Ex-Ripple Exec Shares What Burning XRP Means, But Does It Influence Price?

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2026-03-17Terakhir diperbarui pada 2026-03-17

Abstrak

Former Ripple CTO David Schwartz has challenged the common belief within the XRP community that burning tokens directly and immediately impacts the asset's price. This discussion arose after a community member questioned Ripple's recent $750 million share buyback, suggesting the company should instead burn the XRP held in escrow to benefit holders. To support his argument, Schwartz shared a price chart of Stellar (XLM), which burned half of its supply in 2019, showing no immediate price surge from the event. He asserted that while burns can have indirect market effects, they do not directly cause price rallies. The debate then expanded to question whether Ripple's other initiatives, such as its upcoming stablecoin RLUSD and Real-World Asset (RWA) tokenization, would provide any direct benefit to XRP's price if burns do not.

A former Ripple executive has weighed in on an ongoing debate over XRP token burns, shedding light on their actual impact on an asset’s value. In a heated discussion on X, the executive challenged the XRP community’s long-held belief that burning tokens directly influences their immediate price action or automatically triggers a sharp price rally.

Ex Ripple CTO Reveals Real Impact Of Burning XRP

David Schwartz, the former Chief Technology Officer (CTO) of Ripple, has taken to X to share new details about XRP burning and its direct influence on price. Notably, Schwartz’s statements come in response to the recent backlash and criticism stemming from Ripple’s latest $750 million share buyback.

In a post on March 12, a pseudonymous XRP community member known as ‘XRP Launch’ on X tagged several of Ripple’s top executives, including Schwartz, CEO Brad Garlinghouse, President Monica Long, and CLO Stuart Alderoty. The user questioned the company’s recent share buyback, asking why Ripple would prioritize this approach over initiatives that directly benefit XRP holders.

He urged the executives to consider burning the XRP currently held in escrow rather than pursuing share buybacks that primarily benefit Ripple as a company. In a sarcastic remark, he added that perhaps the escrow cannot be burned, as doing so might push XRP’s price beyond $1.39.

Responding to the remarks, Schwartz shared a price chart illustrating the historical performance of both XRP and Stellar (XLM). The chart highlights volatility in both assets, with notable price spikes in some months and relatively subdued action in others. The former Ripple CTO then challenged the XRP member to identify where, on the chart, XLM had burned half of its total supply.

Source: X

Notably, Stellar conducted a large-scale token burn in November 2019, eliminating half of its supply. Schwartz argued that, despite the significant reduction in supply, the move had no immediate, direct impact on XLM’s price. The chart showed no meaningful price surge throughout November that year or in the following months, with the only noticeable upward movement appearing around February to March of the next year.

Schwartz pushed back against the user’s claim that burning escrowed XRP would trigger a price rally, arguing that token burns have no direct impact on an asset’s performance or valuation. However, he acknowledged that such actions can, in some cases, exert indirect influence on market dynamics.

Concerns About RLUSD And RWA Impact On XRP Arise

As Schwartz debunked misconceptions about XRP burns, the debate quickly shifted to Ripple’s stablecoin, RLUSD, and the XRP Ledger’s (XRPL) Real-World Assets (RWAs) tokenization. A community member known as Spade reasoned that if burning tokens added no value to XRP, then, by extension, initiatives such as RLUSD, RWAs, and XRP’s role as a bridge asset may also provide little to no direct benefit to the cryptocurrency’s price.

He contended that the only immediate effect these activities would have on the ecosystem is burning XRP, which, according to Schwartz’s argument, would not positively influence the price. Spade further asserted that liquidity generated by using RLUSD does not increase XRP’s value. In his view, buying and holding XRP can increase its price. He also criticized the broader narrative that XRP “frees up capital,” arguing that the concept is counterproductive to the asset’s price growth.

Price goes on another uptrend | Source: XRPUSDT on TradingView.com

Pertanyaan Terkait

QWhat did the former Ripple executive, David Schwartz, claim about the direct impact of token burns on XRP's price?

