New US Bill Aims To Bring Order To Crypto Chaos With Unified Regulations

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2024-09-14Terakhir diperbarui pada 2024-09-14

Abstrak

Congressman John Rose of Tennessee introduced the "BRIDGE Digital Assets Act," one of the most important legislative proposals with changes...

Congressman John Rose of Tennessee introduced the “BRIDGE Digital Assets Act,” one of the most important legislative proposals with changes in the regulatory landscape of crypto assets in the United States.

It provides for a Joint Advisory Committee consisting of participants from the Securities and Exchange Commission and the Commodity Futures Trading Commission. It would, therefore, look to harmonize the sometimes-conflicting regulations existing presently between the two agencies for digital assets, coming under both securities and commodities jurisdictions.

Rose argues that the “regulation-by-enforcement” approach stifles innovation and drives investment overseas, requiring the United States to create an environment friendlier to digital asset development.

Joint Committee’s Role

It proposes a composition for the Joint Advisory Committee that should consist of at least 20 participants from the private sector, including digital asset issuers, academic researchers, and users. They would be able to provide insight into and make recommendations regarding digital asset regulations with respect to aspects such as decentralization, functionality, and security.

The committee will be expected to meet at least twice a year, with findings and recommendations mandated to be done and given both to the SEC and the CFTC. This collaborative approach could bridge the regulatory gap to create a more cohesive approach in regulating digital assets, hence benefiting both consumers and investors.

As of today, the market cap of cryptocurrencies stood at $2.05 trillion. Chart: TradingView.com

Addressing Gaps In Crypto Regulation

One of the key features of the BRIDGE Digital Assets Act is that it aims to deal with the confusion at the current regulatory level. Both the SEC and CFTC interpret digital assets in a different way, hence creating confusion among businesses and investors.

The bill calls for a joint committee where the two agencies further align their regulatory frameworks with cooperation and clarity. The catch here is that the alignment shall avail an opportunity for a harmonized approach in the regulation of digital assets, which if realized would raise the protection of customers, as well as disclosure and economies in transaction costs.

Future Implications

The BRIDGE Digital Assets Act could be a major change in how digital assets are regulated in the United States. It also includes a specific timeline for actualizing the bill: the agencies, the SEC and CFTC, will adopt a joint charter to provide for the committee within 90 days and will appoint the members on the committee within 120 days, while the first meeting is expected to take place within 180 days of the enactment.

This structured approach not only sets a framework for the improvement of regulatory practices but also points toward new innovation in the digital asset space. As the crypto industry is still evolving, perhaps the BRIDGE Act would be the key to unlock such a balance between regulation and innovation, one that will finally play to the benefit of the US economy and its positioning in the global digital asset landscape.

Featured image from Built In, chart from TradingView

Christian Encila

Christian Encila

Christian, a journalist and editor with leadership roles in Philippine and Canadian media, is fueled by his love for writing and cryptocurrency. Off-screen, he's a cook and cinephile who's constantly intrigued by the size of the universe.

Kripto yang Sedang Tren

Bacaan Terkait

Kes Perceraian Chey Tae-won Selesai: Mengungkap Garis Suksesi Tersembunyi di Balik Kerajaan Triliunan SK Hynix

