OpenSea investigating ‘Exploit Rumors’ as users complain of missing NFTs

CoinDeskDipublikasikan tanggal 2022-02-20Terakhir diperbarui pada 2022-03-21

Abstrak

Emails purporting to be from the NFT marketplace about a planned smart contract migration may have been a phishing attack.

(Wenceslaus Hollar, courtesy of the Met Museum)

In the wake of a series of viral tweets from panicked NFT traders, leading marketplace OpenSea says it’s investigating “rumors of an exploit” connected to "Opensea related" smart contracts – a vulnerability that may have cost traders valuable tokens.

“We are actively investigating rumors of an exploit associated with OpenSea related smart contracts,” reads a statement Opensea posted to Twitter Saturday night in U.S. hours. “This appears to be a phishing attack originating outside of OpenSea's website. Do not click links outside of opensea.io.”

OpenSea had planned to revise its smart contract (the code governing its trading platform, essentially) by releasing a brand-new contract on Friday. The idea was that the upgraded contract would ensure old, inactive listings on the platform would eventually expire.

On Twitter, traders shared what they’d initially thought were official OpenSea emails about the migration process from contract A to contract B.

PeckShield, a blockchain security company that audits smart contracts, stated that the rumored exploit was “most likely phishing” – a malicious contract hidden in a disguised link. The company cited that same mass email about the migration process as one of the possible sources of the link.

The attacker’s address (which the blockchain explorer website Etherscan has already slapped with a “phish/hack” warning badge) holds about $1.7 million worth of ETH, as well as three tokens from the Bored Ape Yacht Club, two Cool Cats, one Doodle and one Azuki.

Bacaan Terkait

Setelah 540 Ribu Baris Kode, Garry Tan Menyadari Permainan Lama Pemrograman AI Sudah Berakhir

Editor's Note: Sementara banyak orang memperdebatkan apakah AI akan menggantikan programmer, Presiden YC Garry Tan justru mengajukan pertanyaan lain: Jika AI sudah dapat menyelesaikan sebagian besar pekerjaan pemrograman, mengapa kita masih mengelolanya dengan cara lama seperti perangkat lunak biasa? Awal tahun ini, Garry Tan menghabiskan beberapa bulan untuk membuat proyek "Garry's List" dengan Rails dan AI Agent, yang menghasilkan lebih dari 540.000 baris kode. Namun, ia menyimpulkan bahwa kode tersebut tidak penting. Yang berharga adalah "GStack"—kerangka kerja pengembangan baru yang dibangun di sekitar alur kerja AI Agent. Menurutnya, industri perangkat lunak selama ini terbiasa membungkus model AI dengan banyak tes, validator, mekanisme percobaan ulang, dan logika kontrol. Ini seperti membangun "pabrik Foxconn" untuk pekerja AI yang sangat cerdas—membatasi agen yang sebenarnya sudah mampu dengan banyak aturan. Dengan biaya model yang turun cepat dan kemampuannya meningkat, fokus pengembangan perangkat lunak beralih dari "menulis lebih banyak kode" ke "merancang lebih banyak kemampuan." Tan mengusulkan menggunakan Markdown untuk membuat "skill pack" (paket keterampilan yang dapat diuji dan digunakan kembali), di mana Agent dapat secara otomatis menghasilkan kode, tes, dan sistem evaluasi. Sebagai contoh, pekerjaan menilai hackathon yang biasanya memakan waktu berhari-hari kini dapat diselesaikan oleh Agent dalam beberapa puluh menit. Intinya, artikel ini membahas akhir dari logika industrialisasi perangkat lunak. Ketika kode bukan lagi sumber daya paling langka, kompetensi inti insinyur juga bergeser: Daripada menulis lebih banyak kode, kemampuan untuk menilai apa yang layak dibangun, mendefinisikan masalah, dan mengemas pengalaman menjadi aset kemampuan yang dapat digunakan kembali menjadi lebih penting. Kesimpulannya: Insinyur terbaik di masa depan mungkin bukan yang menulis kode paling banyak, tetapi yang menulis paling sedikit namun mampu melepaskan kecerdasan paling besar.

marsbit1j yang lalu

Setelah 540 Ribu Baris Kode, Garry Tan Menyadari Permainan Lama Pemrograman AI Sudah Berakhir

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures

Artikel Populer

Cara Membeli LINK

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian ChainLink (LINK) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli ChainLink (LINK) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan ChainLink (LINK) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan ChainLink (LINK) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading ChainLink (LINK)Lakukan trading ChainLink (LINK) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

945 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.13Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli LINK

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga LINK (LINK) disajikan di bawah ini.

活动图片