Sebuah Negara yang Berjudi 9% PDB-nya pada Bitcoin
Sebagai negara kecil di Pegunungan Himalaya, Bhutan memanfaatkan kelebihan tenaga hidroelektriknya untuk menambang Bitcoin sebagai strategi diversifikasi ekonomi. Dengan potensi listrik hidro yang melimpah, Bhutan mulai menambang Bitcoin secara rahasia sekitar 2019–2020. Investasi ini dipimpin oleh CEO sovereign wealth fund DHI, Ujjwal Deep Dahal, yang melihat crypto sebagai cara untuk mengatasi ketergantungan pada rupee India.
Bhutan pernah memegang hingga 13.000 Bitcoin, tetapi telah menjual sebagian untuk menutupi defisit neraca berjalan yang pernah mencapai 34,3% dari PDB. Pada 2022, negara ini mengalokasikan 9% PDB untuk impor peralatan tambang crypto. Hasil dari Bitcoin digunakan untuk menaikkan gaji pegawai negeri dan mendanai proyek "Gelephu Mindfulness City", sebuah zona ekonomi khusus senilai $100 miliar.
Meski kondisi fiskal membaik seiring naiknya harga Bitcoin, pengangguran pemuda tetap tinggi (18% pada 2025), dan banyak warga bermigrasi ke Australia untuk mencari peluang yang lebih baik. Tambang Bitcoin yang terotomatisasi tidak banyak menciptakan lapangan kerja, meninggalkan tantangan tenaga kerja yang serius.
marsbit04/01 03:45