This Bitcoin price fractal from 2018 could trap bulls, sink BTC price to $25K — analyst

CointelegraphDipublikasikan tanggal 2022-02-15Terakhir diperbarui pada 2022-02-16

Abstrak

The eerie fractal risks sending Bitcoin's price to $25,000 despite its sharp recovery in the previous weeks.

A recent price recovery in the Bitcoin (BTC) market risks getting erased due to an eerie fractal from 2018.

Bitcoin price cycle similarities

First spotted by CryptoBullet, an independent market analyst, the fractal shows Bitcoin recreating an inverse head-and-shoulders (IH&S) pattern that preceded its price decline toward $3,100 later in December 2018. As a result, anticipations that BTC's price will undergo similar declines in 2022 might grow.

That is primarily because of the strikingly similar price trends between the pric downtrends in 2018 and 2021-2022. For instance, Bitcoin formed two higher highs in April and May 2018 around $10,000 before plunging below $6,000 in July while constructing the IH&S pattern.

BTC/USD daily price chart featuring IH&S fractal from 2018. Source: TradingView

Interestingly, in October 2021-February 2022, Bitcoin underwent an identical price trajectory, forming two higher highs — near $65,000 in April and $69,000 in November. Later, the price corrected to below $33,000 in early February while forming another IH&S pattern.

With IH&S being a bullish reversal pattern, BTC now awaits a breakout move towards or above $50,000. A similar technical setup shared by market analyst Lark Davis projects Bitcoin above $60,000.

2018 BTC price fractal risks trapping bulls

But a climb to $50,000 — or even $60,000 — may not absolve Bitcoin from its prevailing bearish bias. If the 2018 fractal repeats itself religiously in 2022, BTC's likelihood of falling toward $25,000 appears higher, as explained in the chart below.

BTC/USD weekly price chart. Source: TradingView

Notably, the 2018 price action saw Bitcoin breaking out to the upside after its IH&S formation, reaching almost $10,000.

In doing so, BTC's price briefly reclaimed its 50-week exponential moving average (50-week EMA; the red wave) as support, only to break below it later. As it did, the price further declined towards the 200-week EMA (the blue wave) near $3,000, where it bottomed out in December 2018.

Applying the same fractal to the ongoing price action, Bitcoin might end up closing above its 50-week EMA, eventually hitting levels in the $50,000-$60,000 range. Nonetheless, it will move back below the red wave, and extend its decline towards the 200-week EMA, which sits near $25,000.

The negative outlook aligns with what Ari Rudd, an independent market analyst, shared in a Twitter thread on Feb. 14.

As Cointelegraph covered, the chartist cited Logarithmic Fractal Growth and moving average ribbon supports, suggesting that BTC's price might fall to the $24,000-$27,000 range in the coming months.

Not another 2018?

On the brighter side, Bitcoin has been treading ahead against more optimistic fundamentals than in 2018. Notably, BTC's price has rallied from under $4,000 in March 2020 to as high as $69,000 in November 2021, amid an increase in retail and institutional adoption led by macroeconomic risks such as higher inflation.

A November 2021 opinion editorial penned by Bloomberg Opinion’s John Authers points out that headline inflation, the consumer price index (CPI), rose roughly 28% in the past ten years. But denominating the same gauge in Bitcoin returned 99.99% deflation. But the mathematics came with a warning.

"If you put all your life savings into bitcoin a decade ago, well done. Should you do that now? Perhaps not," wrote Authers, adding:

"Over the last 10 years, bitcoin has delivered a lot of deflation, including 76% in the last 12 months alone, but also a couple of terrifying episodes when annual inflation ran at more than 200%."

Interestingly, the "terrifying episodes" occurred during the bearish cycles of 2015 and 2018.

Bacaan Terkait

Pertama Kali dalam Sejarah, Laba Kuartalan SK Hynix Tertinggi, Tapi Mengapa Masih 'Di Bawah Ekspektasi'?

