CME Group Announces Round-The-Clock Crypto Derivatives Trading Beginning May 29

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2026-02-20Terakhir diperbarui pada 2026-02-20

Abstrak

CME Group, the world's largest derivatives marketplace, will introduce nearly 24/7 trading for its cryptocurrency futures and options starting May 29, pending regulatory approval. The new schedule on the CME Globex platform will include a brief weekend maintenance break. This move responds to record-high client demand for crypto risk management tools, with the exchange reporting $3 trillion in notional trading volume in 2025 alone. Year-to-date average daily volume surged 46% to 407,200 contracts. The extended hours will allow traders to manage exposure continuously amid market volatility, aligning regulated derivatives more closely with the crypto market's always-on nature.

CME Group, the world’s largest derivatives marketplace, announced Thursday that it will introduce nearly round‐the‐clock trading for its cryptocurrency derivatives, with the new schedule set to begin on May 29, pending regulatory approval.

The exchange announced that its crypto futures and options will transition to continuous trading on the CME Globex platform, providing broader access beyond the traditional weekly schedule. While the platform will operate on an almost 24/7 basis, it will still include a minimum two‐hour maintenance break each weekend.

‘All‐Time High’ Demand For Crypto Risk Tools

Under the updated framework, trades executed between Friday evening and Sunday evening will be assigned a trade date of the next business day. CME added that clearing, settlement, and regulatory reporting for those transactions will also be processed on the following business day.

According to the firm’s press release, the decision reflects the surging demand for cryptocurrency risk management tools amid falling cryptocurrency prices, including a 50% drop in Bitcoin’s value in just four months.

The daily chart shows BTC’s price trending downwards following October’s high record. Source: BTCUSDT on TradingView.com

Notably, Tim McCourt, CME Group’s Global Head of Equities, FX, and Alternative Products, said client appetite for digital asset exposure has reached unprecedented levels.

In 2025 alone, the exchange recorded $3 trillion in notional trading volume across its cryptocurrency futures and options suite, a record for the platform.

“Client demand for risk management in the digital asset market is at an all-time high,” McCourt said, noting that continuous access to regulated crypto derivatives will allow traders to manage exposure whenever market conditions shift.

While he acknowledged that not every asset class is suited for nonstop trading, he emphasized that always‐on access to transparent and regulated cryptocurrency products will enable clients to trade with greater flexibility and confidence.

Futures Lead 47% Jump In CME Group Digital Asset Activity

CME Group’s crypto complex has continued to expand in 2026. The exchange reported average daily volume of 407,200 contracts so far this year, marking a 46% increase compared with the same period in 2025. Average daily open interest reached 335,400 contracts, up 7% year over year (YoY).

Futures activity on the platform has been particularly strong, with the average daily volume climbing 47% from a year earlier.

Although CME Group has confirmed May 29 as its target launch date, the exchange noted that the extended trading schedule remains subject to regulatory review and final approval.

If cleared, the move would mark a significant step in aligning regulated crypto derivatives trading more closely with the around‐the‐clock nature of underlying digital asset markets.

Featured image from OpenArt, chart from TradingView.com

Pertanyaan Terkait

QWhat is the new trading schedule for CME Group's cryptocurrency derivatives and when does it begin?

ACME Group will introduce nearly round-the-clock trading for its cryptocurrency derivatives, set to begin on May 29, pending regulatory approval. The schedule includes a minimum two-hour maintenance break each weekend.

QAccording to CME Group, what is there an 'all-time high' demand for?

AAccording to Tim McCourt, CME Group's Global Head of Equities, FX, and Alternative Products, there is an 'all-time high' client demand for risk management tools in the digital asset market.

QHow much notional trading volume did CME Group record for its cryptocurrency futures and options in 2025?

ACME Group recorded $3 trillion in notional trading volume across its cryptocurrency futures and options suite in 2025, which was a record for the platform.

QWhat is the year-over-year (YoY) percentage increase in average daily volume for CME Group's crypto complex so far in 2026?

AThe average daily volume for CME Group's crypto complex so far in 2026 is 407,200 contracts, marking a 46% increase compared to the same period in 2025.

QIs the launch of the extended trading schedule final, or is it contingent on another factor?

AThe launch of the extended trading schedule is not final; it remains subject to regulatory review and final approval.

