SEC Seeks $1.95B Fine in Final Judgment Against Ripple

CoinDeskPolicyDipublikasikan tanggal 2024-03-25Terakhir diperbarui pada 2024-03-26

Abstrak

Stuart Alderoty, Ripple Labs’ chief legal officer, criticized the SEC and wrote that the company will file its response to the SEC’s motion next month.

  • The U.S. SEC has asked a New York judge to impose a fine of $1.95 billion on Ripple Labs.
  • The SEC asked the Court to consider how easily actors, particularly in the crypto asset space, can today engage in the same sort of conduct as Ripple’s.
10

The U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) has asked a New York judge to impose a nearly $2 billion fine against Ripple Labs, according to court filings.

On Monday, Stuart Alderoty, Ripple Labs’ chief legal officer, posted on social media that the SEC was asking for such a fine and that redacted versions of the court documents would be made public by March 26.

The SEC's proposal asks the court to order Ripple Labs to pay $876 million in disgorgement, $198 million in prejudgment interest, and $876 million civil penalty, amounting to a total of $1.95 billion.

Advertisement
Advertisement

The case began in December 2020 when the SEC filed suit against Ripple Labs and its executives, alleging that they violated federal securities laws by selling XRP to both institutional and retail customers. Last July, New York Judge Analisa Torres' ruled that the sale of XRP on exchanges and through algorithms did not violate U.S. law, only Ripple’s institutional sales of XRP did.

“The SEC asks the Court to consider how easily actors, particularly in the crypto asset space, can today engage in the same sort of conduct as Ripple’s and send a strong message that such abuses will not be tolerated,” the filing said.

Alderoty criticized the SEC and wrote that the company will file its response to the SEC’s motion next month. The SEC filing said that the “Defendant’s response shall be filed no later than April 22, 2024.”

Edited by Parikshit Mishra.

Bacaan Terkait

Pada 2026, Bitcoin Menghadapi 10 Serangan Beruang, Namun Menghadapi Pasar Beruang yang Paling Lembut

Bitcoin ($BTC) melewati 10 'serangan bearish' pada tahun 2026, namun mengalami pasar bearish yang paling dangkal dalam sejarahnya. Setelah mencapai puncak sekitar $126.000 pada awal Oktober, harga turun dan berkisar antara $63.000–$65.400 pada Agustus, menunjukkan penurunan sekitar 49% dari All-Time High (ATH). Ini jauh lebih rendah dibandingkan koreksi historis Bitcoin yang sering melampaui 75-80%. Tahun 2026 diwarnai berbagai tekanan: ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mengacaukan pasar energi, perubahan strategi perusahaan seperti Strategy yang beralih dari akumulasi menjadi penjualan Bitcoin, serta pelemahan permintaan institusional dari ETF spot AS. Tekanan juga datang dari dalam, termasuk konflik protokol BIP-110 yang gagal, penjualan oleh penambang yang beralih ke AI/HPC, dan peretasan dompet hardware Coldcard yang merugikan ribuan BTC. Ancaman jangka panjang seperti komputasi kuantum juga kembali dibahas. Meski menghadapi banyak tantangan, Bitcoin berhasil mempertahankan level di atas $60.000. Likuiditas yang lebih dalam, produk investasi teregulasi, dan struktur pasar yang matang membantu menyerap tekanan penjualan. Ketahanan ini menunjukkan pasar Bitcoin semakin dewasa, meski risiko seperti guncangan minyak baru atau penjualan institusional besar-bisa masih mendorong harga ke level $50.000. Sisa tahun 2026 akan menguji apakah level $60.000 merupakan dasar yang kuat atau hanya garis pertahanan berikutnya.

cryptonews.ru49m yang lalu

Pada 2026, Bitcoin Menghadapi 10 Serangan Beruang, Namun Menghadapi Pasar Beruang yang Paling Lembut

cryptonews.ru49m yang lalu

Otoritas Pengawas Keuangan Korea Merevisi Sistem Kompensasi Kerugian dari Penipuan Phising Menggunakan Jembatan Kripto

Otoritas Pengawas Keuangan Korea Selatan (FSS) sedang merevisi sistem kompensasi kerugian akibat kejahatan *phishing* untuk memasukkan aset kripto. Perubahan ini, dijadwalkan efektif Oktober mendatang, akan memungkinkan software FSS menghitung dan mengganti kerugian dalam bentuk mata uang kripto, bukan hanya dalam won Korea. Sistem baru akan menerapkan rasio pengembalian dana berdasarkan jenis dan jumlah token yang harus dikembalikan kepada setiap korban, serta nilainya pada saat pembayaran dibekukan. Sistem ini juga dirancang untuk mendeteksi kasus dimana hasil kejahatan disebar ke beberapa akun sebelum digabungkan kembali. Perombakan ini mengikuti amendemen UU Kompensasi Kerugian akibat Penipuan Telekomunikasi pada 31 Maret, yang kini mengakui aset virtual sebagai properti yang rusak dan dapat dikompensasikan. Perubahan hukum ini juga mewajibkan platform perdagangan aset kripto seperti Upbit dan Bithumb untuk mematuhi kewajiban pencegahan *phishing* dan bantuan kepada korban yang sama seperti bank. FSS menetapkan periode implementasi tiga bulan hingga November untuk mengatasi kendala teknis. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya kasus dimana dana curian sengaja dikonversi ke kripto untuk dibawa keluar negeri. Data FSS menunjukkan kerugian akibat penipuan telekomunikasi di Korea Selatan naik 14,1% menjadi 433,8 triliun won pada 2025, tertinggi dalam lima tahun terakhir.

cryptonews.ru1j yang lalu

Otoritas Pengawas Keuangan Korea Merevisi Sistem Kompensasi Kerugian dari Penipuan Phising Menggunakan Jembatan Kripto

cryptonews.ru1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片