A Backdoor Regulatory Option Haunts U.S. Crypto

CoinDeskPolicyDipublikasikan tanggal 2024-01-28Terakhir diperbarui pada 2024-01-29

Abstrak

If all else fails with Plan A for setting up stablecoin rules with legislation, the industry's Republican allies in Washington have revealed their worry the Federal Reserve co...

After the 2008 global financial meltdown, Congress set up a round table of regulators who could wield a unique tool against the next emerging threats. The Financial Stability Oversight Council (FSOC) can tag companies with systemic-risk labels that saddle them with tremendous new restrictions, and the crypto sector has the council's attention.

In November, the FSOC – a collection of the heads of the U.S. Department of the Treasury, Federal Reserve, Securities and Exchange Commission and other agencies – erased some key changes from the Trump era that had neutered the council's power to designate companies as threats. It's now back in full effect, even if the authority has long remained dormant.

At any time, the council could decide that one of the giants in the digital assets sphere – say, a stablecoin issuer such as Circle – could wound the wider financial system in the event of a failure, something akin to American International Group Inc.'s role in the mortgage collapse of 2008. When the FSOC affixes that tag on a business, it becomes a regulatory ward of the Fed, subjected to a number of compliance demands and supervision.

Advertisement
Advertisement

So far, there's no sign such a move is coming, but the council has been warning of stablecoins' emerging dangers to financial stability, and congressional Republicans finally brought this potentially into the public in a subcommittee hearing this month. As most of the digital assets industry was glued to news of the spot bitcoin exchange-traded funds (ETFs), lawmakers on the House Financial Services Committee asked pointed questions about exactly what the uber regulator has in mind for crypto.

"FSOC needs to tread very carefully when entertaining the idea of sidestepping Congress and congressional intent," said the Rep. French Hill (R-Ark.), the chairman of the digital-assets subcommittee, who underlined the legislative work he and other lawmakers have been doing to shepherd crypto bills toward the House floor.

"We've crafted a regulatory framework for digital assets, and we've crafted a regulatory regime for stablecoins," he said. "We don't need FSOC to be involved in that. What they need to do is support our legislative effort."

Advertisement
Advertisement

Warnings

The systemic-risk watchdog's most recent mention of virtual assets came in its annual report last month, which again highlighted crypto as a potential emerging hazard to the health of U.S. finance. The regulators are especially concerned over stablecoins, the tokens matched to the value of steady assets such as the U.S. dollar, which are generally used as a means to buy and sell volatile digital assets. On the surface, the council's calls for crypto legislation seem supportive of lawmakers' aims. But the report again added a kind of warning. "The council remains prepared to consider steps available to it to address risks related to stablecoins in the event comprehensive legislation is not enacted," it said. Basically: If you don't act soon, we may.

Despite the warning, one of those testifying at the hearing, Ji Kim, the general counsel and head of global policy for the Crypto Council for Innovation, told CoinDesk it's still unlikely that FSOC might wield this tool.

"It would certainly be surprising for that to happen, since FSOC designation is deliberately a very high bar, which is meant for risks of great magnitude," he said. The council's members have granted that the current crypto sector "does not rise to the level of being a systemic risk."

Bill Hulse, senior vice president of the U.S. Chamber of Commerce's Center for Capital Markets Competitiveness, suggested at the hearing that the council may be threatening Congress with potential risk designations as leverage to get its way on how the bills are written. But he contended that 2022 – with its massive industry failures that included the collapse of FTX – neatly demonstrated there's no case to be made that the crypto sector can significantly shake the rest of the country's financial plumbing.

Advertisement
Advertisement

"None of these failures – including instances of fraud and other breaches of consumer trust – had a material effect on the 'traditional financial system,'" he said in his testimony.

The FSOC has a spotty track record and is famously sluggish, because a long list of agency heads with very different interests must agree on the actions the council takes. In the beginning, it roped in several large insurers, including AIG, but all four of the companies it initially designated have since exited. In the intervening years, it's focused largely on its annual report that flags ongoing concerns.

Lawmakers and Paul Kupiec, a senior fellow at the American Enterprise Institute, noted at the hearing that the group of regulators recently failed to head off one of the most serious financial crises since the mortgage meltdown. When institutions such as Silvergate Bank and Signature Bank started tanking – in part due to reliance on crypto-industry deposits – the council had done nothing to prevent it.

Federal banking agencies whose chiefs are on the FSOC "fell short on their efforts to supervise banks that had significant business relationships with the digital asset industry," Kupiec noted. "They did not use their prompt corrective action powers to mitigate the risks generated by the banks’ investment decisions and the digital business relationships."

