This Week in Coins: Ethereum Takes Another Week of Losses, XRP Soars

DecryptDipublikasikan tanggal 2022-09-24Terakhir diperbarui pada 2022-09-24

Abstrak

ETH is down 19% since the merge. XRP ballooned this week when news broke that the SEC's lawsuit against Ripple may soon come to a conclusion.

The prices of crypto market leaders Bitcoin and Ethereum dipped on Wednesday following news that the United States Federal Reserve was hiking interest rates by another 75 basis points to stem the effects of inflation.

Back in June, when the Fed first raised interest rates by 75 basis points this year, many remarked that the hike was the steepest of its kind from the central bank since 1994.

In July, the Fed called another 0.75% hike. Bitcoin and Ethereum’s prices both actually jumped within an hour of the announcement. This isn’t typical market behavior, since interest rate hikes make it more expensive to borrow, which in turn means that investors are more likely to dump their riskier assets.

In any case, neither leading cryptocurrency held any ground this time around. Bitcoin fell .53% over the past seven days, according to CoinGecko, and currently trades for $19,086, while Ethereum sank 7.5% to $1,328.

Several other leading cryptocurrencies posted double-digit percentage losses this week, among them COSMOS, down 12% to $14.39. Ethereum Classic (ETC) dropped 15% to $28.74, and Near Protocol (NEAR) dipped 10.5% to $3.79.

But some names escaped contagion and managed to post double-digit percentage gains: Stellar (XLM) blew up 16% to $0.1243, Cronos climbed 16% to $0.1228, and Algorand (ALGO) ballooned 38% to $0.408.

The biggest rally was from XRP, which blew up 44% in one week to $0.5232. The pump followed news earlier this week that both Ripple and the SEC have filed motions for summary judgment in the $1.3 billion lawsuit, each maneuvering to dismiss the lawsuit before trial.

The SEC took Ripple to court in December 2020 for allegedly selling XRP as an unregistered security.

The week after the merge

Of course, ETH was already on a downslide before the inflation news from the Fed this week.

Data from Glassnode showed that predictions the merge would be a case of “buy the rumor sell the news” largely played out. “It is quite unsurprising that profits were taken where profits were available,” Glassnode wrote in its Monday merge. “Funding rates have since completely reverted to neutral [after sinking to an all-time low of -1,200% in the leadup to the merge], suggesting much of the short-term speculation premium has dissipated.”

Glassnode had in August reported an overwhelming demand to purchase call options for ETH at a premium, calling it a “state of extreme bullish bias” for the asset’s price in September. However, the same report noted that ETH's implied volatility was higher on downside price predictions than upside predictions, indicating that traders were “paying a premium for 'sell-the-news' put option protection post-Merge.”

Ethereum miners were cashing out big in the run-up to the merge. According to OKLink, which pulls data across a dozen different mining pools, including F2Pool, Binance, and BTC.com, miners sold a total of 14,785 ETH, totaling $19.73 million in transactions from September 9 to the day of the merge on September 15. The largest sale came on September 14 when miners offloaded nearly 8,032 Ethereum.

Gensler vs Ethereum

In a federal lawsuit against a crypto influencer filed on Monday, the SEC suggested that it believes the U.S. government has jurisdiction over all Ethereum transactions.

According to a sentence in the lawsuit’s 69th paragraph, the SEC claims it can sue Ian Balina not only because his case concerns transactions made in the United States, but also because the fact that most of the Ethereum network’s validators are in the U.S. means the entire blockchain falls under the government’s purview—or so the SEC is arguing.

Gensler has previously said that Bitcoin is a commodity, but many think his silence on Ethereum may be a sign that he views the blockchain as essentially a U.S. securities exchange. Just last week, Gensler said proof-of-stake cryptocurrencies, which allow holders to passively earn returns through staking, could be classified as securities: “from the coin’s perspective…that’s another indication that under the SEC's "Howey test," the investing public is anticipating profits based on the efforts of others.

MicroStrategy buys more Bitcoin

MicroStrategy isn't any less bullish on Bitcoin in its post-Saylor era: On Monday, the software firm added another 300 BTC, at the time worth around $6 million, to its treasury. MicroStrategy was already the single biggest corporate HODLer in the world, but the additional Bitcoin now means the company has 130,000 Bitcoins, or about $2.45 billion at the current price.

MicroStrategy’s stock dropped 6% at the start of trading on Monday on the Bitcoin buy, but had recovered by the following day.

