Ensiklik Pertama Paus Baru Roma, Bertujuan Menyelamatkan Rakyat Jelata di Era AI
"Magnifica Humanitas": Paus Leo XIV Soroti Ancaman AI terhadap Martabat Manusia dan Serukan Keterlibatan Moral
Vatikan, 25 Mei - Paus Leo XIV merilis ensiklik pertamanya, "Magnifica Humanitas", sebuah dokumen lebih dari 40.000 kata yang membahas tantangan eksistensial umat manusia di era Kecerdasan Buatan (AI). Diterbitkan tepat 135 tahun setelah ensiklik bersejarah "Rerum Novarum" tentang revolusi industri, dokumen ini dimaksudkan sebagai pedoman sosial Gereja untuk zaman AI.
Ensiklik ini menyoroti bahwa teknologi bukanlah netral, melainkan membawa nilai-nilai pembuatnya. Paus memperingatkan risiko "logika teknokratis" yang didominasi raksasa teknologi, yang dapat melahirkan "bentuk-bentuk perbudakan baru" dalam ekonomi digital dengan menggantikan tenaga kerja manusia secara masif. Dia juga mengeluarkan seruan perdamaian yang kuat, menolak teori "perang adil" yang sudah ketinggalan zaman dan menyerukan "pelucutan senjata AI" dari logika perlombaan senjata militer dan ekonomi. Kebenaran dan ekosistem politik juga dalam bahaya karena teknologi seperti deepfake yang mengikis kepercayaan sosial.
Dalam acara peluncuran, Chris Olah, pendiri Anthropic (pencipta Claude), memberikan tanggapan. Dia mengakui bahwa industri AI, yang terikat pada tekanan kompetisi dan geopolitik, tidak dapat menjamin masa depan AI yang aman sendirian. Oleh karena itu, pembatasan moral eksternal dari masyarakat sipil, agama, pemerintah, dan para sarjana sangat dibutuhkan. Olah menggarisbawahi sifat misterius AI, yang menunjukkan struktur internal yang mencerminkan keadaan manusia seperti introspeksi, sukacita, dan ketakutan. Dia menegaskan bahwa pertanyaan tentang bagaimana AI harus berinteraksi dengan dunia adalah masalah filosofis dan humanistik, bukan hanya teknis.
Dialog antara Vatikan dan pelopor AI ini menandai momen refleksi yang mendalam. Ketika AI mulai menunjukkan "kesadaran seperti subjek," pertanyaan mendasar bergeser: bukan hanya bagaimana melindungi pekerjaan atau efisiensi, tetapi bagaimana menjaga hakikat kemanusiaan yang tak terukur — belas kasih, hati nurani, kehendak bebas, dan komitmen pada kebenaran dan martabat.
Odaily星球日报3m yang lalu