Advertisement
Advertisement

To bring a crypto firm under Fed supervision, the council would have to go through a lengthy, multi-stage process that it's never used on any companies other than those implicated in dangers during the 2008 crisis. Designating a crypto firm as risky might also open the council to questions about why it hasn't targeted a giant U.S. asset manager.

For now, Republican lawmakers seem to be laying down their own warning that the administration will hear from them again if the FSOC goes down that road.

Edited by Nikhilesh De.

Bacaan Terkait

Dialog dengan Jason Huang, Pendiri NDV: Menusuk Gelembung AI dan Mitos MicroStrategy, Mencari Kartu As Terakhir di Pasar Kripto

Dalam wawancara dengan Jason Huang, pendiri NDV, dibahas penurunan harga Bitcoin baru-baru ini dan faktor-faktor penyebabnya. Jason menyebutkan bahwa penurunan awal disebabkan oleh tekanan jual siklus empat tahunan Bitcoin, sementara penurunan terkini dipicu oleh koreksi pasar saham AS, kontraksi likuiditas, serta tekanan utang MicroStrategy (MSTR). Ia menilai pasar belum mencapai titik terendah sebenarnya, karena dasar pasar bearish biasanya memerlukan peristiwa besar seperti runtuhnya FTX untuk memicu keputusasaan menyeluruh. Mengenai strategi investasi, dana tahap kedua Jason menghasilkan sekitar 20% tahun ini, dengan diversifikasi ke komoditas seperti minyak, emas, dan perak. Ia menghindari saham AI karena kurangnya keunggulan perdagangan, dan mengkhawatirkan gelembung dalam perdagangan semikonduktor serta IPO SpaceX. Meski pesimis jangka pendek, Jason optimis dengan stablecoin sebagai inovasi paling jelas dan berguna dalam industri crypto, dengan ruang pertumbuhan yang masih besar. Jason juga membahas mekanisme MicroStrategy, yang menggunakan utang dan penerbitan saham untuk membeli Bitcoin. Namun, penurunan harga Bitcoin mengubah siklus positif menjadi negatif, memaksa perusahaan menjual aset kriptonya. Pasar merespons dengan "lari lebih dulu" karena kekhawatiran atas potensi penjualan lebih besar. Untuk pasar crypto, Jason percaya titik terendah belum tercapai dan memprediksi Bitcoin mungkin turun di bawah $48.000. Ia sangat tidak optimis dengan Ethereum, sementara tetap melihat peluang jangka panjang dalam Bitcoin dan aset seperti kartu olahraga, yang memiliki basis penggemar dan pasokan terbatas. Secara keseluruhan, Jason menekankan pentingnya menunggu kepanikan pasar sepenuhnya terlepaskan sebelum mempertimbangkan membeli aset kripto, serta menjaga jarak dari kebisingan pasar untuk keputusan investasi jangka panjang.

marsbit14m yang lalu

Dialog dengan Jason Huang, Pendiri NDV: Menusuk Gelembung AI dan Mitos MicroStrategy, Mencari Kartu As Terakhir di Pasar Kripto

marsbit14m yang lalu

Dialog dengan Pendiri NDV Jason Huang: Menusuk Gelembung AI dan Mitos Strategi Mikro, Mencari Kartu As Terakhir di Pasar Kripto

Pada episode podcast WuShuo, pendiri NDV Jason Huang membahas penurunan harga Bitcoin baru-baru ini, peristiwa penjualan MicroStrategy, risiko pasar makro, serta peluang di industri crypto. Menurutnya, setengah awal penurunan crypto didorong oleh tekanan jual siklus empat tahunan Bitcoin, sedangkan bagian baru-baru ini diperparah oleh koreksi saham AS, kontraksi likuiditas, dan tekanan utang MicroStrategy. Ia menilai pasar belum benar-benar mencapai titik terendah; titik balik bearish biasanya memerlukan peristiwa besar seperti runtuhnya FTX yang memicu keputusasaan luas dan kondisi di mana tidak ada lagi yang membahas pasar. Dalam strategi investasi, dana tahap kedua Jason menghasilkan sekitar 20% tahun ini, dengan diversifikasi ke komoditas seperti minyak, emas, dan perak. Ia menghindari saham AI karena merasa tidak memiliki keunggulan trading meski merupakan pengguna berat AI, serta mengkhawatirkan risiko gelembung dalam perdagangan padat terkait saham AS, semikonduktor, dan rencana IPO SpaceX. Meski pesimis untuk jangka pendek, ia tetap optimis tentang nilai jangka panjang stablecoin di industri crypto, menilai stablecoin sebagai inovasi paling jelas dan berguna dengan ruang penetrasi yang masih besar. Jason menganalisis masalah model bisnis MicroStrategy, di mana penurunan harga Bitcoin mengubah siklus positif menjadi negatif, memicu aksi jual antisipatif pasar. Untuk Bitcoin, ia memperkirakan pergerakan selanjutnya mungkin turun lebih dalam, dengan level $48.000 belum tentu menjadi support kuat. Ia sangat tidak optimis dengan Ethereum, sementara untuk Bitcoin ia melihat kemungkinan penurunan besar diikuti pemulihan signifikan dalam satu tahun ke depan, dengan titik terendah sejati sering muncul setelah kepanikan total dan ketidakpedulian pasar. Ia menekankan bahwa investor sebaiknya menjauhi kebisingan pasar saat kondisi paling suram, menetapkan harga beli target, dan fokus pada potensi jangka panjang berdasarkan difusi konsensus dan tingkat penetrasi.

