Is altseason finally brewing? Only if THESE 2 indicators flip first

ambcryptoDipublikasikan tanggal 2026-02-03Terakhir diperbarui pada 2026-02-03

Abstrak

Hopes for an altcoin season in 2026 are building as investors look beyond Bitcoin, but conditions for a full altcoin rally are not yet firmly in place. Two key indicators need to flip first. The latest ISM Manufacturing PMI reached 52.6%, its highest in nearly 40 months, pushing U.S. manufacturing into expansion territory. Historically, altcoin rallies followed periods when ISM moved decisively higher, particularly above the 55 mark, as seen in 2017 and 2021. While current levels are below that threshold, a potential turning point may be emerging. However, Ethereum (ETH), a known harbinger of altseason, has closed in the red for 12 of the last 15 months, showing a prolonged stretch of weakness with uneven gains and frequent drawdowns. Sustained altseasons have almost always followed a clear and consistent uptrend in Ethereum. Furthermore, the Altcoin Season Index from CoinGlass was at 39, below the level that usually indicates a rotation away from Bitcoin. At the same time, Bitcoin dominance (BTC.D) remained high near 60% on the daily chart. Altseasons typically begin with a clear decline in BTC dominance as investors move down the risk curve, a shift that has not yet occurred. Overall, while altseason expectations are growing, they may be premature. Early macro signals are improving, but the market lacks a trigger for a true altseason, and capital remains firmly in Bitcoin.

Hopes for an altcoin season in 2026 are starting to build, with investors beginning to look beyond Bitcoin.

That said, it may still be too soon to call it. While expectations are rising, the conditions needed for a full altcoin rally are not firmly in place yet.

Altseason within sight?

The latest ISM Manufacturing PMI came in at 52.6%, its highest reading in nearly 40 months. This pushed U.S. manufacturing back into expansion territory.

Source: X

Past altcoin rallies have tended to follow periods when ISM moved decisively higher. In both 2017 and 2021, altseasons took shape only after PMI readings climbed above the 55 mark.

While current levels remain below that threshold, it looks like a potential turning point may be in order.

But that’s not all…

Ethereum [ETH] – famously known as a harbinger of altseason – has closed in the red in 12 of the last 15 months with a prolonged stretch of weakness.

Source: X

The monthly returns chart makes this slowdown obvious, showing uneven gains with frequent drawdowns across 2024 and into early 2026. Even during brief comebacks, follow-through has been limited.

This is important. Sustained altseasons have almost always followed a clear and consistent uptrend in Ethereum.

Altcoin signs look weak

Source: CoinGlass

CoinGlass’ Altcoin Season Index was at 39 at the time of writing, below the level that usually indicates a rotation away from Bitcoin [BTC]. Despite growing macro optimism, capital has yet to flow into altcoins on a larger scale.

Source: TradingView

At the same time, BTC.D was close to 60% on the daily chart.

Altseasons usually started with a clear decline in BTC dominance, with investors moving down the risk curve. For now, that shift has not yet happened.

Overall, while altseason expectations are beginning to fire up, they may very well be premature. Only time will tell.


Final Thoughts

  • Early macro signals are improving, but the market lacks a trigger for a true altseason.
  • With altcoin season index at 39, capital is still firmly in Bitcoin.
Next: White House talks expose stablecoin rewards as fault line in U.S. crypto legislation
Share
  • Share
  • Tweet

Pertanyaan Terkait

QWhat are the two key indicators that need to flip for an altseason to begin according to the article?

AThe two key indicators are the ISM Manufacturing PMI rising above the 55 mark and a clear decline in Bitcoin dominance (BTC.D) as capital flows into altcoins.

QWhat was the current reading of the Altcoin Season Index mentioned in the article, and what does it indicate?

AThe Altcoin Season Index was at 39 at the time of writing, indicating that capital is still firmly in Bitcoin and below the level that usually signals a rotation into altcoins.

QHow has Ethereum's performance been described in relation to predicting altseasons?

AEthereum has closed in the red in 12 of the last 15 months with prolonged weakness, and sustained altseasons have almost always followed a clear and consistent uptrend in Ethereum's price.

QWhat significant level did the latest ISM Manufacturing PMI reach, and why is this important for altcoins?

AThe latest ISM Manufacturing PMI came in at 52.6%, its highest reading in nearly 40 months, pushing U.S. manufacturing into expansion territory. Past altcoin rallies have followed periods when ISM moved decisively higher, particularly above 55.

QWhat is the current state of Bitcoin dominance (BTC.D) and its implication for an altseason?

ABTC.D was close to 60% on the daily chart, indicating that the shift of investors moving down the risk curve into altcoins has not yet happened, which is necessary for an altseason to start.

Bacaan Terkait

Siapa yang Akan Mengambil Alih Setelah SpaceX Go Public?

