Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) mulai mengubah cara menangani regulasi kripto. Alih-alih mengandalkan gugatan dan tindakan penegakan hukum, kini SEC bekerja menciptakan aturan yang jelas dan terstruktur.
Pada tanggal 20 Maret, SEC diam-diam mengirimkan dua proposal penting ke Gedung Putih. Salah satunya berfokus pada peningkatan transparansi dana lindung nilai dan perusahaan ekuitas swasta.
Sementara itu, proposal kedua lebih signifikan untuk kripto. Proposal tersebut bertujuan menciptakan sistem yang jelas untuk mengklasifikasikan aset digital.
Gedung Putih tinjau interpretasi kripto
Jika disetujui, banyak cryptocurrency mungkin tidak lagi diklasifikasikan sebagai sekuritas, mengurangi kebingungan dan memberi industri aturan yang lebih jelas untuk diikuti. Alih-alih mengandalkan gugatan, SEC beralih ke penetapan pedoman yang jelas, seperti dilaporkan Bloomberg.
Proposed "pengecualian inovasi" menyoroti perubahan ini. Daripada penegakan ketat, SEC menawarkan lingkungan yang lebih mendukung di mana perusahaan kripto dapat beroperasi dengan lebih sedikit pembatasan. Ini berarti perusahaan baru mungkin tidak perlu langsung memenuhi persyaratan pendaftaran yang kompleks, memudahkan mereka membangun dan berkembang di AS.
Mengomentari hal yang sama, Michael S. Selig, Ketua Commodity Futures Trading Commission (CFTC), mengatakan,
Ketua Atkins dan saya kini telah mengembangkan interpretasi baru yang akan memberikan kejelasan sekali dan untuk selamanya tentang apa itu sekuritas dan apa yang bukan
Menyitir alasan di balik pergeseran ini, Selig menjelaskan bahwa sebelumnya, di bawah Ketua Gary Gensler, perusahaan sering ditinggal menebak apa yang diizinkan dan apa yang tidak. Kebingungan ini mendorong banyak bisnis kripto pindah ke luar AS.
Bahkan, karena lingkungan yang tidak jelas ini, banyak pengembang menjadi ragu-ragu dan berhenti mengambil risiko. Kini, proposal baru SEC berusaha memperbaiki itu dengan membawa lebih banyak kejelasan dan mendorong inovasi kembali ke AS.
Ruang dana swasta juga mendapat kelonggaran
Pergeseran serupa terjadi di ruang dana swasta. SEC telah menunda beberapa aturan pelaporan (Formulir PF) hingga tanggal 1 Oktober dan mempertimbangkan kembali persyaratan data ketat yang diperkenalkan di bawah Gary Gensler.
Ini menghidupkan kembali debat penting. Pasca kolapsnya Archegos, regulator mendorong transparansi greater untuk mengurangi risiko. Namun kini, SEC mengalihkan fokus ke pemberian keringanan beban kepatuhan bagi perusahaan, bertujuan menciptakan keseimbangan antara keamanan pasar dan kesederhanaan regulasi.
Perlu dicatat, perubahan ini terjadi di saat ada kesenjangan signifikan antara pergerakan harga dan sentimen investor.
Adegan pasar penuh tanda tanya
Dalam 24 jam terakhir, nilai total pasar kripto naik sekitar 3,26% pada waktu press. Namun bahkan dengan kenaikan ini, kepercayaan investor masih sangat rendah.
Indeks Ketakutan & Keserakahan Kripto (Crypto Fear & Greed Index) terjebak di zona "Ketakutan Ekstrem", menunjukkan bahwa orang masih tidak pasti dan hati-hati.
Namun, dengan semua perkembangan ini, SEC berusaha membangun jembatan antara pendekatan lamanya dan undang-undang masa depan seperti CLARITY Act, yang bertujuan memberikan kejelasan hukum yang lebih jelas.
Tak perlu dikatakan, SEC juga bekerja erat dengan CFTC. Dalam interpretasi terkini pada 17 Maret, mereka menyarankan bahwa sebagian besar aset digital tidak boleh diperlakukan sebagai sekuritas secara otomatis. Ini membantu mengurangi risiko dan ketidakpastian bagi perusahaan kripto di AS.
Masih belum jelas apakah aturan baru ini akan bersifat sementara hingga Kongres mengesahkan legislasi penuh atau akan menjadi kerangka jangka panjang. Namun satu hal yang jelas: di bawah Ketua Paul Atkins, SEC berusaha mengakhiri kebingungan.
Ringkasan Akhir
- Kolaborasi antara SEC dan CFTC adalah langkah kunci menuju pengawasan terpadu, mengurangi tumpang tindih dan ketidakpastian regulasi.
- Klasifikasi jelas aset digital akhirnya bisa menghilangkan zona abu-abu yang menghambat inovasi kripto.