链捕手20m yang lalu

Dialog dengan Pendiri NDV Jason Huang: Menusuk Gelembung AI dan Mitos Strategi Mikro, Mencari Kartu As Terakhir di Pasar Kripto

链捕手20m yang lalu

Arah Pasar Saham AS (24 Juni): Penurunan Tajam Saham Korea Selatan Mengguncang Chip Global, Micron Turun Lebih dari 10%, Kepastian Pasokan Jangka Panjang Menghadapi 'Ujian Keras'

**Pasar Saham AS (24 Juni): Saham Korea Anjlok, Guncang Chip Global, Micron Jatuh Lebih dari 10%, Kepastian Pasokan Jangka Panjang Diuji** Indeks KOSPI Korea anjlok 10% pada Senin, didorong oleh rumor bahwa SK Hynix mungkin memperlambat ekspansi produksi HBM4. Guncangan ini dengan cepat menyebar ke rantai pasok chip di AS. Saham Micron Technology anjlok 13,18%, Sandisk turun 13,64%, dan Marvell turun 8%. Indeks Philadelphia Semiconductor menutup turun 7,87%, sementara Nasdaq turun 2,21%. Saham chip, terutama memori, menjadi penyebab utama penurunan. Selain Micron dan Sandisk, Western Digital turun 8,5%. Raksasa chip seperti Nvidia, AMD, dan Intel juga terkoreksi. Sektor defensif seperti IBM, Accenture, Walmart, dan Johnson & Johnson relatif tahan banting. Tekanan jual ini tidak mengarah pada permintaan AI itu sendiri, tetapi pada penilaian ulang terhadap optimisme berlebihan terkait kapasitas chip memori. Rumor tentang SK Hynix memicu kekhawatiran bahwa sinyal lemah dari sisi pasokan HBM dapat mengurangi kepastian siklus infrastruktur AI. Perhatian beralih ke data inflasi PCE AS pada Kamis, yang akan mempengaruhi ekspektasi suku bunga. Laporan keuangan Micron pada hari yang sama juga menjadi sorotan, dengan fokus pada margin HBM dan panduan kapasitas untuk 2027. Komentar konservatif dapat memicu penjualan lebih lanjut. Dari perspektif *Chao Xiang*, penurunan ini menandai pergeseran siklus arbitrase AI dari fase euforia ke fase penentuan harga yang lebih rasional. Saham seperti Micron, yang sebelumnya dihargai sebagai penjamin infrastruktur AI, kini dilihat lebih seperti komoditas siklis. Kepastian pasokan jangka panjang, yang sebelumnya dianggap kuat, kini dipertanyakan.

marsbit33m yang lalu

Arah Pasar Saham AS (24 Juni): Penurunan Tajam Saham Korea Selatan Mengguncang Chip Global, Micron Turun Lebih dari 10%, Kepastian Pasokan Jangka Panjang Menghadapi 'Ujian Keras'

marsbit33m yang lalu

Era AI, KOL dan Komunitas Seperti Apa yang Tidak Akan Sepenuhnya Tergantikan?