SK Hynix mengumumkan kinerja keuangan Kuartal II 2026 yang mencetak rekor, dengan pendapatan 79,32 triliun won Korea dan laba operasi 60,54 triliun won. Namun, angka ini sedikit di bawah perkiraan pasar, yang menyebabkan volatilitas harga saham. Meski profitabilitas mencapai tingkat tertinggi sepanjang masa, pasar bereaksi negatif karena data aktual tidak memenuhi ekspektasi tinggi yang sudah dibangun. Penyebabnya antara lain meningkatnya proporsi produk HBM (High Bandwidth Memory) yang menggunakan harga kontrak jangka panjang, sehingga mengurangi keuntungan dari kenaikan harga spot DRAM biasa. Selain itu, laju kenaikan harga produk tradisional juga melambat. Dalam laporan dan konferensi teleponnya, manajemen SK Hynix menyampaikan pandangan optimis. Mereka memperkirakan permintaan DRAM global akan tumbuh sekitar 20%+ dan permintaan NAND sekitar belasan persen tinggi pada 2026, tanpa tanda-tanda perlambatan investasi AI. Perusahaan juga telah menegosiasikan perjanjian pasokan jangka panjang dengan sekitar 10 pelanggan dan telah mulai mengirimkan produk HBM4 generasi berikutnya. Rencana pengeluaran modal (CapEx) yang agresif untuk ekspansi kapasitas juga dipertahankan, menunjukkan keyakinan terhadap permintaan masa depan. Inti perdebatan antara investor optimis dan pesimis terletak pada penilaian terhadap siklus super AI. Para pendukung percaya pada logika pertumbuhan jangka panjang, sementara pihak skeptis khawatir tentang sustainabilitas pengeluaran AI dan tekanan valuasi setelah kenaikan saham sebelumnya.

Odaily星球日报38m yang lalu

Pertama Kali dalam Sejarah, Laba Kuartalan SK Hynix Tertinggi, Tapi Mengapa Masih 'Di Bawah Ekspektasi'?

Odaily星球日报38m yang lalu

Bagaimana Jika RUU CLARITY Akhirnya Tidak Disahkan?

Judul: **Apa yang Terjadi jika RUU CLARITY Akhirnya Tidak Disahkan?** Artikel ini menganalisis kemungkinan dampak jika RUU *Digital Asset Market Clarity Act* (RUU CLARITY) gagal disahkan oleh Senat AS. Inti RUU ini adalah mengklasifikasikan aset kripto sebagai sekuritas atau komoditas, membagi wewenang pengawasan antara SEC dan CFTC, serta mengatur penyimpanan kunci pribadi, mekanisme pendapatan stablecoin, dan pendaftaran bursa asing. **Tantangan Politik:** Proses RUU terhambat oleh klausul etika terkait konflik kepentingan pejabat tinggi, yang dikaitkan dengan investasi kripto besar keluarga Trump. Klausul ini menjadi titik sengketa utama dengan senator Partai Demokrat. Jika gagal disahkan pada Agustus 2026, peluangnya tahun ini akan menipis, dan prosesnya mungkin tertunda hingga 2027 setelah pemilu tengah periode, di mana konsensus bipartisan bisa lebih sulit dicapai. **Dampak pada Pasar Kripto:** Analis percaya pasar telah merespons sentimen negatif, dengan probabilitas disahkannya RUU turun dari 82% menjadi 35%. Meski Bitcoin sempat terkoreksi, tekanan utama lebih terkait faktor makro daripada RUU ini. Kegagalan RUU tidak dianggap sebagai krisis industri, karena masih ada acara dan perkembangan lain yang dapat mendukung pasar. **Dampak pada Saham Terkait:** * **Coinbase (COIN):** Harganya telah tertekan seiring menurunnya peluang RUU. Analis memperkirakan kisaran $140-$160 jika RUU gagal. Namun, logika investasi jangka panjangnya tidak sepenuhnya bergantung pada RUU ini, didukung oleh tren adopsi institusional. * **Circle:** Situasinya kompleks. Beberapa analis berpendapat kegagalan RUU justru bisa menguntungkan Circle dalam jangka panjang, karena menghindari ketentuan pembatasan pendapatan stablecoin yang dapat mengurangi marjin dan menghindari persaingan yang lebih ketat dari pendatang baru. Dukungan harga jangka pendek diperkirakan di sekitar $61.70, dengan kemungkinan uji lebih rendah di $49. * **Perusahaan Perbendaharaan Kripto (seperti Strategy/MSTR):** Harganya sangat terkait dengan harga Bitcoin (sebagai aset leverage). Tekanan finansialnya relatif independen dari proses RUU, tetapi bisa memburuk dalam lingkungan sentimen pasar yang lemah. **Masa Depan Regulasi:** Jika RUU CLARITY gagal, industri akan terus mengandalkan kerangka yang ada: **RUU GENIUS** (untuk stablecoin pembayaran) yang sudah berlaku, serta agenda regulatoris mandiri dari SEC (misalnya *Regulation Crypto*) dan CFTC.

