EU Provisionally Agrees Tough Crypto Due Diligence Measures to Combat Money Laundering

CoinDeskPolicyDipublikasikan tanggal 2024-01-17Terakhir diperbarui pada 2024-01-18

Abstrak

Crypto firms have to do checks on transactions of 1,000 euro or more, and the framework adds measures to mitigate risks in transfers with self-hosted wallets.

Policymakers in the European Union on Wednesday reached a provisional deal on parts of a comprehensive regulatory package to combat money laundering that will force all crypto firms to run due diligence on their customers.

The Anti-Money Laundering Regulation (AMLR) is a broad-stroke effort to combat sanctions evasion and money laundering. It includes the creation of a single rulebook and sets up a supervisory authority that will also have purview over the crypto sector.

10

The European Parliament and Council (which gathers finance ministers from the bloc's 27 member states) have agreed to measures, including for crypto firms to apply "customer due diligence measures when carrying out transactions amounting to €1,000 ($1,090) or more."

Advertisement
Advertisement

The deal also adds measures to mitigate risks in relation to transactions with self-hosted wallets, Wednesday's announcement said.

The EU last year finalized specific AML checks on crypto fund-transfers alongside its landmark Markets in Crypto Assets (MiCA) regulation. In December, the European Parliament and Council agreed on setting up the AML supervisory authority. Wednesday's agreement specifically concerned the EU's sixth money-laundering directive and the rulebook as part of the AMLR.

The package may have got tougher as it went through the EU's complex legislative process in light of U.S. sanctions against crypto anonymizing tool Tornado Cash, as well as fears that crypto was being used to evade sanctions by Russia and even Hamas. A lawmaker leading the discussions on the package in Parliament last year assured the measures won't seek to outlaw privacy-enhancing crypto.

Industry body, the EU Crypto Initiative, urged lawmakers in May 2023 to remove planned restrictions on privacy-preservation tools or, failing that, to include a "clear delineation between prohibited anonymous high-risk accounts and high-risk anonymizing instruments."

Advertisement
Advertisement

"This agreement is part and parcel of the EU’s new anti-money laundering system. It will improve the way national systems against money laundering and terrorist financing are organized and work together. This will ensure that fraudsters, organized crime and terrorists will have no space left for legitimizing their proceeds through the financial system," Belgian Minister of Finance, Vincent Van Peteghem, said in a press statement.

The deal now needs to be formally adopted by Parliament and Council before it can take effect.

Edited by Nikhilesh De.


Bacaan Terkait

Saat Miliaran Orang Mulai Terbiasa Mengendalikan Segalanya dengan Suara, Seberapa Jauh "Seluruh Aset Naik ke Rantai"?

Teks ini membahas peran penting AI Agent dalam perkembangan internet, dengan fokus pada peluncuran asisten AI "Xiaowei" di WeChat pada Juni 2026. Meski tampak seperti chatbot biasa, Xiaowei dianggap sebagai langkah kunci menuju "aset terhubung secara penuh" (*full asset on-chain*). AI Agent seperti Xiaowei mengubah cara interaksi pengguna dari antarmuka grafis (GUI) menjadi antarmuka bahasa (LUI), memungkinkan pengguna mengontrol berbagai fungsi dan layanan hanya dengan perintah suara atau teks. Ini menurunkan hambatan penggunaan AI untuk miliaran pengguna biasa. Sementara itu, tren lain sedang berjalan: tokenisasi aset dunia nyata (RWA) menjadi aset digital di *blockchain*. Meski RWA sering dikaitkan dengan properti atau obligasi, konsep "aset terhubung secara penuh" lebih luas, mencakup segala nilai yang dapat ditetapkan haknya, diukur, dan diperdagangkan, seperti perhatian (*attention*), pengaruh sosial, dan data kredit pribadi. Pertemuan kedua tren ini—AI Agent yang mudah digunakan dan tokenisasi aset—dapat membentuk paradigma baru dalam manajemen kekayaan. Di masa depan, AI Agent pribadi Anda tidak hanya mengatur jadwal, tetapi juga dapat menganalisis profil risiko Anda dan secara otomatis mengalokasikan dana ke berbagai aset token (seperti obligasi pemerintah atau emas) di *blockchain*. Kesimpulannya, peluncuran Xiaowei menandai transisi AI Agent dari konsep teknis menjadi utilitas sehari-hari bagi masyarakat umum. Ini merupakan langkah penting dalam perjalanan internet: dari menghubungkan orang, ke menghubungkan layanan, dan sekarang menuju tahap di mana semua jenis aset bernilai dapat diwakili dan diakses secara digital. AI Agent akan menjadi penghubung utama dalam era baru ini.

marsbit27m yang lalu

Saat Miliaran Orang Mulai Terbiasa Mengendalikan Segalanya dengan Suara, Seberapa Jauh "Seluruh Aset Naik ke Rantai"?

