U.S. Senators Press DOJ Deputy AG Over Alleged Crypto Conflicts of Interest

TheNewsCryptoDipublikasikan tanggal 2026-01-29Terakhir diperbarui pada 2026-01-29

Abstrak

Six U.S. senators, including Mazie Hirono and Elizabeth Warren, have questioned Deputy Attorney General Todd Blanche over potential conflicts of interest regarding his role in the DOJ's cryptocurrency enforcement. They cited a 2025 memorandum in which he reduced crypto enforcement actions and dissolved a dedicated team, while reportedly holding between $158,000 and $470,000 in Bitcoin and Ethereum at the time. The senators allege this may violate federal ethics laws. They have demanded documents related to his holdings and communications with ethics officials by February 11, 2026, emphasizing oversight of DOJ policy changes affecting the digital asset industry. The DOJ has previously stated his financial disclosures were properly reviewed.

Six senators from the U.S. questioned Deputy Attorney General Todd W. Blanche about possible conflicts of interest concerning his role in the enforcement of cryptocurrencies at the Department of Justice (DOJ). In January 2026, U.S. Senators Mazie K. Hirono, Elizabeth Warren, Richard Durbin, Sheldon Whitehouse, Christopher Coons, and Richard Blumenthal questioned Blanche about his reduction of the enforcement of cryptocurrencies at the DOJ in relation to his large digital assets.

The letter by the senators refers to the memorandum by Blanche in April 2025, in which he ordered the DOJ to decrease the number of enforcement actions regarding cryptocurrencies and to “dissolve” the National Cryptocurrency Enforcement Team. The letter points out that at the time of this memorandum, Blanche had “significant” investments in Bitcoin and Ethereum, estimated to be between $158,000 and $470,000. The senators think that his involvement in this policy issue, while still holding these assets, at least raises the appearance of a conflict of interest, which may violate 18 U.S.C. 208(a), a federal law that regulates the management of personal financial interests and the decision-making process in the executive branch.

Enforcement and Ethics Compliance Issues

The letter from the senators demands that Blanche furnish information and correspondence with ethics officials regarding his holdings and the date of his divestment, which took place several months after he agreed to divest his holdings earlier in the year. The senators gave Blanche until February 11, 2026, to furnish the necessary documents, underscoring congressional oversight of the DOJ policy changes that affect the digital asset industry. The senators also reiterated their previous concerns regarding the DOJ’s cryptocurrency enforcement policy, including the possibility of sanctions evasion and illicit finance.

Blanche and the DOJ had previously stated that the process of his financial disclosures and potential conflicts of interest had been properly reviewed and cleared in advance, although this has been disputed by ethics officials and lawmakers alike.

The letter written by the senators to Deputy Attorney General Blanche involves high-level ethical and legal issues about DOJ decision-making and personal financial interests in the context of cryptocurrency enforcement policy. By writing the letter, lawmakers are exercising their oversight role and highlighting the importance of transparency in federal enforcement actions that include emerging digital markets. The outcome of this investigation may influence future debates on ethics guidelines and digital assets regulation at federal agencies.

Highlighted Crypto News:

XRP Millionaire Wallets Rise Again in Encouraging Sign for Long-Term Holders: Santiment

TagsCryptoUS Senate

Kripto yang Sedang Tren

Pertanyaan Terkait

QWhich U.S. Senators questioned Deputy Attorney General Todd W. Blanche about potential conflicts of interest regarding cryptocurrency enforcement?

AU.S. Senators Mazie K. Hirono, Elizabeth Warren, Richard Durbin, Sheldon Whitehouse, Christopher Coons, and Richard Blumenthal.

QWhat specific action did Deputy Attorney General Blanche take regarding cryptocurrency enforcement at the DOJ in April 2025?

AHe issued a memorandum ordering the DOJ to decrease the number of cryptocurrency enforcement actions and to dissolve the National Cryptocurrency Enforcement Team.

QWhat was the estimated value of Blanche's investments in Bitcoin and Ethereum mentioned in the senators' letter?

AThe investments were estimated to be between $158,000 and $470,000.

QWhich federal law do the senators suggest Blanche's actions may have violated?

A18 U.S.C. 208(a), a federal law that regulates the management of personal financial interests and decision-making in the executive branch.

QWhat information did the senators demand from Blanche and what was the deadline for his response?

AThey demanded information and correspondence with ethics officials regarding his holdings and the date of his divestment. The deadline given was February 11, 2026.

