写在川普遇袭之际:加密资产是乱纪元的一把密钥

Odaily星球日报Dipublikasikan tanggal 2024-07-15Terakhir diperbarui pada 2024-07-15

Abstrak

一旦加密资产能够在支付领域取得突破,其作为乱纪元中一把密钥的潜力将被充分释放。

原文作者:司马林威,DeThings 主编

我们已身处乱纪元。

乱纪元这个概念最早来源于刘慈欣的科幻小说《三体》。在小说中,乱纪元指的是三体文明由于三颗恒星运动的混乱而导致的灾难性时代。近年来,这一概念被引申到现实世界,形容我们当今社会的动荡和不确定性。

自 70 年代末,人们感受到了中国加入全球化进程而引领的新一轮经济高增长的黄金时代,这种和平和发展的惯性让当代人很容易忘记「乱纪元」在人类历史长河中所占比例。

川普的遇袭正是乱纪元的一个特征。回顾美国历史,每一次总统遇刺事件都发生在风雨飘摇时,这些事件不仅是个人悲剧,更是时代的缩影。

1865 年,亚伯拉罕·林肯在福特剧院遭到刺杀,时代背景是美国的南北战争。南北战争是一场关于奴隶制与国家统一的巨大冲突,这场战争不仅重塑了美国的政治版图,更深刻影响了美国社会的各个层面。林肯的遇刺正值南方军投降不久,战争结束了,但混乱并没有结束。

1963 年,约翰·肯尼迪在达拉斯遇刺。当时的美国正处于冷战高峰期,国内外压力巨大。国内的民权运动如火如荼,国际上则面临着来自苏联的红色威胁。肯尼迪的遇刺震惊世界,战后的美国已成为当之无愧的世界领袖。而世界领袖的遇刺标志着一个理想主义时代的终结,也揭示了冷战时期的复杂局势。

1981 年,罗纳德·里根在华盛顿特区遭到枪击。彼时,美国正经历严重的经济滞涨,通货膨胀和失业率居高不下。里根政府通过一系列经济改革,试图将国家从泥潭中拉出。里根的遇刺和并未成功,但那位为了求爱而刺杀总统的精神疾病患者突显了那个年代背后的经济动荡和社会焦虑。

在乱纪元里,人类对超主权货币及数字资源的需求

川普遇刺的背后是新自由主义在全球范围内遭遇的危机。21 世纪的头二十年,全球化的浪潮席卷世界,各国经济、文化和科技领域的交流与合作达到了前所未有的高度。然而,随着时间的推移,全球化进程也开始面临严峻的挑战。意识形态的分裂和发展不平衡导致了逆全球化趋势的显现,许多国家纷纷转向内向型发展模式,民族主义和保护主义抬头,全球供应链的脆弱性也日益暴露。

这种逆全球化趋势不仅影响了全球贸易和投资,也对金融体系产生了深远的影响。各国政府在经济政策上的不一致性加剧了货币市场的波动,传统货币体系面临前所未有的压力。人们开始意识到,现有的金融体系无法应对日益复杂和动荡的全球环境,迫切需要寻找一种新的、更稳定的货币形式。

盛世古董,乱世黄金。过去,美元是公认的世界货币,黄金是最有共识的抗通胀资产之一,石油则是工业血液的存在。但在一个数字化进程不可逆转、AI 突飞猛进的年代,人们对于主权在人,实时结算,全球流通的避险工具的需求是天然的。

而超主权货币概念的提出,正是应对这一需求的产物。比特币和其他加密资产作为去中心化的数字货币,不受任何机构和个人的控制,是对贵金属的数学复制,同时也具备了稀缺性数字资源的特性。它们的出现,不仅挑战了传统金融体系,也为全球投资者提供了一种全新的选择。

乱纪元中的一把密钥

加密资产的技术特性天然满足了这一需求。首先,区块链技术保证了加密资产的透明性和不可篡改性。每一笔交易都记录在区块链上,并由全网节点共同维护和验证,这使得交易过程公开透明,难以被篡改。

其次,加密资产的去中心化特性避免了传统金融体系中的许多问题。在传统金融体系中,中央银行和金融机构对货币的发行和流通具有高度的控制权,这种集中化的控制容易导致政策失误和滥用权力。而加密资产则通过分布式网络实现了去中心化的管理,减少了人为干预的风险。

