Terra's Bitcoin Reserves Hit $1 Billion Following Aggressive Buying On Price Dips

zycryptoDipublikasikan tanggal 2022-03-27Terakhir diperbarui pada 2022-03-27

Abstrak

Terra has begun the purchase of $10 billion worth of Bitcoin to use it as a reserve asset.

Terra has begun the purchase of $10 billion worth of Bitcoin to use it as a reserve asset.

According to blockchain search and analytics engine Blockchair, Terra bought 5,934 BTC for approximately $260 million between 20th March and 24th March as part of its gradual accumulation plan for the said asset.

As of Saturday, 26th March, the network had accumulated a total of 15,390.9 BTC, bringing its total holdings to 24,954.95 BTC ($1,108,077,140.35). Terra, which is now the 40th largest BTC holder in the world plans on wrapping on Cosmos and depositing them in smart contracts supporting the algorithmic UST stable coin, with more purchases on the way.

Terra's BTC Reserves Hit $1 Billion Following Aggressive Buying On Bitcoin Price Dips

The purchase comes days after Do Kwon, founder of Terra and Terraform Labs announced that his firm was planning on purchasing Bitcoin worth $10 billion to back its UST stablecoin as part of its bigger strategy to decouple from centralized stablecoins while creating a more “sustainable and organic” stablecoin.

The plan to form a Bitcoin reserve for Terra’s UST has however been in the works, and as recently as last month, the Luna Foundation raised $1Billion for this purpose through a private sale of LUNA tokens.

After the event, Kwon stated that Terra would continue stacking its reserves “until it becomes mathematically impossible for idiots to claim de-peg risk for UST”. He thereafter outlined a $3 billion investment plan on Bitcoin before raising the bar to $10 billion. If Kwon’s purchase is to come to fruition, it would mean purchasing more than 232,018.50 BTC (at current prices) which is almost double what MicroStrategy holds.

Given the large sums involved, it is however sufficient to believe that the purchases will be rolled out gradually, catalyzing the ushering in of a “new monetary era of the Bitcoin standard”.

In the past two or so months, Terra’s ecosystem has been riding the DeFi wave, emerging out exceptionally strong due to its attractive UST stablecoin. As ZyCrypto reported, the ecosystem recently toppled Solana, Ethereum, Cardano, and Avalanche, becoming the most staked blockchain.

“One of the fastest-growing categories of applications on Terra has been neo banks that use stable coin rails to make transactions easier and to expose people to defy structured yields,” Kwon said in a podcast with ‘Udiverse’ on Tuesday.

That said, the purchase of $10 billion worth of Bitcoin could ignite a bullish run for the crypto asset as Terra continues to accumulate with no intention of selling. As stated, the process which will be gradual could also give Terra the much-needed attention, igniting a strong move for its native coin LUNA, which is currently trading at $90, up 110% in the past fifty days.

Bacaan Terkait

"Saham Lama" Menjadi "Saham Unggulan Baru": Bagaimana AI Menilai Ulang Infrastruktur Lama, dari Dell hingga Nokia?

Setahun lalu, mungkin sulit dipercaya bahwa perusahaan teknologi mapan seperti Dell, Nokia, Cisco, Corning, dan Western Data akan menjadi favorit pasar terkait AI. Dulu, mereka sering dianggap "lambat" dan "kurang menarik" dibandingkan pemain AI seperti Nvidia. Namun, performa mereka belakangan ini menonjol, mendorong pasar mengevaluasi ulang. Alasannya: AI kini bergerak dari parameter model ke pembangunan pusat data nyata. Tahap ini membutuhkan kemampuan pengiriman dan infrastruktur yang kokoh — persis keunggulan perusahaan-perusahaan lama ini. Penilaian ulang ini terbagi dalam tiga area utama: 1. **Server & Integrasi Sistem:** Dell dan HPE unggul karena kemampuan pasokan, pengiriman, dan integrasi sistem mereka. Mereka seperti kontraktor utama yang membangun "pabrik AI," mengubah chip menjadi sistem server yang siap beroperasi. 2. **Jaringan & Konektivitas:** AI berskala besar membutuhkan jaringan yang tangguh. Corning (serat optik), Nokia (jaringan nirkabel AI-RAN), dan Cisco (sakelar pusat data) menjadi krusial untuk menghubungkan dan mengoptimalkan kluster komputasi. 3. **Penyimpanan:** Ledakan data AI meningkatkan permintaan akan kapasitas penyimpanan besar, termasuk hard disk berkapasitas tinggi dari Western Digital dan Seagate untuk data yang tidak terlalu sering diakses. Namun, tidak semua perusahaan tua akan diuntungkan. Penilaian ulang yang nyata harus didukung oleh: **1) realisasi pesanan dan pendapatan AI**, **2) peningkatan panduan bisnis (guidance) dari perusahaan**, dan **3) peningkatan kualitas laba** yang berkelanjutan, bukan hanya pertumbuhan pendapatan sementara. Kesimpulannya, AI sedang masuk ke fase konstruksi fisik. Perusahaan teknologi mapan tidak tiba-tiba menjadi muda, tetapi **aset infrastruktur mereka kembali berharga di era AI**. Hanya perusahaan yang benar-benar dapat memasuki rantai pasokan pembangunan AI dan mengubah permintaan baru menjadi keuntungan berkelanjutan yang akan mengalami penilaian ulang logika bisnis yang sejati.

