U.S. Senators Berate SEC's Gensler for Agency's 'Unethical' Handling of Crypto Case

CoinDeskPolicyDipublikasikan tanggal 2024-02-07Terakhir diperbarui pada 2024-02-08

Abstrak

Republican lawmakers wrote to the SEC chairman, arguing that its misrepresenting of evidence against DEBT Box casts doubt on the agency's other enforcement matters.

  • The U.S. Securities and Exchange Commission is being targeted with criticism from Republicans on the Senate Banking Committee that oversees the regulator.
  • The agency has said it's trying to get a handle on its enforcement practices that led to missteps in a court case against a crypto firm, but the lawmakers question what it means for other ongoing cases.

The U.S. Securities and Exchange Commission's admission that it misrepresented evidence in a lawsuit against the blockchain project DEBT Box casts doubt on its wider enforcement practices, several Republican senators argued in a letter to Chair Gary Gensler.

10

The commission's lawyers had misstated information in court and subsequently failed to correct themselves in accusations against Digital Licensing Inc., known as DEBT Box, that led the court – under the SEC's request – to freeze the company's assets. The agency's lawyers were rebuked by U.S. District Judge Robert Shelby of the U.S. District Court in Utah, and the lawmakers are piling on to chastise the regulator.

"Regardless of whether commission staff deliberately misrepresented evidence or unknowingly presented false information, this case suggests other enforcement cases brought by the commission may be deserving of scrutiny," the lawmakers argued in the letter, dated Feb. 7 and signed by five senators on the Senate Banking Committee, including J.D. Vance (R-Ohio) and Cynthia Lummis (R-Wyo.)

Advertisement
Advertisement

"It is unconscionable that any federal agency – especially one regularly involved in highly consequential legal procedures and one that, under your leadership, has often pursued its regulatory mission through enforcement actions rather than rulemakings – could operate in such an unethical and unprofessional manner," according to the lawmakers, whose committee oversees the securities regulator.

The SEC, which moved to dismiss its case last week, said that "agency officials have taken and are taking broader corrective action to ensure the concerns raised by the court do not arise again, including holding mandatory trainings for all Enforcement Division staff involved in investigations and litigation on the importance of candor and the duty to promptly correct any inaccuracies."

Bacaan Terkait

Jika Ethereum Tidak Pernah Beralih dari PoW ke PoS: Sebuah Permainan yang Tidak Pernah Terjadi

**Judul: Jika Ethereum Tidak Pernah Beralih dari PoW ke PoS: Sebuah Permainan yang Tidak Pernah Terjadi** Pada September 2022, Ethereum menyelesaikan "The Merge", berpindah dari Proof-of-Work (PoW) ke Proof-of-Stake (PoS), mengurangi konsumsi energi drastis dan mengubah mekanisme keamanan jaringan. Namun, debat tentang pilihan ini muncul kembali, terutama dengan naiknya nilai strategis daya komputasi GPU di era AI. Artikel ini mengeksplorasi skenario alternatif: bagaimana jika Ethereum tetap menggunakan PoW hingga 2026? **Keuntungan Potensial PoW: Jaringan Komputasi GPU Terdesentralisasi** Dengan tetap PoW, Ethereum akan mempertahankan infrastruktur GPU masif dari penambang. Tidak seperti penambang Bitcoin ASIC, GPU ini memiliki kemampuan komputasi umum. Secara teoritis, mereka bisa dikembangkan menjadi jaringan komputasi terdesentralisasi global untuk AI, rendering, atau tugas komputasi tinggi lainnya, memberi Ethereum posisi strategis di era AI. **Kerugian Nyata PoW: Inflasi dan Tekanan Jual** Dari perspektif ekonomi, bertahan di PoW berarti inflasi ETH yang lebih tinggi. Sebelum "The Merge", sekitar 13.000 ETH baru diciptakan setiap hari, menciptakan tekanan jual konstan dari penambang. PoS memotong emisi ini secara signifikan, mendukung narasi aset yang lebih langka dan menarik bagi investor institusi. Performa ETC (Ethereum Classic), yang tetap menggunakan PoW, menunjukkan bahwa mekanisme konsensus saja tidak menjamin kesuksesan. **Tantangan Teknis dan Skalabilitas** PoW mungkin membatasi skalabilitas dan efisiensi protokol. PoS dianggap memberikan lebih banyak ruang desain untuk pengembangan lapisan-2 (L2), ketersediaan data, dan peningkatan pengalaman pengguna. Isu lingkungan (ESG) juga menjadi pertimbangan besar; PoS lebih mudah diterima oleh lembaga tradisional yang peduli dengan dampak energi. **Kesimpulan: Dua Jalan yang Berbeda** Pilihan Ethereum bukan sekadar soal teknologi yang lebih unggul, tetapi tentang strategi jangka panjang. Tetap di PoW mungkin menjadikan Ethereum jaringan "komoditas digital" cerdas dengan aset komputasi fisik yang kuat. Beralih ke PoS membuka jalan menuju infrastruktur penyelesaian keuangan global yang lebih efisien, terukur, dan ramah institusi. Kedatangan era AI membuat pilihan ini semakin menarik, karena sumber daya GPU yang dahulu digunakan untuk menambang Ethereum kini menjadi sangat berharga. Pertanyaannya sekarang bukan lagi "ke mana GPU-GPU itu pergi?", tetapi apakah Ethereum, di jalan yang telah dipilihnya, dapat menangkap nilai ekonomi yang cukup besar di tengah perkembangan AI, stablecoin, aset dunia nyata (RWA), dan keuangan global berbasis blockchain.

marsbit1j yang lalu

Jika Ethereum Tidak Pernah Beralih dari PoW ke PoS: Sebuah Permainan yang Tidak Pernah Terjadi

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片