此外,加密资产的有限供应和算法控制的发行机制,也有效避免了通货膨胀问题。以比特币为例,其总量被限定为 2100 万枚,这一特性使其具有抗通胀的潜力。相比之下,许多国家的法定货币由于无节制的印钞政策,面临严重的通货膨胀问题。

尽管加密资产在投资和价值储存方面已经展现出巨大的潜力,但其在支付领域的应用仍然面临诸多挑战。然而,随着技术的不断进步和应用场景的扩展,加密资产在支付上的突破可以期待。

近年来,越来越多的商家和服务提供商开始接受比特币等加密货币作为支付手段,特别是在经济发展滞涨地区,这些尝试和探索为加密资产在支付领域的普及奠定了基础。加密资产不仅可以提高支付的效率和安全性,还可以降低跨境支付的成本和时间。传统的跨境支付通常需要经过多个中介机构,手续费高且处理时间长。而加密资产的跨境支付可以实现点对点的直接转账,大大简化了支付流程,降低了成本。

一旦加密资产能够在支付领域取得突破,成为人们日常生活中常用的支付工具,其作为乱纪元中一把密钥的潜力将被充分释放。在这个动荡的时代,比特币和其他加密资产提供了一种新的安全资产和避险工具可能,而 Web3 则提供了一种新的信任机制和社会构建方式。

原文链接

Bacaan Terkait

Hutang AS, AI, Inflasi Tak Dapat Dipadukan: BTC Bertaruh ke Sisi Mana?

Pemerintah AS kemungkinan akan memprioritaskan stabilitas pasar obligasi dan investasi siklus AI, dengan konsekuensi inflasi yang tetap tinggi dalam jangka lebih lama. Keputusan ini menjadi angin pendukung berkelanjutan untuk emas dan BTC, karena di satu sisi memberikan likuiditas, di sisi lain mengambil risiko durasi dari sektor swasta. Tekanan pada obligasi jangka panjang AS berasal dari kombinasi faktor: risiko inflasi yang membandel, pasokan fiskal yang besar, permintaan marjinal yang menipis, dan persaingan pendanaan dari infrastruktur AI. Menteri Keuangan Janet Yellen merespons dengan tindakan seperti mendukung yen Jepang dan meningkatkan operasi pembelian kembali (repo) untuk likuiditas obligasi panjang, yang dapat memicu lebih banyak likuiditas dan perdagangan 'penurunan nilai mata uang'. Emas telah naik sekitar 90% dalam dua tahun terakhir, didorong oleh penurunan kepercayaan pada dolar AS dan kekhawatiran inflasi. Bitcoin belum sepenuhnya masuk kategori lindung nilai inflasi, tetapi aksi harga baru-baru ini (mengungguli emas) layak didiskusikan, terutama jika didorong oleh ekspektasi likuiditas global yang lebih longgar. Kesimpulannya, selama inflasi tetap di atas target, defisit tinggi, dan permintaan pendanaan AI kuat, konsekuensi untuk menjaga stabilitas utang dan siklus pertumbuhan akan berupa durasi utang yang lebih pendek dan toleransi risiko inflasi yang lebih tinggi — kondisi yang menguntungkan untuk emas dan BTC. Skenario ini akan melemah jika inflasi turun signifikan, ada jalan fiskal yang kredibel, atau permintaan swasta dapat menyerap utang tanpa premi durasi yang lebih tinggi. Pertanyaan kunci berikutnya adalah sudut mana dari segitiga dilema ini yang akan patah lebih dulu oleh Washington.

marsbit16m yang lalu

Hutang AS, AI, Inflasi Tak Dapat Dipadukan: BTC Bertaruh ke Sisi Mana?

