Dogecoin Aims For The Moon: Crypto Analyst Reveals Next Target

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2024-09-29Terakhir diperbarui pada 2024-09-29

Abstrak

Dogecoin's price action has been incredibly strong as the meme coin scene explodes with massive gains amidst inflows into the...

Dogecoin’s price action has been incredibly strong as the meme coin scene explodes with massive gains amidst inflows into the crypto market. The meme coin’s rally was underscored when it recently surged past the $0.12 mark, confirming a bull breakout from a multi-month downtrend. Notably, a Dogecoin analysis reported earlier by Bitcoinist revealed significant price-defining levels for the meme coin, with $0.12 being a major one.

This notable increase might just be the beginning of Dogecoin’s rally. Interestingly, this outlook is echoed by a host of crypto analysts and meme coin investors. Particularly, one popular crypto trader (Crypto Rand) emphasized that DOGE is now loading up the moonshot, a comment made to affirm the building momentum. 

Dogecoin’s Next Target: The Moon

Crypto trader Crypto Rand recently took to social media platform X to share a detailed analysis of Dogecoin’s market performance, using a Dogecoin/TetherUS chart to illustrate his observations. In his post, Rand highlighted Dogecoin’s impressive breakout from a multi-month downtrend that had been in play since April.

At the time of the analysis, DOGE had just managed to push past the $0.11 mark and was in the process of testing a crucial resistance level at $0.12. As such, the analyst noted the importance of this price action, urging investors not to miss the opportunity to buy in while noting various price rally levels.

“Don’t Miss $DOGE, Loading The Moonshot!”

Since the time of his initial post, Dogecoin has continued to gain momentum, confirming Crypto Rand’s bullish outlook. DOGE managed to break cleanly above the $0.12 threshold for the first time in two months, revealing that the breakout was in full effect.

DOGE is currently trading at $0.12. Chart: TradingView

Rand followed up with a new update, confirming Dogecoin’s ongoing progress and reaffirming his earlier call that the “moonshot” was indeed underway. Interestingly, the DOGE chart shared by the analyst notes other significant price targets to watch as the rally unfolds. As of now, the immediate target is a 16% price increase to $0.14. Subsequent price points are at $0.17 and $0.225, which represent 42% and 88% gains from $0.12.

DOGE Returning To New Yearly High?

Rand’s analysis has resonated with many meme coin enthusiasts and crypto investors, who see Dogecoin’s current price action as a precursor to even greater gains. A similar analysis by veteran crypto trader Peter Brandt commented on this breakout from a downtrend.

He highlighted a DOGE target just above 2024’s high of $0.22. Popular crypto analyst Ali Martinez also highlighted this breakout using the RSI and a buy signal from the SuperTrend indicator. 

At the time of writing, DOGE is trading at $0.123, reflecting a 17% gain in the past seven days. In the short term, DOGE now has a free run up until the $0.14 price level. Data from IntoTheBlock indicates that only a small volume of DOGE stands as resistance on the way to hitting that target, suggesting a relatively smooth run-up.

Featured image from Pinterest, chart from TradingView

Scott Matherson

Scott Matherson

Scott Matherson is a leading crypto writer at Bitcoinist, who possesses a sharp analytical mind and a deep understanding of the digital currency landscape. Scott has earned a reputation for delivering thought-provoking and well-researched articles that resonate with both newcomers and seasoned crypto enthusiasts. Outside of his writing, Scott is passionate about promoting crypto literacy and often works to educate the public on the potential of blockchain.

Bacaan Terkait

Wall Street's 'Perburuan Kepatuhan': Migrasi Besar-besaran Cadangan Stablecoin

Dalam sepekan terakhir, beberapa lembaga Wall Street secara bersamaan mempercepat langkah mereka dalam pengembangan dana pasar uang ter-tokenisasi. Pada 12 Mei, JPMorgan Chase mengumumkan peluncuran dana pasar uang ter-tokenisasi kedua mereka, JLTXX, di Ethereum. Di hari yang sama, Payward (induk perusahaan Kraken) menjalin kerja sama strategis dengan Franklin Templeton untuk mengintegrasikan dana ter-tokenisasi seri BENJI ke platform Kraken sebagai alat kolateral dan manajemen kas bagi institusi. Tidak lama sebelumnya, BlackRock kembali mengajukan permohonan kepada SEC untuk dua dana ter-tokenisasi baru, memperdalam kerja samanya dengan Securitize. Serangkaian tindakan ini mencerminkan bahwa antisipasi regulasi mendorong persiapan sisi penawaran dari para institusi besar. Aksi para raksasa keuangan ini menargetkan likuiditas crypto dari berbagai sisi. BlackRock, melalui kemitraan dengan Securitize, berupaya mentransformasi bisnis penyimpanan cadangan stablecoin tradisionalnya secara menyeluruh menjadi aset ter-tokenisasi. JPMorgan, dengan produk JLTXX-nya, mempersiapkan infrastruktur penyelesaian dan cadangan backend untuk bank-bank besar di masa depan jika mereka menerbitkan stablecoin. Sementara itu, kolaborasi Franklin Templeton dan Kraken dengan BENJI bertujuan menyediakan alat manajemen kas berbasis blockchain yang menghasilkan yield dan dapat digunakan sebagai kolateral, mengakali potensi larangan pembayaran bunga pada stablecoin. Langkah-langkah ini sebagian besar dipicu oleh kerangka regulasi yang sedang dibentuk, terutama GENIUS Act yang menetapkan daftar ketat aset cadangan yang memenuhi syarat untuk stablecoin dan melarang pembayaran bunga kepada pemegangnya. Peraturan pelaksanaannya ditargetkan selesai pada 2026. Di sisi lain, CLARITY Act yang sedang dibahas akan mengatur struktur pasar aset digital. Celah antara kedua undang-undang ini—di mana stablecoin dilarang memberi bunga tetapi aset ter-tokenisasi lainnya (seperti dana pasar uang) mungkin tidak—menciptakan peluang bagi produk seperti BENJI. Para pelaku pasar memperkirakan pasar stablecoin dan dana ter-tokenisasi dapat mencapai triliunan dolar dalam beberapa tahun ke depan, mendorong persaingan sengit di antara institusi keuangan tradisional untuk menguasai aliran likuiditas baru ini.

