U.S. SEC Said to Open Talks with Grayscale on Spot Bitcoin ETF Push

CoinDeskPolicyDipublikasikan tanggal 2023-11-07Terakhir diperbarui pada 2023-11-08

Abstrak

Representatives of the company are answering questions from two divisions of the U.S. Securities and Exchange Commission in the wake of Grayscale's court win over the agency.

The U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) has opened talks with Grayscale Investments on the details of the company's application to convert its trust product GBTC to a spot bitcoin exchange traded product (ETF), according to a person familiar with the back-and-forth, which could have momentous implications for the crypto industry.

An SEC approval of one or more ETF applications is keenly awaited by the sector, which sees that moment as a milestone that could ease everyday investors' path into digital assets. Grayscale has been in contact with both the SEC's Division of Trading and Markets and the Division of Corporation Finance since winning its court fight, said the person, who requested anonymity because the talks remain private.

4.2K

Both SEC divisions would have a role in shaping and approving the firm's ETF application. Grayscale and CoinDesk are part of the same parent company, Digital Currency Group.

A D V E R T I S E M E N T
A D V E R T I S E M E N T

Grayscale has long had a relationship with the SEC due to its existing Grayscale Bitcoin Trust (GBTC), but when it sought to launch an ETF that would carry direct crypto assets, the agency denied it. A U.S. federal court battle ensued that ended with a panel of judges finding the SEC was "arbitrary and capricious" in its rejection, and the court ordered the agency to erase its denial. The court decision was finalized last month, putting the application back in front of the regulator.

"Right now we're just laser-focused on constructively reengaging with Trading and Markets," said Craig Salm, Grayscale's chief legal officer, though he didn't expand on the details of that interaction.

"There are still things that have to be worked through," Salm said in an interview, also noting that others among the applicants for bitcoin ETFs – a group that includes financial giants BlackRock and Fidelity – seem to be making progress in SEC talks with their own registrations. "Overall, it's been good engagement, and it's a matter of when, not a matter of if anymore."

SEC spokespeople didn't immediately respond to a request for comment on the new talks.

When pressed two weeks ago about what his agency will do next with Grayscale's application and the others, SEC Chair Gary Gensler said he wouldn't answer while the commission waits for its staff to recommend a course of action. Meanwhile, he published a video earlier on Wednesday spotlighting the work of the agency's corporation-finance arm – dealing with "rapidly evolving technology and business models" –  that will be central to Grayscale's application.

