Lido Staking Woes Continue as stETH Selloff Accelerates

FXEMPIREDipublikasikan tanggal 2022-06-15Terakhir diperbarui pada 2022-06-15

Abstrak

The largest Ethereum liquid staking platform Lido is feeling the pressure as its staked asset has not regained its peg and is started to get liquidated. The Lido stETH token has fallen 5% from its Ethereum price peg. Three Arrows Capital has been liquidating its stETH holdings. The embattled Celsius platform holds more than 400,000 stETH, causing concern.

Staked Ethereum tokens from the Lido network are being liquidated to markets as it has remained below its peg for the past few days.

Lido provides a liquid staking service whereby users can stake Ethereum and receive the equivalent value in a token called stETH. This can then be deposited in other decentralized finance (DeFi) protocols to generate additional yields on top of the staking reward or be used as collateral for loans.

It has several advantages over direct Ethereum staking as there is a flexible limit, and funds can be withdrawn or redeployed. To stake ETH on the Beacon Chain (Ethereum consensus layer) directly, there is a minimum of 32 ETH (worth approximately $38,400), and it remains locked there until after the Merge.

Lido Liquidation

Lido has been wildly popular for those that don’t have the minimum amount of ETH and want more flexibility with their investments. It has 4.2 million ETH staked, about a third of the total Ethereum staked overall (12.8 million ETH).

The problem arises when the stETH token falls below the price of Ethereum, which it is supposed to be pegged to at 1:1. Ethereum is currently trading at $1,217 while stETH is at $1,156, 5% lower, and only worth 0.927 of an ETH.

Adding fuel to the fire is the current liquidation of Lido’s staking token. According to a June 14 tweet by blockchain security firm PeckShield, venture capital firm Three Arrows Capital has been offloading stETH. At least 22,830 stETH tokens were converted back into ETH recently, according to the 3AC wallet address.

On June 15, 3AC co-founder Zhu Su attempted to alleviate the concern by tweeting: “We are in the process of communicating with relevant parties and fully committed to working this out.”

The Curve Finance DeFi platform has a liquidity pool for stETH and ETH that should be in balance. However, the de-pegging and stETH selloff has caused an imbalance in the pool. It is currently 78.4% heavy on stETH with just 21.6% in Ethereum.

Liquidity for staked Ether is shrinking, making it very difficult to conduct token swaps and collateralized loans using the Lido token.

The Celsius Concern

The Celsius fiasco has also been a cause for concern because the crypto lending platform holds a large amount of stETH. Earlier this week, Celsius sent millions of dollars worth of crypto to the FTX exchange in an attempt to shore up liquidity.

Celsius currently holds a whopping 409,260 stETH, equivalent to almost $500 million at the time of writing. If this is liquidated, the de-pegging situation will likely get far worse quickly.

On June 15, Bitcoin Magazine’s Dylan LeClair commented: “While everyone is focused on the Celsius collateralized loan, the biggest worry for the market may just be their massive stETH position. No resolution in sight.”

Bacaan Terkait

Jam Pemotongan Hadiah Bitcoin Menunjukkan Fase Dasar, Tetapi Sinyal Siklus Perlu Kehati-hatian

