对话比特币生态社区:比特币铭文是否会迎来第二春?

Odaily星球日报Dipublikasikan tanggal 2023-11-14Terakhir diperbarui pada 2023-11-14

Abstrak

在进入铭文生态时,要做好全方位的调研,不要太 FOMO。

对话比特币生态社区:比特币铭文是否会迎来第二春?

近日,Bitget 在其中文社区举办了主题为"sats 上线 Bitget,比特币铭文是否会迎来第二春"的 X Space,共同探讨近期火出圈的比特币生态。参与嘉宾包括比特币生态社区的多名 OG:ordi 社区-社畜小迟、sats 社区-钟师傅、BTCs 社区-孙新.x、shib 社区-btc 520 |渡鸦.x、honk 社区-龙鹅.x、rats 社区-哭米丶、whee 社区-紫气东来。

以下为社区对话实录:

主持人:hello,大家晚上好,欢迎来到 Bitget 中文和 Bitget Builder 中文联合主办的 AMA。我是本次 Space 的主持人 Sylvia,也是咱们 Bitget VIP 的运营负责人。今天我们讨论的第一个问题是比特币铭文市场与传统现货交易对比起来,它最突出的一个优点是什么呢?

钟师傅:最大的优点就是去中心化,没有项目方跑路的风险和担忧。此外,它也不会出现各种智能合约的漏洞。不需要授权各种各样乱七八糟的网站。此外,新项目的启动环境也相对更加公平。

Kumi:我认为最突出的优势还是公平发售。很多新手,项目方,VC,庄家有机会同台竞技。他能让我们这些普通投资者也获得收益,我相信这是最突出的优点。
BTC 520 :总结下来的话,有三个关键词:一个是投放红利,一个是持仓红利,另外一个是建设红利。

社畜小迟:我主要想分享两个点,第一点是全流通。第二是价格上涨快。因为其独特的交易方式会使价格的上涨变得非常螺旋化,大家要看到好的一方面,要看到它不好的一方面。

孙新:它纯粹的链上玩法使其高度透明化,我们不用再看 VC,机构,项目方的脸色,也不用担心莫名其妙的砸盘,以及无限解锁,漏洞等等。所以它的第一大特点就是铸币权在我们散户手里,另外第二个特点就是定价权也来到咱们散户手里,或者说参与者的手里。

紫气东来:铭文赛道它属于普通的散户,大家人人都有机会参与,最原始的一级筹码通过 Mint 的方式在所有的散户手里流通。所以他表现出来的就是的确很公平。但是它也有一个缺点,很容易一夜之间就这个缩水 70% 、 80% 、 90% ,甚至 99% 。

龙鹅:最突出的肯定是公平安全,还有它的天然群众基础比较大,因为它是大家一起去铸造币,这让 B2C 20 系列在最初阶段就会产生一定的群众基础。

主持人:我们都知道明年比特币 5 月份的时候会减半,想请各位老师预测一下减半后比特币生态会达到怎样一个状态,以及咱们普通用户如果参与,什么时候会是一个合适的时机?

孙新:从我的理解来说,这次行情将叠加三层 buff。第一个 BTC 减半,大概还有不到半年的时间。第二个 buff BTC 现货 ETF 的通过,将是一个大概率的事件,也会成为下个牛市的最强助推器。第三个就是比特币生态的繁荣。那么对于新人,我觉得要加入到比特币生态还是要注意以下方面:

1. 在进入铭文生态时,要做好全方位的调研,不要太 FOMO。

2. 学会管理风险,把风险控制在自己可承受的范围内。

3. 要保持一个学习的心态。

龙鹅:我们玩 BRC 20 的时候要控制仓位,也要敢于投入一些,你看准了你自己认可的,你就要去为自己认可的这个项目去努力。其次要按比例去投入,去布局,还是得能拿住。再次,选择一些比较认可的社区,去深入研究这个板块,挖掘更多的机会。
除了嘉宾们进行了激烈的讨论和交流外,热心观众也加入了讨论,以下是用户关于铭文生态最关心的问题。

热心观众:我买的是 Shiba 社区的铭文,我想问一下 Shiba 后面会有什么生态?