ADavid Schwartz argued that token burns have no direct impact on an asset's performance or valuation, using Stellar's (XLM) 2019 burn of half its supply as an example which did not cause an immediate price surge.

QWhy was the XRP community member 'XRP Launch' critical of Ripple's recent $750 million share buyback?

AThe member was critical because they believed Ripple should prioritize initiatives that directly benefit XRP holders, like burning the escrowed XRP, instead of a share buyback which primarily benefits the company itself.

QAccording to the article, what was the community's concern regarding Ripple's stablecoin RLUSD and Real-World Asset (RWA) tokenization?

AThe concern was that if burning tokens doesn't add value, then initiatives like RLUSD, RWAs, and XRP's role as a bridge asset might also provide little to no direct benefit to XRP's price.

QWhat was the main point of the community member 'Spade' in the debate about what increases XRP's value?

ASpade contended that the only immediate way to increase XRP's price is through buying and holding it, and criticized the narrative that XRP 'frees up capital' as counterproductive to price growth.

QWhat evidence did David Schwartz use to support his argument against the effectiveness of token burns?

AHe shared a price chart comparing XRP and XLM and challenged others to identify where XLM burn occurred, pointing out that the massive burn in November 2019 did not result in an immediate price increase for XLM.

Bacaan Terkait

Tim Fei-Fei Li Memperjelas Konsep 'Model Dunia', Sora Hanya Bisa Disebut Sebagai Renderer

Tim World Labs dan Profesor Stanford Li Fei-Fei menerbitkan analisis konseptual berjudul "Fungsional Taxonomy of World Models". Artikel tersebut menyatakan bahwa istilah "model dunia" telah menjadi salah satu konsep terpenting namun paling disalahgunakan di bidang AI. Pemicu kebingungan ini adalah keberagaman sistem yang disebut "model dunia". OpenAI's Sora disebut "world simulator", tetapi hanya menghasilkan video yang realistis secara visual. Tesla menggunakan "model dunia" untuk memprediksi pergerakan objek di FSD, sementara perusahaan robotika menggunakannya untuk mengevaluasi konsekuensi tindakan. Padahal, ketiganya memiliki tujuan teknis yang sangat berbeda. Berdasarkan kerangka Partially Observable Markov Decision Process (POMDP), tim mengusulkan klasifikasi fungsional yang membagi sistem "model dunia" menjadi tiga proyeksi: Renderer, Simulator, dan Planner. * **Renderer (seperti Sora, Genie 3):** Fokus pada generasi piksel yang realistis secara visual. Input adalah representasi keadaan, output adalah gambar/video. Tidak menjamin keakuratan fisik. * **Simulator (seperti NVIDIA Omniverse):** Fokus pada prediksi keadaan fisik selanjutnya secara akurat. Input adalah keadaan saat ini dan tindakan, output adalah keadaan berikutnya yang dapat dihitung untuk analisis teknis. Data 3D berkualitas untuk pelatihannya sangat langka. * **Planner (seperti model VLA):** Fokus pada keputusan tindakan. Input adalah data observasi dan instruksi tujuan, output adalah tindakan selanjutnya yang harus dijalankan. Artikel ini menyimpulkan bahwa Sora, sesuai dengan klasifikasi ini, adalah Renderer, bukan "model dunia" yang utuh karena tidak dapat memprediksi perubahan keadaan berdasarkan input tindakan. Klarifikasi ini penting untuk menghindari kesalahan teknis, memberikan kejelasan bagi investor, dan menetapkan tolok ukur yang jelas di kalangan akademisi.

marsbit48m yang lalu

Tim Fei-Fei Li Memperjelas Konsep 'Model Dunia', Sora Hanya Bisa Disebut Sebagai Renderer

marsbit48m yang lalu

Dari Web3 ke AI Agent, VC Kripto Legendaris Variant Taruhan Transformasi 2 Triliun Rupiah