**Era AI: KOL dan Komunitas Seperti Apa yang Tidak Akan Tergantikan?** Wawancara ini menampilkan investor dan pembuat konten terkenal BitWu, membahas masa depan industri Web3 dan Crypto di tengah perkembangan AI. Berikut poin-poin kunci: **Tentang Diri dan Industri Crypto:** BitWu mendefinisikan dirinya sebagai investor dan praktisi jangka panjang. Ia tetap di industri Crypto karena melihat perubahan dunia tercepat di sini, serta menyaksikan sisi paling telanjang dari sifat manusia. **Pelajaran dari Siklus Pasar Naik-Turun (Bull/Bear Market):** Perubahan kognitif terbesar adalah beralih dari mengejar kekayaan instan menjadi bertahan hidup dan mencari keuntungan berbunga (compound interest), serta dari hanya percaya narasi menjadi memverifikasi struktur di baliknya. **Kesalahan Pemula & Kemampuan yang Perlu Dikembangkan:** Kesalahan umum adalah menganggap keuntungan di pasar naik sebagai kemampuan sendiri, kurangnya manajemen portofolio, dan hanya fokus pada imbal hasil tanpa memperhitungkan risiko. Kemampuan paling penting untuk dikembangkan adalah **kemampuan mengidentifikasi risiko**. **Perbedaan Siklus Saat Ini dengan 2021:** Jika 2021 didominasi investor ritail (retail) dan spekulasi, siklus saat ini lebih tentang masuknya Crypto ke infrastruktur keuangan global (stablecoin, RWA, AI, ETF, institusi). Ini membuat peluang bagi investor biasa lebih sulit. **Fokus Investasi 2-3 Tahun ke Depan:** BitWu fokus pada tiga area: 1. **Stablecoin:** Memiliki kebutuhan, pengguna, dan volume nyata. 2. **RWA (Real World Assets):** Menghubungkan aset tradisional dengan blockchain. 3. **AI:** Terutama konvergensi dengan Crypto, di mana Crypto dapat menjadi infrastruktur keuangan untuk AI Agent. **Dampak AI pada Crypto & Game:** AI dapat mengubah Crypto dari aset spekulasi menjadi "jalur keuangan untuk mesin" (AI Agent). Dalam gaming, AI dapat menciptakan game yang berevolusi, NPC yang lebih hidup, dan dunia game yang dinamis. **Masa Depan KOL dan Komunitas:** * **KOL:** KOL yang hanya mengumpulkan dan menyebarkan informasi akan digantikan AI. Namun, KOL bernilai tinggi dengan pengalaman, penilaian, gaya unik, dan kredibilitas **tidak akan tergantikan**. * **Komunitas:** Akan semakin penting tetapi terdiferensiasi. Komunitas berbasis "airdrops" atau "pump" akan menghilang. Komunitas berharga masa depan membutuhkan **kepercayaan, tujuan bersama, dan hubungan jangka panjang yang nyata** (dari online ke offline). **Analisis Kegagalan & Masa Depan Game Web3:** Game Web3 sebelumnya gagal karena terlalu fokus pada model ekonomi "Play-to-Earn" alih-alih kesenangan bermain game itu sendiri, yang berujung pada spiral kematian. Masa depan GameFi terletak pada kombinasi **AI, elemen sosial, dan UGC (User-Generated Content)**. Investasi ke depan harus fokus pada tim yang mampu menciptakan dunia game yang menyenangkan dan tahan lama, bukan hanya produk keuangan.

marsbit52m yang lalu

Era AI, KOL dan Komunitas Seperti Apa yang Tidak Akan Sepenuhnya Tergantikan?

marsbit52m yang lalu

Saham Preferen Bukan Pemicu Kebangkrutan Perusahaan, Cadangan Dolar MicroStrategy Dapat Membayar Dividen dan Bunga Sampai Februari 2027

**Ringkasan:** Artikel ini membahas peran unik **saham preferen (preferred shares)** dalam strategi keuangan MicroStrategy (MSTR), khususnya terkait investasinya di Bitcoin (BTC). Saham preferen MSTR, termasuk produk seperti STRC, secara hukum adalah ekuitas tetapi memiliki sifat seperti utang (misalnya, pembayaran dividen tetap/tertentu). Kelebihannya adalah tidak dianggap sebagai utang tradisional: tidak ada tekanan untuk melunasi pokok, dan pembayaran dividen tidak wajib. Jika MSTR kekurangan kas, mereka dapat **menunda atau mengakumulasi pembayaran dividen** saham preferen tanpa memicu default atau kebangkrutan. Risiko kebangkrutan yang sebenarnya justru datang dari **obligasi konversi (convertible notes)** yang jatuh tempo, yang jika tidak dikonversi akan memaksa penjualan BTC. Artikel menyoroti bahwa MSTR baru-baru ini mengumpulkan dana **$3.355 miliar** melalui penerbitan saham biasa ($MSTR), bukan saham preferen, sehingga tidak menambah beban dividen masa depan. Cadangan dolar mereka meningkat menjadi **$14 miliar**, cukup untuk membayar semua dividen saham preferen hingga **Februari 2027** dan setengah dari dividen Maret 2027. Dengan cadangan kuat ini dan asumsi bear market BTC akan berakhir sebelum obligasi konversi awal jatuh tempo (September 2027), MSTR memiliki ruang bernapas. Mereka dapat terus menerbitkan $MSTR saat pasar pulih untuk mengisi kembali cadangan dan membayar dividen, mengurangi tekanan seiring kenaikan harga BTC dan MSTR.

marsbit1j yang lalu

Saham Preferen Bukan Pemicu Kebangkrutan Perusahaan, Cadangan Dolar MicroStrategy Dapat Membayar Dividen dan Bunga Sampai Februari 2027

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片