ETF 关键节点将至,交易数据背后隐藏着哪些博弈信号?

foresightnewsDipublikasikan tanggal 2024-01-01Terakhir diperbarui pada 2024-01-02

Abstrak

ETF 时间节点临近,链上及期货、期权等交易数据背后的动作与博弈,都极具指向意义。

ETF 时间节点临近,链上及期货、期权等交易数据背后的动作与博弈,都极具指向意义。 


撰文:Frank,Foresight News


迈入 2024 年 1 月后,现货比特币 ETF 几乎成为短期内决定市场走向的主要叙事,在此背景之下,数据层面其实也成为了观察市场情绪与资金博弈的一个有效窗口。


本文旨在围绕期货和期权市场的未平仓合约规模、资金费率、行权日期与行权价分布、IV 等数据来一窥背后所透露出的资金博弈信号。


两个关键的时间节点


其中从消息层面看,主要时间节点有两个:


一方面,路透社上周末援引消息人士报道,1 月 3 日 /4 日,美国证券交易委员会(SEC)可能提前批准一批现货 ETF 申请。


也即最快本周二 / 周三,美 SEC 可能就会官宣一些申请现货比特币 ETF 的发行人获准发行对应 ETF 股票。



另一方面,按此前进度,最迟 1 月 10 日,美 SEC 就需要对 21Shares/ARK 的现货比特币 ETF 申请作出决定,此后 1 月 14 日至 17 日也密集有 7 家迎来判决。


不过如果拖到 1 月 10 日当天,一般不排除美 SEC 再度推迟到 3 月中旬的最后时间窗口。


总的来看,1 月 3 日 /4 日,1 月 10 日 -17 日,也是目前很多资金博弈的两个主要时间节点。


数据背后的资金博弈信号


比特币未平仓合约:无明显增长


Coinglass 数据显示,全网比特币期货合约未平仓头寸为 43.24 万枚 BTC(约合 196.88 亿美元)。


其中 CME 比特币合约未平仓头寸为 11.48 万枚 BTC(约合 52.15 亿美元),位列第一,币安比特币合约未平仓头寸为 10.32 万枚 BTC(约合 47 亿美元),位列第二。



值得注意的是,从 12 月 30 日的年度交割日之后,近一周来比特币未平仓合约一直在 40.5 万枚至 41 万枚之间震荡,并无明显大额增长趋势 ,说明比特币期货市场对后市的博弈并不激烈。


永续合约资金费率:居高不下


与此同时,Coinglass 数据显示,BTC 和 ETH 的永续合约资金费率从 12 月 25 日开始,已连续一周处于年化 30% 以上水平——多头头寸持续支出相当于年化 30% 的巨额资金费,对行情突破上涨的未来预判较为坚定。



尤其是今天(1 月 2 日 00:00)开始,资金费率更是双双站上年化 50% 以上,这意味着多头每天都在大量补贴空头,不断失血。


这也意味着后续 1 月 3 日 / 4 日、1 月 10 日的关键节点上,一旦现货比特币 ETF 的消息不及预期,上涨势头无法突破,那多头就会失血过多,这部分不断支出大额资金费、坚定看涨的多头可能会迫于压力迅速平仓。



此前 12 月 9 日 - 10 日(周六、周日),就是如此——多头承受着 30% 以上的做多成本失血数天,且价格在周末两天迟迟未能突破,最终周一凌晨开启了三千刀级别的砸盘(推荐阅读《合约多头惨遭屠戮,「圣诞行情」何去何从?》)。


期权行权集中在对应时间点


Deribit 统计数据显示,按行权日期看,本月的比特币期权持仓集中在 1 月 5 日、1 月 12 日、1 月 26 日三天,且看涨期权(Call)均高于看跌期权(Put)


其中 1 月 5 日、1 月 12 日正好契合路透社传闻的 1 月 3 日 / 4 日出结果及 21Shares/ARK 的结果出炉。



从行权价格上看,未平仓期权合约的行权价只要集中在 5 万美元,应当也是博弈现货比特币 ETF 一旦通过,至少能冲高至 5 万美元上方。



此外值得注意的是,Derbit 的 BTC 波动指数(DVOL)相比往年也逆势上涨,近 7 日来更是从 44% 左右上涨 50%,达到 66% 附近——往年该时间段 DVOL 一直是稳步下降趋势,徘徊在 40% 区间。



小结


值得注意的是,最近市面上在追踪一只 50 天买入近 18 亿美元加密资产的神秘巨鲸(参考阅读《50 天,18 亿美元,本轮小牛行情的「发动机」浮出水面?》)——10 月 20 日至 12 月 9 日,该地址累计买入 17.6 亿美元加密资产,和市场上涨时间点完美契合。


值得注意的是,12 月 28 日,该神秘地址在沉寂 20 天后再次出手,从 Tether 获取 5000 万 USDT,并转入 Kraken、Bitgo、Coinbase。无论该神秘地址背后究竟是谁,18.1 亿美元的大手笔买入,本身就透露着重要的信号。


