速览美众议院小组委员会稳定币听证会要点:应当迅速采取行动,推动立法

PanewsDipublikasikan tanggal 2023-04-20Terakhir diperbarui pada 2023-04-20

Abstrak

4月19日,美国众议院金融服务委员会举行了一场关于稳定币的听证会,会上美国两党议员各自发表了意见,一致认为稳定币立法非常必要。本文带你速览此次听证会亮点。

周三(4月19日),美国国会下的一个重要委员会(众议院金融服务委员会)举行了一场听证会,讨论稳定币在全球经济中发挥的重要作用,以及是否全面立法以释放稳定币的全部价值。

“”

听证会的主题是“了解稳定币在支付中的作用和立法的必要性”,由众议院金融服务委员会的数字资产、金融技术和包容性小组主持。Circle首席战略官兼全球政策负责人Dante Disparte是出席听证会的领导人之一。

“”

众议院金融服务委员会主席Patrick McHenry(北卡罗来纳州共和党人)表示,他将以两党合作的方式通过稳定币法案。“不采取行动不符合消费者利益。我们需要一套针对稳定币的联邦监管制度,这对我们在国际和国内都很重要,而且在两党的基础上理解这项法案的效用和重要性也非常重要。”

“”

众议院金融服务委员会高级成员Maxine Waters(加州民主党人)表示,她理解“迅速”通过稳定币法案的重要性。“我同意大多数小组成员的意见,即我们应该迅速采取行动,制定一项稳定币法案,并推动立法。”

“”

数字资产、金融技术和包容性小组委员会主席、国会议员French Hill(阿肯色州共和党人)表示,人们“一致”认为需要一个全面的稳定币法案框架。“我想感谢我们的证人今天成为一个出色的小组。我认为这次对话对于明确稳定币立法的方向非常有帮助。我当然听到了专家组的一致意见,即国会的监管框架将有利于美国经济、美国发明家和消费者。”

“”

Circle首席战略官兼全球政策负责人Dante Disparte谈到联合国难民署如何利用支付稳定币和区块链来帮助难民。

“”

“一个最有力的例子是最近的一个,那就是我们与联合国难民事务高级专员办事处 (UNHCR) 的合作伙伴关系。Circle与Stellar和Moneygram(注:速汇金,是一种个人间的环球快速汇款业务,可以在15分钟内完成由汇款人到收款人的汇款过程)一起,帮助设计了一项针对乌克兰难民的数字现金援助计划。该计划的运作方式是其他任何支付系统无法替代的,您想一想,我们国家今天运送对外援助或灾难援助的方式是实物现金,这是容易滋生腐败、贿赂或欺诈的蜜罐。以设备为中心的货币具有抗腐败、近乎即时和可审计的特性,这是一个非常强大的功能,在这种情况下,以美元计价的稳定币USDC是支持这种创新的有效载体。”

“”

Disparte在听证会上指出:

“”

“迄今为止,几乎所有其他支付创新都只是在借贷和结算速度方面略有改进,与之相比,USDC等稳定币是一种以美元计价的电子现金传输形式。随着时间的推移,互联网规模、近乎即时的美元结算,将接近世界上最大支付系统的每秒交易量。这是一项关键的创新,可以同步提升美国的经济竞争力和国家安全利益。在如何以数字形式向任何联网设备发送、消费、储蓄和保护资金的方式上,有望成为一项重要突破。随着时间的推移,只要国家监管框架落实到位,一种数字美元的新形式就会出现,它将具有法律明确性、互联网规模的传输性、基本保护(包括即使发行人破产时也享有同等赎回权、隐私)、法治和其他关键特征。实现这一目标的唯一途径是国会制定全面的稳定币法案。”

Bacaan Terkait

Walsh: Target Inflasi 2% Tidak Bergeming, Pertahankan Independensi, Fokus pada Transformasi AI (Lengkap dengan Teks Utuh)

Ketua Fed Christopher Waller menegaskan komitmen kuat untuk mempertahankan target inflasi 2% tanpa kompromi, menyatakan bahwa tidak ada ruang untuk "target lunak" dan menekankan independensi bank sentral. Dalam konferensi pers setelah pertemuan FOMC, di mana suku bunga acuan dipertahankan pada 3.5%-3.75% (dengan hasil voting 9-3), Waller menyoroti ketahanan ekonomi AS namun mengakui inflasi masih "terlalu tinggi" dibandingkan target. Waller mengumumkan pergeseran signifikan dalam komunikasi kebijakan, yaitu mengurangi "forward guidance" dan mendorong pasar untuk lebih fokus pada sinyal ekonomi riil daripada bergantung pada panduan bank sentral. Ia mengapresiasi kenaikan suku bunga pasar dalam 42 hari terakhir sebagai indikasi pengencangan kondisi keuangan yang berarti. Ia secara khusus menyoroti dampak investasi AI pada perekonomian, mengungkapkan bahwa belanja modal teknologi tinggi terkait AI tumbuh hampir 20% dalam empat kuartal terakhir. Waller mengakui bahwa hal ini bisa mendorong produktivitas dan penawaran (yang meredakan inflasi), namun juga dapat meningkatkan harga di sektor-sektor tertentu seperti chip. Fed, kata dia, sedang mempelajari apakah kenaikan harga sektoral ini akan meluas ke inflasi yang lebih luas. Menanggapi pertanyaan, Waller menolak menyebut keputusan saat ini sebagai "jeda" (pause), melainkan penilaian ketat terhadap kondisi ekonomi. Ia menegaskan jika inflasi tetap tinggi dan tidak turun, kenaikan suku bunga akan menjadi solusi utama. Waller menutup dengan keyakinan bahwa Fed memiliki alat dan tekad untuk mencapai stabilitas harga.

marsbit31m yang lalu

Walsh: Target Inflasi 2% Tidak Bergeming, Pertahankan Independensi, Fokus pada Transformasi AI (Lengkap dengan Teks Utuh)

marsbit31m yang lalu

Setelah Investasi R&D Menyusul AS, Kompetisi Chip Tiongkok-AS Masih Sekadar Soal Uang?

