Saham Chip Cetak Rekor Sejak 2000, Saham SaaS Jatuh ke Terendah Tahun Ini: Dua Dunia di Bawah Garis Pemisah AI
Penulis: Ada, Deep Tide TechFlow
Pada 23 April, saham Texas Instruments mencatat performa terbaik sejak tahun 2000, sementara ServiceNow mengalami penurunan terbesar dalam sejarah. Pasar sedang menggambar garis pemisah: infrastruktur AI menang, aplikasi AI kalah.
Texas Instruments melaporkan pendapatan Q1 naik 19% menjadi $4,83 miliar, melampaui ekspektasi. Sahamnya naik 18%. Intel juga melaporkan pendapatan $13,58 miliar, jauh di atas perkiraan, dengan saham meroket 20% setelah jam perdagangan. ETF semikonduktor (SMH) naik 28% tahun ini.
Di sisi lain, saham perangkat lunak seperti ServiceNow, IBM, Salesforce, dan Adobe anjlok. ServiceNow turun 18%, IBM turun 10%. ETF perangkat lunak (IGV) turun 5% dan memasuki pasar beruang.
Alasan di balik perpecahan ini adalah logika sederhana: AI membutuhkan chip dan listrik, sehingga infrastruktur seperti chip pasti menang. Namun, AI mengancam model bisnis SaaS tradisional dengan mengurangi jumlah lisensi yang dibutuhkan dan memungkinkan perusahaan membangun alat internal sendiri dengan biaya lebih rendah.
Nilai pasar saham semikonduktor naik ~40% tahun ini, sementara saham perangkat lunak turun >13%. Modal beralih dari lapisan aplikasi ke lapisan infrastruktur dalam sektor teknologi.
Meskipun laporan keuangan ServiceNow dan IBM tidak buruk, pasar mengabaikan detailnya dan fokus pada narasi ancaman AI. Valuasi chip sudah sangat tinggi, dengan P/E Texas Instruments di atas 50 dan Intel 120, mencerminkan ekspektasi pertumbuhan AI di masa depan.
Perubahan struktural ini menunjukkan bahwa penangkapan nilai AI bermigrasi ke bawah, dari perangkat lunak ke perangkat keras. Pasar percaya pada AI, jadi membeli infrastrukturnya, tetapi masih ragu-ragu tentang aplikasinya. Perpecahan ini akan berlanjut hingga siklus pengeluaran modal AI berikutnya.
marsbit13m yang lalu