叠加现货比特币 ETF 的时间节点临近,这些链上及交易数据背后的动作与博弈,无疑都极具指向意义。 

Bacaan Terkait

Kraken Luncurkan Futures Perpetual Berlisensi CFTC untuk Trader Profesional AS

Kraken telah meluncurkan futures abadi (perpetual futures) yang diatur oleh CFTC untuk klien institusional dan profesional di AS melalui integrasi Bitnomial. Kontrak baru ini tersedia di Kraken Pro, dengan aset yang mencakup BTC, ETH, SOL, XRP, ADA, LINK, DOGE, LTC, dan AVAX, menggunakan struktur suku bunga pendanaan delapan jam. Peluncuran ini penting karena membawa produk derivatif kripto yang dominan secara global ke dalam kerangka kerja AS yang sesuai aturan. Futures abadi memungkinkan perdagangan leveraged tanpa tanggal kedaluwarsa tetap, namun aktivitas ini sebagian besar terjadi di luar AS karena regulasi yang lebih ketat. Kraken memberikan alternatif bagi trader profesional AS untuk mengakses likuiditas dengan kenyamanan regulasi domestik. Produk ini bukan untuk pasar ritail umum, melainkan terbatas pada klien institusional dan profesional yang memenuhi syarat. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Kraken membangun ekosistem derivatif yang lebih lengkap di AS, dan menandakan bahwa futures abadi tidak lagi hanya produk lepas pantai. Tantangannya adalah apakah platform teratur ini dapat menarik likuiditas yang cukup untuk bersaing dengan venue lepas pantai. Kesuksesannya akan bergantung pada penyebaran harga, efisiensi pendanaan, aturan margin, dan kualitas eksekusi. Jika likuiditasnya kuat, ini dapat menarik aktivitas kembali ke dalam negeri; jika tipis, produk ini tetap penting secara simbolis sebagai tanda kematangan pasar derivatif kripto AS.

bitcoinist5m yang lalu

Kraken Luncurkan Futures Perpetual Berlisensi CFTC untuk Trader Profesional AS

bitcoinist5m yang lalu

Mengungkap Paus Besar Pasar Prediksi Piala Dunia: Uang Pintar Tersandung di Lapangan Hijau, “Beli Tidak” Ungguli “Beli Ya”

**Pasar Prediksi Piala Dunia: Uang Pintar Juga Bisa Salah, "Beli Tidak" Ungguli "Beli Ya"** Analisis PA Beacon terhadap data kontrak Piala Dunia di Polymarket mengungkap kinerja uang besar ("paus") dalam pasar prediksi. Dari 20 pertandingan grup yang telah selesai hingga 17 Juni 2026, total pembelian sebelum pertandingan sebesar $89.55 juta hanya mencapai *hit rate* tertimbang 48.5%. Jika posisi dibawa hingga penyelesaian, diperkirakan justru rugi sekitar $1.76 juta (ROI -2%). Kesimpulan utamanya: pasar prediksi bukanlah bola kristal, melainkan cermin yang memantulkan bias dan emosi kolektif. Hasil seri (8 dari 20 pertandingan) menjadi faktor risiko utama yang sering "menghabisi" taruhan pada tim favorit. Strategi "beli Tidak" (misal: "Tim A tidak menang") secara agregat lebih menguntungkan daripada "beli Ya" dalam sampel ini, dengan *hit rate* 62.4% vs 37.5%. Ini menunjukkan pasar sering memberi harga berlebih pada hasil favorit. Namun, keunggulan ini menyempit setelah beberapa tim besar seperti Prancis dan Argentina menang sesuai prediksi. Beberapa contoh ekstrem terlihat: alamat *mintblade* untung besar ~$6.77 juta dengan bertaruh melawan Iran, sementara *LEEEROYJENKINS* kehilangan ~$8.39 juta karena bertaruh pada kemenangan Belgia yang akhirnya seri. Pasar ini sangat volatil; taruhan yang salah bisa menghilangkan seluruh modal. Walau ada "paus" satu pertandingan, alamat yang konsisten di banyak pertandingan seperti *swisstony* (*hit rate* 73.3% di 16 laga) lebih menarik untuk diikuti. Analisis ini menunjukkan bahwa di tengah ketidakpastian sepak bola, "uang pintar" yang sesungguhnya adalah yang mampu mengidentifikasi kesalahan harga dan selalu menghormati risiko, bukan yang mengira bisa meramal masa depan.