Menurut laporan terbaru Asosiasi Industri Semikonduktor Amerika Serikat (SIA), berdasarkan paritas daya beli (PPP), pengeluaran riset dan pengembangan (R&D) China di bidang semikonduktor telah menyusul bahkan sedikit melampaui AS pada 2024. Ini mencerminkan kemampuan China dalam memobilisasi sumber daya R&D skala besar. Namun, perlu dicatat bahwa jika diukur dengan nilai tukar pasar, pengeluaran AS masih jauh lebih tinggi. Struktur belanja R&D China condong ke pengembangan eksperimental (lebih dari 80%), yang mendukung aplikasi industri dan peningkatan kapasitas produksi. Sementara itu, proporsi AS untuk penelitian dasar sekitar dua kali lipat China (15% vs 7%). Perbedaan ini menunjukkan bahwa sistem sains China lebih didorong oleh perusahaan, sedangkan AS memiliki sistem riset publik dan universitas yang mendanai lebih banyak penelitian jangka panjang. Dalam industri semikonduktor itu sendiri, perusahaan AS masih memimpin dalam pengeluaran R&D absolut (USD 76,8 miliar pada 2025) dan proporsi pendapatan yang dialokasikan untuk R&D. Siklus bisnis mereka yang sehat—dari laba ke R&D ke produk baru—sulit ditiru. Kompetisi semikonduktor kini bukan lagi sekadar soal jumlah uang. Pada level investasi ini, efisiensi menjadi kunci. Tantangan bagi China termasuk mengalokasikan dana dengan lebih fokus (menghindari duplikasi), membangun siklus validasi pelanggan yang berkelanjutan sehingga produk domestik dibeli berulang kali, serta memperkuat jembatan antara penelitian dasar dan rekayasa industri. Yang terpenting adalah membangun mekanisme yang mampu bertahan dalam ketidakpastian jangka panjang dan mengubah investasi menjadi kemampuan industri yang nyata dan kompetitif.

marsbit40m yang lalu

Setelah Investasi R&D Menyusul AS, Kompetisi Chip Tiongkok-AS Masih Sekadar Soal Uang?

marsbit40m yang lalu

10% Keluarga AS Menguasai 88% Kekayaan, Bagaimana Kue Dibagi di Era AI?

AI meningkatkan produktivitas, namun juga memperburuk ketimpangan distribusi pendapatan. Laporan dari China Finance 40 Forum (CF40) menunjukkan bahwa pada periode 2019 hingga kuartal I 2026, kekayaan ekuitas langsung keluarga AS hampir dua kali lipat, dari sekitar $29 triliun menjadi $55 triliun, dengan lonjakan pesat terjadi setelah 2023 didorong oleh kenaikan harga saham terkait AI. Dari pertumbuhan sekitar $21 triliun antara 2022 dan kuartal I 2026, 10% keluarga terkaya mengambil porsi sekitar 88% ($18.5 triliun), sementara 50% keluarga terbawah hanya mendapatkan sekitar 1% ($0.2 triliun). Pola ini mencerminkan ketimpangan awal dari teknologi AI, di mana rumah tangga kaya mendapat porsi kue ekonomi yang lebih besar. Huang Yiping dari CF40 menganalisis bahwa kemajuan teknologi besar, seperti Revolusi Industri Pertama yang menyebabkan "Jeda Engels," sering kali awalnya memperlebar kesenjangan dengan upah buruh yang stagnan dan keuntungan modal yang meningkat. AI sebagai teknologi generik dapat mempengaruhi distribusi pendapatan melalui empat mekanisme: bias modal (penurunan porsi pendapatan buruh), polarisasi tugas (penggantian pekerjaan menengah), kesenjangan keterampilan digital, dan mekanisme amplifikasi ketimpangan kekayaan melalui keuntungan modal. Ketimpangan ini berisiko memperparah masalah permintaan agregat yang lemah, karena kelompok berpenghasilan tinggi memiliki kecenderungan konsumsi marginal yang lebih rendah. Untuk mengatasi hal ini, Huang Yiping menyarankan tiga strategi: 1) **Pertahanan**: Memperkuat jaring pengaman sosial, penegakan antitrust di bidang AI, dan prioritas penciptaan lapangan kerja. 2) **Pemberdayaan**: Mereformasi sistem pendidikan untuk mencakup literasi AI dan pelatihan keterampilan seumur hidup agar pekerja dapat berkolaborasi dengan AI. 3) **Penyeimbangan Kembali**: Menjelajahi kebijakan seperti pajak redistributif pada keuntungan AI berlebih, mengklarifikasi hak milik data, dan potensi dana untuk berbagi manfaat AI secara lebih luas guna memastikan kemakmuran yang inklusif.

marsbit47m yang lalu

10% Keluarga AS Menguasai 88% Kekayaan, Bagaimana Kue Dibagi di Era AI?

marsbit47m yang lalu

Trading

Spot
活动图片