Shiba Inu Burn Not Slowing Down: 305 Million Tokens Burned In A Week

BitcoinistDipublikasikan tanggal 2023-04-25Terakhir diperbarui pada 2023-04-25

Abstrak

The Shiba Inu community has shown a strong commitment to reducing the overall token supply in the ecosystem. The Shiba...


The Shiba Inu community has shown a strong commitment to reducing the overall token supply in the ecosystem. The Shiba Army aims to boost the value of SHIB by triggering a decline in its supply through an aggressive token-burning mechanism.
So far, the community has burned about 19 million SHIB coins in the last 24 hours. This number takes the total of burned SHIB tokens for the week to over 305.77 million.

Shiba Inu Weekly Burn Hit 305.77M Last Week
According to Shibburn, about 19,175,360 SHIB tokens entered the dead wallet in 24 hours. This burning operation occurred through four different transactions.
Shibburn report showed that SHIB burning increased by over 103% as against the past day, which recorded only 9.40 million SHIB coins through three separate transactions. Also, its community now records 305,775,533 SHIB coins burned over the past 7 days through multiple transactions. 


However, Shibburn.com showed a huge drop in the SHIB burn rate last week. The burn rate dipped by 90.11% in comparison with the previous week. The previous weeks’ data indicated over 1.91 billion SHIB coins were sent to the dead wallet through fifty different transactions.
From the details, an anonymous wallet was the biggest SHIB burner of its latest token-burning week. The wallet moved about 15.57 million SHIB tokens to the dead wallet. 

Evolution Of Shiba Inu
The second-largest meme coin, Shiba Inu, has displayed significant evolution in the industry. A blockchain security firm Certik recognized Shiba Inu in its latest Project Scoop edition.
The company stated that Shiba Inu has gradually and impressively metamorphosed from a meme coin to a robust decentralized ecosystem. Certik gave Shiba Inu a security score of 94.30, placing it among the industry’s top most secure crypto projects.
Regarding trading achievement, Shiba Inu is the most traded crypto asset on India’s largest crypto app, CoinSwitch. SHIB took the lead in CoinSwitch’s list of the week’s top 5 most traded assets.
Furthermore, the Shiba Inu layer 2 solution Shibarium is creating a buzz in the industry following the performance of the beta testing, and Puppynet currently has about 14,061,648 wallets.
Additionally, it has processed up to 524,919 blocks from its launch period. Notably, the average block time remained unchanged at just 5 seconds. Also, the network has processed over 4.55 million transactions, with a daily average of about 68,782 transactions.

SHIB Burn Not Slowing Down: 305 Million Tokens Burned In A Week

SHIB is trading sideways on the chart l SHIBUSDT on Tradingview.com Meanwhile, at the time of writing, SHIB is trading at $0.00001028, indicating a drop of 1.49% over the past 24 hours. It recorded about $128.21 million as the 24-hour trading volume.




Bacaan Terkait

Mengapa Staking Ethereum Akan Berubah pada Tahun 2026

Staking Ethereum (ETH) semakin menjadi topik praktis bagi penasihat keuangan dan investor institusional, bukan hanya sekadar ceruk bagi para penggemar kripto. Ini berubah menjadi alat untuk menghasilkan pendapatan dari aset ETH yang dimiliki, yang tercermin dalam laporan keuangan perusahaan seperti Bitmine, di mana 98% pendapatannya berasal dari staking. **Cara Kerja dan Potensi Pendapatan:** Staking ETH melibatkan penempatan aset untuk berpartisipasi dalam jaringan Proof-of-Stake sebagai validator, dengan imbalan sekitar 2–5% per tahun. Pilihan termasuk menjalankan validator mandiri (memerlukan 32 ETH), bergabung dengan pool staking, atau menggunakan bursa dan protokol likuid. **Tantangan dan Model Likuiditas:** Staking asli membatasi likuiditas karena ETH terkunci, sementara staking likuid memberikan token representatif yang dapat diperdagangkan sambil tetap mendapatkan imbalan. **Perkembangan Penting 2026:** Pembaruan jaringan yang diantisipasi, seperti "Glamsterdam" pada paruh kedua 2026, bertujuan meningkatkan skalabilitas, desentralisasi, dan ketahanan pasca-kuantum. Hal ini akan semakin menarik bagi partisipasi institusional. Perkembangan peraturan mengenai penyimpanan aset digital dan perlindungan dari serangan kuantum juga perlu dipantau. **Pertimbangan bagi Penasihat:** Sebelum merekomendasikan produk staking, penting untuk mengevaluasi: siapa yang menanggung risiko jika validator dihukum, bagaimana penyedia memastikan keandalan, struktur likuiditas, sumber dan prediktabilitas imbalan, serta keamanan penyimpanan aset. Singkatnya, staking ETH berkembang dari aktivitas khusus menjadi sumber pendapatan yang sah dan terintegrasi dalam strategi keuangan, menghadirkan peluang sekaligus kompleksitas yang perlu dipahami dengan baik.

cryptonews.ru56m yang lalu

Mengapa Staking Ethereum Akan Berubah pada Tahun 2026

cryptonews.ru56m yang lalu

Operasi Berisiko Pembelian Obligasi oleh Bessent Dapat Memicu Kenaikan Harga Bitcoin

Bitcoin kembali mencapai level USD 80.000 pada Kamis, mengatasi level resistensi kunci di USD 79.000. Pemulihan ini terjadi menjelang lelang surat utang Treasury AS senilai USD 92 miliar yang dijadwalkan pada 31 Agustus. Harga sempat menyentuh USD 80.808 sebelum dikoreksi, dan kini diperdagangkan di atas USD 80.400 dengan peningkatan kapitalisasi pasar menjadi USD 1,61 triliun. Volatilitas menyebabkan likuidasi posisi leveraged Bitcoin senilai USD 105 juta dalam 24 jam, sebagian besar adalah posisi short. Analis pasar memperkirakan lelang Treasury skala besar dapat mengurangi likuiditas jangka pendek dan berpotensi menekan aset digital jika permintaannya lemah. Sementara itu, sebuah artikel di The Economist memperingatkan bahwa kebijakan Menteri Keuangan AS Scott Bessent berisiko merusak kepercayaan terhadap sistem keuangan AS. Kebijakan tersebut, seperti menggandakan batas pembelian obligasi untuk menekan hasil imbal hasil jangka panjang dan mengalihkan struktur utang baru ke surat utang jangka pendek, diduga membuat AS rentan terhadap kenaikan suku bunga di masa depan. Langkah-langkah ini juga dikritik karena berpotensi mendistorsi mekanisme harga pasar dan menggeser kepercayaan investor jangka panjang. Tokoh seperti Ray Dalio berpendapat bahwa kebijakan tersebut mengurangi daya tarik imbal hasil obligasi tradisional, sehingga dapat mengalihkan modal ke aset safe-haven alternatif seperti emas dan Bitcoin, yang harganya memang telah menunjukkan tren naik sejak pengumuman kebijakan Kementerian Keuangan AS.

cryptonews.ru57m yang lalu

Operasi Berisiko Pembelian Obligasi oleh Bessent Dapat Memicu Kenaikan Harga Bitcoin

cryptonews.ru57m yang lalu

Trading

Spot
活动图片