Bacaan Terkait

Setelah Pelatihan, Insinyur OpenAI Weng Jiayi Mengajukan Asumsi Paradigma Baru untuk Agentic AI

Dalam eksperimen terbarunya, insinyur OpenAI, Weng Jiayi, mengusulkan paradigma baru untuk AI agentik yang disebut "Heuristic Learning" (HL). Berbeda dengan pendekatan tradisional yang mengandalkan pelatihan model neural berskala besar, HL memungkinkan AI (dalam hal ini Codex) untuk secara mandiri menulis, menjalankan, menguji, dan merevisi kode program strategi berdasarkan tujuan, lingkungan yang dapat dijalankan, dan umpan balik tertutup. Dalam eksperimen utama di lingkungan Atari Breakout, agen Codex berhasil mengembangkan strategi kode Python murni yang mencapai skor sempurna 864. Prosesnya melibatkan siklus iteratif: menulis kode, menjalankan simulasi, menganalisis log dan rekaman video, mengidentifikasi kegagalan, lalu memodifikasi kode. Pengalaman "dipelajari" tidak disimpan dalam bobot neural network, tetapi dalam sistem perangkat lunak yang dapat dibaca, diubah, dan diaudit. Eksperimen lebih lanjut di 57 game Atari menunjukkan bahwa pendekatan HL memiliki efisiensi sampel yang mengesankan di awal, mencapai kinerja sebanding dengan algoritma Reinforcement Learning (RL) seperti PPO dalam jutaan langkah. Namun, HL memiliki batasan dalam tugas yang memerlukan perencanaan jangka panjang dan urutan aksi kompleks, seperti yang terlihat dalam game Montezuma's Revenge. Paradigma HL ini berpotensi memiliki implikasi signifikan di industri, terutama dalam: 1) Kontrol robotik untuk skenario terstruktur, mengurangi ketergantungan pada inferensi neural network berat di setiap langkah; 2) Skenario kritis keamanan (mobil otonom, robot medis) di mana kemampuan audit dan penelusuran kode sangat berharga; 3) Pembelajaran berkelanjutan yang dapat diotomatisasi dan diintegrasikan ke dalam alur kerja rekayasa perangkat lunak; 4) Preservasi dan pertukaran kemampuan agen dalam bentuk aset kode yang dapat digunakan kembali. Weng Jiayi menekankan bahwa HL bukan pengganti lengkap untuk neural network, tetapi pelengkap. Visinya adalah sistem hybrid di mana neural network (System 1) menangani persepsi cepat, HL menangani pemrosesan aturan dan memori yang dapat diinterpretasikan, dan LLM agen (System 2) memberikan umpan balik tingkat tinggi. Intinya, HL menawarkan kemungkinan untuk mengubah pengalaman AI dari sesuatu yang "terkompresi dalam bobot" menjadi sesuatu yang "terkandung dalam perangkat lunak yang dapat dipelihara".

marsbit13m yang lalu

Setelah Pelatihan, Insinyur OpenAI Weng Jiayi Mengajukan Asumsi Paradigma Baru untuk Agentic AI

marsbit13m yang lalu

Claude-mu Akan Bermalam Ini, Jangan Ganggu Ia

Anthropic memperkenalkan fitur "Dreaming" (Bermimpi) pada platform Managed Agents, yang memungkinkan AI Agent secara otomatis menganalisis dan mengoptimalkan log dari sesi tugas sebelumnya saat tidak aktif. Proses ini mirip dengan konsolidasi memori dalam tidur manusia, di mana AI menyaring informasi penting dari riwayat operasinya (seperti pola keberhasilan atau kegagalan) untuk meningkatkan kinerja di masa depan. Fitur serupa juga dikembangkan oleh Hermes Agent dan OpenClaw, yang menggunakan mekanisme "mimpi" untuk menyempurnakan keterampilan dan memori jangka panjang AI. Artikel ini mengeksplorasi bagaimana istilah-istilah manusia seperti "berpikir", "ingatan", dan kini "bermimpi" semakin banyak diterapkan pada teknologi AI. Penggunaan bahasa ini tidak hanya bersifat metaforis tetapi juga membentuk persepsi pengguna tentang AI sebagai entitas yang lebih hidup dan mandiri. Namun, secara teknis, "Dreaming" pada AI adalah proses pengolahan data offline yang bertujuan untuk efisiensi dan pembelajaran mandiri, berbeda dengan mimpi manusia yang melibatkan kesadaran. Tantangan kontekstual dalam AI, seperti batasan memori (KV Cache) dan kebutuhan akan jendela konteks yang lebih besar (seperti model SubQ yang mengklaim 12 juta token), mendorong pengembangan fitur seperti "Dreaming" untuk membantu AI mengelola informasi dengan lebih cerdas. Artikel ini mengajak pembaca untuk mempertanyakan bagaimana bahasa membentuk hubungan kita dengan teknologi dan menggeser tanggung jawab dari pengembang ke AI itu sendiri.

marsbit16m yang lalu

Claude-mu Akan Bermalam Ini, Jangan Ganggu Ia

marsbit16m yang lalu

CoreWeave yang Diborong Duan Yongping, Kini Berubah Jadi Medan Perang Sengit antara Bull dan Bear

