SEC pauses ETFs and key crypto decisions ahead of another government shutdown

ambcryptoDipublikasikan tanggal 2026-02-01Terakhir diperbarui pada 2026-02-01

Abstrak

Due to a U.S. government shutdown, the SEC has entered limited operations, pausing key regulatory activities including crypto ETF approvals, registration reviews, and new rule clarifications. While critical systems like EDGAR remain online, most staff are furloughed, halting recent progress on crypto regulation. This stall occurs amid a declining crypto market, with total capitalization dropping over 6% and major assets like Bitcoin and Ethereum seeing significant losses. The shutdown also delays newly agreed collaboration between the SEC and CFTC to resolve jurisdictional disputes and provide clearer industry guidance, exacerbating market uncertainty and reversing weeks of regulatory momentum.

As of the 31st of January 2026, U.S. financial regulation has slowed almost to a stop.

This is because the government has failed to pass a budget, forcing the Securities and Exchange Commission (SEC) to operate under its shutdown plan.

Importantly, the SEC is not fully closed; it is barely functioning. For example, the EDGAR system, where companies submit filings, is still running.

At the same time, most SEC staff are not working, which means few people are actually reviewing or approving those filings.

As a result, the employees who normally approve crypto ETFs, review registration statements, and explain new rules are largely unavailable.

Instead, only a small emergency team remains active, allowed to step in only if there is an emergency related to “market integrity and investor protection.”

Outside of these rare cases, everything else has been paused.

The approach is not new

In fact, it is the same process the SEC follows during every government shutdown. When there is no immediate emergency, normal regulatory work simply stops.

Needless to say, for the crypto industry, this has real consequences.

Recent regulatory progress has suddenly hit pause, meaning decisions, approvals, and regulatory clarity are now delayed until the government reopens.

At the leadership level, SEC Chair Paul Atkins has already had to delay several important updates that the crypto industry was waiting for.

Many people hoped 2026 would finally bring clear crypto laws from Congress. But the shutdown makes it much harder for lawmakers from both parties to work together.

Market in blood stains

That said, this regulatory pause is coming at a bad time for the crypto market.

Prices have already fallen, with the total market down more than 6% to around $2.64 trillion. Bitcoin [BTC] recently dropped to about $78,000, while Ethereum [ETH] fell to nearly $2,400.

At the same time, the ETF market is also feeling the strain.

What’s more?

This further coincided with the U.S. finally entering a new phase of action on crypto regulation.

Senior officials from the SEC and the Commodity Futures Trading Commission met and agreed to work together more closely.

Their goal was to end long-running turf battles, create clearer rules, reduce duplicate work for companies, and finally give the crypto market the guidance it has been asking for.

However, with the government now shut down, those plans are effectively on hold.


Final Thoughts

  • The shutdown has turned regulatory momentum into uncertainty, undoing weeks of progress in just days.
  • Market pressure is rising, with falling prices and stalled ETF momentum worsening investor sentiment.

Pertanyaan Terkait

QWhy has the U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) slowed its regulatory activities to almost a stop?

ABecause the U.S. government failed to pass a budget, forcing the SEC to operate under its shutdown plan, which means most staff are furloughed and only a small emergency team remains active.

QWhat specific crypto-related work at the SEC has been paused due to the shutdown?

AThe approval of crypto ETFs, the review of registration statements, and the process of explaining new rules have all been largely paused because the employees who handle these tasks are unavailable.

QWhat is the state of the crypto market as described in the article during this regulatory pause?

AThe total crypto market value has fallen more than 6% to around $2.64 trillion, with Bitcoin dropping to about $78,000 and Ethereum falling to nearly $2,400.

QWhat was the goal of the recent meeting between the SEC and the Commodity Futures Trading Commission (CFTC), and what is its current status?

AThe goal was to agree to work together more closely to end turf battles, create clearer rules, reduce duplicate work, and provide guidance for the crypto market. However, these plans are now on hold due to the government shutdown.

