战事60天,美伊“不战不谈”还要僵多久

marsbitDipublikasikan tanggal 2026-04-29Terakhir diperbarui pada 2026-04-29

来源:新华网

伊朗战事爆发至今已60天,美国和伊朗陷入“不战不谈”的对峙僵局。日前,伊朗外长访问多国,以“外交攻势”应对美国的“史诗怒火”和“经济狂怒”。

美伊为何陷入目前的僵局?这样的僵局还会持续多久?

国际舆论认为,美伊或陷入一种“冻结冲突”的局面,战火重燃的风险依然较高但双方又都不愿打响全面战争。另外,紧张局势仍继续外溢,持续冲击地区和全球安全与发展,“美国为维护霸权而发起的这场战争,正让全世界为之买单”。

伊朗“外交攻势”显露何种策略转变

连日来,伊朗外长阿拉格齐展开多线外交,接连访问巴基斯坦,还前往阿曼会晤阿曼苏丹海赛姆。阿拉格齐27日的俄罗斯之行,尤其广受关注。

俄总统普京在圣彼得堡与阿拉格齐畅谈一个半小时。普京表示,俄方将尽全力维护伊朗以及中东地区其他国家的利益,全力推动中东地区尽快实现和平。

4月25日,巴基斯坦总理夏巴兹(左)在首都伊斯兰堡同伊朗外长阿拉格齐举行会谈。新华社发(巴基斯坦总理办公室供图)

综合各方消息,通过阿拉格齐的访问,伊方提出了与美谈判的“分步走”新方案:首先聚焦霍尔木兹海峡危机和美国海上封锁问题,停火将被长期延长或各方将同意永久结束战事,核谈判只有在海峡重新开放、美国封锁解除后才开始举行。

阿拉格齐还向巴基斯坦转交了结束战事的伊方条件,包括实施霍尔木兹海峡新管理制度、获得战争赔偿、确保美国解除海上封锁并不再发动侵略等。

美国确认已收到伊方方案,但反应并不积极。一名美国官员称,总统特朗普27日表示“不喜欢这个方案”,原因在于该方案未涉及核问题。

分析人士认为,从美伊态度来看,双方依然有继续谈判的意愿。

伊朗提出新方案,显示其策略已从初期的全面、一步到位思路,转向分阶段、更务实的行动框架。在坚守底线的同时,伊方选择以多线外交为抓手,通过“主动出招”来试探美方反应,争取新一轮谈判的主导权。

美伊缘何陷入“不战不谈”僵局

专家认为,缘于三方面原因,美伊陷入“不战不谈”的僵持局面,且这种僵局在一定时间内或将持续。

首先,政治互信全无。伊朗德黑兰大学教授哈桑·艾哈迈迪安说,伊朗已对美国放弃幻想,不会轻易接受美方谈判条件。阿拉格齐近日两度到访巴基斯坦,更多只是为了对巴方斡旋努力有所交代。

其次,谈判立场对立。目前,美伊双方在核项目和霍尔木兹海峡两大核心问题上的分歧仍然“无法调和”。同时,双方的谈判目的几乎已是“明牌”。卡塔尔半岛电视台报道认为,在战场难占上风的情况下,美方企图借谈判“以压促变”、获得在战场上未能得到的东西;而伊朗同样将谈判视为“战争外延”,不会轻易妥协。

第三,双方国内承压。上海外国语大学专家包澄章认为,美伊双方都面临国内压力。特朗普政府深陷两难:既不愿在谈判中妥协,也不愿再度与伊朗开战,加之中期选举临近,其政策空间进一步受限。而在伊朗方面,新一届领导层希望通过对美强硬立场稳固国内形势,但同时因战事损耗和损失也难以继续作战。

4月16日,美国总统特朗普在华盛顿白宫南草坪接受媒体采访。新华社发(李源清 摄)

分析认为,“不战不谈”僵局的背后,是双方都在试图用时间换取战略空间。美方企图通过海上封锁“拖垮”伊朗经济,甚至引发伊朗国内变局;伊方则希望借油价波动下的经济压力和美国中期选举的政治压力,“压垮”特朗普政府。

如果没有重大突发变局,这种对峙僵局或将延续。澳大利亚学者认为,这种僵局或成为一种“冻结冲突”的状态,即战事根源未解决、低烈度冲突随时可能爆发,但不会达到“全面战争”的程度。

