Капитализация рынка RWA перевалила за $10 млрд

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2023-06-24Terakhir diperbarui pada 2024-08-24

Сегмент токенизированных активов «реального мира» (RWA) привлекает значительное внимание со стороны институциональных инвесторов и игроков рынка традиционных финансов. Капитализация нового сектора уже перевалила за отметку в $10 млрд

В этом материале редакция BIC разобралась, кто и почему инвестирует столько денег в RWA, а также настолько ли безопасно это направление рынка.

RWA в тренде

На сегодняшний день капитализация сегмента токенизированных активов «реального мира» (Real World Assets, RWA) достигла рубежа в $10,9 млрд, согласно ончейн-данным от OurNetwork. При этом еще в конце марта она была практически в два раза ниже и составляла около $5,6 млрд. С таким ростом сектору помог сильный спрос на частные займы и долги казначейства США.

Интересный факт!

Аналитики Artemis Terminal заметили, что по темпам роста RWA-сегмент даже обогнал биткоин (BTC) и Ethereum (ETH) — в мае этого года токенизированные реальные активы вросли на 58%, а две ведущие криптовалюты только на 26,1% и 18,2% соответственно.

«На данный момент рынок частного кредитования составляет $8,1 млрд, а токенизированные казначейские обязательства — $1,9 млрд. Остальные классы токенизированных активов не достигают $1 млрд», — отмечают в исследовании.

В 2024 году рынок токенизированных казначейских обязательств США значительно вырос. По данным RWA.xyz, общая стоимость этого сегмента увеличилась с $726,23 млн до $1,94 млрд.

Читайте также: Топ-5 RWA-токенов для торговли в августе

Капитализация рынка токенизированных казначейских обязательств. Источник: RWA.xyz

Лидером среди RWA стал BUIDL — первый собственный фонд токенизированных активов от BlackRock. Менее чем за два месяца после запуска продукт завоевал титул крупнейшего казначейского фонда на рынке токенизированных активов.

Растущие дивидендные доходы фонда подчеркивают неугасающий интерес институциональных инвесторов к токенизированным денежным рынкам. Кроме того, некоторые DeFi-протоколы — такие, как Ondo, — тоже используют BUIDL для своих производных продуктов, чем только расширяют сценарии его использования.

Среди других заметных игроков RWA-сегмента: Franklin Templeton и Grayscale. Ранее редакция BIC писала о том, что управляющие активами запускают закрытый фонд на базе Avalanche (AVAX). При этом в компаниях подчеркнули, что Avalanche — ключевой игрок в секторе токенизации активов реального мира.

Ранее этим летом инвестиционный гигант Goldman Sachs сообщил, что запустит три проекта по токенизации до конца этого года; в фокусе интереса также оказались токенизированные казначейские обязательства. Представители бизнеса заявили, что намерены удовлетворить растущий спрос со стороны клиентов.

Аналитики CoinGecko изучили все криптотренды за II квартал 2024 года и выяснили, что RWA стали одним из самых популярных нарративов за указанный период. Кто еще засветился в лидерах — читайте в нашем специальном обзоре.

Ondo — главный промоутер RWA

DeFi-протокол Ondo Finance (ONDO) — ведущий поставщик токенизированных казначейских обязательств США. Согласно DefiLlama, общая стоимость средств, заблокированных в ONDO, превышает $536 млн. Это делает ONDO одним из ключевых игроков в растущем секторе токенизированных финансов.

Рост популярности Ondo Finance связан с улучшением привлекательности, интеграции и ликвидности его токенов. Стейблкоин USDY от Ondo доступен на различных популярных блокчейнах, включая Ethereum, Solana, Cosmos, Aptos, Mantle и Sui.

Читайте также: На этих 6 RWA-токенах можно заработать состояние и вот почему

TVL ONDO во время бума токенизации RWA. Источник: DefiLlama

Популярность RWA растет по мере того, как институциональные инвесторы все активнее включаются в криптоиндустрию. Изначально их привлек запуск спотовых биржевых фондов (ETF) на главные криптовалюты, а теперь токенизированные реальные активы предлагают институционалам решения для безопасного хранения криптоактивов.

