Brian Armstrong: Apple Does Not Allow Features That Makes Phones Crypto-friendly

BitcoinistDipublikasikan tanggal 2022-04-24Terakhir diperbarui pada 2022-04-24

Abstrak

Apple's App Store policies, according to Brian Armstrong, CEO of Coinbase, have impeded the company's product plan. He blamed Apple...

Apple’s App Store policies, according to Brian Armstrong, CEO of Coinbase, have impeded the company’s product plan. He blamed Apple for prohibiting features from their app and overall being unfriendly to the crypto business.
Brian Armstrong Bashes Apple
On a recent episode of the Superstream Podcast, Coinbase’s CEO and co-founder Brian Armstrong chastised Apple for “potential antitrust issues”
Armstrong came on the Superstream Podcast on April 20 to discuss the current situation of cryptocurrency, entrepreneurship, and Coinbase, the firm he cofounded.
Before going on to criticize Apple, he implied that crypto investors would one day be able to utilize “crypto-compatible” devices with special hardware characteristics built-in.
He claimed that “Apple so far has not really played nice with crypto” claiming that the business had disallowed a number of features that they wanted in the app but that Apple would not allow.
“Apple so far has not really played nice with crypto, they have actually banned a bunch of features that we would like to have in the app, but they just won’t allow it – so there’s potential antitrust issues there,” he said.
When asked if Coinbase would ever release its own hardware wallet, Armstrong revealed the information. He claimed that the company already has a co-branded hardware wallet with Ledger, but that the two big mobile operating systems need to expand their ecosystem of products to include crypto.
Crypto-compatible Phones Are Good For Crypto
When asked if Coinbase would create its own cryptocurrency hardware wallet, Armstrong said he doesn’t think most users would carry a separate wallet just for bitcoin.
He says that most people would prefer to use something built into their phones. He does, however, believe that big tech — notably, Apple — does not allow the functionality that would be required to make a user-friendly phone-based wallet feasible.
While Armstrong does not specify which features have been banned, he does warn that crypto-compatible phones will be required in the future and that they may become popular.

brian armstrong

BTC/USD fall below  $40k. Source: TradingView
This isn’t the first time Armstrong has expressed his displeasure with Apple. In 2020, he noted that Apple’s App Store policies impede bitcoin creation.
While Coinbase may not be able to have all of the functionality it desires, Coinbase users do have access to a number of Apple-specific features.
The crypto-based Coinbase Card became approved for use in Apple Wallet in June 2021. Users may use the card to spend cryptocurrency as cash anywhere in the world.
Coinbase also accepts Apple Pay for cryptocurrency purchases.

Bacaan Terkait

US$120 Juta Hilang dalam Semalam! Raksasa Paling Stabil di Dunia Crypto "Terjungkal" di Amerika Selatan

Tether, penerbit stablecoin terbesar global, menginvestasikan sekitar $120 juta untuk membangun dua fasilitas penambangan Bitcoin di Florida, Uruguay, pada tahun 2023. Proyek ini awalnya dianggap sebagai langkah strategis yang menguntungkan kedua belah pihak, memanfaatkan 98% struktur energi terbarukan Uruguay yang stabil dan regulasi yang ramah. Namun, konflik muncul karena perbedaan interpretasi terhadap kontrak pasokan listrik. Tether memahami angka dalam kontrak sebagai "jumlah pasokan minimum" yang dapat ditingkatkan, sementara perusahaan listrik negara (UTE) menetapkannya sebagai "batas maksimum" yang tidak boleh dilampaui. Ketika fasilitas penambangan berkembang dan membutuhkan lebih banyak daya, mereka sering mengalami pemadaman listrik yang menyebabkan hilangnya pendapatan. Ketegangan meningkat setelah perubahan pemerintahan dan manajemen UTE pada tahun 2025. Mitra lokal Tether, Microfin, berhenti membayar tagihan listrik pada Mei 2025 dan mengirim pemberitahuan penghentian kontrak pada Juni. Meskipun UTE menyiapkan kontrak revisi, perwakilan Tether tidak hadir untuk menandatanganinya. Pada 25 Juli 2025, UTE memutuskan pasokan listrik, dengan utang Microfin mencapai hampir $5 juta. Proyek ini sepenuhnya dihentikan pada November 2025, mengakibatkan pemutusan hubungan kerja bagi 30 dari 38 karyawan lokal. Semua utang dilunasi pada Desember 2025. Kasus ini menyoroti tantangan investasi aset berat di luar negeri: biaya listrik "hijau" tidak selalu murah, terutama setelah Bitcoin halving tahun 2024 yang menyempitkan margin keuntungan. Selain itu, perubahan kebijakan dan manajemen yang terkait dengan peralihan pemerintahan dapat mengancam stabilitas dan prediktabilitas yang penting untuk operasi jangka panjang. Meski kerugian $120 juta dapat diserap oleh Tether, insiden ini menekankan bahwa operasi skala besar harus dibangun di atas konsensus kontrak yang jelas dan keunggulan biaya yang nyata.

marsbit1j yang lalu

US$120 Juta Hilang dalam Semalam! Raksasa Paling Stabil di Dunia Crypto "Terjungkal" di Amerika Selatan

marsbit1j yang lalu

Partner Blockchain Capital: Tokenisasi akan Merombak Struktur Dasar Pasar Modal

Penulis Blockchain Capital, Aleks Larsen, berpendapat bahwa tokenisasi akan merevolusi struktur inti pasar modal, mirip dengan bagaimana kontainerisasi mengubah logistik global. Sistem keuangan saat ini tersegmentasi, dengan aset dicatat dalam berbagai format yang berbeda, menimbulkan biaya tinggi dan inefisiensi dalam perpindahan modal. Tokenisasi berfungsi sebagai "kontainer standar" untuk hak keuangan. Dengan menyediakan antarmuka yang seragam dan dapat dibaca mesin, token memungkinkan aset (seperti obligasi, saham, atau pinjaman) dikenali dan digunakan secara langsung di seluruh jaringan aplikasi dan layanan keuangan (perdagangan, pinjaman, penitipan), tanpa perlu integrasi khusus setiap kali. Stablecoin adalah bukti nyata potensi ini, menciptakan jaringan global untuk transfer dolar yang cepat dan murah. Jaringan ini sekarang menarik aset tokenisasi lainnya (surat berharga, dana pasar uang, kredit swasta), yang nilainya telah meningkat 10x menjadi hampir $40 miliar dalam dua tahun. Perubahan mendasar adalah pergeseran dari akses keuangan berdasarkan hubungan dengan lembaga, menjadi berdasarkan aset itu sendiri. Layanan seperti perdagangan dan pinjaman dapat diakses secara langsung melalui aturan yang diprogram ke dalam token. Ini memungkinkan spesialisasi layanan keuangan dan menurunkan biaya masuk, sehingga pasar modal dapat bereorganisasi menjadi jaringan terbuka yang berputar di sekitar aset token. Pada akhirnya, tokenisasi dapat membuka akses ke pasar modal global untuk aset-aset bernilai yang saat ini terlalu kecil, tersebar, atau kurang dikenal untuk layanan keuangan tradisional. Dengan AI yang menangani analisis dan operasi, biaya untuk menemukan, membiayai, dan mengelola aset ini akan turun drastis. Hal ini dapat mengarahkan aliran modal berdasarkan kualitas aset, bukan hanya akses ke lembaga, dan secara signifikan memperluas ukuran serta jangkauan pasar modal dunia.

marsbit1j yang lalu

Partner Blockchain Capital: Tokenisasi akan Merombak Struktur Dasar Pasar Modal

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片