Bacaan Terkait

Kalshi dan Coinbase Sama-sama Mendapat Persetujuan CFTC, Apakah Industri Kripto Masuki Era Paling Ramah Regulasi?

Pada 29 Mei, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) mengambil dua langkah penting: menyetujui kontrak berjangka abadi (perpetual) Bitcoin yang diajukan oleh Kalshi, serta mengeluarkan surat tidak mengambil tindakan penegakan hukum kepada Coinbase yang memungkinkan anak perusahaannya menawarkan produk berjangka abadi tertentu kepada klien AS. CFTC juga merilis pernyataan kebijakan yang memberikan kerangka kerja jelas untuk pencatatan kontrak abadi di pasar regulasi. Keputusan ini menandai langkah kunci menuju jalur kepatuhan untuk kontrak abadi di AS, yang sebelumnya berada dalam area abu-abu regulasi. CFTC menekankan bahwa kontrak abadi adalah alat penting untuk manajemen risiko dan penemuan harga di pasar aset kripto global. Persetujuan ganda ini membuka dua jalur kepatuhan: Kalshi melalui rute berjangka standar di pasar berjangka yang ditunjuk (DCM), sedangkan Coinbase melalui cara berjangka asing dengan agunan kripto. Kontrak abadi telah mendominasi pasar derivatif kripto global, mencakup sekitar 78% dari volume perdagangan. Kebijakan baru ini diharapkan dapat menarik aliran modal dari platform lepas pantai kembali ke saluran AS yang patuh, memfasilitasi partisipasi institusi tradisional seperti hedge fund, dan mendorong pengembangan produk derivatif kripto yang lebih lengkap di AS. Kebijakan ini dipandang sebagai langkah defensif oleh regulator AS dalam menghadapi inovasi pesat dari platform terdesentralisasi lepas pantai, sekaligus berpotensi memperkuat posisi kompetitif ekosistem kripto AS secara global. Momen ini mungkin menjadi era paling ramah regulasi bagi industri kripto.

marsbit36m yang lalu

Kalshi dan Coinbase Sama-sama Mendapat Persetujuan CFTC, Apakah Industri Kripto Masuki Era Paling Ramah Regulasi?

marsbit36m yang lalu

CEO Sharplink: Masa Depan Ethereum Sedang Berlangsung

**Ringkasan: "Sharplink CEO: Masa Depan Ethereum Sedang Berlangsung" oleh Joseph Chalom** Artikel ini, ditulis oleh Joseph Chalom (CEO Sharplink, mantan eksekutif BlackRock), membela Ethereum dan yayasannya (Ethereum Foundation/EF) di tengah kritik terkini. Ia berpendapat bahwa perdebatan seputar harga ETH atau drama di EF tidak melihat gambaran besar yang sesungguhnya. **Poin-poin Kunci:** 1. **EF Melakukan Tugasnya:** Ethereum telah membuktikan diri sebagai infrastruktur keuangan masa depan, unggul dalam tiga atribut yang paling penting bagi adopsi institusional: kepercayaan, keamanan, dan likuiditas. Hal ini tercermin dari dominasinya dalam penyelesaian nilai stablecoin global, tokenisasi aset dunia nyata (RWA), dan transaksi DeFi bernilai tinggi. Kesuksesan ini adalah hasil dari pengembangan protokol yang ketat dan peningkatan besar seperti The Merge, EIP-1559, dan Dencun. 2. **Desentralisasi adalah Kekuatan:** Kritik bahwa desentralisasi Ethereum adalah kelemahan justru keliru. Institusi membutuhkan infrastruktur yang tidak dapat dikendalikan atau diubah oleh sedikit pihak. Desentralisasi dan netralitas Ethereum yang andal adalah alasan utama mengapa ia dapat menjadi lapisan penyelesaian keuangan masa depan. EF seharusnya fokus pada atribut inti (CROPS: anti-sensor, anti-capture, open-source, privasi, keamanan), bukan pemasaran jangka pendek. 3. **Nilai ETH Dikaitkan dengan Pertumbuhan Jaringan:** Penulis membandingkan Ethereum dengan Amazon di masa awal. Nilai intrinsik ETH terikat erat dengan ekspansi jaringan Ethereum, yang potensi pasarnya adalah seluruh sistem keuangan global, bukan hanya perdagangan kripto. Dengan lonjakan volume transaksi yang akan datang dari stablecoin, RWA, DeFi, dan keuangan agen cerdas, ETH akan menjadi lapisan insentif yang sangat dibutuhkan untuk keamanan jaringan, meningkatkan premi moneternya. 4. **Belilah Saat Orang Lain Takut:** Seperti strategi Warren Buffett atau BlackRock selama krisis keuangan, saat terbaik untuk membangun eksposur ke aset berkualitas (seperti ETH) adalah ketika sentimen pasar sangat negatif dan investor ritel panik. 5. **Seruan untuk Suara Baru:** Saat ini ada kesenjangan kepemimpinan dalam pemasaran dan narasi Ethereum untuk institusi. Penulis menyerukan agar pemangku kepentingan ekosistem (seperti Sharplink, Consensys, Aave, dll) memainkan peran yang lebih besar dalam advokasi dan mendukung siklus adopsi institusional yang akan datang. **Kesimpulan:** Penulis sangat optimis tentang masa depan Ethereum. Fondasinya kuat, teknologi dan roadmap-nya ambisius, dan nilai jaringannya siap untuk ekspansi besar-besaran. Masa depan Ethereum sebagai infrastruktur keuangan global sedang dibangun sekarang, dan saatnya bagi pemangku kepentingan untuk bersuara dan mendukung perjalanan ini.

