Flow Network exploit triggers panic selling, plunges price by 46%

ambcryptoDipublikasikan tanggal 2025-12-28Terakhir diperbarui pada 2025-12-28

Abstrak

Flow Network suffered a $3.9 million exploit on December 27th due to a vulnerability in its execution layer. The attacker laundered funds through multiple bridges and cross-chain protocols. Although user balances remained safe, the attacker’s wallet was identified and frozen with the help of major exchanges and stablecoin issuers. The incident triggered panic selling, causing FLOW’s price to plummet 46% to a new all-time low of $0.097. It later rebounded slightly to $0.117, but selling pressure remained dominant. Key momentum indicators like RSI and DMI reflected strong bearish sentiment, suggesting potential further declines unless buyer interest returns.

As crypto adoption surged and usage reached mainstream, risks associated with the digital space also skyrocketed. In fact, crypto hack incidents have surged significantly in recent years.

In 2025, TRM Labs reported that more than $2.7 billion in crypto was exploited. Chainalysis reported that crypto hacks from North Korea jumped 51% in 2025, increasing from $1.4 billion to $2.02 billion.

With hackers running rampant across the crypto space, the Flow blockchain is the latest victim.

Flow Network exploited for $3.9 million

The Flow Foundation reported that on the 27th of December, an attacker exploited a vulnerability in Flow’s execution layer and moved $3.9 million off the network.

According to Forensic data, the exploited funds were routed through bridges such as Celer, Debridge, Relay, and Stargate. These funds were then actively launded through Thorchain and Chainflip.

Fortunately, the attacker’s wallet was identified, flagged, and a freeze request was submitted to Circle, Tether, and other exchanges.

Thereafter, the network halted all exit paths, effectively closing any further unauthorized activity. Additionally, Upbit and Bithumb suspended FLOW token deposits and withdrawals.

Despite all security incidents, user balances remained unaffected, and all user deposits remained intact.

FLOW hits a new low

The security incident significantly impacted the Flow price action. In fact, Flow [FLOW] plummeted 46%, dropping from $0.17 to a new all-time low of $0.097, then rebounded.

At press time, FLOW traded at $0.117, down 32.54% on the daily charts. At the same time, market cap dropped from $284 million to $164 million, reflecting massive capital outflows.

What caused the price drop?

Following the security incident, holders and traders panicked and began aggressive dumping. According to Coinalyze data, sellers dominated Binance, Kraken, and Coinbase.

The altcoin saw 405 million in Sell Volume compared to 382 million in Buy Volume, resulting in a 23 million Sell Bull Delta, indicating aggressive selling.

Can the market recover from the slip?

FLOW plummeted as holders and market participants panicked and dumped their holdings after a security breach, fearing more losses.

As a result, downward pressure intensified as sellers dominated the market, as evidenced by the Directional Movement Index (DMI). This indicator dropped to 5, reflecting strong downside momentum.

At the same time, its Relative Strength Index (RSI) dropped from 29 to 19, slipping deeper into oversold territory.

Such a drop in these two momentum indicators suggested a weakened market and a higher likelihood of continuation of the bearish trend.

Therefore, if the fear witnessed in the market persists, FLOW could drop again and likely breach $0.1 support level.

However, if the slip attracts discount buyers, the recovery path could hold, and FLOW could reclaim pre-hack levels around $0.17.


Final Thoughts

  • An attacker exploited a vulnerability in Flow’s execution layer and moved $3.9 million off the network.
  • FLOW token plummeted 46% to a new low of $0.097, then rebounded to $0.1.

Kripto yang Sedang Tren

Pertanyaan Terkait

QWhat was the total amount exploited from the Flow Network and through which bridges were the funds routed?

AThe Flow Network was exploited for $3.9 million. The funds were routed through bridges such as Celer, Debridge, Relay, and Stargate.

QWhat immediate actions were taken by the Flow Foundation and exchanges after the exploit was discovered?

AThe Flow Foundation identified and flagged the attacker's wallet, submitted freeze requests to Circle and Tether, and halted all exit paths. Exchanges Upbit and Bithumb suspended FLOW token deposits and withdrawals.

QHow did the FLOW token price react to the security incident, and what was the new all-time low it reached?

AThe FLOW token price plummeted 46%, dropping from $0.17 to a new all-time low of $0.097, before rebounding to $0.117 at the time of the report.

QWhat on-chain data indicated aggressive selling pressure on FLOW following the hack?

AAccording to Coinalyze data, there was a sell volume of 405 million compared to a buy volume of 382 million, resulting in a 23 million sell bull delta, which indicated aggressive selling.

QWhat do the Directional Movement Index (DMI) and Relative Strength Index (RSI) values suggest about FLOW's market momentum post-exploit?