marsbit40m yang lalu

"Saham Lama" Menjadi "Saham Unggulan Baru": Bagaimana AI Menilai Ulang Infrastruktur Lama, dari Dell hingga Nokia?

marsbit40m yang lalu

Menguraikan Peluang Investasi di Era Penjelajahan Laut Besar, Invesco Great Wall Fund Merilis 'Laporan 2026 tentang Ekspansi Perusahaan China ke Luar Negeri'

**Era Navigasi Besar dalam Investasi: Analisis Peluang dan Laporan Invesco Great Wall** Invesco Great Wall Fund merilis **"Laporan Tren Baru dan Peluang Investasi Internasionalisasi Perusahaan China 2026,"** yang menyoroti "Era Navigasi Besar" bagi perusahaan China. Laporan ini menegaskan bahwa internasionalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk pertumbuhan dan bahkan kelangsungan bisnis, didorong oleh dinamika geopolitik dan peluang meningkatkan profitabilitas (margin laba luar negeri mencapai 28% vs 19.2% domestik). Laporan membedakan evolusi internasionalisasi: dari ekspor produk awal ("1.0") ke **"2.0"** yang mencakup ekspansi kapasitas, kemampuan operasional, layanan, dan rantai pasokan ke luar negeri. Kekuatan utama China meliputi **dividen insinyur** (SDM teknis melimpah), infrastruktur unggul, dan kluster industri yang lengkap. Beberapa sektor kunci dengan peluang besar diidentifikasi: 1. **Barang Modal ("Penjual Sekop"):** Seperti peralatan konstruksi dan peralatan kelistrikan, mendapatkan momentum dari permintaan pasar negara "Belt and Road" dan siklus investasi AI/global. 2. **Kendaraan Listrik (EV):** Masa depan terletak pada lokalisasi produksi dan rantai pasokan di luar negeri untuk mengatasi tarif. 3. **AI & Modul Optik:** Perusahaan China menunjukkan daya saing ekstrem dalam rantai pasokan AI global (contoh: modul optik untuk NVIDIA). Aplikasi AI (seperti model besar/Token) juga memiliki potensi ekspor. 4. **Obat Inovatif:** Memanfaatkan efisiensi pengembangan klinis dan SDM untuk lisensi internasional (BD), dengan potensi pertumbuhan sepuluh kali lipat di area seperti onkologi dan pengurangan berat badan. 5. **Merek Konsumen:** Beralih dari keunggulan biaya ke ekuitas merek bernilai tinggi, mengeksploitasi efisiensi rantai pasokan ("rasio rantai-harga"). Tantangan seperti geopolitik, kepatuhan lokal, dan hambatan budaya diakui. Kunci kesuksesan terletak pada lokalisasi, pembangunan kapasitas komersial, dan ketekunan. Internasionalisasi dipandang sebagai tren investasi jangka panjang yang akan membentuk narasi pasar modal China.

marsbit1j yang lalu

Menguraikan Peluang Investasi di Era Penjelajahan Laut Besar, Invesco Great Wall Fund Merilis 'Laporan 2026 tentang Ekspansi Perusahaan China ke Luar Negeri'

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片