Однако есть и более негативная сторона. В Cyvers уже отмечали, что сегменту RWA крайне необходимы строгие меры безопасности, защиты от угроз и соответствие нормативным требованиям. По мнению аналитиков, риски безопасности могут негативно сказать на инвесторах и даже затормозить рост всего рынка.

О том, какие альткоины могут выиграть от растущей популярности RWA, DePin и ИИ, — читайте в нашем материале.

Bacaan Terkait

Sekelompok Insinyur Suzhou Mendapat Kebebasan Finansial Secara Tak Terduga

Kejutan spektakuler terjadi di pasar saham China. Perusahaan alat uji komunikasi optik, Lianxun Instruments, mengalami kenaikan harga saham 30 kali lipat hanya dalam dua bulan setelah IPO, menjadi saham termahal di A-Shares (melebihi 2.000 RMB). Hal ini membuat sekitar 100 insinyur dan karyawan inti di Suzhou meraih kebebasan finansial yang luar biasa. Untuk mempertahankan talenta teknis, perusahaan telah mempersiapkan platform kepemilikan saham karyawan sejak lama. Melalui tiga platform tersebut, para karyawan kini menguasai 15.91% saham perusahaan, senilai lebih dari 36 miliar RMB. Hampir 40 karyawan menjadi miliarder, dan yang memiliki saham terkecil pun nilainya melebihi 5 juta RMB. Pendiri perusahaan, Hu Haiyang, Huang Jianjun, dan Yang Jian, masing-masing menjadi miliarder baru di Suzhou. Kesuksesan ini didorong oleh ledakan permintaan daya komputasi AI. Pendapatan Lianxun melonjak dari 276 juta RMB (2023) menjadi 1,194 miliar RMB (2025). Investor awal, termasuk modal negara bagian Suzhou, menikmati imbal hasil ratusan kali lipat. Fenomena ini menandai era baru di mana kekayaan diciptakan oleh teknologi. Berbeda dengan era internet dan properti sebelumnya, kini insinyur dan tenaga teknis mulai menjadi pemeran utama dalam kisah sukses finansial. Perusahaan-perusahaan di bidang komunikasi optik, AI, chip, dan semikonduktor lainnya juga melahirkan kisah serupa, memberi imbalan pada para talenta teknis yang selama ini menjadi tulang punggung inovasi China.

marsbit2j yang lalu

Sekelompok Insinyur Suzhou Mendapat Kebebasan Finansial Secara Tak Terduga

marsbit2j yang lalu

Makalah Paling 'Berbahaya' Tahun Ini dari Nvidia: AI Mereproduksi Kode Sendiri, Berevolusi Tanpa Batas

**Ringkasan: Makalah NVIDIA yang Mengkhawatirkan tentang AI yang Berkembang Biak Sendiri dan Berevolusi Tanpa Henti** Sebuah makalah penelitian baru yang ditulis bersama oleh Universitas Cambridge, NVIDIA, dan lembaga lainnya, berjudul **"Red Queen Gödel Machine (RQGM)"**, telah memicu perdebatan serius. Makalah ini menggambarkan sistem AI yang dapat **menulis dan memutasi kode algoritma belajarnya sendiri** secara mandiri. Mekanismenya menyerupai permainan evolusi yang kejam: 1. AI menghasilkan varian kode baru (keturunan dengan mutasi). 2. Varian ini diuji dalam lingkungan terbatas (sandbox). 3. Varian yang gagal dihapus, yang berhasil dipertahankan untuk reproduksi dan evolusi lebih lanjut. Yang paling mengkhawatirkan adalah langkah selanjutnya: AI kemudian **secara aktif mengembangkan "penguji" atau "wasit"-nya sendiri**. Ia menciptakan standar evaluasi yang lebih ketat untuk menilai kode yang lebih maju yang dihasilkannya. Hal ini menciptakan **lingkaran rekursif tanpa akhir** di mana baik "peserta" (agen AI) maupun "penguji" secara bersama-sama berevolusi dan saling mendorong menuju kemampuan yang semakin tinggi—seperti dalam **"Hipotesis Ratu Merah"** di biologi: "Kita harus terus berlari secepat mungkin hanya untuk tetap di tempat yang sama." Dalam eksperimen, RQGM menunjukkan peningkatan kinerja dalam beberapa tugas: * **Penulisan Kode:** Meningkatkan tingkat kelulusan pada kumpulan tes. * **Penulisan Makalah Akademik:** Meningkatkan tingkat "penerimaan" makalah yang dihasilkan AI oleh panel peninjau. * **Pembuktian Matematika:** Menghasilkan sistem penilaian yang lebih akurat dan agen pembuktian yang berkinerja lebih baik. Makalah ini dilihat sebagai langkah signifikan menuju **Recursive Self-Improvement (RSI)**, di mana AI dapat meningkatkan dirinya sendiri secara berulang. Beberapa ahli, seperti Jack Clark dari Anthropic, memprediksi kemungkinan 60% bahwa AI dengan kemampuan evolusi mandiri yang tinggi akan muncul pada akhir tahun 2028. Karya RQGM dianggap sebagai langkah konkret yang memperpendek jarak menuju skenario semacam itu, menimbulkan pertanyaan mendalam tentang masa depan dan potensi kemunculan Kecerdasan Buatan Super (ASI).