Penulis: Deep潮 TechFlow Pada 8 Mei, penyedia daya komputasi awan AI CoreWeave (CRWV) anjlok 11,4% dalam sehari. Kejatuhan ini terjadi bersamaan dengan fakta bahwa investor terkenal Tiongkok, Duan Yongping (段永平), yang sering disebut sebagai "murid Warren Buffett," baru saja membuka posisi pertamanya di CoreWeave pada kuartal IV 2025 dengan nilai sekitar $20 juta, tepat di dekat kisaran terendah saham tahun 2025. Laporan keuangan Q1 CoreWeave mempertajam perdebatan sengit antara pihak bullish (optimis) dan bearish (pesimis). Pendapatan melonjak 112% menjadi $2,08 miliar, namun kerugian bersih melebar menjadi $740 juta. Panduan pendapatan untuk Q2 juga berada di bawah ekspektasi pasar. Inti narasi bullish terletak pada cadangan pesanan yang belum dipenuhi (RPO) sebesar $99,4 miliar, daftar klien yang berkembang (termasuk Anthropic, Meta, Jane Street), dan hubungan yang sangat erat dengan NVIDIA sebagai investor, pemasok, dan pelanggan. Pihak bearish berfokus pada melemahnya profitabilitas: margin laba operasional (setelah disesuaikan) hanya 1%, meskipun margin EBITDA tinggi (56%), karena biaya infrastruktur melonjak. Mereka juga mengkhawatirkan pengeluaran modal yang sangat agresif ($6,8 miliar di Q1) dan utang yang membengkak ($25 miliar). Pola penjualan saham oleh internal perusahaan (insider selling) juga menambah tekanan. Duan Yongping, dengan posisi CoreWeave yang hanya 0,12% dari total portofolionya, tampaknya menganggap investasi ini sebagai taruhan kecil dan eksplorasi di hilir rantai pasokan daya komputasi AI, dengan taruhan utamanya tetap pada NVIDIA. CEO CoreWeave Michael Intrator berargumen bahwa pasar terlalu fokus pada harga saham (pohon) dan kehilangan pandangan atas prospek jangka panjang perusahaan (hutan), menjanjikan pemulihan margin di kuartak mendatang. Intinya, CoreWeave menjadi medan pertempuran antara narasi pertumbuhan masa depan yang kuat dan realitas keuangan saat ini yang menantang. Laporan keuangan Q2 nanti akan menjadi ujian penting untuk melihat apakah janji pemulihan margin dapat terwujud.

marsbit23m yang lalu

CoreWeave yang Diborong Duan Yongping, Kini Berubah Jadi Medan Perang Sengit antara Bull dan Bear

marsbit23m yang lalu

Festival "Burning Man" Teknologi Versi China Pertama Kali Hadir di Shanghai, muShanghai Bentuk "Kota Kilat" Geeks Global

"muShanghai: Festival Teknologi 'Burning Man' ala China Pertama Kali Hadir di Shanghai, Membangun 'Kota Pop-up' untuk Geeks Global" Shanghai, 10 Mei - 6 Juni 2026: MuShanghai, bagian dari komunitas sumber terbuka global The Mu, meluncurkan eksperimen "Kota Pop-up" selama 28 hari di Pusat Alibaba Hongqiao. Acara ini bertujuan menciptakan "kota paralel" bagi para geeks global, menghimpun lebih dari 800 peserta dari 50+ negara, termasuk mantan insinyur OpenAI, pendiri startup, dan kontributor inti OpenClaw. Acara bertema "festival teknologi Burning Man" ini menampilkan empat minggu tematik: * **Minggu AI (11-15 Mei):** Diskusi model AI besar, keamanan AI, dan aplikasi konsumen dengan pakar dari perusahaan seperti Kimi, Zhipu AI. * **Minggu Biotek (18-22 Mei):** Eksplorasi teknologi anti-penuaan, laboratorium bertenaga AI, dan penelitian panjang umur. * **Minggu Robotika (25-29 Mei):** Lomba robot, peragaan busana cyber, dan showcase perangkat keras. * **Minggu Budaya (1-6 Juni):** Dialog tentang masa depan masyarakat, budaya cyberpunk, dan game indie. Setiap Jumat diadakan "Pasar Inovator" outdoor untuk memamerkan proyek. Prinsip "Build in Public" diterapkan untuk mendorong iterasi berbasis umpan balik. Pusat Alibaba Hongqiao, sebagai tuan rumah bersama, menyediakan dukungan一站式 (layanan satu atap) bagi talenta internasional. The Mu, komunitas di balik acara ini, memiliki rekam jejak membangun hub inovasi serupa di Argentina, San Francisco, dan untuk Ekspo Osaka 2025. MuShanghai merupakan jendela penting bagi ekosistem inovasi China untuk terhubung dengan dunia global, menekankan kolaborasi manusia dan teknologi di era AI.

marsbit24m yang lalu

Festival "Burning Man" Teknologi Versi China Pertama Kali Hadir di Shanghai, muShanghai Bentuk "Kota Kilat" Geeks Global

marsbit24m yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片