Crypto Prices Retreat, Asian Markets Move the Same Way

TheNewsCryptoDipublikasikan tanggal 2026-03-19Terakhir diperbarui pada 2026-03-19

Abstrak

Cryptocurrency prices have retreated from recent highs, with the total market capitalization declining by 4.11% and the FG Index dropping to 33 points. Major tokens like BTC (-4.18%), ETH (-5.44%), XRP (-3.89%), BNB (-3.25%), and SOL (-4.38%) all saw significant losses. Simultaneously, Asian markets experienced declines: Japan’s Nikkei 225 fell 2.5%, South Korea’s Kospi dropped 1.3%, and India’s Sensex crashed over 1,600 points. Experts attribute the downturn to three key factors: rising oil prices (Brent crude above $112), strengthening US yields, and a stronger US Dollar. The ongoing Middle East conflict continues to influence global market sentiment.

Crypto prices are back to lower values. Several major Asian markets have declined as well. Experts have underlined three possible factors in this scenario. These are oil prices, US yields, and the US Dollar. The Middle East conflict remains at the center of it.

Crypto Prices Plummet

Crypto prices had a bull run for the last couple of days. They have now retreated on the chart. A major indication is in the form of the collective market cap and FG Index. The former has plunged by 4.11%, and the index is down to 33 points from 40-44 points.

Individually, top tokens have lost more than 4% of their respective values in the last 24 hours. BTC, the flagship cryptocurrency, is down by 4.18%, while ETH has shed 5.44% of its value. More top tokens in the crypto market that have lost their values are XRP (-3.89%), BNB (-3.25%), and SOL (-4.38%).

BTC, for one, traded at a high of $74,258.06 hours before it stepped back heavily. The decline was rather steep from $73,984.14 to $72,890.84, paving the way for more losses.

Asian Markets

Tokyo’s Nikkei 225 declined by 2.5%. It closed the day at around 53,875.94, with the Bank of Japan deciding to hold its benchmark interest rate steady at 0.75%. South Korean Kospi recorded 5,845.62 after a fall of 1.3%.

The Hang Seng in Hong Kong and the Shanghai Composite Index each lost 0.2% and 0.9%, respectively. Taiwan’s Taiex declined by 1.2%.

In India, Nifty went below 23,000, and Sensex crashed over 1,600 points. The decline is reportedly led by banking, financial, and realty stocks, with investors looking to book profits and lowering exposure to risks.

Possible Factors

A total of three possible factors have emerged – high oil prices, rising US yields, and the US Dollar gaining strength on the index. Brent has breached the $112 mark, as it is currently hovering around $112.095. Crude oil is moving upwards after noting a stance at $97.363.

The US Dollar has surpassed the 100 milestone, currently listed at 100.170, still down by 0.06% in the last 24 hours but up by 3.14% in the past 30 days. Concerns about global inflation are still on the table for authorities worldwide.

Highlighted Crypto News Today:

SEC Approves Nasdaq Pilot for Tokenized Stock Trading

TagsAsiaCrypto Price

Pertanyaan Terkait

QWhat are the three possible factors experts have identified for the decline in crypto prices and Asian markets?

AThe three possible factors are high oil prices, rising US yields, and the strengthening US Dollar.

QHow much did the collective crypto market cap decline, and what was the drop in the FG Index?

AThe collective crypto market cap plunged by 4.11%, and the FG Index dropped to 33 points from 40-44 points.

QWhich major Asian markets declined, and what were their respective percentage losses?

ATokyo's Nikkei 225 declined by 2.5%, South Korean Kospi fell by 1.3%, Hong Kong's Hang Seng lost 0.2%, Shanghai Composite Index dropped 0.9%, and Taiwan's Taiex declined by 1.2%.

QWhat was the price movement of Brent crude oil mentioned in the article?

ABrent crude oil breached the $112 mark and was hovering around $112.095, moving upwards from a previous stance at $97.363.

QHow did the value of the US Dollar change according to the index, and what were its recent performance figures?

AThe US Dollar surpassed the 100 milestone, listed at 100.170. It was down by 0.06% in the last 24 hours but up by 3.14% in the past 30 days.