marsbit2j yang lalu

Makalah Paling 'Berbahaya' Tahun Ini dari Nvidia: AI Mereproduksi Kode Sendiri, Berevolusi Tanpa Batas

marsbit2j yang lalu

Keseimbangan Kekuatan Kembali Apple dan "Micron cs": Membongkar Struktur Profit di Balik iPhone

Pernahkah Anda mempertanyakan bagaimana keuntungan dari penjualan iPhone didistribusikan di antara berbagai pemasok komponen? Sebuah analisis menunjukkan pergeseran kekuatan dalam rantai pasokan Apple. Dulu, pemasok memori seperti Micron (MU) hanya menerima bagian kecil, sekitar 1.6%-2.3% dari harga iPhone X. Laporan dari akun media sosial @BluthCapital menyoroti ketidakseimbangan ini, dengan menyebut Apple membeli chip seharga $5 dan menjualnya kembali seharga $99 kepada konsumen. Data terbaru menunjukkan, dari total keuntungan satu unit iPhone, Apple mengambil porsi terbesar sekitar 25%, sedangkan raksasa memori seperti Micon hanya memperoleh kurang dari 3%. Laporan keuangan Apple Q2 2026 mengungkapkan, laba bersih per unit iPhone sekitar $320-340, dengan margin bersih mencapai 33%-36%. Sementara itu, biaya memori telah meningkat secara signifikan. Pada era iPhone X (2017), biaya memori hanya sekitar 2% dari Biaya Material (BOM). Namun, pada iPhone 17 (2026), proporsi ini melonjak menjadi 12%-15% dari BOM, sekitar $60-80, didorong oleh kenaikan harga memori secara global. Peningkatan tajam harga memori ini, yang disebut CEO Apple Tim Cook sebagai fenomena "sekali dalam 40 tahun", utamanya dipicu oleh permintaan yang sangat besar dari industri AI. Server AI membutuhkan DRAM 8-10 kali lebih banyak dibandingkan server tradisional, menyebabkan pemasok seperti Samsung, SK Hynix, dan Micon mengalihkan produksi ke produk berpenghasilan tinggi seperti HBM (High Bandwidth Memory), yang mengurangi pasokan untuk elektronik konsumen seperti iPhone. Ketimpangan pasokan ini mengubah dinamika kekuatan, memberikan leverage negosiasi yang lebih besar kepada produsen memori. Bahkan, dikabarkan Apple sedang mencoba mendiversifikasi pasokannya dengan mengajukan izin untuk membeli chip memori dari perusahaan China, CXMT. Singkatnya, era di mana Apple mendominasi dengan menekan harga pemasok komponen seperti memori sedang mengalami perubahan. Kekuatan kini bergeser seiring dengan melonjaknya permintaan memori dari sektor AI, memaksa perusahaan seperti Apple untuk menyesuaikan strategi dan menghadapi kenaikan biaya yang signifikan.

Odaily星球日报4j yang lalu

Keseimbangan Kekuatan Kembali Apple dan "Micron cs": Membongkar Struktur Profit di Balik iPhone

Odaily星球日报4j yang lalu

Trading

Spot
活动图片