Scott Bessent, Menteri Keuangan, mendorong perusahaan crypto, bank, dan pembuat undang-undang untuk berhentikan pertikaian dan mencari kompromi agar UU Clarity dapat dimajukan. Pernyataannya muncul tepat sebelum pertemuan penting di Gedung Putih.
Saat ini, RUU tersebut tertahan di Senat, dan perusahaan crypto dan bank bertemu minggu lalu tetapi gagal mencapai kesepakatan. Jadi pertemuan lain dijadwalkan hari ini untuk mencoba lagi. Bessent menegaskan bahwa menunggu undang-undang yang sempurna tidak realistis, dan hal itu dapat menciptakan ketidakpastian dan memperlambat inovasi di AS.
Tanggapan Scott Bessent atas pernyataan Brian Armstrong
Brian Armstrong, CEO Coinbase, berargumen bahwa mungkin lebih baik tidak memiliki RUU daripada mengesahkan RUU yang justru menciptakan masalah. Scott tidak setuju dengan pernyataannya, dan ia percaya bahwa beberapa regulasi lebih baik daripada tidak ada sama sekali. Dia memperingatkan bahwa beberapa kelompok yang menolak berkompromi dapat mencegah AS menjadi pemimpin crypto global.
Isu Kunci dalam Debat
Salah satu isu paling sensitif adalah apakah perusahaan stablecoin membayar bunga kepada pengguna. Bank khawatir bahwa jika stablecoin menawarkan imbal hasil (yield), maka orang akan mulai memindahkan uang dari simpanan bank, dan ini dapat melemahkan sistem perbankan tradisional. Di sisi lain, perusahaan crypto berargumen bahwa imbal hasil membantu mereka bersaing, dan pengguna mengharapkan pengembalian yang serupa dengan produk tabungan. Topik lainnya adalah akses terbatas bagi perusahaan crypto ke sistem pembayaran yang dijalankan oleh Federal Reserve. Hal ini menciptakan lebih banyak ketegangan antara perusahaan crypto dan bank.
Pertemuan hari ini sangat penting dan dapat menentukan apakah RUU ini akan maju dan bagaimana stablecoin akan bekerja di AS dengan aturan operasi yang lebih jelas bagi perusahaan. Jika tidak ada kesepakatan yang dicapai, maka pembuat undang-undang mungkin akan menunda pemungutan suara lagi. Analis mengatakan bahwa hal ini akan mempengaruhi pasar dan menciptakan ketidakpastian. Presiden Donald Trump berulang kali mengatakan bahwa ia ingin negaranya menjadi "ibu kota crypto dunia."
Berita Crypto yang Disorot:
Telegram Bergerak Menuju Pembayaran Crypto Terintegrasi Dengan Peluncuran TON Pay