战事60天“如何冲击”世界

美国和以色列发动的战事已持续两个月,对中东、世界甚至“你我他的生活”造成日益深远的影响。美国媒体说,“全世界都在为美国发起的战争买单”。

——霍尔木兹海峡或带来“难以挽回的冲击”。因战事受阻的霍尔木兹海峡进入美伊“双重封锁”模式,持续冲击全球能源市场、阻塞贸易和供应链、给粮食系统带来压力、震荡全球金融环境并引发多国通胀风险。为此,多家机构下调今年全球经济增长预期。

《日经亚洲》杂志文章说,这是“半个世纪以来最具经济破坏性的战事”,撼动全球经济多个支柱,而且其影响将持续多年、无法迅速逆转。

4月26日,黎巴嫩南部一处地点遭以军袭击后升起浓烟。新华社发(吉尔·科恩·马根 摄)

——地区陷入安全和发展双重困境。美以与伊朗的博弈僵局或长期持续,战火重燃并升级的风险无法消除,同时也门胡塞武装、黎巴嫩真主党等更多地区力量可能卷入,地区将面临长期动荡。

尤其是对海湾国家而言,美国的“安全保障”反而成为“风险诱因”,地区持续动荡已让其丧失“中东稳定绿洲”的投资地位,地区安全和发展同时面临困境。

——国际秩序受到冲击。伊朗战事显示,美国霸权行为已形成一种极度危险的惯性,成为当前全球动荡根源。强权若不受遏制,规则一旦被打破,也将引发“破窗效应”,一些原本不可想象的危险行径会更多、更频繁发生,世界将变得更加动荡和混乱。

旨在维护美国霸权的伊朗战事正引发世界“系统性危机”,印度政策研究中心教授布拉马·切拉尼说,“而全球才刚刚开始为此买单。”

Bacaan Terkait

The Impossible Triad Is Fundamentally a Pseudo-Problem

**Judul: Segitiga Mustahil Sebenarnya Masalah Palsu** Industri crypto telah membangun sistem kriptografi paling kuat, tetapi ironisnya gagal melindungi privasi keuangan pengguna. Setiap transaksi dan kepemilikan terpapar secara publik. Blokchain pada dasarnya adalah komputer bersama yang lambat dan mahal, yang nilainya terletak pada akses tanpa izin dan konsensus terdesentralisasi. Selama satu dekade, industri terobsesi dengan "trilema" skalabilitas, keamanan, dan desentralisasi. Namun, kendala sebenarnya yang menghalangi masuknya modal triliunan dolar justru adalah **legalitas** dan **privasi**. 1. **Legalitas:** Sifat tanpa izin menciptakan ketidakpastian hukum. Namun, perkembangan regulasi seperti Undang-Undang GENIUS di AS mulai memberikan kejelasan kerangka hukum. 2. **Privasi:** Transparansi rantai publik bukanlah fitur, melainkan **pajak**. Setiap posisi dan transaksi yang terbuka mengundang eksploitasi seperti MEV (Miner Extractable Value), yang telah menyedot miliaran dolar dari pengguna biasa. Modal institusional besar tidak akan pernah menempatkan neracanya di tempat yang bisa dibaca pesaing secara real-time. Solusinya bukan transparansi penuh atau penyembunyian total. Kriptografi modern memungkinkan **privasi yang patuh (compliant privacy)**. Kita dapat membuktikan suatu pernyataan (misalnya, kecukupan cadangan, kepatuhan KYC, transaksi bersih) tanpa membongkar data dasarnya. Audit dan kepatuhan tetap terjaga, tetapi kebocoran informasi dan "pajak transparansi" dihilangkan. Dengan menutup dua cacat ini—melalui kemajuan regulasi dan adopsi privasi yang dapat dibuktikan—blokchain akan mengalami peningkatan murni. Ia akan berubah dari "spreadsheet Google yang mahal dan terbuka" menjadi mesin bersama yang dapat dipercaya yang akhirnya dapat menjaga rahasia. Inilah jembatan yang akan membawa sistem keuangan bernilai triliunan dolar ke dalam dunia yang sebenarnya dirancang untuknya sejak awal.

