IRS 'Raided' by Crypto Investors as Industry Puts Up Fight Against U.S. Tax Proposal

CoinDeskPolicyDipublikasikan tanggal 2023-11-12Terakhir diperbarui pada 2023-11-13

Abstrak

The proposal to establish a U.S. tax regime for digital assets has drawn a stunning 120,000 comments and will be the focus of an IRS hearing today.

  • The Internal Revenue Service's audio-only hearing today will draw views from the crypto industry on what threats the digital assets advocates see embedded in the proposed new tax approach being contemplated for cryptocurrencies.
  • The concerns include user privacy, the scope of crypto entities that would have to report transaction information, the inclusion of stablecoins and whether the proposal implies anything about whether digital assets should be counted as securities.

The U.S. Internal Revenue Service (IRS) is gathering the final words now from a crypto sector that is arguing the agency's proposal for a digital-assets taxation regime is an existential threat to investor privacy and to decentralized crypto projects.

10

After a comment deadline and a public hearing on Monday, the U.S. Department of the Treasury's tax arm will have a mountain of more than 120,000 comments to sift through – aided in some instances by the wordsmithing of artificial intelligence tied to such campaigns as the LeCpunK Army's "Treasury Raid."

Monday's hearing – confined to audio – will gather prominent crypto advocates to lay out their arguments on this proposal that maps out how crypto brokers and investors would report transactions to the IRS.

A D V E R T I S E M E N T
A D V E R T I S E M E N T

The new taxation system – which won't become final until IRS officials weigh the input, rewrite a final version and approve it – has drawn industry ire that's partially focused on how the proposal would define a "broker" that needs to comply.

"The digital asset middleman category stretches the statutory language beyond its breaking point in direct contravention of the relevant legislative history," the DeFi Education Fund argued in a comment letter. The current language of the proposal "inexorably leads to the conclusion that the proposed regulations could treat every participant in the blockchain technology stack as a broker."

DeFi

By intentionally roping in some decentralized finance (DeFi) platforms, decentralized autonomous organizations (DAOs), wallet providers and certain payment processors, the IRS may be trying to require tax information from organizations that would have difficulty providing it.

A comment from Americans for Tax Reform says the government's scope for brokers is pursuing "a broad definition that includes entities incapable of reporting the applicable transactional information." The group argued that "the IRS wants to rope DeFi into the reporting regime to ensure that other entities do not convert to DeFi entities and circumvent reporting requirements."

Another frequent industry concern was for investor privacy when it comes to government reporting of transactions, which crypto brokerage Coinbase (COIN) argued "would impose an unprecedented, unchecked and unlimited tracking on the daily lives of Americans," according to a comment letter from Lawrence Zlatkin, the company's vice president for tax. He contended that the regulations as written would allow "government surveillance of the choices Americans make about their most private health care decisions, or even when they purchase a cup of coffee."

A D V E R T I S E M E N T
A D V E R T I S E M E N T

Bright side

Despite the objections, there is a general bright side for a crypto taxation approach in the U.S. Establishing rules and forms for how investors report their gains would eliminate one of the central impediments toward wider interest in cryptocurrencies: uncertainty over how to figure out what one owes in taxes. The proposal would establish a bespoke tax form, akin to the 1099s stock market investors are used to dealing with.

Were an IRS rule to pass before any of the crypto proposals from the U.S. Securities and Exchange Commission (SEC), it would clear the first major hurdle in U.S. crypto regulation: establishing an official status for digital assets in U.S. finance, even as Congress continues to stumble in its debate over future crypto markets laws.

Federal agencies are compelled to review all comments in the process of giving birth to a new rule, and the incredible volume for this proposal could demand more time than usual to complete that task. Tens of thousands of individuals provided objections.

Other complaints with the proposal focused on its inclusion of stablecoins as reportable assets and its relationship with defining securities.

To avoid this rule reinforcing the argument that digital assets are securities, Nicolas Morgan, president of the Investor Choice Advocates Network, asked the Treasury Department to make it clear that this rule wouldn't apply to securities law.

Edited by Stephen Alpher.

Bacaan Terkait

Partner Blockchain Capital: Tokenisasi akan Merombak Struktur Dasar Pasar Modal

Penulis Blockchain Capital, Aleks Larsen, berpendapat bahwa tokenisasi akan merevolusi struktur inti pasar modal, mirip dengan bagaimana kontainerisasi mengubah logistik global. Sistem keuangan saat ini tersegmentasi, dengan aset dicatat dalam berbagai format yang berbeda, menimbulkan biaya tinggi dan inefisiensi dalam perpindahan modal. Tokenisasi berfungsi sebagai "kontainer standar" untuk hak keuangan. Dengan menyediakan antarmuka yang seragam dan dapat dibaca mesin, token memungkinkan aset (seperti obligasi, saham, atau pinjaman) dikenali dan digunakan secara langsung di seluruh jaringan aplikasi dan layanan keuangan (perdagangan, pinjaman, penitipan), tanpa perlu integrasi khusus setiap kali. Stablecoin adalah bukti nyata potensi ini, menciptakan jaringan global untuk transfer dolar yang cepat dan murah. Jaringan ini sekarang menarik aset tokenisasi lainnya (surat berharga, dana pasar uang, kredit swasta), yang nilainya telah meningkat 10x menjadi hampir $40 miliar dalam dua tahun. Perubahan mendasar adalah pergeseran dari akses keuangan berdasarkan hubungan dengan lembaga, menjadi berdasarkan aset itu sendiri. Layanan seperti perdagangan dan pinjaman dapat diakses secara langsung melalui aturan yang diprogram ke dalam token. Ini memungkinkan spesialisasi layanan keuangan dan menurunkan biaya masuk, sehingga pasar modal dapat bereorganisasi menjadi jaringan terbuka yang berputar di sekitar aset token. Pada akhirnya, tokenisasi dapat membuka akses ke pasar modal global untuk aset-aset bernilai yang saat ini terlalu kecil, tersebar, atau kurang dikenal untuk layanan keuangan tradisional. Dengan AI yang menangani analisis dan operasi, biaya untuk menemukan, membiayai, dan mengelola aset ini akan turun drastis. Hal ini dapat mengarahkan aliran modal berdasarkan kualitas aset, bukan hanya akses ke lembaga, dan secara signifikan memperluas ukuran serta jangkauan pasar modal dunia.