QAccording to the article's 'Final Thoughts', what are two major consequences of the government shutdown?

A1. The shutdown has turned regulatory momentum into uncertainty, undoing weeks of progress in just days. 2. Market pressure is rising, with falling prices and stalled ETF momentum worsening investor sentiment.

Bacaan Terkait

Gelembung AI Sedang Pecah

Judul asli: Gelembung AI Sedang Pecah Pasar saat ini mengalami volatilitas tinggi, dengan banyak yang menyatakan adanya "gelembung AI". Pendiri Bridgewater, Ray Dalio, mengakui adanya gelembung di pasar AI, sementara CEO NVIDIA, Jensen Huang, menekankan peluang besar dan ledakan permintaan daya komputasi. Keduanya benar. Memang ada gelembung di industri AI, tetapi ini adalah fenomena umum pada awal kemunculan teknologi disruptif, seperti gelembung dot-com tahun 2000. Meski menyebabkan kerugian besar saat itu, infrastruktur yang dibangun (seperti kabel serat optik) justru menjadi fondasi bagi raksasa teknologi seperti Netflix dan Zoom, serta era cloud. Ini mengikuti Hukum Amara: kita cenderung melebih-lebihkan dampak jangka pendek teknologi baru namun meremehkan dampak jangka panjangnya. Pada tahun 2026, investasi infrastruktur AI oleh raksasa cloud mencapai $690 miliar, jauh melampaui pendapatan gabungan perusahaan AI murni. Namun, logika di baliknya berbeda. Biaya inferensi AI (contoh: per juta token) telah turun lebih dari 99.7% sejak 2023. Penurunan biaya drastis ini, sesuai "Paradoks Jevons", justru mendorong peningkatan permintaan dan pengeluaran yang masif. Perusahaan sekarang menggunakan agen AI untuk menjalankan ribuan tugas seperti menulis kode atau menganalisis dokumen, membuka permintaan baru yang sebelumnya tidak ekonomis. Industri dari SaaS, biofarmasi, hingga manufaktur canggih sekarang mengadopsi "AI+". Pertanyaannya bukan lagi "apakah akan menggunakan AI", tetapi "bagaimana mengimplementasikannya secara optimal". Gelembung AI memang mulai pecah, terutama di tingkat perusahaan rintisan yang hanya mengandalkan konsep tanpa diferensiasi nyata. Ini adalah proses pemurnian pasar. Pergeseran mendasar sedang terjadi: 1. Nilai bergeser dari pengeluaran modal (CapEx) untuk infrastruktur ke pengeluaran operasional (OpEx) untuk aplikasi yang menyelesaikan masalah di industri spesifik. 2. Valuasi tinggi di infrastruktur dapat diserap seiring waktu oleh pertumbuhan pendapatan yang kuat, didukung oleh efisiensi nyata yang dibawa AI ke berbagai sektor. Sejarah teknologi ditandai oleh "penghancuran kreatif". Meski investasi besar dalam infrastruktur akan menyebabkan koreksi pasar dan menghilangkan perusahaan yang tidak berkelanjutan, hasil akhirnya adalah infrastruktur komputasi yang murah dan kuat serta algoritma yang teroptimasi. Seperti internet yang kini mendasari semua industri, kita sedang menuju era di mana semua industri akan ditransformasi dan diberdayakan oleh AI. Di balik kegaduhan gelembung, tenaga produktif dasar terus berkembang tanpa henti.