**Variant Luncurkan Dana Baru Rp 3,55 Triliun, Fokus Beralih dari "Kepemilikan Digital" ke "Otonomi" (Autonomy)** Variant Fund, sebuah venture capital (VC) kripto ternama, mengumumkan peluncuran dana baru senilai USD 222 juta (sekitar Rp 3,55 triliun) bernama Variant 4. Dana ini akan berinvestasi pada tahap awal (early-stage) dan tahap pertumbuhan/likuiditas. Filosofi investasi Variant mengalami evolusi. Dari sebelumnya berfokus pada **"Kepemilikan Digital"** (atas uang, identitas, data, produk), kini berkembang menjadi tema yang lebih luas: **"Otonomi" (Autonomy)**. Inti dari Otonomi adalah **meningkatkan daya pikir dan kendali pengguna** atas hidup, aset, dan identitas mereka sendiri. Variant membedakan ini dengan sekadar **otomatisasi cerdas**. Menurut mereka, teknologi otomatisasi harus meningkatkan kedaulatan pengguna, bukan hanya menguntungkan platform. Kunci utamanya adalah: teknologi itu melayani pengguna atau pihak lain? Variant meyakini bahwa **agen AI (AI Agent)** dan **infrastruktur keuangan global yang terbuka** akan mengubah struktur internet — dari model di mana pengguna adalah produk, menjadi internet di mana pengguna memiliki daya pikir yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pergeseran ini tidak hanya untuk konsumen, tetapi juga mencakup pasar, alat, dan layanan baru untuk pengembang dan bisnis. Oleh karena itu, tesis investasi baru mereka adalah: **Variant berinvestasi pada teknologi yang memperluas Otonomi**, dengan fokus pada pasar, infrastruktur, dan aplikasi baru yang memberdayakan pengguna melalui peningkatan akses, pengetahuan, dan kepemilikan. Tesis ini mencakup investasi masa lalu mereka di pemimpin kategori blockchain (Ethereum, Solana), infrastruktur pengembang (Blockaid, Turnkey, Relay), pasar keuangan baru (Uniswap, Morpho, OpenFX), dan produk konsumen (Phantom, World). Ini juga tercermin dalam investasi baru-baru ini seperti: * **Honcho**: Solusi penyimpanan memori agen yang di-host sendiri. * **Octet**: Memungkinkan aplikasi memverifikasi lokasi fisik pengguna secara kriptografis sebagai blok pembangun identitas digital. * **here.now**: "Awan agen" yang memungkinkan kepemilikan dan komposisi konten yang dihasilkan. Variant mengundang para pendiri yang membangun dengan tujuan untuk memperluas otonomi pengguna untuk menghubungi mereka.

marsbit54m yang lalu

Dari Web3 ke AI Agent, VC Kripto Legendaris Variant Taruhan Transformasi 2 Triliun Rupiah

marsbit54m yang lalu

Momen Ballmer Ethereum: Saat Semua Meragukan, Pasokan yang Beredar Mulai Menghilang

**Ringkasan: Saat Semua Meremehkan Ethereum, Pasokan yang Beredar Justru Menyusut** Narasi bearish tentang Ethereum kini mendominasi: pendiri Bankless menjual ETH, developer muda beralih ke Solana, dan Ethereum Foundation dianggap menghindari risiko. Situasi ini disebut sebagai "Era Ballmer" Ethereum, mengacu pada periode Microsoft di bawah Steve Ballmer yang dianggap stagnan, namun sebenarnya fondasi bisnisnya terus tumbuh solid di balik layar. Di balik narasi permukaan, dasar fundamental Ethereum menunjukkan tren positif: * **30% dari total pasokan ETH telah di-staking**, mengunci likuiditas. * Perusahaan seperti BitMine dan calon ETF spot terus menyerap ETH dari pasar. * Regulasi yang semakin jelas (seperti keputusan SEC tentang staking, GENIUS Act, CLARITY Act) mengubah crypto dari ancaman menjadi kerangka hukum yang diakui, membuka jalan bagi modal institusional. Sementara dominasi Ethereum dalam aset tokenisasi (seperti stablecoin USDC) dan DeFi berkurang dibandingkan pesaing seperti Solana, Ethereum tetap menjadi *settlement layer* netral tepercaya pilihan utama untuk aset tokenisasi institusional. Kompresi pasokan yang beredar, permintaan akan yield staking, dan statusnya sebagai pilihan default institusi dapat mendorong penilaian ulang harga ETH, bahkan tanpa kemenangan dalam "perang fee". Kesimpulannya, meskipun energi budaya dan inovasi mungkin bergeser ke chain lain, lanskap crypto secara keseluruhan sedang mengadopsi bentuk yang lebih terlembaga. Ethereum, dengan efek jaringan dan netralitasnya, diposisikan dengan baik untuk menangkap nilai dari gelombang institusional ini. Narasi bearish yang telah menjadi konsensus justru menciptakan peluang saat fondasi sebenarnya sedang diperkuat.

