Crypto Analyst Says Bitcoin Has Already Bottomed, Sets Halving Price

newsbtcDipublikasikan tanggal 2023-06-20Terakhir diperbarui pada 2023-06-20

Abstrak

Bitcoin has continued to struggle to sustain the $26,000 support level as bearish sentiment continues to dominate the market. Its drawdown in the last few weeks has led to speculations...

Bitcoin has continued to struggle to sustain the $26,000 support level as bearish sentiment continues to dominate the market. Its drawdown in the last few weeks has led to speculations that the digital asset could be headed for a new cycle low. However, one crypto analyst firmly believes that Bitcoin has already marked its cycle bottom.
Crypto Analyst PlanB Says $15,500 Was Bitcoin Bottom
In November 2022, FTX which was the second-largest cryptocurrency exchange in the world at the time collapsed and filed for bankruptcy following a massive bank run. This collapse reverberated through the market and triggered a massive crash across crypto assets in the space. As a result, Bitcoin was in a freefall from above $30,000 before bottoming out at $15,500.
In January 2023, PlanB told his over 1.8 million Twitter followers that the $15,500 bottom of November 2022 was the cycle bottom for the market. The analyst believed that the digital asset would not fall below this level again and has now reiterated his stance once more.
PlanB said in a tweet on Sunday that he stands by the earlier prediction he had made six months ago and that Bitcoin was going to rise going into the 2024 halving. At the same time, he also reiterated his $32,000 halving price in 2024.
I still stand by my Jan 12 #Bitcoin view:
– Nov 2022 $15.5K was the bottom (50% disagreed!)
– Rise into 2024 halving (from $18K on Jan 12)
– Next: halving price above $32K https://t.co/V74Y8VYCVo pic.twitter.com/bfEOEqiBAv
— PlanB (@100trillionUSD) June 18, 2023
This means that the analyst expects the price of Bitcoin to actually rise from this level as a $32,000 price level would mean a 20% addition from the current price. Interestingly, the analyst also predicts that BTC’s price will cross $100,000 in 2025.
BTC Could See Further Upside
The current market trend could play into PlanB’s forecast for the future of Bitcoin. The digital asset has now been consolidating toward the downside for a couple of weeks now which could mark an opportunistic level for a bounce. If this happens, the cryptocurrency could easily retake $30,000 as long as bulls are able to hold up momentum.

Bitcoin (BTC) price chart from TradingView.com


BTC price reclaims $26,500 resistance | Souce: BTCUSD on TradingView.com
BTC has also successfully risen above its 100-day moving average, indicating a return of bullish sentiment among market participants. This was the case back in January 2023 before the rally and such a move could be replicated here once more.
The halving event is also drawing closer which has been a historically bullish event for the price of the digital asset. Each bull market has begun with a Bitcoin halving, thus providing ample reason to believe the next bull market will begin in 2024.
Presently, the price of BTC is changing hands at a price of $26,519, down 0.35% in the last 24 hours but seeing gains of 1.53% on the weekly chart.
Follow Best Owie on Twitter for market insights, updates, and the occasional funny tweet… Featured image from iStock, chart from TradingView.com