**SpaceX Akan IPO, Siapa yang Akan Membeli Sahamnya?** SpaceX akan melantai di bursa pada 12 Juni dengan valuasi US$1,8 triliun, namun hanya sekitar 4,2% saham (nilai sekitar US$75 miliar) yang tersedia untuk diperdagangkan publik. Pembeli diperkirakan datang dalam tiga gelombang: 1. **IPO (12 Juni):** Lembaga dan investor ritel membeli 5,56 miliar saham baru dengan harga tetap US$135. Permintaan sudah 4x lipat melebihi penawaran. 2. **Perdagangan Pasar Sekunder:** Setelah IPO, harga akan ditentukan pasar. 3. **Dana Pasif (Pemicu Utama):** SpaceX akan masuk indeks Nasdaq-100 hanya 15 hari setelah IPO. Aturan khusus memungkinkannya mendapat bobot tinggi (hingga 15%) meski float kecil. Ribuan dana ETF yang melacak indeks ini wajib membeli saham SpaceX dalam jumlah besar, berpotensi mendongkrak harga. **Namun, Ketimpangan Pasokan-Demand Tidak Akan Berlaku Selamanya** * Hanya 4,2% saham yang cair di hari pertama. * Saham milik pendiri Elon Musk (42%) terkunci 366 hari. * Saham investor dan karyawan awal (54%) akan dilepas secara bertahap, dimulai sekitar Agustus setelah laporan kuartal II, dengan jadwal pelepasan pada hari ke-70, 90, 105, 120, 135, dan setelah laporan Q3. * Strategi ini menciptakan fase awal dengan pembeli kuat namun pasokan terbatas, diikuti fase pelepasan saham internal secara bertahap. * Menariknya, pada rebalancing indeks Nasdaq-100 di pertengahan Desember, saat sebagian besar saham internal sudah beredar, dana pasif akan kembali diwajibkan membeli lebih banyak saham SpaceX, memberikan dukungan bagi pasar.

marsbit24m yang lalu

Siapa yang Akan Mengambil Alih Setelah SpaceX Go Public?

marsbit24m yang lalu

Anthropic Minta Maaf, tapi 'Bisnis Keamanan' Belum Berhenti

Anthropic telah meminta maaf karena sistem "klasifikasi keamanan" pada model terbaru Claude Fable 5 secara diam-diam menurunkan performa model (dari Fable 5 ke Opus 4.8) ketika mendeteksi permintaan yang terkait dengan pengembangan model AI canggih. Insiden ini mengungkap inti masalah: "keamanan" yang digembar-gemborkan Anthropic lebih merupakan strategi bisnis daripada perlindungan nyata bagi pengguna. Tindakan ini pada dasarnya adalah pertahanan persaingan bisnis, yang membatasi peneliti AI agar tidak menggunakan alat mereka untuk mengembangkan kompetitor. Meski sekarang berjanji akan memberi tahu pengguna sebelum penurunan kualitas, logika dasarnya tetap sama. Anthropic membangun bisnisnya dengan menjual kecemasan akan ketidakamanan AI melalui penelitian, lalu menawarkan produk "paling aman" dengan harga premium, dan akhirnya mewujudkannya melalui rencana IPO bernilai miliaran dolar. Berbeda dengan OpenAI yang fokus pada alat dan ekosistem, Anthropic membidik pasar pemerintah dan perusahaan yang sangat peduli risiko. Mereka perlu menjaga AI dalam keadaan "berbahaya tetapi terkendali" untuk mempertahankan nilai jual. Permintaan maaf ini hanyalah perbaikan teknis (dari penurunan diam-diam menjadi terbuka), bukan perubahan pada logika komersial yang mendasarinya. Kepercayaan dari komunitas inti pengembang telah rusak, dan ini dapat mengancam nilai "perusahaan AI paling aman" yang menjadi dasar valuasi fantastis mereka. Pada akhirnya, keamanan adalah bisnis yang menguntungkan, dan permintaan maaf hanyalah layanan purna jual dari bisnis tersebut.

marsbit43m yang lalu

Anthropic Minta Maaf, tapi 'Bisnis Keamanan' Belum Berhenti

marsbit43m yang lalu

Konsensus Elit yang Eksklusif: Apakah Kuliah Telah Menjadi Pemborosan yang Mahal?

