New XRP Documentary Featuring Ripple CTO Set For November Premiere

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2024-08-26Terakhir diperbarui pada 2024-08-26

Abstrak

Los Angeles-based Fruition Production has officially announced the November release of a new documentary titled "XRP Unleashed." The studio disclosed...

Los Angeles-based Fruition Production has officially announced the November release of a new documentary titled “XRP Unleashed.” The studio disclosed plans for self-distribution through a detailed post on Via X, emphasizing a strategic pivot away from traditional Hollywood channels which have shown dwindling interest in backing unaffiliated new entrants. The documentary will be made available on platforms such as Apple TV and Amazon.

“We are excited to announce that we are targeting the release of XRP unleashed for this November! We’ve taken matters into our own hands and are pursuing self distribution. This means the documentary will be available on a few platforms like Apple TV and Amazon without their support,” Fruition Production revealed.

What XRP Unleashed Will Show

In a post on X, Fruition Production further elaborated on the distribution decision: “In an era where Hollywood is grappling with substantial shifts and reduced enthusiasm for experimental content from new creators, self-distribution allows us to maintain creative control and reach our audience directly without the need for establishment endorsements.”

Ripple CTO David Schwartz will have one of the most high-profile appearances in the documentary. Notably, Ripple CEO Brad Garlinghouse and other top-level executives won’t appear in the documentary: “Brad and his executive team are not willing to appear although we did interview David [Schwartz]. When you see the scope of what we’re covering, I actually don’t blame them at all. Resistance in the form of requiring lots of story compromises, and then arbitrary celebrity.”

The documentary’s independence from platforms like Netflix was highlighted following community speculation about potential partnerships. Fruition clarified, “There was never an official partnership with Netflix. Collaborating with such platforms often entails significant creative compromises and involves numerous intermediaries that could dilute the documentary’s message.”

“XRP Unleashed” seeks to dissect the legal battle of Ripple Labs with the US Securities and Exchange Commission (SEC), a saga that just came to an end with the remedies ruling on August 7. The film promises to deliver an in-depth analysis through interviews with prominent figures involved in the cse, including influencers, financial analysts, legal experts, and Ripple’s internal team.

It will cover the confrontation with the SEC aiming to establish a clear legal framework for XRP, the impact this could have on international banking and financial services, the technological underpinnings of XRP and its potential applications in areas like asset tokenization and central bank digital currencies (CBDCs).

Responding to an online discourse surrounding the documentary, Fruition Production clarified a lot of questions. The studio confirmed plans to release a new trailer a couple of weeks before the premiere, intended to offer a sneak peek into the rigorous research and groundbreaking revelations the film promises to deliver.

The documentary’s pricing and distribution model were also topics of community interest, with Fruition noting, “Initially, the documentary will be available for rent. We are exploring moving to an ad-supported platform in future years to ensure broader accessibility.”

Concerning potential release timing aligned with market movements of XRP, the studio commented, “Aligning our release with a peak in XRP’s market price could amplify the documentary’s impact and benefit the community, though such timing can be coincidental.”

At press time, XRP traded at $0.5969.

XRP price
XRP needs to reclaim the 0.236 Fib, 1-week chart | Source: XRPUSDT on TradingView.com
Featured image created with DALL.E, chart from TradingView.com
Jake Simmons

Jake Simmons

Jake Simmons has been a Bitcoin enthusiast since 2016. Ever since he heard about Bitcoin, he has been studying the topic every day and trying to share his knowledge with others. His goal is to contribute to Bitcoin's financial revolution, which will replace the fiat money system. Besides BTC and crypto, Jake studied Business Informatics at a university. After graduation in 2017, he has been working in the blockchain and crypto sector. You can follow Jake on Twitter at @realJakeSimmons.

Kripto yang Sedang Tren

Bacaan Terkait

Mengapa Asuransi DeFi Tidak Laku?

"DeFi Asuransi: Mengapa Tidak Ada yang Membelinya?" Asuransi DeFi dirancang untuk menghilangkan perantara dengan pembayaran klaim otomatis melalui kontrak pintar. Namun, pada kenyataannya, hampir tidak ada yang membelinya. Alasan utamanya adalah biaya premi yang terlalu tinggi. Premi asuransi bisa mencapai 1.5%–6%, yang secara signifikan menggerus keuntungan tahunan dari platform seperti Aave atau Compound (biasanya 3%-4%). Akibatnya, laba bersih pengguna menjadi sangat rendah, bahkan bisa negatif. Risiko di DeFi juga sangat terkait. Satu insiden keamanan (seperti peretasan protokol atau kegagalan oracle) dapat mempengaruhi banyak platform sekaligus. Kolam asuransi DeFi saat ini, dengan total aset hanya sekitar puluhan juta dolar, tidak cukup untuk menanggung kerugian besar seperti peretasan miliaran dolar. Selain itu, model keputusan klaim seperti di Nexus Mutual, di mana pemegang token memutuskan klaim, dapat menciptakan bias untuk menolak pembayaran. Kapasitas asuransi seluruh industri sangat kecil dibandingkan dengan total aset terkunci di DeFi yang mencapai ratusan miliar dolar. Solusi yang muncul berfokus pada pencegahan (seperti program bug bounty) dan mencoba menarik modal reasuransi tradisional, mengakui bahwa dana di dalam ekosistem saja tidak cukup. Intinya, asuransi DeFi saat ini menghadapi paradoks: semua orang butuh perlindungan, tetapi biayanya membuatnya tidak menarik, dan tidak ada yang bisa memaksa pengguna untuk membelinya, sehingga meninggalkan pasar rentan terhadap risiko sistemik.

