Pasar kripto saat ini memberikan sinyal yang beragam. Di grafik harga, situasi terlihat lebih baik. Pada waktu penerbitan, nilai total pasar telah naik 3,36% dan kembali ke sekitar $2,26 triliun. Namun, di kalangan investor, kepercayaan diri masih sangat rendah.
Meskipun harga naik, Indeks Ketakutan dan Keserakahan Kripto (Crypto Fear and Greed Index) masih terjebak dalam "Ketakutan Ekstrem". Ini menunjukkan bahwa banyak orang masih khawatir setelah naik turunnya harga baru-baru ini. Alih-alih merasa bersemangat, mereka takut pemulihan ini tidak akan bertahan.
Namun, menurut LunarCrush, firma keuangan mendominasi percakapan media sosial dalam 24 jam terakhir.
Lonjakan perhatian seputar firma keuangan besar ini dapat dikaitkan erat dengan pengaruh ETF yang semakin besar di pasar tradisional maupun kripto.
Vanguard dan BlackRock Mencuri Perhatian
Di puncak daftar adalah Vanguard dengan 11,73 ribu sebutan. Obrolan media sosial seputar Vanguard melonjak 146%, mendorong sebutan harian ke rekor tertinggi sepanjang masa yaitu 13,4 ribu.
Postingan tersebut mencatat,
“Engagement meningkat 481% dari rata-rata harian.”
Ini terutama karena adanya aliran masuk besar-besaran ke ETF S&P 500-nya, VOO. Dengan penambahan lebih dari $30 miliar tahun ini saja, Vanguard telah menjadi pintu masuk utama bagi investor yang mencari stabilitas.
Tak ketinggalan, BlackRock dengan 9,27 ribu sebutan, yang ETF Bitcoin [BTC]-nya telah menjadi gerbang utama bagi uang institusional untuk masuk ke kripto.
Selain itu, sentimen lain seputar BlackRock juga menambah hype.
“BLK adalah firma yang dipercaya orang untuk masa pensiun mereka atau dijadikan contoh ketika menjelaskan mengapa korporasi berperilaku buruk. Kedua kubu ini sama-sama vokal hari ini.”
JP Morgan Chase dan Goldman Sachs Tertinggal
JPMorgan Chase juga mendapat perhatian dengan 8,2 ribu sebutan, karena investor mencari stabilitas di luar ETF kripto. Lebih dari 282+ lonjakan menunjukkan adanya berita baru, kemungkinan komentar dari CEO Jamie Dimon atau positioning makro baru, yang memicu perhatian baru.
Sebaliknya, Goldman Sachs mengalami penurunan sebutan yang nyata, menjadikannya satu-satunya firma top lima yang kehilangan daya tarik sosial. Hal ini biasanya terjadi ketika sentimen pasar berubah menjadi hati-hati.
Sementara itu, Andreessen Horowitz (a16z) menonjol sebagai satu-satunya firma modal ventura di antara institusi triliunan dolar. Pembahasan yang stabil kemungkinan terkait dengan investasi AI dan kriptonya, bersama dengan visibilitas dari co-founder Marc Andreessen.
Firma besar lainnya seperti Apollo Global Management, Fidelity Investments, Galaxy Digital, Blackstone, Temasek Holdings, KKR, Pantera Capital, dan Bridgewater Associates juga menjadi bagian dari percakapan yang lebih luas.
Patut dicatat, Jane Street dan Third Point mengalami lonjakan perhatian yang sangat besar, kemungkinan didorong oleh perkembangan perdagangan atau regulasi tertentu. Akhirnya, kenaikan Pantera mencerminkan momentum yang berkelanjutan dalam diskusi yang berfokus pada kripto.
Sentimen Sosial Mungkin Menggerakkan Sentimen Investor
Data yang disebutkan di atas harus dibaca dalam konteksnya. Baru-baru ini, Google Trends mengungkapkan bahwa pencarian global untuk "kripto" berada pada level terendah dalam lebih dari setahun. Pada Agustus 2025, minat berada di puncaknya. Namun, pada waktu penerbitan, angkanya turun menjadi hanya 25.
Tidak hanya itu, frasa "Bitcoin akan menjadi nol" juga mencapai level tertinggi sepanjang masa pada Februari lalu.
Sederhananya, sementara kebanyakan orang bergegas keluar, manajer uang terbesar di dunia diam-diam bersiap dan mempersiapkan diri untuk fase berikutnya.
Ringkasan Akhir
- "Ketakutan Ekstrem" mencerminkan kelelahan emosional di antara investor ritel, belum tentu kolapsnya pasar.
- Data media sosial menunjukkan bahwa perhatian mungkin beralih dari token ke institusi yang mengontrol akses.