Bacaan Terkait

Panduan Penggunaan AI dari CEO Y-Combinator: Masa Depan Milik Mereka yang Membangun Sistem Berbunga Majemuk

Panduan Penggunaan AI dari CEO Y Combinator: Masa Depan Milik Mereka yang Membangun Sistem Majemuk Ketika banyak orang masih melihat AI sebagai alat obrolan yang lebih pintar, CEO Y Combinator Garry Tan telah mengubahnya menjadi sistem operasi pribadi. Inti produktivitas di era AI telah berubah: model hanyalah mesin, yang benar-benar menghasilkan pertumbuhan majemuk adalah sistem menyeluruh yang dibangun di sekitar pengetahuan, alur kerja, konteks, dan penilaian pribadi. Dalam sistem seperti ini, setiap pertemuan, buku, email, dan koneksi tidak lagi menjadi informasi terisolasi, melainkan terus dimasukkan ke dalam "otak kedua" yang terstruktur. Setiap tugas berulang tidak lagi bergantung pada prompt sementara, tetapi diabstraksi menjadi *skill* yang dapat digunakan kembali dan terus disempurnakan. AI tidak hanya membantu menyelesaikan tugas, tetapi membantu memproduktifkan, mensistemasi, dan menginfrastrukturkan cara kerja pribadi. Kompetisi masa depan mungkin bukan milik mereka yang hanya bisa menggunakan AI, tetapi milik mereka yang dapat melatih sistem AI majemuk di sekitar kehidupan dan pekerjaan nyata mereka. Sistem AI pribadi akan mengingat latar belakang Anda, memahami konteks Anda, mewarisi penilaian Anda, dan menjadi lebih kuat dengan setiap penggunaan. Nilai AI tidak terletak pada apa yang dihasilkan sekali, tetapi pada kemampuannya untuk menjadi sistem saraf yang terus mengakumulasi, menghubungkan, dan meningkatkan. Bagi individu, inilah awal sebenarnya dari "cara kerja asli AI." Tan membagikan contoh konkret: sistem "book mirror" yang menganalisis dan memetakan isi buku ke konteks hidupnya, serta persiapan rapat otomatis yang memanfaatkan basis pengetahuan pribadi berisi 100.000 halaman. Sistem ini dibangun dengan arsitektur "harness tipis, skill tebal, kode tebal," terdiri dari banyak *skill* yang dapat dikombinasikan dan *skill* meta yang dapat membuat *skill* baru. Intinya: masa depan milik individu yang dapat membangun sistem AI majemuk, bukan hanya pengguna alat AI terpusat. Perbedaannya seperti antara menulis buku harian dan memiliki sistem saraf. Semua alat dan kerangka kerja yang dijelaskan telah diopen-source-kan, mengundang siapa saja untuk mulai membangun sistem mereka sendiri.

marsbit11m yang lalu

Panduan Penggunaan AI dari CEO Y-Combinator: Masa Depan Milik Mereka yang Membangun Sistem Berbunga Majemuk

marsbit11m yang lalu

Karyawan SK Hynix di China Terpukul: Bonus Tidak Mencapai 5% dari Karyawan Korea

Sejumlah karyawan SK Hynix di China melaporkan bahwa bonus tahunan yang mereka terima kurang dari 5% dari yang diterima rekan kerja di Korea Selatan. Hal ini terjadi meskipun ada prediksi media bahwa karyawan perusahaan memori Korea itu berpotensi mendapat bonus hingga jutaan yuan karena lonjakan permintaan HBM untuk AI. SK Hynix mengonfirmasi aturan pembagian bonus 10% dari laba operasi, tetapi menyangkal angka spesifik yang beredar. Menurut seorang karyawan teknis China dengan pengalaman lebih dari 10 tahun, bonus tertinggi yang pernah diterimanya sekitar 100.000 yuan, jauh di bawah prediksi "rata-rata 3 juta yuan" untuk karyawan Korea. Perbedaan ini dikarenakan perbedaan struktur penggajian dan frekuensi pembayaran bonus antara dua negara. Perusahaan memiliki pabrik di Wuxi, Dalian, dan Chongqing. Lowongan kerja di Dalian menunjukkan gaji insinyur antara 10.000 hingga 35.000 yuan per bulan dengan 13 bulan gaji. Namun, karyawan China umumnya tidak menerima insentif saham dan jarang mencapai posisi manajemen puncak, yang didominasi oleh ekspatriat Korea. Sektor memori saat ini sedang mengalami periode boom yang didorong oleh AI, berlawanan dengan kerugian yang dialami pada siklus penurunan 2023. Analis memprediksi momentum ini akan berlanjut selama 2-3 tahun ke depan, terutama untuk produk pelanggan korporat seperti HBM, yang mungkin berdampak pada kenaikan harga produk konsumen.

