Китай объявил криптовалютные транзакции инструментом отмывания денег

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2024-06-20Terakhir diperbarui pada 2024-08-20

Поднебесная снова взяла быка за рога в своей борьбе с криптовалютами. На этот раз Верховный народный суд и Верховная народная прокуратура Китая — высшие судебные органы страны — решили нанести удар по самому больному месту криптоиндустрии. Теперь операции с «виртуальными активами» официально признаны методом отмывания денег.

Новые меры, которые вступят в силу уже во вторник, являются частью масштабной кампании по ужесточению законодательства в сфере противодействия отмыванию денег. Особое внимание уделяется использованию криптовалют в незаконных финансовых операциях.

Согласно новой юридической интерпретации, транзакции с виртуальными активами, включая операции через криптобиржи, теперь классифицируются как действия, «скрывающие и маскирующие источник и природу доходов, полученных преступным путем». Звучит как приговор всей криптоиндустрии, не так ли?

Но давайте посмотрим на конкретные цифры. Китайские власти установили четкие пороговые значения для определения серьезности правонарушений:

  • Отмывание сумм свыше 5 миллионов юаней (примерно $685 000)
  • Причинение убытков более 2,5 миллионов юаней (около $343 000)

Эти суммы теперь считаются серьезными нарушениями закона. Видимо, китайские регуляторы решили, что мелкая рыбешка им неинтересна — охотятся на крупных «китов» криптомира.

А теперь о самом «вкусном» — наказаниях. Если вас поймают на горячем и приговорят к тюремному заключению сроком до пяти лет или уголовному задержанию, будьте готовы выложить минимум 10 000 юаней ($1 370) штрафа. А вот для особо «удачливых» криптоэнтузиастов, заработавших срок от пяти до десяти лет, приготовлен особый «подарок» — штраф не менее 200 000 юаней ($27 400) в дополнение к лишению свободы.

Этот шаг Китая — очередной поворот в его непростых отношениях с криптовалютами. Напомним, в 2017 году страна запретила ICO, а в 2021 году начала борьбу с майнингом. Похоже, китайские власти никак не могут определиться, как им относиться к этому цифровому феномену.

Интересно, что пока Китай закручивает гайки, за океаном звучат совсем другие нотки. Бывший президент США Дональд Трамп (Donald Trump), выступая на предвыборном мероприятии в Йорке, штат Пенсильвания, подчеркнул важность лидерства США в технологическом развитии:

«Чтобы обеспечить нашу страну энергией будущего, включая растущие потребности в электричестве для ИИ и криптовалют — это очень важная тема, которая становится все более актуальной — мы должны оставаться на вершине, мы хотим быть в авангарде. В противном случае Китай и другие страны перехватят инициативу».

Bacaan Terkait

Bitcoin Mungkin Belum Selesai Mengalami Kapitulasi - Mengapa Dasar Harga $50.000 Masih Berpeluang

Bitcoin (BTC) saat ini menghadapi ujian teknis dan makroekonomi yang signifikan. Aset kripto ini telah mencatatkan tiga kuartal kerugian berturut-turut, sebuah tren yang terakhir terlihat pada pasar bearish 2022. Lebih dari 50% pasokan Bitcoin yang beredar saat ini berada dalam posisi rugi (underwater). Yang menarik, pemegang jangka panjang (long-term holders/LTHs), yang menguasai 78% pasokan beredar, justru menunjukkan ketahanan dengan terus mengakumulasi aset dan tidak menjual selama pelemahan ini. Pasokan LTH bahkan mencapai rekor tertinggi pada Juni, menunjukkan pola yang berbeda dari siklus sebelumnya di mana penyerahan (capitulation) LTH biasanya menandai titik terendah pasar. Namun, tekanan dari lingkungan makroekonomi bisa menjadi ujian terberat. Ekspektasi pasar terhadap kebijakan Federal Reserve telah bergeser, dengan probabilitas kenaikan suku bunga pada bulan September meningkat. Hal ini mengindikasikan kondisi keuangan yang lebih ketat di masa mendatang. Secara historis, pasar bearish Bitcoin pada 2018 dan 2022 tidak mencapai dasar hingga mencatatkan sembilan bulan penurunan berturut-turut. Siklus saat ini baru mencapai tujuh bulan. Jika pola ini berlanjut, fase capitulation mungkin belum selesai. Titik terendah yang berkelanjutan baru akan terbentuk setelah LTH mulai menyerah, dan potensi pergerakan menuju level $50.000 pada akhir kuartal ketiga masih mungkin terjadi sebelum pembentukan dasar pasar yang sebenarnya.

ambcrypto1j yang lalu

Bitcoin Mungkin Belum Selesai Mengalami Kapitulasi - Mengapa Dasar Harga $50.000 Masih Berpeluang

ambcrypto1j yang lalu

Menghitung Mundur Q-Day: Akankah Komputasi Kuantum Mengakhiri Mata Uang Kripto?

**Ringkasan: Ancaman Komputasi Kuantum terhadap Dunia Kripto dan Upaya Menghadapinya** Komputasi kuantum, yang diwakili oleh algoritme seperti Shor, berpotensi meruntuhkan fondasi kriptografi kunci publik (seperti ECC dan RSA) yang menjadi tulang punggung blockchain dan cryptocurrency. Momen ketika hal ini menjadi kenyataan dikenal sebagai "Q-Day", diprediksi terjadi sekitar tahun 2035–2045. Menggunakan ketidaksetaraan Mosca (X + Y > Z), terlihat bahwa proses migrasi ke sistem tahan-kuantum harus dimulai sekarang, mengingat data sensitif hari ini dapat dikumpukan dan dipecahkan di masa depan. Solusi praktis yang sedang dikembangkan adalah **Kriptografi Pasca-Kuantum (PQC)**, yaitu algoritme yang berjalan di komputer klasik namun tahan terhadap serangan kuantum. NIST telah menstandarisasi algoritme inti seperti ML-KEM, ML-DSA, dan SLH-DSA. Strategi migrasi melibatkan **penerapan hybrid** (menggabungkan algoritme lama dan baru) dan meningkatkan **kelincahan kriptografi** sistem. **Dampak pada Blockchain** bersifat sistemik. Bitcoin menghadapi risiko tinggi pada aset di alamat lama yang kunci publiknya sudah terpapar di chain, serta tantangan teknis (seperti pembengkakan ukuran tanda tangan) dan **tantangan politik** yang kompleks terkait bagaimana menangani aset warisan (legacy) yang tidak bermigrasi. Ethereum, dengan strategi "Lean", berencana melakukan migrasi bertahap di seluruh lapisan (eksekusi, konsensus, data) dengan memanfaatkan **abstraksi akun** dan **lapisan-2** sebagai tempat uji coba. Kesimpulannya, komputasi kuantum bukanlah "hari kiamat" bagi cryptocurrency, melainkan **ujian tekanan ekstrem** yang memaksa seluruh ekosistem untuk bermigrasi. Bitcoin diuji pada konsensus sosial dan tata kelola propertinya, sementara Ethereum diuji pada kompleksitas rekayasa seluruh tumpukan teknologinya. Jendela waktu untuk melakukan transisi yang terkoordinasi dengan baik diperkirakan hanya tersisa **5-8 tahun**, sehingga persiapan dan aksi kolaboratif dari seluruh pemangku kepentingan (pengembang, bursa, dompet, dan pengguna) sangat mendesak.

marsbit6j yang lalu

Menghitung Mundur Q-Day: Akankah Komputasi Kuantum Mengakhiri Mata Uang Kripto?

marsbit6j yang lalu

Trading

Spot
活动图片