Bayar Biaya Lintas Selat dengan Bitcoin, Apakah Iran Hanya Bicara?
Iran mengumumkan rencana kontroversial untuk menerapkan biaya transit sebesar $1 per barrel bagi kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz, dengan opsi pembayaran menggunakan Bitcoin. Pengumuman ini langsung memicu kenaikan harga Bitcoin menjadi $73.000, meski kemudian turun kembali ke level $70.000.
Langkah ini dipandang sebagai respons terhadap sanksi ekonomi AS yang memblokir akses Iran ke sistem perbankan global (SWIFT) dan aset stablecoin yang dapat dibekukan. Dalam skenario ekstrem ini, Bitcoin dianggap sebagai alat penyelesaian transaksi yang tidak dapat dikontrol atau disita secara instan oleh pihak asing, meskipun volatilitas dan kecepatan transaksinya tidak ideal.
Namun, implementasinya diragukan. Selat Hormuz ditutup keesokan harinya, dan pengamat seperti Arthur Hayes menyatakan bahwa mereka hanya akan percaya jika melihat transaksi Bitcoin secara langsung di blockchain. Tantangan lain termasuk kesulitan Iran dalam mengonversi Bitcoin yang diterima menjadi mata uang fiat karena sanksi yang berkelanjutan.
Pada akhirnya, pengumuman ini mungkin lebih merupakan taktik psikologis dan politik untuk menunjukkan ketahanan finansial Iran di bawah sanksi, daripada kebijakan yang akan benar-benar diterapkan. Meski demikian, peristiwa ini menegaskan peran Bitcoin sebagai alat dalam geopolitik global.
Odaily星球日报04/09 08:56