链捕手14m yang lalu

Karyawan SK Hynix di China Terpukul: Bonus Tidak Mencapai 5% dari Karyawan Korea

链捕手14m yang lalu

Karyawan SK Hynix China 'Dihantam': Bonus Tak Mencapai 5% dari Karyawan Korea

Artikel ini membahas kesenjangan besar dalam bonus tahunan antara karyawan SK Hynix di Korea Selatan dan China, di tengah lonjakan permintaan memori yang didorong AI. Meskipun ada prediksi media bahwa bonus rata-rata karyawan Korea bisa mencapai jutaan yuan (bahkan hingga 6.1 juta RMB pada 2027), kenyataannya sangat berbeda bagi karyawan China. Menurut seorang karyawan China berpengalaman di SK Hynix, bonus karyawan China kurang dari 5% dari rekan Korea mereka. Saat karyawan Korea dikabarkan mendapat bonus 3 juta RMB, karyawan China hanya menerima sekitar 150 ribu RMB, dengan yang tertinggi sekitar 100 ribu RMB berdasarkan peringkat KPI. Perbedaan ini dikarenakan sistem penghitungan yang berbeda: bonus di Korea dibayarkan setahun sekali berdasarkan gaji bulanan, sementara di China dua kali setahun. Artikel ini juga menyoroti bahwa prediksi "bonus rata-rata" yang tinggi mungkin tidak akurat dan tidak merata, dengan manajemen senior kemungkinan menerima porsi terbesar. Selain itu, karyawan China umumnya tidak menerima insentif saham seperti rekan Korea, dan posisi manajemen didominasi oleh staf Korea, meskipun ada kemungkinan peningkatan kader lokal seiring waktu. SK Hynix secara resmi telah mengkonfirmasi aturan pembagian bonus 10% dari laba operasi tetapi menegaskan bahwa jumlah pasti untuk tahun 2026/2027 belum dapat diprediksi. Perusahaan ini beroperasi di beberapa pabrik di China (Wuxi, Dalian, Chongqing) dengan rentang gaji bulanan insinyur sekitar 10-35 ribu RMB. Dengan permintaan HBM dan produk server yang terus kuat untuk 2-3 tahun ke depan, industri memori diperkirakan tetap panas, namun kesenjangan kompensasi dan dampak kenaikan harga pada produk konsumen akan terus menjadi topik perbincangan.

marsbit35m yang lalu

Karyawan SK Hynix China 'Dihantam': Bonus Tak Mencapai 5% dari Karyawan Korea

marsbit35m yang lalu

Wawancara Eksklusif dengan Michael Saylor: Saya Memang Bilang Akan Jual, Tapi Bukan Penjualan Bersih

Wawancara dengan Michael Saylor, Ketua Eksekutif MicroStrategy, menjelaskan pernyataan kontroversial perusahaan tentang kemungkinan menjual Bitcoin untuk membayar dividen instrumen kredit digitalnya, STRC. Saylor menekankan bahwa meskipun perusahaan mungkin menjual sebagian Bitcoin, mereka akan tetap menjadi pembeli bersih (net buyer) aset kripto tersebut. Strategi intinya adalah menerbitkan instrumen kredit seperti STRC untuk mengumpulkan modal, yang kemudian digunakan untuk membeli Bitcoin. Karena Bitcoin diharapkan mengalami apresiasi nilai (sekitar 30-40% per tahun), keuntungan modal ini dapat digunakan untuk membayar dividen STRC sambil tetap meningkatkan kepemilikan Bitcoin secara keseluruhan. Saylor menganalogikan model bisnis ini dengan perusahaan pengembang real estat yang menggunakan pendapatan kredit untuk investasi modal. Dia menyatakan bahwa "tingkat impas" untuk model ini adalah sekitar 2.3%, yang berarti selama penerbitan utang kredit tidak melebihi 2.3% dari total kepemilikan Bitcoin dan apresiasi Bitcoin melebihi angka tersebut, perusahaan akan selalu menjadi akumulator Bitcoin bersih. Pada April 2024 saja, MicroStrategy menjual STRC senilai $3.2 miliar dan membeli Bitcoin dengan jumlah yang sama, sementara dividen yang harus dibayar hanya sekitar $80-90 juta, mengilustrasikan rasio pembelian bersih yang tinggi. Dalam wawancara, Saylor juga membahas peran Bitcoin sebagai "modal digital" dan bagaimana aset ini menjadi dasar untuk menciptakan "kredit digital" yang menawarkan hasil tinggi dengan risiko lebih rendah, seperti STRC. Dia menolak kritik bahwa tindakan perusahaan adalah skema Ponzi, dengan alasan bahwa model berbasis Bitcoin yang dikelola dengan baik justru menciptakan alat keuangan inovatif. Saylor yakin adopsi Bitcoin akan terus berlanjut didorong oleh arus modal institusional, terlepas dari kondisi makroekonomi, meskipun faktor-faktor seperti kebijakan moneter dan gejolak geopolitik dapat mempengaruhi kecepatan apresiasinya.

Odaily星球日报50m yang lalu

Wawancara Eksklusif dengan Michael Saylor: Saya Memang Bilang Akan Jual, Tapi Bukan Penjualan Bersih

Odaily星球日报50m yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片