marsbit16m yang lalu

HBM Sedang Diredefinisi

Dengan ledakan kebutuhan untuk pelatihan dan inferensi model AI besar, bottleneck kinerja chip komputasi telah bergeser dari unit komputasi ke bandwidth memori, menjadikan HBM (High Bandwidth Memory) kunci utama dalam evolusi perangkat keras AI. Di konferensi HotChips 2026, Samsung dan SK Hynix mengungkapkan roadmap teknologi HBM4 generasi berikutnya, mengubah logika iterasi industri yang telah lama digunakan. Berbeda dengan pendekatan sebelumnya yang hanya meningkatkan kecepatan DRAM dan lapisan stacking, arsitektur HBM4 baru sepenuhnya beralih ke tiga arah inovasi: peningkatan proses logika Base Die, 3D stacking dengan hybrid bonding, dan heterogen packaging seperti EMIB. Di balik iterasi teknologi ini, **HBM sedang bertransisi dari perangkat memori tunggal menjadi sistem terintegrasi "memori + logika + packaging + IP + EDA".** Logika evolusi bergeser dari peningkatan kecepatan chip ke optimisasi sistem. Dalam iterasi HBM3/E sebelumnya, optimisasi berfokus pada chip DRAM itu sendiri. Namun, untuk memenuhi kebutuhan komputasi AI yang tumbuh eksponensial, mode tradisional ini mengalami penurunan efisiensi. HotChips 2026 menekankan bahwa terobosan inti di era HBM4 **tidak lagi terletak pada chip memori, tetapi pada rekonstruksi sistemik Base Die di lapisan dasar.** Dua produsen mengadopsi rute berbeda. Samsung menggunakan proses logika 4nm sendiri untuk Base Die HBM4/E, memungkinkan kecepatan pin hingga 11.7 Gbps dan bandwidth hingga 3.3 TB/s per stack. SK Hynix bekerja sama dengan TSMC, menggunakan proses logika 12nm TSMC untuk Base Die, lebih menekankan stabilitas produksi massal dan mengoptimalkan manajemen termal untuk stacking 12-16 lapis. Perbedaan ini berarti produk HBM4 akan memiliki variasi kinerja dan adaptasi yang lebih besar. Beralihnya Base Die ke proses logika membawa manfaat seperti integrasi sirkuit PHY yang lebih baik dan ruang untuk komputasi dekat-memori. Namun, **kompleksitas rantai pasok meningkat pesat** karena membutuhkan kolaborasi mendalam antara pabrik DRAM dan foundry logika. Rute integrasi sistem dan packaging juga menjadi lebih beragam. **CoWoS TSMC bukan lagi satu-satunya solusi.** SK Hynix sedang mengevaluasi teknologi EMIB Intel untuk integrasi 2.5D antara HBM4 dan chip komputasi, sebagai pelengkap untuk mengurangi tekanan kapasitas packaging. Sementara itu, di dalam stack HBM, teknologi bonding antar lapisan DRAM sedang transisi dari MR-MUF ke **Hybrid Bonding** untuk stacking 16-20 lapis di masa depan, meski teknologi ini baru akan matang untuk HBM4E/HBM5 sekitar 2027/2028. **Manajemen termal menjadi hambatan kritis** untuk HBM stacking tinggi. SK Hynix memperkenalkan komponen konduktif internal (iHBM), sedangkan Samsung merencanakan jalur pendingin tembaga untuk HBM5. Selain itu, **IP kecepatan tinggi dan toolchain EDA 3D menjadi penghalang inti yang tersembunyi.** Desain IP PHY untuk HBM4 menjadi sangat kompleks, dan tool EDA tradisional tidak mampu menangani simulasi bersama untuk sistem heterogen multi-die dan multi-proses ini. Ketersediaan toolchain desain 3DIC terpadu dan IP yang matang akan sangat menentukan keberhasilan adopsi HBM4. Kesimpulannya, industri HBM kini memasuki **era kompetisi sistemik** yang membutuhkan peningkatan bersama arsitektur, packaging, proses, dan ekosistem perangkat lunak-perangkat keras. Rute teknologi yang berbeda dan koeksistensi teknologi lama-baru akan menjadi norma, mengubah aturan kompetisi di industri penyimpanan AI.

marsbit20m yang lalu

HBM Sedang Diredefinisi

marsbit20m yang lalu

Era 3.000 Yuan untuk Meraih 200.000 Yuan Telah Berlalu, AI Komik Animasi Bukanlah Peluang Cepat Kaya yang Mudah