marsbit54m yang lalu

Bagaimana Jika RUU CLARITY Akhirnya Tidak Disahkan?

marsbit54m yang lalu

Apa yang Terjadi Jika RUU CLARITY Akhirnya Tidak Disahkan?

CLARITY Act (Undang-Undang Kejelasan Pasar Aset Digital), yang bertujuan untuk mengklarifikasi klasifikasi dan regulasi aset kripto di AS, telah mandek di Senat AS selama lebih dari setahun. Peluangnya untuk disahkan menjadi undang-undang pada tahun 2026 telah turun drastis dari 82% menjadi 35%, dan jendela peluang terakhir sebelum reses Agustus mungkin terlewat. Jika RUU ini akhirnya gagal disahkan, analisis menunjukkan dampaknya mungkin terbatas pada pasar kripto, karena sentimen negatif telah mulai dihargai. Harga Bitcoin baru-baru ini terkoreksi, tetapi lebih dikaitkan dengan faktor makroekonomi. Para analis percaya industri ini masih memiliki pendorong pertumbuhan jangka panjang. Di pasar saham AS, saham Coinbase (COIN) telah mengalami tekanan dan mungkin menguji kisaran $140-$160 jika RUU gagal, tetapi prospek jangka panjangnya tetap didukung oleh adopsi institusional. Untuk Circle, kegagalan RUU mungkin bukan hal yang buruk karena dapat menghindari peraturan ketat yang membatasi pendapatan dari stablecoin dan mengurangi persaingan baru. Saham perusahaan perbendaharaan kripto seperti Strategy (MSTR) lebih terkait erat dengan pergerakan harga Bitcoin. Di Washington, kegagalan RUU ini sebagian dikaitkan dengan politik seputar calon presiden Donald Trump, di mana klausul etika menjadi titik pertengkaran utama. Jika tidak disahkan tahun ini, peluangnya pada tahun 2027 akan jauh lebih rendah karena peta politik pasca pemilu pertengahan masa jabatan. Industri kemungkinan akan terus mengandalkan kerangka regulasi yang ada, seperti GENIUS Act untuk stablecoin dan agenda regulatorik dari SEC dan CFTC.

Odaily星球日报57m yang lalu

Apa yang Terjadi Jika RUU CLARITY Akhirnya Tidak Disahkan?

