh proses penalaran model, bukan hanya output akhir, dan menyediakan kerangka terpadu untuk diagnosis dan intervensi. Keterbatasan mencakup ketergantungan pada akses *white-box* dan kesetiaan representasi jalur pemikiran.

marsbit36m yang lalu

15 Model Penalaran Kolektif Gagal, Rincian Risiko Tersembunyi di Balik Chain of Thought Output

marsbit36m yang lalu

Trading

Spot
活动图片