Penulis: Tidak Mengerti Ekonomi Pendapat bahwa kuliah di perguruan tinggi empat tahun kini telah menjadi pemborosan yang mahal, lambat, dan ketinggalan zaman semakin populer di kalangan elit tertentu, khususnya di Silicon Valley. Gerakan "anti-universitas" ini bukan lagi sekadar kisah putus kuliah yang sporadis, tetapi telah berkembang menjadi tren yang terorganisir dengan teori, pemimpin, dan dukungan modal. Sebastian Tan, remaja 18 tahun yang diterima di Stanford, memilih menunda kuliahnya untuk mengambil "beasiswa meritokrasi" dari Palantir, perusahaan yang didirikan oleh Peter Thiel. Program ini menawarkan magang bergaji dengan janji pekerjaan penuh waktu, secara terang-terangan menantang nilai gelar tradisional. Peter Thiel, melalui "Beasiswa Thiel", telah lama mengkritik universitas karena biayanya yang tinggi, hutang yang dibebankan, dan dianggap menanamkan pandangan dunia yang sempit serta meredam semangat inovasi. Banyak pengusaha muda seperti Adam Guild dan Surya Midha menyuarakan bahwa pengetahuan nyata berasal dari mereka yang membangun sesuatu di dunia nyata, bukan dari akademisi di menara gading. Mereka percaya bahwa dengan adanya internet dan AI, pembelajaran mandiri (autodidact) adalah cara baru. Tiga pendorong utama tren ini adalah: 1) **Dorongan Ekonomi**: Biaya kuliah yang sangat tinggi dibandingkan dengan peluang menghasilkan uang cepat di industri teknologi. 2) **Dorongan Teknologi**: AI dan alat digital membuat siapa pun dapat mempelajari keterampilan dan membangun produk dengan cepat di luar lingkungan akademik. 3) **Dorongan Budaya**: Reaksi terhadap "budaya woke" dan kebijakan DEI di kampus-kampus, serta persepsi bahwa sistem pendidikan tidak lagi menguntungkan kaum pria muda. Namun, para kritikus seperti ekonom Harvard David Deming memperingatkan bahwa sangat sedikit orang yang benar-benar bisa belajar mandiri dengan efektif. Dia menekankan nilai pendidikan liberal dalam membentuk pola pikir yang luas dan keterampilan yang dapat dialihkan. Data juga menunjukkan bahwa "premium gaji kuliah" tetap tinggi, sekitar 75-80%, yang berarti gelar universitas masih memberikan keuntungan finansial yang signifikan bagi kebanyakan orang. Intinya, perdebatan ini mencerminkan ketegangan mendasar antara lembaga pendidikan tradisional dan kecepatan perubahan dunia modern. Gerakan ini mungkin bukan pertanda kematian universitas, melainkan gejala transisi menuju model pembelajaran yang lebih hybrid, personal, dan seumur hidup. Pertanyaan sesungguhnya bukan lagi "haruskah kuliah?", tetapi "bagaimana kita harus belajar di dunia yang berubah lebih cepat daripada kurikulum mana pun?".

marsbit1j yang lalu

Konsensus Elit yang Eksklusif: Apakah Kuliah Telah Menjadi Pemborosan yang Mahal?

marsbit1j yang lalu

Subsidi → Tagihan Token → Penurunan Harga, OpenAI Memulai Perang Harga, Titik Balik Ekonomi Token Segera Tiba?

Industri AI generatif sedang menghadapi titik balik kritis dalam monetisasi, dipicu oleh perang harga token yang akan datang. OpenAI dikabarkan mempertimbangkan penurunan biaya token secara signifikan untuk merebut klien korporat dari pesaing seperti Anthropic, meski keduanya telah menanggung kerugian miliaran dolar akibat biaya komputasi tinggi. Evolusi monetisasi AI telah melalui tiga tahap: langganan bulanan/tahunan, perang subsidi, dan transisi ke penagihan berbasis pemakaian token. Tahap ketiga ini mengungkap biaya sebenarnya yang sebelumnya tersembunyi. Tagihan korporat menjadi tidak terkendali, dengan contoh seperti Uber menghabiskan anggaran token tahunan hanya dalam empat bulan. Data menunjukkan hanya 18 sen dari setiap dolar yang dihabiskan untuk token AI yang menciptakan nilai nyata bagi pengguna, sementara sebagian besar digunakan untuk memperbaiki bug dan pekerjaan ulang yang diperkenalkan oleh AI itu sendiri. Perang harga antara OpenAI dan Anthropic berisiko mempersempit margin laba mereka yang sudah negatif dan memperlihatkan kerentanan model bisnis mereka. Kekhawatiran meluas bahwa penurunan ini dapat berdampak pada rantai pasokan, termasuk raksasa seperti NVIDIA dan Oracle. Investor terbelah antara pandangan optimis (konsumsi token total akan tumbuh karena adopsi yang lebih luas dan AI agen) dan pesimis (keberlanjutan model saat ini dipertanyakan). Masa depan ekonomi token mungkin terletak pada penetapan harga berlapis, di mana model mutakhir yang mahal digunakan untuk tugas kompleks, sementara tugas sehari-hari dialihkan ke model yang lebih sederhana dan murah. Konsep "valuemaxxing" (memaksimalkan nilai per token) mulai menggeser fokus dari sekadar memaksimalkan konsumsi. Faktor kejutan datang dari model China seperti DeepSeek, yang menawarkan harga sangat kompetitif dan mengalami pertumbuhan adopsi yang cepat di AS, berpotensi menjadi penerima manfaat dari persaingan antara dua raksasa AS tersebut.

marsbit1j yang lalu

Subsidi → Tagihan Token → Penurunan Harga, OpenAI Memulai Perang Harga, Titik Balik Ekonomi Token Segera Tiba?

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片