Kasus perceraian Ketua SK Group, Choi Tae-won, akhirnya diputuskan, mengungkap garis suksesi tersembunyi di balik kerajaan triliunan won SK Hynix. Artikel ini menjelaskan perjalanan ketiga anaknya sebagai generasi penerus ketiga dalam keluarga Chaebol Korea Selatan yang tidak mengikuti skenario tradisional. Anak tertua, **Choi Yun-jung**, dianggap sebagai kandidat penerus yang paling jelas. Berpendidikan tinggi di bidang biologi dan informatika biomedis, dia memegang posisi eksekutif di SK Inc., mengelola perencanaan jangka panjang dan ekspansi global. Pernikahannya dengan pendiri startup infrastruktur AI mencerminkan pergeseran dari pernikahan dinasti tradisional. Anak kedua, **Choi Min-jung**, memiliki koneksi mendalam dengan SK Hynix, Washington, dan jaringan militer. Sebagai veteran Angkatan Laut Korea yang pernah bertugas di Teluk Aden, dia bekerja di divisi kebijakan internasional SK Hynix sebelum mendirikan startup perawatan kesehatan berbasis AI di AS. Dia menikahi mantan perwira Korps Marinir AS, menguatkan hubungannya dengan lingkungan geopolitik tempat perusahaan semikonduktor beroperasi. Putra satu-satunya, **Choi In-geun**, adalah yang paling sesuai dengan profil penerus tradisional namun justru paling diam. Setelah bekerja di SK E&S, dia kini berkarier di McKinsey Seoul, sebuah langkah yang dianggap sebagai pelatihan eksternal standar, bukan pernyataan suksesi. Kasus perceraian orang tua mereka, dengan tuntutan pembagian aset mencapai triliunan won, juga membawa ketiganya ke dalam narasi publik melalui berkas hukum. Sementara SK Hynix melonjak menjadi aset geopolitik global di era AI, ketiga anak ini tidak mewarisi jawaban sederhana, melainkan serangkaian tantangan kompleks industri AI global. Pewarisan bagi mereka bukan lagi sekadar masalah keluarga, melainkan uji kelayakan publik di panggung dunia baru.

marsbit2 hari yang lalu 09:11

Kes Perceraian Chey Tae-won Selesai: Mengungkap Garis Suksesi Tersembunyi di Balik Kerajaan Triliunan SK Hynix

marsbit2 hari yang lalu 09:11

2 Bulan, Valuasi Melonjak dari 88 Miliar Jadi 680 Miliar! OpenRouter, 'Stasiun Transit' AI Terbesar, Akan Diakuisisi

Stripe, pemroses pembayaran terbesar di dunia, dilaporkan sedang dalam negosiasi untuk mengakuisisi OpenRouter, pasar yang menghubungkan lebih dari 400 model AI besar, dengan harga sekitar 100 miliar USD. Harga ini mencerminkan lonjakan valuasi hampir 7 kali lipat dari 13 miliar USD dua bulan lalu. OpenRouter berfungsi sebagai lapisan perantara atau "mesin perbandingan harga" yang memungkinkan pengembang mengakses berbagai model AI (seperti GPT, Claude, atau model open-source) melalui satu API. Platform ini secara otomatis mencocokkan permintaan pengguna dengan model terbaik berdasarkan kompleksitas tugas, biaya, dan kecepatan, membantu aplikasi AI mengoptimalkan biaya tanpa mengubah pengalaman pengguna. Didirikan pada 2023 oleh Alex Atallah (salah satu pendiri OpenSea) dan Louis Vichy, OpenRouter telah mencatat pertumbuhan pesat dengan pendapatan tahunan mencapai 50 juta USD per April 2025. Akuisisi ini merupakan bagian dari strategi Stripe untuk memperluas infrastruktur ekonomi AI. Pada akhir 2025, mereka mengakuisisi Metronome, platform penagihan berbasis penggunaan. Dengan menggabungkan OpenRouter (pemilihan dan perutean model) dan Metronome (penagihan), Stripe bertujuan menawarkan solusi terpadu—dari pemilihan model, penagihan sesuai pemakaian, hingga pembayaran—bagi bisnis yang menggunakan AI. Langkah ini memperkuat posisi Stripe sebagai "pusat kendali" dalam alur kerja AI. Meski transaksi berpotensi diumumkan dalam sebulan, negosiasi masih bisa gagal.

链捕手2 hari yang lalu 09:03

2 Bulan, Valuasi Melonjak dari 88 Miliar Jadi 680 Miliar! OpenRouter, 'Stasiun Transit' AI Terbesar, Akan Diakuisisi

链捕手2 hari yang lalu 09:03

Trading

Spot

Artikel Populer

Cara Membeli ORDER

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian Orderly (ORDER) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli Orderly (ORDER) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan Orderly (ORDER) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan Orderly (ORDER) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading Orderly (ORDER)Lakukan trading Orderly (ORDER) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

385 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.10Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli ORDER

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga ORDER (ORDER) disajikan di bawah ini.

活动图片