В Таиланде полиция провела рейд на нелегальную майнинг-ферму

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2024-02-26Terakhir diperbarui pada 2024-08-26

  • Полиция Ратчабури провела рейд в рамках борьбы с нелегальным майнингом.
  • Поводом для него послужили жалобы местных жителей на перебои с электроэнергией.
  • Пока власти составляли ордер, злоумышленники скрылись и вывезли оборудование.

23 августа 2024 года полиция и сотрудники Провинциального управления электроэнергетики провели рейд в доме в городе Ратчабури в рамках усилий по борьбе с нелегальным майнингом. Об этом сообщает South China Morning Post со ссылкой на правоохранителей.

Поводом для обыска послужили многочисленные жалобы жильцов на перебои с электроэнергией. Согласно материалам дела, указанный дом сдавался в аренду некой компании в течение четырех месяцев.

В июле 2024 года энергопотребление в этом районе существенно подскочило, отметили в полиции. Тут полагают, что именно в это время ферма начала работать на полную мощность.

Сотрудники полиции попытались проникнуть на территорию объекта еще 22 августа, но охрана их не пустила. Когда же они пришли с ордером на следующий день, то оборудование вывезли.

По словам правоохранителей, никто не был арестован в ходе этих сыскных действий. Тут подчеркнули, что это уже четвертый рейд по делу о нелегальном майнинге в этой провинции.

Точный ущерб от действий злоумышленников не раскрывается. Однако в полиции отметили, что арендатор помещения платил лишь малую часть за потребляемую электроэнергию. Также следует учитывать отключения в близлежащем районе по его вине, добавили тут.

Нелегальный майнинг — это серьезная проблема для Азии. В частности, ранее мы рассказывали о том, как власти Малайзии утилизировали 985 установок для добычи криптоактивов.

Bacaan Terkait

Pasar Kredit Triliunan Digenjot Stablecoin, Terjebak dalam Pengendalian Risiko Off-Chain

**Ringkasan:** Stablecoin dengan bunga mereplikasi model bisnis reksa dana pasar uang tahun 1970-an, membuka akses bagi investor ritel ke pasar kredit privat senilai $2 triliun yang sebelumnya hanya untuk lembaga besar. Dengan menggabungkan dana kecil, stablecoin seperti ACRED (Apollo) dan YLDS (Figure) mengalirkan modal ke aset kredit yang dikelola profesional, lalu memberikan hasil kepada pemegang token. Tokenisasi memungkinkan likuiditas dan komposisi 24/7 di DeFi, berbeda dengan kredit privat tradisional yang terkunci jangka panjang. Pasar kredit on-chain melonjak 15x menjadi $5.87 miliar dalam setahun. Namun, risiko inti dari kredit—seperti underwriting dan penagihan—tetap berada di luar rantai (off-chain) dan sulit diverifikasi secara on-chain. Kegagalan Goldfinch, dengan $56 juta dana terjebak dalam pinjaman sepeda motor di Kenya, menjadi contoh nyata. Proyek ini gagal membangun infrastruktur kontrol risiko lokal yang memadai, seperti yang dimiliki bank tradisional. Pelanggaran kontrak dan penyalahgunaan dana oleh mitra peminjam (Tugende) tidak terdeteksi tepat waktu, dan pemegang token hampir tidak memiliki daya untuk melakukan penagihan. Intinya, tokenisasi hanya mengotomatiskan 10% aliran modal, sementara 90% pekerjaan kredit yang sebenarnya bergantung pada tenaga dan keahlian lokal. Masa depan sektor ini bergantung pada kemampuan menggabungkan efisiensi on-chain dengan kontrol risiko off-chain yang kuat.

marsbit27m yang lalu

Pasar Kredit Triliunan Digenjot Stablecoin, Terjebak dalam Pengendalian Risiko Off-Chain

marsbit27m yang lalu

Bunga Tinggi Tanpa Utang dan Tanpa Dilusi: Mengapa Perusahaan Perbendaharaan Bitcoin Gencar Menerbitkan Pembiayaan Saham Preferen?

Laporan oleh BitcoinTreasuries.net dan Apyx menunjukkan bahwa saham preferen yang didukung Bitcoin—dipimpin oleh perusahaan seperti Strategy dan diikuti oleh pemain baru seperti Strive—telah tumbuh menjadi pasar senilai sekitar $13 miliar dalam kurang dari dua tahun. Produk ini menawarkan hasil tinggi (antara 10,8% hingga 15,2%), menarik investor yang menginginkan pendapatan tetap sekaligus terpapar potensi apresiasi Bitcoin. Saham preferen ini memecahkan masalah pendanaan bagi perusahaan yang memegang Bitcoin sebagai aset kas: mereka mengumpulkan modal tanpa mengencerkan saham biasa atau mengambil utang. Sebagai gantinya, pemegang saham preferen mendapat dividen prioritas. Pertumbuhan pasar ini didorong oleh permintaan institusional yang besar dari dana bersama, bank, dan dana pensiun, sementara pasokan terbatas oleh jumlah Bitcoin yang tersedia sebagai jaminan (collateral). Perusahaan penerbit harus memiliki neraca yang bersih dan tim yang berpengalaman. Saat ini, jaminan Bitcoin untuk saham preferen ini memiliki rasio cakupan 3,8x hingga 4,5x, yang dianggap sangat aman. Risiko utama bersifat struktural, terkait dengan volatilitas harga Bitcoin yang dapat memperkuat fluktuasi harga saham biasa penerbit. Namun, dengan permintaan yang masih jauh melebihi pasokan, laporan memproyeksikan pangsa pasar instrumen ini dapat meningkat dari kurang dari 1% saat ini menjadi 3-5% pada 2030.

marsbit40m yang lalu

Bunga Tinggi Tanpa Utang dan Tanpa Dilusi: Mengapa Perusahaan Perbendaharaan Bitcoin Gencar Menerbitkan Pembiayaan Saham Preferen?

marsbit40m yang lalu

Trading

Spot
活动图片