Kraken Accused by SEC of Operating Unregistered Platform, Improperly Mixing Customer Funds

CoinDeskPolicyDipublikasikan tanggal 2023-11-19Terakhir diperbarui pada 2023-11-20

Abstrak

The U.S. crypto exchange is the latest targeted by the Securities and Exchange Commission in a series of similar actions being fought in court by other companies.

Crypto exchange Kraken commingled customer and corporate funds while operating as an unregistered broker, clearing agency and dealer, the U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) alleged in a new lawsuit Monday.

The federal regulator claimed that the San Francisco-based company violated federal securities laws in a repeat of its suits against other crypto trading platforms. Unique to Monday's lawsuit are claims that Kraken created a "significant risk" by commingling up to $33 billion in customer crypto with its own corporate assets, the regulator said, quoting Kraken's independent auditor.

"Similarly, Kraken has held at times more than $5 billion worth of its customers’ cash, and it also commingles some of its customers’ cash with some of its own," the suit said. "In fact, Kraken has at times paid operational expenses directly from bank accounts that hold customer cash."

Advertisement
Advertisement

The SEC claims that Kraken simultaneously operates an unregistered broker, clearinghouse and exchange echoes its complaints against Binance and Coinbase, two exchanges the agency sued earlier this year.

Those suits are continuing. The SEC previously settled similar allegations against Bittrex's now-shuttered U.S. wing.

The federal regulator, as it has with those previous suits, listed a number of tokens it deemed to be unregistered securities, including the Algorand token (ALGO), Polygon's MATIC and NEAR.

Edited by Jesse Hamilton.


Bacaan Terkait

Dialog dengan Penasihat Bitwise: Dari Ekonomi Tipe K hingga AI Merebut Pekerjaan, Bagaimana Bitcoin Menyelamatkan Generasi Muda?

Sumber: Podcast "When Shift Happens" dengan Jeff Park, penasihat Bitwise dan mantan CIO ProCap Financial. Jeff menganalisis bagaimana real estat sebenarnya adalah aset yang terdepresiasi, mengapa Bitcoin menjadi tempat berlindung terbaik, dan bagaimana AI akan memicu adopsi Bitcoin secara luas. Jeff menggambarkan sistem keuangan yang runtuh, dengan ekonomi berbentuk K: sebagian orang menikmati inflasi aset, sementara yang lain tertinggal. Real estat di kota seperti New York menjadi kelas aset eksklusif untuk orang kaya, sementara rumah terjangkau stagnan. Ia menyarankan kaum muda untuk menyewa daripada membeli, karena kepemilikan rumah secara ekonomi tidak menguntungkan. Bitcoin ditampilkan sebagai solusi: aset penyimpan nilai tanpa perawatan, pajak, atau penyitaan. Dengan mengalihkan modal dari real estat, Bitcoin dapat menurunkan harga perumahan bagi generasi muda. Jeff juga membahas "investor ideologis" yang berfokus pada kelangkaan dan pergeseran paradigma, bukan nilai tradisional. Mengenai AI, Jeff memperingatkan dampaknya yang mengganggu tenaga kerja, menciptakan ketidaksetaraan ekstrem. AI yang terpusat mengumpulkan data tanpa kompensasi, sementara teknologi crypto yang terdesentralisasi dapat memastikan kepemilikan dan distribusi nilai. AI bisa menjadi pemicu bagi Generasi Z dan Alpha untuk beralih ke Bitcoin sebagai lindung nilai. Jeff menekankan pentingnya diversifikasi ke aset non-tradisional seperti Bitcoin, emas, atau bahkan barang koleksi, yang tidak terpengaruh oleh siklus makro. Untuk portofolio sederhana, ia merekomendasikan Bitcoin dan aset berbunga dalam dolar. Pesannya: dunia terus berubah, dan Bitcoin mengajarkan kerendahan hati serta kemajuan melalui eksperimen terus-menerus.

marsbit4j yang lalu

Dialog dengan Penasihat Bitwise: Dari Ekonomi Tipe K hingga AI Merebut Pekerjaan, Bagaimana Bitcoin Menyelamatkan Generasi Muda?

marsbit4j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片