marsbit51m yang lalu

Mengapa Asuransi DeFi Tidak Laku?

marsbit51m yang lalu

Dompet Cardano Dihantam Eksploitasi SecondFi Akibat Cacat Kunci Pribadi Picu Peringatan Keamanan

SecondFi, sebelumnya terkait dengan merek dompet Yoroi, menangguhkan layanannya setelah cacat kritis dalam perangkat lunak pembuatan dompet berbasis web mereka melaporkan mengekspos kunci privat dan mengakibatkan pencurian ADA besar. Insiden ini memicu peringatan mendesak bagi pengguna yang terdampak, namun sumber yang divalidasi menegaskan satu poin penting: ini bukanlah peretasan terhadap protokol blockchain Cardano itu sendiri. Kerentanan terletak pada proses pembuatan kunci privat di perangkat lunak dompet web SecondFi. Perkiraan awal menyebutkan 16 juta ADA dicuri dari 374 dompet, bernilai sekitar $2,4 juta. Firma keamanan SlowMist memperingatkan dampak totalnya bisa melebihi 129 juta ADA (lebih dari $20 juta). Jaringan Cardano sendiri tidak diretas; masalahnya terlokalisir pada perangkat lunak SecondFi. Peringatan keselamatan terkuat bagi pengguna yang terdampak adalah untuk TIDAK memulihkan frase seed yang telah dikompromikan ke dalam dompet lain, karena kunci privatnya sendiri mungkin telah bocor. Pengguna juga diperingatkan terhadap tautan pemulihan tidak resmi atau platform pengembalian dana pihak ketiga yang sering muncul pasca-eksploitasi. Insiden ini menjadi pengingat bahwa keamanan blockchain tidak berakhir di lapisan protokol. Proses pembuatan dompet, antarmuka berbasis browser, dan penanganan frase seed bisa menjadi titik kegagalan kritis. Fokus saat ini adalah membantu pengguna terdampak menghindari eksposur lebih lanjut sementara cakupan akhir insiden dikonfirmasi.

bitcoinist54m yang lalu

Dompet Cardano Dihantam Eksploitasi SecondFi Akibat Cacat Kunci Pribadi Picu Peringatan Keamanan