marsbit27m yang lalu

Taruhan Triliun Baru Son Masayoshi

Pada saat mendekati penawaran umum perdana (IPO), OpenAI terus dilaporkan mengalami krisis keuangan, menambah ketidakpastian pada "taruhan triliunan" baru Masayoshi Son. OpenAI dikabarkan mencatat kerugian bersih sekitar $85 miliar hingga kuartal pertama 2026, dengan biaya pendapatan mencapai $35 miliar. Sebelumnya, juga beredar laporan bahwa pendapatan OpenAI tahun 2025 adalah $131 miliar dengan kerugian $385 miliar. Angka-angka ini langsung berdampak pada visi Son yang meyakini OpenAI bisa menjadi perusahaan dengan kapitalisasi pasar tertinggi di dunia, dengan valuasi saat ini sekitar $850 miliar. SoftBank telah terikat dalam dengan memegang sekitar 13% saham OpenAI. Jika OpenAI berhasil IPO dengan valuasi triliunan dolar, ini akan menjadi pencapaian legendaris kedua bagi Son. Namun, sebelum kepastian IPO OpenAI, Son sudah memulai "taruhan triliunan" berikutnya. Ia menyatakan bahwa Physical AI dan robot humanoid akan menjadi ladang emas berikutnya bagi perusahaan bernilai triliunan dolar. Untuk itu, SoftBank dilaporkan sedang membentuk perusahaan bernama "Roze" di AS yang menggabungkan aset AI dan robotik, dengan target IPO pada paruh kedua 2026 dan valuasi $100 miliar. Son berani terus bertaruh karena telah merasakan manisnya investasi di AI. Kembalinya Son sebagai orang terkaya Asia, meski singkat, dan melonjaknya harga saham SoftBank didorong oleh investasi besar di OpenAI. SoftBank diperkirakan telah menginvestasikan total $64,6 miliar di OpenAI. Namun, tekanan juga muncul karena ketergantungan yang besar pada OpenAI dan persaingan ketat dari perusahaan seperti Anthropic yang sudah lebih dulu mengajukan dokumen IPO. Di sisi lain, Son telah lama menyiapkan langkah di Physical AI dan robot humanoid, dengan berbagai akuisisi dan investasi selama lebih dari satu dekade. Kini, ia berambisi membangun kawasan industri bernilai $1 triliun di AS untuk produksi robot humanoid skala besar. Latar belakang ambisi triliunan dolar Son berasal dari janjinya pada 2017 kepada Pangeran Mohammed bin Salman dari Arab Saudi untuk memberikan imbal hasil $1 triliun atas investasi $100 miliar. Janji ini belum terpenuhi, mendorong Son untuk terus mencari kemenangan besar melalui AI. Roze dirancang sebagai platform infrastruktur AI yang mencakup pusat data, chip, dan robotika, merealisasikan konsep Physical AI Son. Namun, rencana IPO Roze menghadapi skeptisisme internal mengenai valuasi dan waktu yang ambisius. Selain itu, pasar robot humanoid masih dianggap belum matang secara komersial dibandingkan model AI besar, dengan valuasi yang jauh lebih rendah dan tantangan integrasi serta implementasi di dunia fisik. Son, yang pernah menunggu lama untuk kesuksesan Alibaba dan Arm, mungkin harus kembali bersabar untuk mewujudkan visi triliunan dolar berikutnya di Physical AI.

marsbit33m yang lalu

Taruhan Triliun Baru Son Masayoshi

marsbit33m yang lalu

Kelompok Katolik dan Penegak Hukum Peringatkan UU CLARITY Dapat Melemahkan Pengamanan Kejahatan Kripto

Sebuah koalisi yang terdiri dari pemimpin Katolik, kelompok yang sejalan dengan penegak hukum, dan advokat anti-penjualan manusia memperingatkan bahwa RUU CLARITY Act berpotensi melemahkan pengamanan yang digunakan untuk memerangi kejahatan yang dimungkinkan oleh crypto. Kritik ini berfokus pada ketentuan yang akan melindungi pengembang perangkat lunak non-kustodial agar tidak diperlakukan seperti penyedia pengiriman uang. Perdebatan ini menyentuh salah satu pertanyaan tersulit dalam regulasi crypto: bagaimana membedakan perangkat lunak netral dari perantara keuangan. Para pendukung crypto berargumen bahwa pengembang yang menerbitkan kode non-kustodial tidak boleh diregulasi seperti bursa atau prosesor pembayaran. Sementara para pengkritik khawatir pengecualian yang terlalu luas dapat menyulitkan pelacakan keuangan ilegal. Perangkat lunak non-kustodial adalah inti dari DeFi. Arsitektur ini menciptakan tantangan penegakan hukum ketika aktor jahat menggunakan alat yang sama. Meski RUU CLARITY Act bertujuan menciptakan aturan struktur pasar yang lebih jelas, penentangan ini menunjukkan bahwa perdebatan kebijakan juga menyangkut isu seperti perdagangan manusia, pengelakan sanksi, dan visibilitas bagi penegak hukum. Tekanan ini tidak berarti RUU tersebut mati, tetapi mungkin membutuhkan amandemen, perlindungan yang lebih sempit, atau persyaratan pelaporan tambahan untuk mengatasi kekhawatiran tentang celah bagi keuangan ilegal. Bagi perusahaan crypto, aturan yang lebih jelas dapat membuka investasi, namun jika RUU ini dianggap melemahkan pencegahan kejahatan, jalur politisnya bisa menjadi lebih sulit.

bitcoinist5j yang lalu

Kelompok Katolik dan Penegak Hukum Peringatkan UU CLARITY Dapat Melemahkan Pengamanan Kejahatan Kripto

bitcoinist5j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片