Era "Rp3.000 Berpeluang Raih Rp200.000" Telah Berlalu: AI Manju Bukan Lagi Peluang Cepat Kaya Gelombang penghentian pembaruan secara tiba-tiba melanda banyak akun pembuat AI Manju (drama komik AI), AI painting, dan tutorial AI, yang sebelumnya dianggap sebagai "peluang usaha berambang rendah". Pemicu langsungnya adalah peraturan baru dari platform Tomato Novel pada 17 Agustus, yang mengetatkan persyaratan konten dan hak cipta untuk "drama pendek gratis Hongguo". Namun, peraturan ini hanyalah penyebab terakhir. Penyebab sebenarnya adalah kombinasi dari pengetatan aturan platform, tuntutan hak cipta yang lebih tinggi, tekanan biaya yang meningkat, dan keseragaman konten. Hanya dalam setengah tahun, AI Manju berkembang pesat lalu surut. Buah traffic yang mudah dipetik telah habis. Yang bertahan hanyalah mereka yang benar-benar bisa memanfaatkan AI untuk konten berkualitas. **Permainan Peluang yang Tidak Seimbang** Bagi kreator akar rumput, biaya komputasi model AI adalah tiket utama. Seorang kreator menghitung: biaya komputasi ditambah kliping sekitar Rp510 per hari untuk konten 5 menit. Namun, video dengan 60.000 putaran hanya menghasilkan sekitar Rp45. Rasio input-output sangat timpang. Meski ada cerita sukses seperti "Huo Qubing" yang dibuat dengan biaya rendah dan meraup pendapatan besar, mayoritas kreator kecil sulit mereplikasinya. Aliran pendapatan mereka tidak stabil: jika video viral, hanya cukup untuk menutupi biaya; jika tidak, pendapatan sangat minim. **Kreator yang Ragu dan Pemicu Terakhir** Situasi yang tidak menguntungkan membuat banyak kreator ragu. Peraturan baru Tomato Novel menjadi pukulan terakhir. Inti peraturan: adaptasi Manju harus memiliki izin resmi dari penulis asli atau pemegang hak cipta; video tunggal maksimal 15 menit dan tidak boleh melebihi 10% dari keseluruhan novel; judul dan sampul tidak boleh mengandung kata seperti "Episode". Peraturan ini menghantam model bisnis "produksi massal, arbitrase traffic" dan menghancurkan dasar kehidupan banyak kreator AI Manju. Banyak akun mengumumkan penghentian atau mengosongkan konten. Meski fans setia merasa kecewa, bagi penulis novel, ini adalah kabar baik. Banyak penulis mengeluhkan karya mereka diadaptasi menjadi drama AI tanpa izin atau kompensasi, dengan proses pengaduan yang berbelit-belit. Pertumbuhan liar AI Manju sebelumnya memang dibangun di atas fondasi yang rapuh: memanfaatkan model AI untuk melatih materi komik atau teks novel yang tersedia secara publik, menghasilkan konten dengan cepat dengan biaya rendah, namun sering mengabaikan masalah hak cipta. **Babak Kedua AI Manju: Kembali ke Konten** Konten AI Manju sering dikritik karena seragam, berfokus pada tema-tema populer seperti "reinkarnasi" dan "terbalikkan nasib", yang menyebabkan kelelahan audiens. Penghentian massal ini bukanlah kegagalan teknologi AI, melainkan penyesuaian wajar dari pertumbuhan liar menuju pengelolaan yang matang. Motivasi banyak kreator sebelumnya adalah monetisasi cepat, bukan penciptaan konten itu sendiri. Setelah peraturan baru, beberapa kreator mulai "membeli tiket" dengan memperoleh lisensi dari penulis asli untuk terus memperbarui konten. Namun, proses ini bisa memakan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Dengan diberlakukannya "Metode Pengelolaan Pengembangan Drama Mikro" oleh Regulator Penyiaran mulai 1 September 2026, industri ini memasuki fase reshuffle. Hanya dengan menyaring para pelaku yang hanya ingin cepat kaya, ruang kreatif bagi mereka yang benar-benar bisa menggunakan AI dengan baik akan terbuka. Masa depan AI Manju akhirnya akan ditentukan oleh konten yang berkualitas.

marsbit21m yang lalu

Era 3.000 Yuan untuk Meraih 200.000 Yuan Telah Berlalu, AI Komik Animasi Bukanlah Peluang Cepat Kaya yang Mudah

marsbit21m yang lalu

Trading

Spot
活动图片