India Pushes BRICS CBDC Link to Boost Cross-Border Payments

TheNewsCryptoDipublikasikan tanggal 2026-01-19Terakhir diperbarui pada 2026-01-19

Abstrak

The Reserve Bank of India (RBI) is proposing a plan for BRICS nations to link their central bank digital currencies (CBDCs) to improve cross-border payments for trade and tourism. The proposal, which may be on the agenda for the 2026 BRICS summit hosted by India, aims to increase payment speed, reduce costs, and lessen reliance on the U.S. dollar. India’s digital rupee pilot already has around 7 million retail users, but broader implementation faces challenges such as technical standards and trade imbalance mechanisms. The move is not intended to drive de-dollarization, and all BRICS members are still in the CBDC pilot stage.

The central bank of India has plans for BRICS members to associate their official digital currencies, targeting to make cross-border trade and tourism payments swifter as geopolitics toughens and more countries seek rails that depend less on the US dollar.

On January 19, Reuters reported that the Reserve Bank of India (RBI) has suggested that the government position a CBDC connectivity proposal on the agenda for the 2026 BRICS summit, which India will be hosting.

Talking about crypto markets, the pitch comes in a familiar spot. Payments infrastructure is not a strategic battleground, and tokenised money, whether state-issued CBDCs or privately issued stablecoins, now stands at the core of the debate on the topic of speed, cost and control.

The plan could still make the scenario chill, as US President Donald Trump has mentioned the bloc as anti-American and has frightened tariffs on BRICS members. The plan of RBI was created on language from the 2025 BRICS Rio de Janeiro declaration, which supported wider interoperability between the payment systems of members to initiate cross-border transactions more easily.

India and its Plans

The central bank of India has also indicated interest in associating the digital rupee with other CBDCs, showing it as a way to accelerate cross-border payments and widen the usage of the rupee, as per the report.

It has pressed that its shift to widen the global use of the rupee is not planned to influence de-dollarisation. None of the core members of BRICS, which includes Brazil, Russia, India, China and South Africa, has completely rolled out a CBDC, and every one is still running pilots.

The e-rupee pilot of India has attained around 7 million retail users since December 2022. Implementation also clings to hard choices that crypto makers will identify, shared technical standards, governance rules and a mechanism to settle trade imbalances that can make up when one side exports more than it imports.

Highlighted Crypto News Today:

Crypto Analyst Points to the Bloody Monday Factor After Crypto Market Slips

TagsBRICSCBDCIndia

Pertanyaan Terkait

QWhat is the main goal of India's proposal for BRICS members to link their CBDCs?

AThe main goal is to make cross-border trade and tourism payments swifter and to create payment rails that depend less on the US dollar.

QWhen and where is the BRICS summit where India plans to propose the CBDC connectivity agenda?

AIndia plans to propose the agenda at the 2026 BRICS summit, which it will be hosting.

QAccording to the article, what is a significant challenge in implementing the CBDC connectivity plan?

AA significant challenge involves making hard choices on shared technical standards, governance rules, and creating a mechanism to settle trade imbalances.

QHow many retail users has India's e-rupee pilot attracted since its launch?

AIndia's e-rupee pilot has attained around 7 million retail users since its launch in December 2022.

QDoes the RBI's push to widen the global use of the rupee aim to influence de-dollarization?

ANo, the RBI has pressed that its shift to widen the global use of the rupee is not planned to influence de-dollarisation.

Bacaan Terkait

Menurunkan Ekspektasi untuk Bull Market Bitcoin Berikutnya

Artikel ini membahas penurunan ekspektasi penulis terhadap potensi kenaikan harga Bitcoin (BTC) pada siklus bull market berikutnya. Penulis, Alex Xu, yang sebelumnya memegang BTC sebagai aset terbesarnya, telah mengurangi porsi BTC dari full menjadi sekitar 30% pada kisaran harga $100.000-$120.000, dan kembali mengurangi di level $78.000-$79.000. Alasan utama penurunan ekspektasi ini adalah: 1. **Energi Penggerak yang Melemah:** Narasi adopsi BTC yang mendorong kenaikan signifikan di siklus sebelumnya (dari aset niche hingga institusi besar via ETF) sulit terulang. Langkah berikutnya, seperti masuknya BTC ke dalam cadangan bank sentral negara maju, dianggap sangat sulit tercapai dalam 2-3 tahun ke depan. 2. **Biaya Peluang Pribadi:** Penulis menemukan peluang investasi yang lebih menarik di perusahaan-perusahaan lain. 3. **Dampak Resesi Industri Kripto:** Menyusutnya industri kripto secara keseluruhan (banyak model bisnis seperti SocialFi dan GameFi terbukti gagal) dapat memperlambat pertumbuhan basis pemegang BTC. 4. **Biaya Pendanaan Pembeli Utama:** Perusahaan pembeli BTC terbesar, Stratis, menghadapi kenaikan biaya pendanaan yang memberatkan, yang dapat mengurangi kecepatan pembeliannya dan memberi tekanan jual. 5. **Pesaing Baru untuk "Emas Digital":** Hadirnya "tokenized gold" (emas yang ditokenisasi) menawarkan keunggulan yang mirip dengan BTC (seperti dapat dibagi dan dipindahkan) sehingga menjadi pesaing serius. 6. **Masalah Anggaran Keamanan:** Imbalan miner yang terus berkurang pasca halving menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan jaringan, sementara upaya mencari sumber fee baru seperti ordinals dan L2 dinilai gagal. Penulis menyatakan tetap memegang BTC sebagai aset besar dan terbuka untuk membeli kembali jika alasannya tidak lagi relevan atau muncul faktor positif baru, meski siap menerima jika harganya sudah terlalu tinggi untuk dibeli kembali.

marsbit28m yang lalu

Menurunkan Ekspektasi untuk Bull Market Bitcoin Berikutnya

marsbit28m yang lalu

Trading

Spot
Futures

Artikel Populer

Cara Membeli LINK

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian ChainLink (LINK) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli ChainLink (LINK) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan ChainLink (LINK) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan ChainLink (LINK) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading ChainLink (LINK)Lakukan trading ChainLink (LINK) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

896 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.13Diperbarui pada 2025.03.21

Cara Membeli LINK

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga LINK (LINK) disajikan di bawah ini.

活动图片