marsbit1j yang lalu

Wall Street's 'Perburuan Kepatuhan': Migrasi Besar-besaran Cadangan Stablecoin

marsbit1j yang lalu

SK Hynix Menjadi "Pengkhianat Kapitalis", Karyawan Samsung Mogok Kerja Besar-besaran

Pembicaraan antara Samsung Electronics dan serikat pekerjanya mencapai titik kritis, dengan serikat pekerja mengancam akan melakukan pemogokan selama 18 hari mulai 21 Mei karena perundingan gagal. Pemogokan yang melibatkan puluhan ribu pekerja di divisi semikonduktor ini berpotensi mengganggu produksi memori global. Inti perselisihan terletak pada struktur bonus. Serikat pekerja menuntut formula pembagian keuntungan tahunan yang tetap sebesar 13% dari laba operasional divisi semikonduktor, mencontoh kesepakatan yang telah diterapkan oleh pesaing SK Hynix. SK Hynix tahun lalu menyetujui pembagian 10% laba operasional kepada karyawan untuk sepuluh tahun ke depan, yang telah menghasilkan bonus signifikan berkat keuntungan besar dari penjualan HBM untuk chip AI Nvidia. Manajemen Samsung menawarkan bonus satu kali berdasarkan kinerja saat ini, tetapi menolak mengikatnya dalam formula tahunan yang permanen. Kekhawatiran mereka adalah menetapkan preseden yang dapat mengacaukan struktur kompensasi di seluruh grup bisnis yang beragam dan memicu tuntutan serupa dari divisi lain. Konflik ini menyoroti pertanyaan yang lebih luas dalam industri AI: bagaimana keuntungan besar yang dihasilkan oleh teknologi ini didistribusikan di dalam perusahaan? Model bagi hasil berbasis tunai ala SK Hynix menawarkan alternatif terhadap skema kepemilikan saham tradisional Silicon Valley. Hasil negosiasi di Samsung, apa pun bentuknya, dapat menjadi tren penting bagi pekerja di seluruh rantai pasokan teknologi tinggi untuk memperjuangkan bagian yang lebih adil dari "kue AI".

marsbit1j yang lalu

SK Hynix Menjadi "Pengkhianat Kapitalis", Karyawan Samsung Mogok Kerja Besar-besaran

marsbit1j yang lalu

Altman Ungkap Bom Waktu Saat Musk Sedang Bepergian: Dia Pernah Ingin Anak-anaknya Mewarisi OpenAI

Saat sidang kasus hukum antara Elon Musk dan OpenAI, Sam Altman bersaksi untuk pertama kalinya. Dalam kesaksiannya, Altman mengungkapkan konflik internal mendalam di awal pendirian OpenAI dengan Musk. Altman menyatakan bahwa Musk ingin memiliki kendali yang lebih besar atas OpenAI, termasuk kepemilikan saham mayoritas dan hak penentu akhir atas arah organisasi. Klaim paling mengejutkan adalah bahwa Musk pernah membayangkan untuk mewariskan kendali atas OpenAI kepada anak-anaknya di masa depan—sebuah gagasan yang ditolak keras oleh Altman dengan alasan bertentangan dengan prinsip dasar bahwa AGI seharusnya tidak dikendalikan oleh individu atau entitas tunggal. Altman juga membantah narasi utama Musk bahwa OpenAI telah "mengkhianati misi awalnya" dengan beralih ke struktur for-profit. Dia bersaksi bahwa Musk sejak awal mengetahui dan bahkan mendukung eksplorasi model profit, karena menyadari kebutuhan dana besar untuk pengembangan AI. Perselisihan lain muncul ketika Musk mengusulkan agar OpenAI bergabung dengan Tesla, usul yang ditolak Altman karena khawatir misi penelitian OpenAI akan tersandung oleh tujuan komersial perusahaan mobil. Altman menggambarkan gaya manajemen Musk yang terstruktur dan berorientasi pada hasil sebagai tidak cocok dengan budaya penelitian OpenAI, bahkan merusak moral tim inti. Dia juga mengungkapkan kekhawatiran tim akan tindakan balasan Musk setelah hengkang dari dewan. Dalam kesaksiannya, Altman tampak lebih banyak berbicara sebagai CEO yang menangani tata kelola organisasi dan tantangan sumber daya, dibandingkan sebagai idealis teknologi. Dia mengaku sempat mempertimbangkan pindah ke Microsoft saat sempat dipecat pada 2023, tetapi memilih kembali karena dedikasinya yang besar pada OpenAI.

marsbit2j yang lalu

Altman Ungkap Bom Waktu Saat Musk Sedang Bepergian: Dia Pernah Ingin Anak-anaknya Mewarisi OpenAI

marsbit2j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片