marsbit16m yang lalu

Mengungkap Paus Besar Pasar Prediksi Piala Dunia: Uang Pintar Tersandung di Lapangan Hijau, “Beli Tidak” Ungguli “Beli Ya”

marsbit16m yang lalu

Bezos Memulai Startup Ketiganya, Tetap Tak Bisa Hindari Musk

Setelah pensiun dari CEO Amazon pada 2021, Jeff Bezos kembali terjun ke lapangan eksekutif dengan mendirikan startup AI Prometheus. Perusahaan yang berfokus pada pengembangan "Artificial General Engineer" ini, dalam waktu kurang dari setahun, telah meraih valuasi luar biasa sebesar $41 miliar melalui dua putaran pendanaan. Prometheus bertujuan menciptakan AI yang dapat berpartisipasi dalam seluruh siklus penemuan produk fisik kompleks – mulai dari desain, simulasi, pengujian, hingga manufaktur – untuk mempercepat inovasi di bidang seperti kedirgantaraan, chip, dan robotika. Ini merupakan keterlibatan langsung ketiga Bezos setelah Amazon dan Blue Origin. Pengalaman membangun platform digital Amazon dan mengatasi tantangan teknik fisik Blue Origin kini bertemu di Prometheus. Meski demikian, langkahnya kembali ke dunia startup di usia 61 tahun tetap mengundang perhatian, terlebih dalam percaturan AI fisik yang juga diincar oleh rival lamanya, Elon Musk, melalui Tesla, SpaceX, dan xAI. Perbedaan pendekatan terlihat: jika Musk fokus pada bagaimana AI menjalankan tugas di dunia nyata (seperti pada mobil otonom dan robot), Bezos lewat Prometheus menekankan pada peran AI dalam proses penciptaan dan rekayasa produk itu sendiri. Di tengah persaingan ketat di bidang AI industri yang melibatkan pemain seperti OpenAI, Anthropic, dan Nvidia, Bezos berupaya memimpin dengan mendefinisikan ulang masa depan rekayasa manusia di era AI.

marsbit19m yang lalu

Bezos Memulai Startup Ketiganya, Tetap Tak Bisa Hindari Musk

marsbit19m yang lalu

Apakah Saham AS Tidak Akan Turun Lagi? Jebakan "Melt-up" di Era Utang Tinggi

Judul yang menarik: "Apakah Saham AS Tidak Akan Turun Lagi? Jebakan 'Great Melt-up' di Era Utang Tinggi". Artikel ini membahas teori populer di Reddit yang menyatakan bahwa dengan utang pemerintah AS yang sangat besar (mencapai $40 triliun) dan defisit yang terus berlanjut, pasar saham secara matematis tidak mungkin turun lagi. Alasannya? Pemerintah diduga akan terus mencetak uang untuk membayar utang, menyebabkan inflasi yang pada gilirannya akan mengerek harga aset seperti saham. Ini disebut sebagai skenario "Great Melt-up" atau kenaikan harga aset yang didorong momentum dan FOMO (takut ketinggalan), bukan fundamental. Penulis, Graham Stephan, menganalisis teori ini dengan hati-hati. Dia mengingatkan bahwa fenomena serupa terjadi pada gelembung dot-com tahun 1990-an dan gelembung aset Jepang, yang akhirnya pecah dengan kerugian besar. Meski dalam dunia dengan utang tinggi, aset cenderung lebih baik daripada uang tunai, klaim bahwa saham "tidak mungkin turun" itu berbahaya dan keliru. Poin-poin kunci sanggahan: 1. Sejarah membuktikan, dalam hiperinflasi (seperti di Jerman, Zimbabwe), pasar saham bisa runtuh sebelum naik, dan banyak investor terpaksa menjual di titik terendah untuk memenuhi kebutuhan hidup. 2. Kenaikan harga nominal saham tidak sama dengan peningkatan kekayaan riil jika inflasi menggerus daya beli. 3. Indikator valuasi seperti CAPE Ratio menunjukkan pasar AS saat ini sangat mahal, sebanding dengan puncak gelembung internet tahun 1999. Kesimpulan penulis adalah skenario yang paling mungkin bukanlah default utang atau hiperinflasi, melainkan periode panjang "penindasan finansial" (financial repression), di mana inflasi sedikit lebih tinggi daripada suku bunga, sehingga utang terkikis perlahan dan daya beli uang tunai menurun. Saham mungkin terus naik dalam jangka panjang secara nominal, tetapi tetap berisiko mengalami koreksi besar (30-40% atau lebih) di tengah jalan, dan return riil (setelah inflasi) bisa jauh lebih rendah. Nasihat untuk investor: Jangan terpancing FOMO dan memasukkan semua modal ke saham yang paling mahal dengan leverage. Lebih baik menjaga portofolio yang terdiversifikasi (saham, properti, sebagian tunai, emas), memiliki rencana investasi rutin, dan menyimpan cukup cadangan likuiditas agar tidak terpaksa menjual di saat terburuk. Jangan jadikan harapan "pemerintah akan selalu menyelamatkan pasar" sebagai satu-satunya strategi keuangan Anda.

marsbit39m yang lalu

Apakah Saham AS Tidak Akan Turun Lagi? Jebakan "Melt-up" di Era Utang Tinggi

marsbit39m yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片