AThe DMI dropped to 5, reflecting strong downside momentum, and the RSI dropped from 29 to 19, slipping deeper into oversold territory. This suggested a weakened market and a higher likelihood of the bearish trend continuing.

Bacaan Terkait

Mandat Keamanan Pasca-Kuantum Donald Trump 2031 Memicu Upaya Peningkatan Kripto yang Mendesak

Presiden AS Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif untuk meningkatkan kesiapan negara dalam menghadapi kemajuan komputasi kuantum. Perintah ini menetapkan tenggat waktu ketat bagi lembaga federal untuk meningkatkan teknologi kriptografinya menjadi tahan kuantum. Melalui Perintah Eksekutif 14409, sistem penting pemerintah harus ditingkatkan paling lambat Desember 2030, sementara semua infrastruktur tanda tangan digital federal harus bermigrasi ke standar pasca-kuantum pada Desember 2031. Gedung Putih menyoroti ancaman operasi "panen sekarang, dekripsi nanti", di mana data terenkripsi pemerintah dan perusahaan dapat dikumpulkan sekarang dan didekripsi di masa depan menggunakan komputer kuantum. Untuk mempercepat upaya, Departemen Perdagangan dan NIST ditugaskan memulai program pilot migrasi. Arahan ini menarik perhatian besar industri kripto, karena jaringan blockchain sangat bergantung pada kriptografi kurva eliptik yang rentan. Kemajuan dari Google Quantum AI telah mengurangi sumber daya yang dibutuhkan untuk menyerang sistem kriptografi. Blockchain seperti Ethereum, Algorand, dan Ripple telah merencanakan peningkatan ke skema tanda tangan tahan kuantum. Tekanan tambahan ada pada Bitcoin karena jutaan koin disimpan di alamat lama yang kunci publiknya terpapar. Panduan Gedung Putih menekankan pentingnya migrasi ke arsitektur pasca-kuantum untuk keamanan jangka panjang.

TheNewsCrypto11m yang lalu

Mandat Keamanan Pasca-Kuantum Donald Trump 2031 Memicu Upaya Peningkatan Kripto yang Mendesak

TheNewsCrypto11m yang lalu

Wawasan Mendalam: Inference Terdesentralisasi Bukan Hype, Melainkan Arena Kunci untuk Menembus Monopoli AI Terpusat

**Wawasan Mendalam: Inferensi Terdesentralisasi Bukan Hanya Hype, Tapi Jalur Kunci untuk Membobol Monopoli AI Terpusat** Artikel ini membahas pentingnya inferensi AI terdesentralisasi sebagai perlawanan terhadap risiko sensor dan monopoli oleh entitas terpusat. Penulis menyajikan skenario hipotetis di mana model AI mutakhir seperti "GLM-6" bisa dilarang oleh pemerintah, menyebabkan platform cloud besar mematuhinya. Di sinilah jaringan inferensi terdesentralisasi berperan, karena tidak ada otoritas pusat yang bisa mematikan seluruh jaringan atau menyensor model yang sudah tersebar. Artikel menguraikan empat tantangan utama yang harus dipecahkan: 1. **Menjalankan model yang terlalu besar untuk satu mesin:** Solusinya adalah dengan *GPU swarm* dan teknik seperti *speculative decoding* untuk mencapai kecepatan yang layak, meski latensi jaringan tetap menjadi hambatan dibanding pusat data. 2. **Membuktikan keaslian model yang dijalankan:** Berbagai metode seperti ZKML, *opML*, dan *live-weight proofs* ditawarkan dengan pertukaran (*trade-off*) antara integritas, latensi, dan biaya. 3. **Melindungi kerahasiaan *prompt*:** Teknik sharding saja tidak menjamin privasi. Solusi yang lebih kuat diperlukan, seperti *Trusted Execution Environments* (TEE) atau *Fully Homomorphic Encryption* (FHE). 4. **Membangun pasar dua sisi yang berkelanjutan:** Menemukan pelanggan ideal selain pengguna crypto adalah tantangan bisnis. Start-up dan *AI agent* disebut sebagai calon pengguna potensial. Beberapa proyek utama yang diulas antara lain Dolphin Network (dengan *live-weight proofs*), Inference.net, Morpheus (menggunakan TEE), dan Darkbloom (untuk hardware Apple). Artikel juga membedakan kasus penggunaan: inferensi terdesentralisasi cocok untuk tugas berorientasi *throughput* (seperti pembuatan data sintetis), sementara tugas yang membutuhkan latensi rendah masih lebih unggul di pusat data. Kesimpulannya, inferensi terdesentralisasi adalah bidang yang penting dengan potensi nyata, bukan hanya hype. Kunci suksesnya terletak pada proyek yang secara jelas memecahkan tantangan teknis, memahami pasar, dan menawarkan nilai (biaya, kinerja, privasi) di luar sekadar token.