BTC 520 :

关于 Shiba 铭文的相关信息我之前分享过,现在社区的主要方向还是要做好基础建设。至于说后面有什么样的动作,其实很难去讲。只要把这些基础的东西做好之后,才能吸引很多的大户进场。因为很多东西都是不确定的,而我是抱有一个比较平和的心态,只要基础建设起来了一切都会有的。包括你能看到的,Shiba 正在构建一个全球共识社区,我们其实也可以去自发的自愿的去做一些这样的事情,来形成更多的共识。

Bacaan Terkait

Kraken Luncurkan Futures Perpetual Berlisensi CFTC untuk Trader Profesional AS

Kraken telah meluncurkan futures abadi (perpetual futures) yang diatur oleh CFTC untuk klien institusional dan profesional di AS melalui integrasi Bitnomial. Kontrak baru ini tersedia di Kraken Pro, dengan aset yang mencakup BTC, ETH, SOL, XRP, ADA, LINK, DOGE, LTC, dan AVAX, menggunakan struktur suku bunga pendanaan delapan jam. Peluncuran ini penting karena membawa produk derivatif kripto yang dominan secara global ke dalam kerangka kerja AS yang sesuai aturan. Futures abadi memungkinkan perdagangan leveraged tanpa tanggal kedaluwarsa tetap, namun aktivitas ini sebagian besar terjadi di luar AS karena regulasi yang lebih ketat. Kraken memberikan alternatif bagi trader profesional AS untuk mengakses likuiditas dengan kenyamanan regulasi domestik. Produk ini bukan untuk pasar ritail umum, melainkan terbatas pada klien institusional dan profesional yang memenuhi syarat. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Kraken membangun ekosistem derivatif yang lebih lengkap di AS, dan menandakan bahwa futures abadi tidak lagi hanya produk lepas pantai. Tantangannya adalah apakah platform teratur ini dapat menarik likuiditas yang cukup untuk bersaing dengan venue lepas pantai. Kesuksesannya akan bergantung pada penyebaran harga, efisiensi pendanaan, aturan margin, dan kualitas eksekusi. Jika likuiditasnya kuat, ini dapat menarik aktivitas kembali ke dalam negeri; jika tipis, produk ini tetap penting secara simbolis sebagai tanda kematangan pasar derivatif kripto AS.

bitcoinist4m yang lalu

Kraken Luncurkan Futures Perpetual Berlisensi CFTC untuk Trader Profesional AS

bitcoinist4m yang lalu

Mengungkap Paus Besar Pasar Prediksi Piala Dunia: Uang Pintar Tersandung di Lapangan Hijau, “Beli Tidak” Ungguli “Beli Ya”

**Pasar Prediksi Piala Dunia: Uang Pintar Juga Bisa Salah, "Beli Tidak" Ungguli "Beli Ya"** Analisis PA Beacon terhadap data kontrak Piala Dunia di Polymarket mengungkap kinerja uang besar ("paus") dalam pasar prediksi. Dari 20 pertandingan grup yang telah selesai hingga 17 Juni 2026, total pembelian sebelum pertandingan sebesar $89.55 juta hanya mencapai *hit rate* tertimbang 48.5%. Jika posisi dibawa hingga penyelesaian, diperkirakan justru rugi sekitar $1.76 juta (ROI -2%). Kesimpulan utamanya: pasar prediksi bukanlah bola kristal, melainkan cermin yang memantulkan bias dan emosi kolektif. Hasil seri (8 dari 20 pertandingan) menjadi faktor risiko utama yang sering "menghabisi" taruhan pada tim favorit. Strategi "beli Tidak" (misal: "Tim A tidak menang") secara agregat lebih menguntungkan daripada "beli Ya" dalam sampel ini, dengan *hit rate* 62.4% vs 37.5%. Ini menunjukkan pasar sering memberi harga berlebih pada hasil favorit. Namun, keunggulan ini menyempit setelah beberapa tim besar seperti Prancis dan Argentina menang sesuai prediksi. Beberapa contoh ekstrem terlihat: alamat *mintblade* untung besar ~$6.77 juta dengan bertaruh melawan Iran, sementara *LEEEROYJENKINS* kehilangan ~$8.39 juta karena bertaruh pada kemenangan Belgia yang akhirnya seri. Pasar ini sangat volatil; taruhan yang salah bisa menghilangkan seluruh modal. Walau ada "paus" satu pertandingan, alamat yang konsisten di banyak pertandingan seperti *swisstony* (*hit rate* 73.3% di 16 laga) lebih menarik untuk diikuti. Analisis ini menunjukkan bahwa di tengah ketidakpastian sepak bola, "uang pintar" yang sesungguhnya adalah yang mampu mengidentifikasi kesalahan harga dan selalu menghormati risiko, bukan yang mengira bisa meramal masa depan.