marsbit7m yang lalu

Gelembung AI Sedang Pecah

marsbit7m yang lalu

43 Menit Trump: Narasi Pemimpin Kuat Tak Terkendali, Perang Media Memanas

Presiden AS Donald Trump kembali muncul di depan publik setelah menghilang lebih dari seminggu, dalam konferensi pers selama 43 menit yang dimaksudkan untuk menunjukkan kendali. Namun, pidatonya justru menyimpang ke topik-topik seperti kolam refleksi, perbandingan jumlah massa dengan Martin Luther King, serta serangan terhadap jurnalis, lawan politik, dan sejumlah kota AS. Ia menandatangani perintah eksekutif yang menghapus perlindungan jabatan bagi ribuan pegawai federal senior, berpotensi memperkuat loyalitas pribadi di atas profesionalisme. Trump secara pribadi menyerang jurnalis CNN, Kaitlan Collins, menyebutnya "penuh kebencian". Artikel ini menyoroti tekanan pada media independen, mengutip pemecatan veteran CBS Scott Pelley yang menolak campur tangan editorial untuk menyenangkan pemerintahan. Penulis menekankan pentingnya mendukung jurnalis dan media independen sebagai penjaga fakta publik ketika media arus utama menghadapi tekanan politik dan komersial. Aktivitas tiba-tiba diakhiri secara mendadak oleh stafnya, meninggalkan kesan kepanikan. Sementara itu, di tengah kekhawatiran tentang kesehatannya dan perang di Iran, empat anggota Partai Republik di DPR mendukung resolusi yang menuntut penghentian perang, menunjukkan retakan dalam dukungan partainya. Artikel ini menggambarkan penampilan Trump sebagai pertunjukan politik yang penuh kecemasan, yang mencerminkan ketegangan institusional AS: perluasan kekuasaan pribadi, pelemahan birokrasi, erosi kepercayaan media, dan penyusutan ruang fakta publik.

marsbit4j yang lalu

43 Menit Trump: Narasi Pemimpin Kuat Tak Terkendali, Perang Media Memanas

marsbit4j yang lalu

Kalshi, MTS, dan Ambisi A16Z

**Ringkasan Artikel: Kalshi, MTS, dan Ambisi a16z** Pasar prediksi (prediction market) menjadi bidang yang menarik perhatian investor, komunitas kripto, dan media pada 2025. Meski memiliki daya tarik bisnis seperti arbitrase regulasi dan potensi fee transaksi tinggi, nilai mendasarnya terletak pada kemampuannya memberikan **"rasa keberadaan" (sense of presence)**. Artikel ini menelusuri evolusi ide pasar prediksi, dari konsep Friedrich Hayek tentang pasar sebagai pengumpul pengetahuan tersebar, hingga mekanisme insentif Robin Hanson (LMSR). Namun, diskusi filosofis ini menemukan relevansi baru ketika a16z (Andreessen Horowitz) berinvestasi pada **Kalshi**, sebuah platform pasar prediksi yang kini bernilai $220 miliar. Bagi a16z, Kalshi bukan sekadar platform taruhan. Ia adalah **media baru** yang memungkinkan orang terlibat secara aktif dalam peristiwa dunia. Dengan menggunakan uang sungguhan untuk "memprediksi" hasil suatu peristiwa (politik, cuaca, berita), pengguna merasa menjadi **pengamat super** yang berpartisipasi, bukan sekadar penonton pasif. Hal ini mengatasi rasa ketidakberdayaan di era modern. Kalshi, dengan volume dan data transaksi nyata, berpotensi memberikan otoritas final atas **kebenaran** dan **pentingnya** suatu peristiwa. Ini selaras dengan ambisi a16z membangun kekaisaran media baru, seperti yang terlihat pada **MTS (Monitoring The Situation)**, media yang melakukan siaran langsung 24/7 untuk "menguasai linimasa". Kombinasi antara narasi media yang intens (seperti MTS) dan legitimasi data nyata dari pasar prediksi (Kalshi) menciptakan **medan distorsi realitas** yang kuat. Kalshi bernilai tinggi karena kemampuannya mempengaruhi persepsi publik secara halus, misalnya melalui probabilitas hasil pemilu yang diperdagangkan, sesuatu yang jarang dimiliki perusahaan swasta. Inilah inti dari ambisi media baru a16z.

marsbit6j yang lalu

Kalshi, MTS, dan Ambisi A16Z

marsbit6j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片