marsbit7j yang lalu

The Impossible Triad Is Fundamentally a Pseudo-Problem

marsbit7j yang lalu

Chip Optik, Perluasan Kapasitas Produksi Secara Kolektif

Kebutuhan chip optik sedang melonjak, memicu gelombang ekspansi kapasitas global di seluruh rantai pasokan. Di AS, Coherent memperluas pabrik 6 inci InP di Texas dengan pendanaan pemerintah, didukung investasi strategis dari Nvidia. Nokia menambah kapasitas pengujian dan pengemasan chip fotonik. Di Jepang, JX Advanced Metals berinvestasi besar untuk meningkatkan produksi substrat InP hingga 7-10 kali lipat. Di Eropa, IQE dan Tower Semiconductor menyepakati kesepakatan pasokan wafer epitaksial InP jangka panjang, menandakan konvergensi antara platform silicon photonics dan material III-V. Di Cina, perusahaan seperti Suzhou Ray Technology (Soluxe) dan San'an Optoelectronics secara agresif memperluas produksi chip optik dan bahan baku seperti InP. Ekspansi ini didorong oleh permintaan bandwidth yang meledak dari pusat data AI, terlepas dari jalur arsitektur masa depan seperti CPO (Co-Packaged Optics). Laporan Morgan Stanley menekankan bahwa kebutuhan konten optik akan terus tumbuh, baik dengan modul pluggable tradisional, NPO, CPO, atau arsitektur hybrid. Berbagai rute sumber cahaya seperti SiPh + Laser CW, VCSEL, dan MicroLED diperkirakan akan hidup berdampingan untuk aplikasi jarak berbeda dalam pusat data. Pada dasarnya, ini adalah perlombaan kapasitas global di mana AS membangun kembali manufaktur domestik, Jepang menguasai bahan baku, Eropa mendorong integrasi heterogen, dan Cina dengan cepat mengembangkan rantai pasokan terintegrasi secara vertikal. Perlombaan senjata di era fotonik telah memasuki tahap intensif.

marsbit9j yang lalu

Chip Optik, Perluasan Kapasitas Produksi Secara Kolektif

marsbit9j yang lalu

1996 atau 1999? Ujian Pertama Wash adalah 'Bagaimana Melihat AI'

Artikel ini membahas dilema utama yang dihadapi ketua Federal Reserve terbaru, Christopher Warsh, dalam menanggapi ledakan AI. Inti persoalannya adalah apakah kemajuan AI saat ini mirip dengan situasi 1996 — di mana Alan Greenspan membiarkan ekonomi tumbuh tanpa menaikkan suku bunga karena percaya pada pertumbuhan produktivitas — atau lebih mirip 1999, ketika Greenspan akhirnya menaikkan suku bunga secara agresif untuk mencegah overheating ekonomi. Warsh cenderung pada pendekatan 1996, berargumen bahwa manfaat produktivitas AI membutuhkan waktu untuk terlihat dalam data resmi, dan menaikkan suku bunga terlalu dini justru dapat meredam pertumbuhan yang sebenarnya membantu menekan inflasi. Namun, konteks makroekonominya berbeda: tekanan tarif, defisit fiskal yang membesar, dan memudarnya manfaat globalisasi membuat risiko inflasi lebih tinggi daripada era 1990-an. Di sisi lain, kritikus seperti Austan Goolsbee dari Bank Sentral Chicago berpendapat bahwa ledakan AI yang sudah diantisipasi banyak orang justru dapat memicu kenaikan pengeluaran di muka, mendorong overheating ekonomi dan mengharuskan kenaikan suku bunga yang lebih tajam nantinya. Perdebatan ini mencerminkan perpecahan internal di Fed. Paradoks terakhir bagi Warsh adalah keinginannya untuk menghapus "forward guidance" (panduan kebijakan ke depan), suatu praktik yang justru dibuat pada 1999. Jika ekonomi memburuk, ia harus memilih antara menggunakan alat yang ingin dihapusnya atau menghadapi gejolak pasar akibat ketidakpastian. Jawaban atas semua ini bergantung pada penilaiannya: apakah kita berada di tahun 1996 atau 1999?

marsbit12j yang lalu

1996 atau 1999? Ujian Pertama Wash adalah 'Bagaimana Melihat AI'

marsbit12j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片