链捕手56m yang lalu

CEO Sharplink: Masa Depan Ethereum Sedang Berlangsung

链捕手56m yang lalu

Artikel: Mengurai Metodologi Investasi "Pakar Saham Serenity"

**Ringkasan Metodologi Investasi "Bottleneck Point" dari Serenity (@aleabitoreddit)** Metodologi inti Serenity adalah "Bottleneck Point Investing": mengidentifikasi tren besar yang pasti, memetakan rantai industrinya, menemukan titik hulu yang paling sulit diganti (bottleneck), dan bertaruh sebelum pasar memberi harga penuh. Metode ini dipecah menjadi lima faktor kunci: 1. **Permintaan Pasti:** Berdasarkan tren makro seperti ekspansi data center AI dan migrasi dari koneksi listrik ke optik. 2. **Pasokan Terbatas:** Mencari komponen/material yang penting, sulit diganti, dan kapasitas produksinya terbatas (contoh: substrate InP, peralatan uji). 3. **Perhatian Rendah:** Memfokuskan pada area yang kurang diliput media atau dipahami investor mainstream, di mana kemungkinan kesalahan harga lebih besar. 4. **Penangkapan Nilai:** Perusahaan bottleneck harus memiliki daya tawar, margin baik, dan penguncian pelanggan. 5. **Katalis:** Peristiwa jangka pendek seperti laporan keuangan, kualifikasi pelanggan, atau pengumuman regulasi yang mendorong realisasi nilai. **Contoh Penerapan:** * **$AXTI:** Produsen substrate InP, material penting untuk laser komunikasi optik kecepatan tinggi di data center AI. Dianggap sebagai bottleneck klasik. * **$AAOI / $LITE:** Dianalisis dalam konteks rantai pasokan untuk ASIC khusus cloud (seperti Microsoft Maia, Amazon Trainium) dan migrasi ke interkoneksi optik. **Langkah Praktis Menerapkan Pola Pikir Ini:** 1. Identifikasi tren besar yang sudah terbukti. 2. Petakan peta rantai industri dari hulu ke hilir. 3. Cari titik bottleneck sebenarnya (sulit diperluas/diganti). 4. Kumpulkan bukti (laporan tahunan, kualifikasi pelanggan, ekspansi kapasitas). 5. Lakukan manajemen risiko dengan mempertimbangkan skenario kegagalan. 6. Sesuaikan ukuran posisi dengan kedalaman penelitian pribadi. **Keterbatasan & Peringatan:** * Risiko *overfitting* dalam interpretasi data. * Valuasi sulit untuk perusahaan tahap awal dengan kinerja keuangan belum bagus. * Popularitas Serenity sendiri kini menjadi faktor pasar yang dapat memengaruhi harga. * Ada unsur *survivorship bias*; keberhasilannya juga didukung oleh kondisi bull market AI. * Metode ini membutuhkan penilaian ahli, informasi mendalam, disiplin, dan kemampuan menahan tekanan. **Kesimpulan:** Kunci yang dapat direplikasi bukanlah portofolio Serenity, tetapi proses risetnya: mulai dari tren, cari bottleneck, kumpulkan bukti, evaluasi valuasi, tunggu katalis, dan bertaruh dengan ukuran yang sesuai. Ini adalah strategi "jalan sempit" – menghindari saham populer dan mendalami titik kritis di dalam rantai industri.

链捕手1j yang lalu

Artikel: Mengurai Metodologi Investasi "Pakar Saham Serenity"

链捕手1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片