marsbit18m yang lalu

Partner Blockchain Capital: Tokenisasi akan Merombak Struktur Dasar Pasar Modal

marsbit18m yang lalu

Harga Bitcoin Tertinggal? Rekor Indikator Agregat Uang Global M2 Bisa Jadi Pendorong Kenaikan BTC

Harga Bitcoin tampaknya tertinggal dibandingkan dengan lonjakan likuiditas global yang ditunjukkan oleh rekor baru agregat moneter global M2 sebesar $103 triliun (atau bahkan $195 triliun menurut beberapa perkiraan). M2 mencakup uang tunai dan aset likuid, dan peningkatannya sering kali mendorong modal ke aset seperti saham, emas, dan cryptocurrency seperti BTC untuk mencari hasil yang lebih tinggi. Kenaikan tajam Bitcoin baru-baru ini di atas $81.000, dipicu oleh pengumuman pembelian obligasi oleh Departemen Keuangan AS, kembali menyoroti peran likuiditas. Meskipun begitu, harga BTC masih sekitar 37% di bawah rekor tertingginya pada Oktober 2025. Inti argumennya adalah: pasokan Bitcoin tetap terbatas pada 21 juta koin, sedangkan pemerintah dapat mencetak uang fiat. Jika likuiditas global terus membanjiri sistem, aset yang langka seperti Bitcoin bisa menjadi fokus. Siklus harga Bitcoin sebelumnya (2017-2018 dan 2020-2021) memang bertepatan dengan ekspansi M2. Namun, hubungan ini belum selalu langsung. Meski M2 global terus naik, harga Bitcoin sempat turun setelah puncak Oktober 2025, menunjukkan likuiditas baru mungkin masih terperangkap dalam investasi yang aman. Melemahnya Dolar AS baru-baru ini dapat mendorong modal keluar dari 'tempat perlindungan' kas dan mengalir ke aset seperti emas dan Bitcoin. Kesimpulannya, rekor M2 tidak secara otomatis menjamin kenaikan harga Bitcoin. "Perlombaan menyusul" bergantung pada beberapa faktor: apakah likuiditas terus mengalir deras, Dolar tetap lemah, dan apakah modal benar-benar berpindah ke aset alternatif. Jika kondisi ini terpenuhi, rally Bitcoin mungkin bisa dimulai lebih cepat dari perkiraan.

cryptonews.ru20m yang lalu

Harga Bitcoin Tertinggal? Rekor Indikator Agregat Uang Global M2 Bisa Jadi Pendorong Kenaikan BTC

cryptonews.ru20m yang lalu

Caltech Gunakan AI Pecahkan Masalah Kimia Kuantum 60 Tahun, 1 GPU Selesaikan Pekerjaan 7800 GPU

Tim peneliti dari California Institute of Technology (Caltech) yang dipimpin Anima Anandkumar berhasil menggunakan model AI untuk merevolusi perhitungan kimia kuantum, memecahkan tantangan berusia 60 tahun. Metode utama yang ada, Teori Fungsional Kerapatan (DFT), sangat lambat karena kompleksitas komputasinya tumbuh secara kubik terhadap jumlah elektron, membatasi simulasi sistem besar seperti molekul obat atau material baterai. AI sebelumnya mencoba dua pendekatan: memprediksi hasil langsung (kurang akurat untuk sistem besar) atau mempelajari pemetaan terbalik (sering tidak stabil). Tim Anandkumar mengambil pendekatan berbeda. Mereka melatih operator saraf Fourier (FNO) untuk mempelajari pemetaan maju dalam satu langkah iterasi DFT, menggantikan bagian komputasi paling intensif. Model ini kemudian disematkan kembali ke dalam siklus iterasi DFT standar, mempertahankan struktur fisika dan kemampuan koreksi diri. Metode baru yang disebut Kohn-Sham FNO ini mengurangi kompleksitas dari O(N³) menjadi mendekati O(N log N). Dengan data latihan hanya dari 8.504 struktur, model yang sama dapat menangani molekul kecil dan material padat besar. Dalam ekstrapolasi ke molekul obat besar yang belum pernah dilihat, kesalahannya jauh lebih rendah dibandingkan model prediksi langsung. Dalam demonstrasi skala besar, Kohn-Sham FNO menyimulasi 82.500 elektron dalam cacat logam magnesium menggunakan hanya satu GPU B300, sementara perhitungan serupa pada 2019 membutuhkan sekitar 7.800 GPU V100. Skalabilitasnya hampir linear, berbeda dengan skalabilitas kubik metode tradisional. Penelitian ini membuka jalan untuk simulasi material dan molekul kompleks yang jauh lebih cepat dan efisien, dengan aplikasi potensial dalam penemuan obat, desain baterai, dan ilmu material. Anandkumar juga telah mendirikan perusahaan bernama Accelerated Understanding untuk mengembangkan teknologi ini lebih lanjut.

marsbit25m yang lalu

Caltech Gunakan AI Pecahkan Masalah Kimia Kuantum 60 Tahun, 1 GPU Selesaikan Pekerjaan 7800 GPU

marsbit25m yang lalu

Trading

Spot
活动图片