Foresight News13m yang lalu

Wawasan Mendalam: Inference Terdesentralisasi Bukan Hype, Melainkan Arena Kunci untuk Menembus Monopoli AI Terpusat

Foresight News13m yang lalu

Pertama Kali Warsh Memimpin FOMC: Fed Memberikan Lebih Sedikit Panduan Suku Bunga, Apakah Obligasi AS Akan Lebih Mahal?

Ketua baru Federal Reserve AS, Kevin Warsh, dalam pertemuan FOMC pertamanya pada 16-17 Juni, memilih untuk mengurangi panduan mengenai arah suku bunga di masa depan. The Fed mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3.50%-3.75%, namun pernyataan resmi menghapus sebagian panduan dan Warsh sendiri tidak menyampaikan proyeksi 'dot plot'-nya. Perubahan ini meningkatkan ketidakpastian bagi pasar obligasi. Tanpa 'dot plot' dari ketua dan petunjuk yang lebih jelas, investor perlu mengompensasi risiko kesalahan dalam menafsirkan kebijakan, yang berpotensi mendorong imbal hasil obligasi AS lebih tinggi. Yield obligasi pemerintah AS 2-tahun telah naik ke level tertinggi dalam 16 bulan, mencerminkan penyesuaian pasar terhadap lingkungan komunikasi yang kurang terprediksi ini. Warsh berpendapat bahwa panduan yang berlebihan dapat menciptakan 'ruang gema' di mana pasar hanya fokus pada isyarat The Fed, bukan kondisi ekonomi yang mendasarinya. Sebagian investor menyambut baik peningkatan volatilitas ini karena dapat mengurangi spekulasi dan menciptakan peluang perdagangan baru. Alat komunikasi seperti panduan depan dan 'dot plot' diperkenalkan di era suku bunga rendah pasca krisis. Di lingkungan suku bunga tinggi saat ini, Warsh menilai alat-alat itu perlu ditinjau ulang agar The Fed memiliki fleksibilitas kebijakan yang lebih besar. Meskipun perubahan penuh belum diumumkan, langkah awal ini menandai pergeseran menuju komunikasi The Fed yang lebih sedikit memberi 'petunjuk jalan', yang akan membuat data ekonomi dan komentar pejabat lebih berpengaruh terhadap pasar dan biaya pinjaman.

marsbit21m yang lalu

Pertama Kali Warsh Memimpin FOMC: Fed Memberikan Lebih Sedikit Panduan Suku Bunga, Apakah Obligasi AS Akan Lebih Mahal?

marsbit21m yang lalu

Potongan Terakhir Ambisi Kripto Franklin Templeton

Franklin Templeton mengumumkan pada 22 Juni bahwa mereka telah menyelesaikan akuisisi terhadap 250 Digital dan secara resmi mendirikan divisi manajemen aset kripto, Franklin Crypto. Divisi baru ini akan fokus pada penyediaan strategi kripto yang dikelola secara aktif untuk investor institusional. Perkembangan ini melengkapi peta ambisi kripto Franklin Templeton, yang telah dimulai sejak 2018 dengan membentuk tim aset digital. Jejak mereka meliputi peluncuran dana bersama tokenisasi pertama di AS (BENJI) pada 2021, serangkaian ETF spot untuk aset seperti Bitcoin (EZBC), Ethereum (EZET), XRP (XRPZ), dan Solana (SOEZ), serta ETF indeks kripto (EZPZ). Dengan Franklin Crypto, portofolio mereka kini mencakup tiga lapisan: dana tokenisasi, ETF pasif, dan strategi manajemen aktif. Hingga Mei 2026, Franklin Templeton mengelola aset sekitar $1,78 triliun, dengan divisi aset digitalnya mengelola sekitar $1,8 miliar. Langkah mereka juga melibatkan investasi dan kemitraan di ekosistem yang lebih luas, seperti Ethena dan Crossmint, serta kolaborasi dengan jaringan seperti Aptos dan Sui. Sebagai perbandingan, raksasa aset tradisional lain seperti Fidelity Investments mengambil jalur yang sedikit berbeda, lebih menekankan pada pembangunan infrastruktur kustodian dan perdagangan internal sejak awal. Namun, kedua institusi tersebut mencerminkan tren yang sama: penetrasi mendalam dari manajer aset tradisional ke dalam bidang kripto.

Foresight News40m yang lalu

Potongan Terakhir Ambisi Kripto Franklin Templeton

Foresight News40m yang lalu

Trading

Spot
Futures

Artikel Populer

Cara Membeli FLOW

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian Flow (FLOW) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli Flow (FLOW) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan Flow (FLOW) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan Flow (FLOW) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading Flow (FLOW)Lakukan trading Flow (FLOW) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

253 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.10Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli FLOW

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga FLOW (FLOW) disajikan di bawah ini.

活动图片