Odaily星球日报57m yang lalu

Keuntungan Q2 SK Hynix Melonjak Enam Kali Lipat Tapi Masih 'Tidak Memenuhi Target', Sepakat Dengan 10 Klien untuk Perjanjian Jangka Panjang, HBM4 akan Meningkat dengan Cepat di Paruh Kedua Tahun Ini

SK Hynix melaporkan laba operasional kuartal II melonjak 557% menjadi 60,5 triliun won Korea dan pendapatan naik 257% menjadi 79,3 triliun won, keduanya rekor tertinggi. Namun, angka ini masih di bawah perkiraan analis. Perusahaan menyebut telah menandatangani perjanjian jangka panjang dengan sekitar 10 klien untuk meningkatkan stabilitas bisnis. Pemicu utama kinerja adalah lonjakan permintaan memori untuk server AI, termasuk HBM (High-Bandwidth Memory) dan eSSD. Meski sangat menguntungkan, ada tiga faktor yang membatasi pertumbuhan laba: porsi penjualan HBM yang tinggi (yang harganya lebih stabil), melambatnya kenaikan harga memori konvensional, serta perjanjian pasokan jangka panjang yang mengunci harga jual. Margin operasi mencapai 76,3%. Laba bersih mencapai 93,9 triliun won, didorong oleh keuntungan satu kali dari penjualan sebagian saham Kioxia. Arus kas membaik signifikan, dengan posisi kas bersih 69,4 triliun won. Untuk ke depan, perusahaan memperkirakan pengeluaran modal tahun 2026 berada di ujung atas kisaran 40-50 triliun won guna menambah kapasitas, termasuk untuk produksi HBM generasi berikutnya (HBM4) yang akan dipercepat pada paruh kedua tahun ini. Tantangan utamanya adalah menjaga disiplin investasi agar ekspansi tidak merusak margin di masa depan.

marsbit1j yang lalu

Keuntungan Q2 SK Hynix Melonjak Enam Kali Lipat Tapi Masih 'Tidak Memenuhi Target', Sepakat Dengan 10 Klien untuk Perjanjian Jangka Panjang, HBM4 akan Meningkat dengan Cepat di Paruh Kedua Tahun Ini

marsbit1j yang lalu

Zcash mengatakan bukti Ironwood menyingkirkan bug pemalsuan yang tak terdeteksi

Para peneliti Zcash telah menyelesaikan verifikasi formal Ironwood, mempublikasikan bukti yang dapat diperiksa mesin bahwa kolam terlindungi baru jaringan tersebut tidak mengandung bug pemalsuan yang tidak dapat dideteksi, berdasarkan asumsi kriptografis yang dinyatakan. Bukti ini, ditulis dalam bahasa pemrograman Lean, terdiri dari lebih dari 2.700 teorema dan membutuhkan waktu lebih dari sebulan untuk diselesaikan oleh tiga tim peneliti. Pekerjaan ini menetapkan properti keamanan yang disebut integritas keseimbangan, dirancang untuk memastikan kolam terlindungi tidak dapat mengeluarkan nilai lebih dari yang telah masuk secara publik. Buktinya mencakup komponen yang diperlukan untuk properti tersebut, termasuk sistem bukti tanpa pengetahuan (zero-knowledge proof) Ironwood, aturan sirkuit, dan akuntansi tingkat ledger. Namun, tidak mencakup jaminan privasi terpisah Ironwood. Ironwood diperkenalkan melalui peningkatan NU6.3 Zcash sebagai tanggapan atas kerentanan yang ditemukan di kolam terlindungi Orchard, yang secara teoritis dapat memungkinkan pemalsuan ZEC yang tidak dapat dideteksi. Pengembang Zcash menyatakan tidak ada bukti kerentanan itu dieksploitasi. Kolam baru dirancang untuk memulihkan kepercayaan pada integritas pasokan Zcash. Dana yang bermigrasi dari Orchard harus melewati pos pemeriksaan akuntansi publik yang disebut 'turnstile', yang dirancang untuk mencegah koin berlebih hipotetis memasuki Ironwood. Proses ini juga dapat memberikan bukti yang semakin jelas tentang apakah kolam lama dieksploitasi.

cointelegraph1j yang lalu

Zcash mengatakan bukti Ironwood menyingkirkan bug pemalsuan yang tak terdeteksi

cointelegraph1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片