Bacaan Terkait

Baru Saja Raup Dana Rp 2,7 Triliun, Fei-Fei Li Juga Berinvestasi

Ilmuwan ternama dan mantan peneliti senior DeepMind, Pete Florence, baru saja menggalang dana US$4 miliar (sekitar Rp27 triliun) untuk perusahaannya, Generalist AI. Menariknya, meskipun dikenal sebagai salah satu perintis arsitektur model "dunia nyata" (world model) atau Vision-Language-Action (VLA), Florence secara terbuka menolak label "world model" untuk perusahaannya. Florence, yang dibimbing oleh ahli robotika fisik Rusia Tedrake di MIT, percaya bahwa fokus utama seharusnya pada *tujuan*, bukan sekadar *label*. Tujuannya adalah menciptakan robot yang dapat melakukan tugas fisik apa pun dengan tingkat keberhasilan dan kecepatan tinggi, tanpa memerlukan data spesifik untuk setiap tugas, mirip seperti manusia. Generalist AI telah meluncurkan dua model: GEN-0 (2025) dan GEN-1 (2026). GEN-1 diklaim memiliki tingkat keberhasilan 99% dalam tugas-tugas rumit seperti melipat kardus dan merawat robot, berkat pelatihan dengan data interaksi fisik skala besar yang dikumpulkan melalui sarung tangan mekanis khusus. Kemajuan ini menunjukkan bahwa model fisik mereka mendekati titik balik menuju utilitas komersial, mirip dengan GPT-3 untuk bahasa. Pendanaan putaran ini, yang meningkatkan valuasi perusahaan menjadi US$20 miliar, dipimpin oleh investor seperti NVentures (Nvidia), Bezos Expeditions, NFDG, serta figur ternama termasuk pendiri Xiaomi Bin Lin, pendiri Zoom Eric Yuan, dan ilmuwan terkemuka Fei-Fei Li. Investor percaya pada visi Florence untuk mewujudkan robot serba bisa yang benar-benar berguna dalam kehidupan nyata.

marsbit9m yang lalu

Baru Saja Raup Dana Rp 2,7 Triliun, Fei-Fei Li Juga Berinvestasi

marsbit9m yang lalu

Dua Legenda Hilang dalam Tiga Hari: Bendungan Talenta AI Google, Mulai Jebol?

Dalam tiga hari, Google kehilangan dua tokoh legendaris AI. Noam Shazeer, penulis inti makalah Transformer dan pemimpin bersama Gemini, meninggalkan Google untuk bergabung dengan OpenAI. Dua hari kemudian, John Jumper, pemenang Nobel Kimia 2024 dan pemimpin inti AlphaFold, meninggalkan Google DeepMind untuk bergabung dengan Anthropic. Tren ini diperkuat dengan keputusan mantan anggota pendiri OpenAI, Andrej Karpathy, yang bergabung dengan Anthropic pada Mei. Kehilangan ini mencerminkan tren yang lebih luas: aliran talenta AI puncak dari Google ke OpenAI dan Anthropic. Penyebabnya adalah perbedaan mendasar dalam misi. Bisnis inti Google adalah iklan, sehingga penelitian AI sering kali harus selaras dengan tujuan komersial. Sebaliknya, OpenAI berfokus pada AGI untuk kemanusiaan, sementara Anthropic berfokus pada keamanan AI, memungkinkan peneliti berkonsentrasi penuh pada kemajuan teknologi. Faktor lain termasuk prospek kekayaan dari IPO yang akan datang di OpenAI dan Anthropic, yang menawarkan potensi imbalan ekuitas yang jauh lebih besar dibandingkan dengan raksasa matang seperti Google. Selain itu, penggabungan Google Brain dan DeepMind pada 2023 dianggap gagal menyelesaikan ketegangan antara penelitian jangka panjang dan tekanan komersialisasi. Google masih memiliki aset kuat seperti infrastruktur komputasi dan data, tetapi kehilangan talenta kritis ini merupakan tantangan struktural yang mendalam. Di bidang AI, retensi talenta terbaik ternyata lebih sulit daripada membangun model yang paling canggih sekalipun.

marsbit2j yang lalu

Dua Legenda Hilang dalam Tiga Hari: Bendungan Talenta AI Google, Mulai Jebol?

