Setelah Aset Ditokenisasi, Bagaimana Cara Keluarnya?
Setelah aset di-tokenisasi, masalah setengah lainnya yang belum terpecahkan adalah bagaimana cara keluar atau menebusnya dengan cepat. Artikel ini membahas tiga model arsitektur likuiditas instan untuk aset tokenisasi (RWA) dan membandingkan kekurangan serta keunggulannya.
Tiga model tersebut adalah:
1. **Model Neraca (Contoh: Grove Basin):** Menyediakan likuiditas instan dari cadangan satu entitas tunggal (neraca). Cocok untuk aset seperti Treasury yang penyelesaiannya cepat, tetapi kapasitas terbatas pada satu neraca dan aksesnya terbatas.
2. **Model Brankas Khusus Aset (Contoh: Upshift Clear):** Likuiditas disediakan oleh Penyedia Likuiditas (LP) independen ke dalam brankas terpisah untuk setiap aset yang didukung. Lebih fleksibel dan memisahkan risiko, tetapi modal terisolasi per aset sehingga kurang efisien.
3. **Model Lapisan Likuiditas Bersama (Contoh: Symbiotic Liquid Lane):** Menggunakan lapisan likuiditas bersama yang didanai oleh banyak penyedia modal untuk mendukung berbagai jenis aset sekaligus. Modal digunakan secara efisien dengan tetap menghasilkan pendapatan di antara peristiwa penebusan, dan penyelesaiannya melalui pasar RFQ kompetitif. Dirancang untuk aset likuiditas lebih rendah seperti kredit privat.
Kesimpulannya, untuk skala pasar yang luas, diperlukan infrastruktur likuiditas bersama yang efisien, fleksibel, dan dapat tumbuh bersama partisipasi pasar—seperti yang dituju Liquid Lane—bukan solusi terpisah untuk setiap aset atau penerbit.
链捕手06/16 06:02