Ethereum terus berjuang untuk mendapatkan kembali momentum bullish karena apati dan tekanan jual yang persisten mendominasi pasar crypto secara keseluruhan. Aksi harga tetap lesu, dengan ETH gagal mempertahankan pergerakan di atas level resistensi kunci, memperkuat persepsi bahwa investor masih berhati-hati.
Banyak analis berpendapat bahwa pasar belum sepenuhnya reset, menunjuk pada nafsu risiko yang lemah, likuiditas yang menurun, dan kurangnya permintaan spot yang kuat. Akibatnya, Ethereum, seperti kebanyakan aset utama lainnya, tetap terperangkap dalam fase konsolidasi yang ditandai dengan keraguan daripada keyakinan.
Terlepas dari latar belakang suram ini, sekelompok optimis yang semakin bertumbuh percaya bahwa Ethereum mungkin sedang mendekati titik terendah siklus. Pandangan mereka lebih didasarkan pada sinyal struktural dan perilaku yang cenderung muncul selama fase bearish tahap akhir, dan kurang pada aksi harga jangka pendek. Salah satu perkembangan paling menonjol berasal dari data on-chain.
Menurut data dari Arkham yang dibagikan oleh Lookonchain, Bitmine memperoleh tambahan 32.938 ETH senilai sekitar $97,6 juta beberapa jam yang lalu. Bitmine adalah entitas institusional besar yang berfokus pada Ethereum yang dikenal mengakumulasi ETH dalam skala besar dan menggunakannya untuk staking dan strategi jangka panjang daripada perdagangan jangka pendek. Dengan pembelian terbaru ini, Bitmine kini memegang sekitar 3,357 juta ETH, bernilai sekitar $10 miliar, menjadikannya salah satu pemegang Ethereum terbesar yang diketahui.
Bitmine Memperdalam Komitmen Jangka Panjang
Aksi harga jangka pendek Ethereum tetap rapuh, tetapi perilaku institusional terus menyimpang dari sentimen pasar. Dalam beberapa jam terakhir, Bitmine melakukan staking tambahan 118.944 ETH, senilai sekitar $352,16 juta, menurut data dari Arkham yang dilaporkan oleh Lookonchain. Langkah ini mengikuti akumulasi spot baru-baru ini oleh Bitmine dan memperkuat strategi posisioning jangka panjangnya, bukan pendekatan spekulatif jangka pendek.
Staking dalam skala seperti ini secara efektif menghilangkan sejumlah besar ETH dari peredaran likuid, mengencangkan pasokan yang tersedia di bursa. Tidak seperti transfer ke platform terpusat, staking mencerminkan pandangan keyakinan tinggi yang memprioritaskan pembuatan hasil (yield generation) dan partisipasi jaringan jangka panjang daripada likuiditas segera.
Bagi analis yang melacak dinamika pasokan struktural, perilaku ini sangat kontras dengan tren harga saat ini, yang terus menunjukkan tindak lanjut bullish yang terbatas.
Terlepas dari perkembangan ini, pasar yang lebih luas tetap tidak yakin. Ethereum telah berjuang untuk merebut kembali level resistensi kunci, dan indikator momentum masih menunjukkan kelemahan. Akibatnya, analis semakin terpecah ketika menilai prospek untuk tahun 2026.
Beberapa menafsirkan akumulasi dan staking institusional yang sedang berlangsung sebagai posisioning awal menjelang siklus pemulihan jangka panjang. Yang lain memperingatkan bahwa ketidakpastian makro, permintaan yang redup, dan penghindaran risiko yang persisten dapat membuat ETH terikat dalam range atau di bawah tekanan lebih lama dari yang diperkirakan.
Dalam konteks ini, tindakan Bitmine menonjol sebagai sinyal keyakinan jangka panjang, tetapi belum tentu menjadi katalis langsung. Untuk saat ini, harga Ethereum tetap lemah, sementara perilaku strategis di bawah permukaan terus membentuk lanskap pasokan secara diam-diam.