marsbit1j yang lalu

Momen Ballmer Ethereum: Saat Semua Meragukan, Pasokan yang Beredar Mulai Menghilang

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures

Artikel Populer

Apa Itu XRP 2.0

XRP 2.0: Sebuah Frontier Baru dalam Lanskap Cryptocurrency Pengenalan XRP 2.0 Dalam dunia cryptocurrency yang terus berkembang, proyek baru terus muncul, bersaing untuk mendapatkan perhatian dan adopsi. Salah satu inisiatif menjanjikan adalah XRP 2.0, sebuah proyek cryptocurrency baru yang dirancang untuk memanfaatkan teknologi blockchain yang canggih dan metodologi enkripsi yang kuat. Meskipun namanya memiliki kesamaan dengan XRP dari Ripple, penting untuk dicatat bahwa XRP 2.0 beroperasi secara independen, dengan fokus pada peningkatan keamanan transaksi, privasi, dan skalabilitas. Seiring dengan semakin banyaknya solusi terdesentralisasi yang diadopsi oleh lanskap keuangan digital, XRP 2.0 bertujuan untuk berkontribusi secara bermakna pada web3 dan ekspansi keseluruhan proyek crypto. Apa itu XRP 2.0? Pada dasarnya, XRP 2.0 adalah proyek cryptocurrency yang bertujuan untuk menciptakan ekosistem mata uang digital yang aman dan terdesentralisasi. Teknologi dasarnya mengintegrasikan prinsip blockchain yang canggih dengan teknik enkripsi mutakhir. Tujuan utama dari XRP 2.0 adalah untuk menetapkan dirinya sebagai platform yang dapat diandalkan dan efisien yang memungkinkan eksekusi transaksi yang cepat sambil memprioritaskan perlindungan privasi yang lebih baik untuk para penggunanya. Proyek ini dipromosikan sebagai solusi untuk berbagai keterbatasan yang dihadapi oleh cryptocurrency yang ada, dengan mengusulkan sistem yang dapat menangani volume transaksi yang lebih tinggi dengan kecepatan dan privasi yang ditingkatkan. Fleksibilitas ini menjadikan XRP 2.0 sebagai pesaing yang signifikan di pasar yang dipenuhi dengan berbagai mata uang digital. Siapa Pencipta XRP 2.0? Identitas pencipta di balik XRP 2.0 tercatat sebagai ‘Wilbur.’ Namun, rincian komprehensif mengenai Wilbur atau entitas terkait mereka masih sulit ditemukan. Anonimitas banyak pencipta cryptocurrency bukanlah fenomena yang tidak umum dalam industri, sering kali dirancang untuk mempertahankan tingkat privasi dan keamanan. Siapa Investor XRP 2.0? Saat ini, informasi spesifik terkait yayasan investasi atau organisasi yang mendukung XRP 2.0 tidak tersedia untuk publik. Dalam sektor cryptocurrency, dukungan oleh investor terkemuka dapat secara signifikan mempengaruhi kredibilitas dan keberhasilan sebuah proyek, namun transparansi mengenai pendukung finansial XRP 2.0 belum ditetapkan. Bagaimana Cara Kerja XRP 2.0? XRP 2.0 menonjol dengan menerapkan kombinasi teknologi blockchain dan algoritma enkripsi canggih yang memastikan transaksi yang aman dan terdesentralisasi. Struktur inovatifnya mencakup fitur unik yang dirancang untuk meningkatkan keterlibatan pengguna dan memperluas fungsi di luar transaksi cryptocurrency konvensional. Di antara fitur-fitur ini, XRP 2.0 mengintegrasikan kemampuan yang ditenagai oleh AI, seperti fungsi teks-ke-gambar dan teks-ke-suara. Penambahan ini dirancang untuk meningkatkan pengalaman interaktif bagi pengguna, mendorong penerapan yang lebih luas di berbagai sektor. Dengan menjembatani