marsbit2j yang lalu

Di Balik 'Raport' AI, Tersembunyi Seorang 'Pembuat Soal' Tionghoa

Setiap kali model AI terdepan dirilis, industri melihat "laporan nilai" seperti MMLU-Pro, MMMU, dan MMMU-Pro. Tolok ukur ini telah menjadi bahasa umum untuk mengevaluasi kemampuan model. Di baliknya adalah nama seorang peneliti Tionghoa, Chen Wenhu, asisten profesor di University of Waterloo. Dia dan lab TIGERLab-nya menciptakan MMLU-Pro karena MMLU lama tidak lagi efektif—model canggih seperti OpenAI o3 hampir mencapai nilai sempurna. MMLU-Pro, dengan 12.032 soal lebih sulit dan 10 pilihan jawaban, berhasil membedakan kembali kemampuan model. Selain itu, mereka mengembangkan MMMU untuk mengevaluasi model multimodal (teks dan gambar) pada 11.500 soal dari berbagai disiplin ilmu. Bahkan model terkuat seperti GPT-4V hanya mencapai akurasi 56%. MMMU-Pro kemudian dibuat agar model tidak bisa mengandalkan teks saja dan harus benar-benar memahami informasi visual. Chen Wenhu memiliki latar belakang riset dalam pemahaman informasi kompleks. Pengalamannya di Google DeepMind untuk proyek Gemini membantunya memahami celah dalam evaluasi. Labnya juga mengerjakan penelitian model, seperti UniVideo untuk video dan MoCha untuk karakter virtual, yang memperdalam pemahaman mereka dalam merancang tolok ukur yang solid. Kini, dia bergabung dengan Meta untuk fokus pada data pelatihan dan evaluasi multimodal. Karyanya menggarisbawahi kontribusi signifikan peneliti Tionghoa di balik layar dalam membentuk standar evaluasi AI global.

marsbit2j yang lalu

Di Balik 'Raport' AI, Tersembunyi Seorang 'Pembuat Soal' Tionghoa

marsbit2j yang lalu

Surat Terbuka dari Co-Founder Alliance untuk Para Entrepreneur: Ditulis pada Saat Cursor Dijual dengan Nilai $600 Miliar

Alliance Co-founder memberikan surat untuk wirausahawan, menggunakan contoh Cursor yang dijual seharga $60 miliar, untuk membahas esensi memulai bisnis dan pola umum kesuksesan perusahaan-perusahaan besar. Surat ini menekankan bahwa banyak calon pendiri menyerah terlalu cepat karena mengira peluang telah habis, padahal mereka tidak melihat bahwa perusahaan sukses seperti Cursor, Stripe, Figma, dan Shopify memulai dengan keyakinan yang tidak populer tentang tren jangka panjang. Mereka menghabiskan bertahun-tahun membangun produk sebelum masa depan itu menjadi jelas bagi semua orang. Pola dasarnya adalah: mengidentifikasi pergeseran teknologi, menemukan sudut pandang yang unik, fokus pada pengguna intensif, dan eksekusi yang gigih. Surat ini membagi peluang menjadi dua fase: di awal siklus teknologi, peluang terletak pada membuat teknologi baru dapat digunakan; di fase pertengahan/akhir, peluang terletak pada menemukan "kebalikan" atau titik buta yang diabaikan oleh pemain generasi pertama. Surat ini memberikan panduan praktis: benamkan diri di pasar, gunakan semua produk terkait, wawancarai pengguna, temukan masalah yang sangat mendesak ("pain point"). MVP harus sangat fokus, memberikan alasan kuat bagi pengguna untuk beralih dengan biaya rendah. Saluran distribusi sama pentingnya dengan produk itu sendiri, dan seringkali merupakan parit pertahanan. Pendiri harus membangun mesin distribusi, tidak hanya produk. Terakhir, ketangguhan dan ketahanan tidak dapat diajarkan, hanya didapat dari pengalaman. Banyak perusahaan besar hampir gagal berkali-kali. Pelajarannya bukan bahwa pendiri itu jenius, tetapi mereka bertahan cukup lama sehingga wawasan mereka menghasilkan efek majemuk. Intinya tidak ada rahasia. Ini tentang melakukan hal-hal mendasar secara konsisten dalam jangka panjang. Surat ini menutup dengan seruan: "Dunia adalah milik kalian. Mulailah mencipta."

marsbit2j yang lalu

Surat Terbuka dari Co-Founder Alliance untuk Para Entrepreneur: Ditulis pada Saat Cursor Dijual dengan Nilai $600 Miliar

marsbit2j yang lalu

Trading

Spot
Futures

Artikel Populer

Cara Membeli AB

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian AB (AB) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli AB (AB) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan AB (AB) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan AB (AB) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading AB (AB)Lakukan trading AB (AB) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

822 Total TayanganDipublikasikan pada 2025.02.18Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli AB

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga AB (AB) disajikan di bawah ini.

活动图片