A D V E R T I S E M E N T
A D V E R T I S E M E N T

Bacaan Terkait

Hubei State-Owned Assets Menikmati Pengembalian Terbesar dalam Sejarah

Momen yang telah lama ditunggu akhirnya tiba. Perusahaan patungan memori terkemuka China, Changcun Konggu (diulas sebagai "Changcun Holdings" dalam artikel), telah mengajukan IPO di Papan Sains dan Teknologi STAR dengan target pendanaan 33 miliar yuan, berpotensi menjadi IPO terbesar dalam sejarah pasar tersebut. Ini akan menggeser rekor yang baru dibuat oleh Changxin Technology dari Hefei. Didirikan pada 2016, kedua perusahaan ini dijuluki "Bintang Kembar Memori Dalam Negeri". Keberhasilan IPO Changxin Technology, dengan valuasi melonjak hingga 4 triliun yuan, telah membawa imbal hasil triliunan yuan bagi modal negara Hefei. Kini, giliran Wuhan dan modal negara Hubei. Changcun Holdings berakar dari pendirian Wuhan Xinxin pada 2006. Pada 2016, dengan dukungan dana industri negara, perusahaan ini dibentuk sebagai basis memori nasional. Perjalanannya cepat: dari terobosan chip memori 3D NAND, arsitektur Xtacking, hingga chip flash 3D 128-layer. Data Q1 2026 menunjukkan pendapatan 47,042 miliar yuan dan laba bersih 33,379 miliar yuan. Dalam prospektus IPO terungkap, lima dari tujuh pemegang saham utama (memegang >1%) adalah entitas milik negara Hubei, seperti Hubei Changsheng, Xintek, Guochuang Fund, Guanggu Chantou, dan Changjiang Industry Group. Mereka telah mendampingi perusahaan selama satu dekade, dengan total dukungan dana melebihi 30 miliar yuan, bahkan saat perusahaan merugi. Jika valuasi pasca-IPO mencapai triliunan yuan seperti perkiraan pasar, nilai kepemilikan modal negara Hubei akan bernilai ratusan miliar yuan. Kisah keberhasilan serupa terlihat pada Huagong Tech (kini bernilai >100 miliar yuan), yang sebelumnya diakuisisi oleh dana negara Wuhan. Pendampingan jangka panjang dan investasi strategis di titik terendah kini menuai hasil. Di balik ledakan perusahaan unggulan ini, muncul klaster industri raksasa. Lembah Optik dan Elektronik (Optics Valley) Wuhan kini menjadi rumah bagi 16.000 perusahaan di bidang ini, dengan total skala industri melampaui 850 miliar yuan dan menuju target triliunan yuan. Gelombang IPO tahun ini juga mengubah peta kota. Hefei, dengan keberhasilan Changxin Technology, melompat dari peringkat ke-19 ke peringkat ke-4 dalam total valuasi pasar perusahaan A-shares di China, melampaui 15 kota besar. Anhui, provinsi tempat Hefei berada, juga kembali masuk 10 besar ekonomi nasional. Kisah Changcun Konggu dan Changxin Technology membuktikan bahwa transformasi industri membutuhkan visi jangka panjang, kesabaran, dan keberanian untuk bertanggung jawab dari investor negara. Satu perusahaan dapat mengubah sebuah industri, dan satu industri dapat mengubah nasib sebuah kota.

marsbit12m yang lalu

Hubei State-Owned Assets Menikmati Pengembalian Terbesar dalam Sejarah

marsbit12m yang lalu

Mitos Investasi AI Runtuh

**Investasi AI yang Dianggap Mitos, Ambruk: Kisah Dana SA Situational Awareness** Dana lindung nilai Situational Awareness (SA), yang didirikan oleh mantan peneliti OpenAI Leopold Aschenbrenner, nyaris runtuh total pada akhir Juli. Dana yang pernah menjadi legenda dengan aset kelolaan melesat dari $1,5 miliar menjadi $45 miliar dalam setahun itu, kehilangan 67% keuntungannya hanya dalam seminggu selama koreksi pasar semikonduktor. Strategi SA sangat sederhana: membeli saham perusahaan perangkat keras dan komputasi AI (seperti SK Hynix, CoreWeave) dan menjual short saham perusahaan perangkat lunak yang dianggap akan tergantikan AI (seperti Adobe). Namun, strategi ini bukan lindung nilai sebenarnya, melainkan taruhan satu arah yang diperkuat leverage. Baik posisi long maupun short sama-sama bergantung pada satu faktor: keyakinan pasar terhadap AI. Ketika sentimen berbalik, dana mengalami kerugian dari kedua sisi sekaligus. Dengan leverage tinggi (menggunakan $1 modal untuk mengendalikan $3 aset), konsentrasi portofolio yang berat pada sedikit saham AI, dan kepemilikan aset privat (Anthropic) yang tidak likuid, SA sangat rentan. Saat pasar berbalik, mereka langsung menghadapi krisis margin dan terpaksa menjual seluruh portofolio publiknya kepada Citadel dengan diskon, hanya 20 menit sebelum pasar dibuka, untuk menghindari likuidasi paksa oleh bank. Kegagalan SA menjadi peringatan keras tentang risiko sistemik dalam euforia investasi AI. Ini menunjukkan bagaimana strategi "lindung nilai palsu" (Texas hedge), leverage berlebihan, dan ketergantungan pada narasi tunggal dapat dengan cepat melumatkan dana, bahkan jika logika investasi jangka panjangnya mungkin benar. Kisah ini mengingatkan pada pepatah pasar: pasar bisa tetap irasional lebih lama dari kemampuan Anda untuk tetap solvent (mampu bayar).

marsbit13m yang lalu

Mitos Investasi AI Runtuh

marsbit13m yang lalu

Trading

Spot
活动图片