marsbit15m yang lalu

Mengungkap Paus Besar Pasar Prediksi Piala Dunia: Uang Pintar Tersandung di Lapangan Hijau, “Beli Tidak” Ungguli “Beli Ya”

marsbit15m yang lalu

Bezos Memulai Startup Ketiganya, Tetap Tak Bisa Hindari Musk

Setelah pensiun dari CEO Amazon pada 2021, Jeff Bezos kembali terjun ke lapangan eksekutif dengan mendirikan startup AI Prometheus. Perusahaan yang berfokus pada pengembangan "Artificial General Engineer" ini, dalam waktu kurang dari setahun, telah meraih valuasi luar biasa sebesar $41 miliar melalui dua putaran pendanaan. Prometheus bertujuan menciptakan AI yang dapat berpartisipasi dalam seluruh siklus penemuan produk fisik kompleks – mulai dari desain, simulasi, pengujian, hingga manufaktur – untuk mempercepat inovasi di bidang seperti kedirgantaraan, chip, dan robotika. Ini merupakan keterlibatan langsung ketiga Bezos setelah Amazon dan Blue Origin. Pengalaman membangun platform digital Amazon dan mengatasi tantangan teknik fisik Blue Origin kini bertemu di Prometheus. Meski demikian, langkahnya kembali ke dunia startup di usia 61 tahun tetap mengundang perhatian, terlebih dalam percaturan AI fisik yang juga diincar oleh rival lamanya, Elon Musk, melalui Tesla, SpaceX, dan xAI. Perbedaan pendekatan terlihat: jika Musk fokus pada bagaimana AI menjalankan tugas di dunia nyata (seperti pada mobil otonom dan robot), Bezos lewat Prometheus menekankan pada peran AI dalam proses penciptaan dan rekayasa produk itu sendiri. Di tengah persaingan ketat di bidang AI industri yang melibatkan pemain seperti OpenAI, Anthropic, dan Nvidia, Bezos berupaya memimpin dengan mendefinisikan ulang masa depan rekayasa manusia di era AI.

marsbit18m yang lalu

Bezos Memulai Startup Ketiganya, Tetap Tak Bisa Hindari Musk

marsbit18m yang lalu

Apakah Saham AS Tidak Akan Turun Lagi? Jebakan "Melt-up" di Era Utang Tinggi

Judul yang menarik: "Apakah Saham AS Tidak Akan Turun Lagi? Jebakan 'Great Melt-up' di Era Utang Tinggi". Artikel ini membahas teori populer di Reddit yang menyatakan bahwa dengan utang pemerintah AS yang sangat besar (mencapai $40 triliun) dan defisit yang terus berlanjut, pasar saham secara matematis tidak mungkin turun lagi. Alasannya? Pemerintah diduga akan terus mencetak uang untuk membayar utang, menyebabkan inflasi yang pada gilirannya akan mengerek harga aset seperti saham. Ini disebut sebagai skenario "Great Melt-up" atau kenaikan harga aset yang didorong momentum dan FOMO (takut ketinggalan), bukan fundamental. Penulis, Graham Stephan, menganalisis teori ini dengan hati-hati. Dia mengingatkan bahwa fenomena serupa terjadi pada gelembung dot-com tahun 1990-an dan gelembung aset Jepang, yang akhirnya pecah dengan kerugian besar. Meski dalam dunia dengan utang tinggi, aset cenderung lebih baik daripada uang tunai, klaim bahwa saham "tidak mungkin turun" itu berbahaya dan keliru. Poin-poin kunci sanggahan: 1. Sejarah membuktikan, dalam hiperinflasi (seperti di Jerman, Zimbabwe), pasar saham bisa runtuh sebelum naik, dan banyak investor terpaksa menjual di titik terendah untuk memenuhi kebutuhan hidup. 2. Kenaikan harga nominal saham tidak sama dengan peningkatan kekayaan riil jika inflasi menggerus daya beli. 3. Indikator valuasi seperti CAPE Ratio menunjukkan pasar AS saat ini sangat mahal, sebanding dengan puncak gelembung internet tahun 1999. Kesimpulan penulis adalah skenario yang paling mungkin bukanlah default utang atau hiperinflasi, melainkan periode panjang "penindasan finansial" (financial repression), di mana inflasi sedikit lebih tinggi daripada suku bunga, sehingga utang terkikis perlahan dan daya beli uang tunai menurun. Saham mungkin terus naik dalam jangka panjang secara nominal, tetapi tetap berisiko mengalami koreksi besar (30-40% atau lebih) di tengah jalan, dan return riil (setelah inflasi) bisa jauh lebih rendah. Nasihat untuk investor: Jangan terpancing FOMO dan memasukkan semua modal ke saham yang paling mahal dengan leverage. Lebih baik menjaga portofolio yang terdiversifikasi (saham, properti, sebagian tunai, emas), memiliki rencana investasi rutin, dan menyimpan cukup cadangan likuiditas agar tidak terpaksa menjual di saat terburuk. Jangan jadikan harapan "pemerintah akan selalu menyelamatkan pasar" sebagai satu-satunya strategi keuangan Anda.

marsbit38m yang lalu

Apakah Saham AS Tidak Akan Turun Lagi? Jebakan "Melt-up" di Era Utang Tinggi

marsbit38m yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片