kemajuan teknologi dengan desain yang berorientasi pada pengguna, XRP 2.0 bertujuan untuk menarik perhatian berbagai individu dan perusahaan yang ingin mengintegrasikan solusi cryptocurrency ke dalam kerangka operasional mereka. Garis Waktu XRP 2.0 Memahami XRP 2.0 memerlukan pemeriksaan tonggak yang telah mendefinisikan perjalanannya sejauh ini: 23 Juli 2023: XRP 2.0 diperkenalkan sebagai proyek cryptocurrency baru, bertujuan untuk merevolusi kemampuan transaksi yang aman dan terdesentralisasi di bidang blockchain. 8 September 2023: Peluncuran proyek lain, XRP20, terjadi, menandai munculnya token ERC-20 di blockchain Ethereum yang tidak terkait dengan XRP 2.0. 13 November 2023: XRP Ledger mengalami pembaruan signifikan dengan rilis perangkat lunak server rippled versi 2.0.0. Penting untuk dicatat bahwa perkembangan ini tidak terhubung dengan proyek cryptocurrency XRP 2.0. Poin Kunci Tentang XRP 2.0 Untuk mengekstrak esensi dari XRP 2.0, beberapa faktor kritis muncul: Fitur Unik: Penyertaan fitur seperti teks-ke-gambar dan teks-ke-suara yang ditenagai AI semakin memperluas aplikasi potensial XRP 2.0. Teknologi Blockchain: Kerangka kerja menggunakan mekanisme blockchain canggih dan protokol enkripsi, memastikan lingkungan yang aman dan terdesentralisasi untuk transaksi. Skalabilitas dan Privasi: XRP 2.0 memprioritaskan perlindungan privasi yang lebih baik dalam proses transaksi dan skalabilitas yang diperlukan untuk mengakomodasi basis pengguna yang berkembang. Tidak Terafiliasi dengan Ripple: Penting untuk dicatat, meskipun namanya, XRP 2.0 tidak memiliki kesetiaan atau kolaborasi dengan XRP dari Ripple, membedakan kerangka operasi dan tujuannya dalam ekosistem cryptocurrency. Kesimpulan XRP 2.0 mewakili usaha ambisius dalam lingkup cryptocurrency, bertujuan untuk menawarkan kombinasi keamanan, privasi, dan efisiensi dalam transaksi digital. Dengan mengintegrasikan teknologi canggih dan fitur yang ramah pengguna, proyek ini berupaya memperluas cakrawala apa yang dapat dicapai oleh cryptocurrency di ekonomi digital saat ini. Sementara anonimitas penciptanya dan kurangnya investor yang diungkapkan mungkin menimbulkan pertanyaan bagi beberapa orang, fokus XRP 2.0 pada fungsionalitas canggih dan desentralisasi meningkatkan daya tariknya di tengah pasar crypto yang semakin ramai. Seiring dengan terus berkembangnya lanskap cryptocurrency, XRP 2.0 mungkin akan muncul sebagai pemain kunci dalam ekspansi solusi blockchain yang aman dan skalabel.

233 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.04.06Diperbarui pada 2024.12.03

Apa Itu XRP 2.0

Cara Membeli XRP

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian XRP (XRP) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli XRP (XRP) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan XRP (XRP) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan XRP (XRP) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading XRP (XRP)Lakukan trading XRP (XRP) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

1.9k Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.10Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli XRP

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga XRP (XRP) disajikan di bawah ini.

活动图片