Bacaan Terkait

Bitcoin Melonjak Tajam: Mengapa Investor Kembali Bersiap Mengunci Keuntungan

Bitcoin Melonjak Drastis: Mengapa Investor Kembali Bersiap Mengambil Untung Hingga pertengahan Agustus, pasar kripto relatif tenang. Lonjakan tajam dimulai pada paruh kedua bulan: pada 19 Agustus, Bitcoin (`$BTC`) naik lebih dari 7% dalam sehari, mencatatkan kinerja harian terbaik dalam enam bulan terakhir. Pada 21 Agustus, `$BTC` terkonsolidasi di atas level resistensi sebelumnya, dan sentimen pasar berubah cepat. **Penyebab Pertumbuhan:** 1. **Departemen Keuangan AS Meningkatkan Pembelian Obligasi:** Pernyataan ini memicu penurunan imbal hasil obligasi, mendorong aliran modal ke aset berisiko seperti kripto. 2. **Trump Kembali Soroti Agenda Kripto:** Pertemuan Donald Trump dengan perwakilan industri pada 19 Agustus memberikan dukungan tambahan. 3. **Penutupan Posisi Short Secara Massal:** Posisi short senilai lebih dari $2,1 miliar dilikuidasi dari 19-21 Agustus, memperkuat pergerakan naik. 4. **Aliran Masuk Kembali ke ETF Bitcoin:** ETF spot Bitcoin mencatat aliran masuk mingguan sebesar $1 miliar untuk pertama kalinya sejak Januari, menandakan kembalinya permintaan institusional. 5. **Kenaikan Menyebar ke Kripto Lain:** Ethereum (`ETH`) dan beberapa altcoin juga mengalami kenaikan signifikan, menunjukkan pemulihan minat yang lebih luas. **Pentingnya Sejarah Koin (Riwayat Transaksi):** Saat harga naik, investor sering memindahkan koin untuk mengambil untung. Namun, pertukaran atau layanan penukar dapat memeriksa asal usul koin menggunakan alat AML (Anti Pencucian Uang). Risiko muncul jika koin pernah berinteraksi dengan platform mencurigakan, dibeli via P2P, atau ditransfer melalui banyak alamat. Oleh karena itu, di pasar yang sedang naik, penting untuk menilai kemurnian riwayat koin, terutama untuk jumlah besar atau koin dari dompet lama. Salah satu cara untuk mengurangi keterkaitan publik transaksi Bitcoin adalah dengan menggunakan layanan pencampuran (mixing service) seperti **Mixer.money**, yang menawarkan dua mode: "**Mixer**" dan "**Anonimitas Penuh**" dengan tingkat kompleksitas dan biaya yang berbeda. Intinya, saat bersiap menjual `$BTC`, investor perlu mempertimbangkan tidak hanya harga, tetapi juga privasi, sejarah koin, dan persyaratan platform yang akan digunakan.

cryptonews.ru3m yang lalu

Bitcoin Melonjak Tajam: Mengapa Investor Kembali Bersiap Mengunci Keuntungan

cryptonews.ru3m yang lalu

Risiko Keuangan di AS Menguntungkan Emas dan Bitcoin! Arus Masuk Modal Rekor dalam Lima Hari Perdagangan Terakhir! Ini Semua Datanya

Kekhawatiran terhadap prospek fiskal AS dan utang pemerintah yang tumbuh mendorong investor beralih ke emas dan Bitcoin. Menurut Bloomberg, dalam lima hari perdagangan terakhir, ETF emas dan Bitcoin mencatat aliran dana rekor sebesar $7 miliar. Preferensi kuat untuk kedua aset ini mencerminkan perubahan persepsi risiko di pasar. Sekitar $3,4 miliar mengalir ke SPDR Gold Shares (GLD), sementara ETF Bitcoin spot BlackRock, IBIT, menarik sekitar $1,5 miliar. Kedua ETF masuk dalam sepuluh besar ETF AS berdasarkan aliran dana mingguan. Bloomberg mencatat bahwa aliran dana simultan yang kuat ke emas dan Bitcoin sangat luar biasa, karena sebelumnya investor cenderung mencari emas sebagai safe haven saat ketegangan pasar meningkat. Perilaku investor baru-baru ini berubah. Ekspektasi peningkatan pinjaman pemerintah AS, kekhawatiran tentang nilai dolar, dan kebijakan untuk menekan suku bunga jangka panjang meningkatkan permintaan akan aset dengan pasokan terbatas. Kenaikan harga emas dan Bitcoin secara bersamaan menunjukkan investor beralih ke aset alternatif untuk memitigasi risiko finansial dalam sistem keuangan tradisional, terutama terkait diskusi tentang keberlanjutan utang AS. Para ahli berpendapat, aliran dana kuat ke pasar ETF ini bisa menjadi sinyal penting bahwa investor institusional semakin memandang Bitcoin sebagai alat diversifikasi portofolio, mirip dengan emas. Namun, volatilitas harga Bitcoin yang tinggi menunjukkan profil risiko kedua aset ini masih sangat berbeda. *Ini bukan rekomendasi investasi.

cryptonews.ru12m yang lalu

Risiko Keuangan di AS Menguntungkan Emas dan Bitcoin! Arus Masuk Modal Rekor dalam Lima Hari Perdagangan Terakhir! Ini Semua Datanya

cryptonews.ru12m yang lalu

Trading

Spot
活动图片