**Ringkasan Artikel:** Analis Crypto Rover berpendapat bahwa Bitcoin (BTC) sedang berada dalam fase "pembentukan dasar" (*bottoming phase*) berdasarkan siklus *halving*-nya. Ia membagikan bagan yang menunjukkan pola berulang pasca-*halving*, mengklaim bahwa ritme dan struktur pasar saat ini mirip dengan siklus-siklus sebelumnya. Ini mendukung narasi populer di kalangan trader bahwa fase konsolidasi saat ini mungkin akan diikuti oleh fase bullish yang lebih kuat. **Namun, klaim ini perlu disikapi dengan hati-hati.** 1. Sumber (Crypto Rover) dikategorikan sebagai influencer berisiko tinggi yang sering kali terlalu bullish dan promosional. 2. Analisis siklus *halving* menjadi kurang andal seiring matangnya pasar Bitcoin. Pasar kini melibatkan ETF spot, arus derivatif yang lebih besar, dan pengaruh makroekonomi, yang tidak ada di siklus awal. 3. Bagan yang ditampilkan tidak dilengkapi model statistik, konfirmasi *on-chain*, atau level invalidas yang jelas. **Kesimpulan untuk Trader:** Pandangan siklus ini memberikan kerangka waktu naratif bagi para *bull* (pihak yang optimis). Namun, Bitcoin masih perlu membuktikan bahwa pembeli mampu mempertahankan level support kunci dan membentuk *higher low*. Sinyal nyata harus datang dari struktur harga, likuiditas, dan perilaku *on-chain*. Saat ini, argumen "jam *halving*" lebih tepat dianggap sebagai komentar pasar yang menarik, bukan sinyal trading yang terkonfirmasi.

bitcoinist1j yang lalu

Jam Pemotongan Hadiah Bitcoin Menunjukkan Fase Dasar, Tetapi Sinyal Siklus Perlu Kehati-hatian

bitcoinist1j yang lalu

9,4 Miliar, Ini Investasi Terbesar Robot Tahun Ini

**Neura, Perusahaan Robot Humanoid Jerman, Raup Rp94,9 Triliun dalam Pendanaan Seri C** Neura, perusahaan robot humanoid asal Munich, Jerman, berhasil mengumpulkan pendanaan seri C sebesar $14 miliar atau sekitar Rp94,9 triliun. Pendanaan ini menempatkan valuasi perusahaan sekitar $7 miliar, membawanya ke jajaran teratas perusahaan robot humanoid global. Yang menarik dari pendanaan ini adalah profil investor. Selain raksasa teknologi seperti NVIDIA, Amazon, dan Qualcomm, dua nama besar industri Jerman, **Schaeffler** (pembuat bantalan dan sistem transmisi) dan **Bosch** (komponen otomotif & peralatan industri), turut serta. Keikutsertaan mereka menandakan pergeseran logika dalam industri: robot humanoid tidak lagi sekadar demonstrasi teknologi, tetapi mulai dilihat sebagai solusi yang siap diimplementasikan di lantai pabrik. Neura sendiri sudah memiliki klien nyata seperti BMW. Pendanaan besar-besaran ke sektor ini didorong oleh dua hal utama: **titik kritis kemampuan AI** (terutama model besar yang meningkatkan persepsi dan pengambilan keputusan robot) dan **tekanan kebutuhan industri** (kekurangan tenaga kerja terampil dan biaya tenaga kerja yang terus naik secara global). Saat ini, ada dua jalur berbeda yang ditempuh perusahaan robot: 1. **Robot Humanoid Umum**: Bertujuan membuat robot serbaguna seperti Figure AI. Jalur ini menjanjikan namun penuh tantangan teknis dan siklus komersialisasi panjang. 2. **Fokus pada Skenario Industri Spesifik**: Seperti Neura, yang memprioritaskan tugas-tugas industri berulang dan terdefinisi dengan baik (misalnya, di pabrik mobil). Jalur ini memiliki jalur komersialisasi yang lebih jelas. Tantangan utama ke depan bukan lagi pada kemampuan teknis dasar (bergerak, memahami perintah), tetapi pada **stabilitas, keandalan, dan pembentukan ekosistem komersial** di dunia nyata. Ini termasuk biaya adaptasi yang tinggi untuk setiap pabrik dan pembangunan sistem pemeliharaan yang tangguh. Namun, masuknya modal industri dari perusahaan seperti Schaeffler dan Bosch menunjukkan keyakinan bahwa tantangan-tantangan ini dapat diatasi. Pertempuran sesungguhnya untuk robot humanoid kini telah berpindah dari laboratorium ke lantai pabrik.

marsbit9j yang lalu

9,4 Miliar, Ini Investasi Terbesar Robot Tahun Ini

marsbit9j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片