bitcoinist54m yang lalu

Trading

Spot

Artikel Populer

Apa Itu XRP 2.0

XRP 2.0: Sebuah Frontier Baru dalam Lanskap Cryptocurrency Pengenalan XRP 2.0 Dalam dunia cryptocurrency yang terus berkembang, proyek baru terus muncul, bersaing untuk mendapatkan perhatian dan adopsi. Salah satu inisiatif menjanjikan adalah XRP 2.0, sebuah proyek cryptocurrency baru yang dirancang untuk memanfaatkan teknologi blockchain yang canggih dan metodologi enkripsi yang kuat. Meskipun namanya memiliki kesamaan dengan XRP dari Ripple, penting untuk dicatat bahwa XRP 2.0 beroperasi secara independen, dengan fokus pada peningkatan keamanan transaksi, privasi, dan skalabilitas. Seiring dengan semakin banyaknya solusi terdesentralisasi yang diadopsi oleh lanskap keuangan digital, XRP 2.0 bertujuan untuk berkontribusi secara bermakna pada web3 dan ekspansi keseluruhan proyek crypto. Apa itu XRP 2.0? Pada dasarnya, XRP 2.0 adalah proyek cryptocurrency yang bertujuan untuk menciptakan ekosistem mata uang digital yang aman dan terdesentralisasi. Teknologi dasarnya mengintegrasikan prinsip blockchain yang canggih dengan teknik enkripsi mutakhir. Tujuan utama dari XRP 2.0 adalah untuk menetapkan dirinya sebagai platform yang dapat diandalkan dan efisien yang memungkinkan eksekusi transaksi yang cepat sambil memprioritaskan perlindungan privasi yang lebih baik untuk para penggunanya. Proyek ini dipromosikan sebagai solusi untuk berbagai keterbatasan yang dihadapi oleh cryptocurrency yang ada, dengan mengusulkan sistem yang dapat menangani volume transaksi yang lebih tinggi dengan kecepatan dan privasi yang ditingkatkan. Fleksibilitas ini menjadikan XRP 2.0 sebagai pesaing yang signifikan di pasar yang dipenuhi dengan berbagai mata uang digital. Siapa Pencipta XRP 2.0? Identitas pencipta di balik XRP 2.0 tercatat sebagai ‘Wilbur.’ Namun, rincian komprehensif mengenai Wilbur atau entitas terkait mereka masih sulit ditemukan. Anonimitas banyak pencipta cryptocurrency bukanlah fenomena yang tidak umum dalam industri, sering kali dirancang untuk mempertahankan tingkat privasi dan keamanan. Siapa Investor XRP 2.0? Saat ini, informasi spesifik terkait yayasan investasi atau organisasi yang mendukung XRP 2.0 tidak tersedia untuk publik. Dalam sektor cryptocurrency, dukungan oleh investor terkemuka dapat secara signifikan mempengaruhi kredibilitas dan keberhasilan sebuah proyek, namun transparansi mengenai pendukung finansial XRP 2.0 belum ditetapkan. Bagaimana Cara Kerja XRP 2.0? XRP 2.0 menonjol dengan menerapkan kombinasi teknologi blockchain dan algoritma enkripsi canggih yang memastikan transaksi yang aman dan terdesentralisasi. Struktur inovatifnya mencakup fitur unik yang dirancang untuk meningkatkan keterlibatan pengguna dan memperluas fungsi di luar transaksi cryptocurrency konvensional. Di antara fitur-fitur ini, XRP 2.0 mengintegrasikan kemampuan yang ditenagai oleh AI, seperti fungsi teks-ke-gambar dan teks-ke-suara. Penambahan ini dirancang untuk meningkatkan pengalaman interaktif bagi pengguna, mendorong penerapan yang lebih luas di berbagai sektor. Dengan menjembatani kemajuan teknologi dengan desain yang berorientasi pada pengguna, XRP 2.0 bertujuan untuk menarik perhatian berbagai individu dan perusahaan yang ingin mengintegrasikan solusi cryptocurrency ke dalam kerangka operasional mereka. Garis Waktu XRP 2.0 Memahami XRP 2.0 memerlukan pemeriksaan tonggak yang telah mendefinisikan perjalanannya sejauh ini: 23 Juli 2023: XRP 2.0 diperkenalkan sebagai proyek cryptocurrency baru, bertujuan untuk merevolusi kemampuan transaksi yang aman dan terdesentralisasi di bidang blockchain. 8 September 2023: Peluncuran proyek lain, XRP20, terjadi, menandai munculnya token ERC-20 di blockchain Ethereum yang tidak terkait dengan XRP 2.0. 13 November 2023: XRP Ledger mengalami pembaruan signifikan dengan rilis perangkat lunak server rippled versi 2.0.0. Penting untuk dicatat bahwa perkembangan ini tidak terhubung dengan proyek cryptocurrency XRP 2.0. Poin Kunci Tentang XRP 2.0 Untuk mengekstrak esensi dari XRP 2.0, beberapa faktor kritis muncul: Fitur Unik: Penyertaan fitur seperti teks-ke-gambar dan teks-ke-suara yang ditenagai AI semakin memperluas aplikasi potensial XRP 2.0. Teknologi Blockchain: Kerangka kerja menggunakan mekanisme blockchain canggih dan protokol enkripsi, memastikan lingkungan yang aman dan terdesentralisasi untuk transaksi. Skalabilitas dan Privasi: XRP 2.0 memprioritaskan perlindungan privasi yang lebih baik dalam proses transaksi dan skalabilitas yang diperlukan untuk mengakomodasi basis pengguna yang berkembang. Tidak Terafiliasi dengan Ripple: Penting untuk dicatat, meskipun namanya, XRP 2.0 tidak memiliki kesetiaan atau kolaborasi dengan XRP dari Ripple, membedakan kerangka operasi dan tujuannya dalam ekosistem cryptocurrency. Kesimpulan XRP 2.0 mewakili usaha ambisius dalam lingkup cryptocurrency, bertujuan untuk menawarkan kombinasi keamanan, privasi, dan efisiensi dalam transaksi digital. Dengan mengintegrasikan teknologi canggih dan fitur yang ramah pengguna, proyek ini berupaya memperluas cakrawala apa yang dapat dicapai oleh cryptocurrency di ekonomi digital saat ini. Sementara anonimitas penciptanya dan kurangnya investor yang diungkapkan mungkin menimbulkan pertanyaan bagi beberapa orang, fokus XRP 2.0 pada fungsionalitas canggih dan desentralisasi meningkatkan daya tariknya di tengah pasar crypto yang semakin ramai. Seiring dengan terus berkembangnya lanskap cryptocurrency, XRP 2.0 mungkin akan muncul sebagai pemain kunci dalam ekspansi solusi blockchain yang aman dan skalabel.

245 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.04.06Diperbarui pada 2024.12.03

Apa Itu XRP 2.0

Cara Membeli XRP

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian XRP (XRP) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli XRP (XRP) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan XRP (XRP) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan XRP (XRP) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading XRP (XRP)Lakukan trading XRP (XRP) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

2.0k Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.10Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli XRP

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga XRP (XRP) disajikan di bawah ini.

活动图片