Ditulis oleh: 0xTodd
Tidak menyangka postingan sebelumnya memicu diskusi yang cukup hidup. Sebenarnya kita pada dasarnya membicarakan hal yang sama, hanya saja deskripsi numeriknya sedikit berbeda.
Kita semua pernah mendengar pepatah: Terkadang, perbedaan antara manusia dan manusia lebih besar daripada perbedaan antara manusia dan anjing. Namun, pepatah ini lahir sebelum era AI yang sekarang.
Hari ini, saya akan mencoba membahasnya secara kuantitatif. Angka-angka berikut adalah perkiraan kasar saya, hanya untuk hiburan, jangan terlalu serius.
Misalkan kemampuan kognitif seorang siswa sekolah dasar adalah 10 poin, doktor 60 poin, profesor universitas 75 poin, dan Einstein 100 poin.
10 poin dan 100 poin memang sangat jauh berbeda, selisihnya 10x, bisa dibilang seperti perbedaan manusia dan anjing.
Sedangkan AI tahun 2025, dari segi kognitif, setidaknya bernilai 40 poin. Mengingat AI adalah generalis, sedangkan doktor dan profesor biasanya spesialis, maka sebenarnya nilai AI setidaknya bisa digandakan menjadi 80 poin.
Maka didapat:
- Siswa SD + AI = 90 poin
- Doktor + AI = 140 poin
- Profesor Universitas + AI = 155 poin
- Einstein + AI = 180 poin
Dengan adanya AI, perbedaan absolut antara siswa SD dan Einstein tetap 90 poin, tetapi nilai relatifnya berubah dari 10x menjadi hanya 2x.
Inilah poin pandang saya: AI sedang memperkecil kesenjangan antar manusia.
Beberapa orang mungkin berpendapat: Tidak tepat! Siswa SD tentu tidak bisa mengembangkan AI sebaik profesor universitas.
Ini seperti dalam One Piece, di mana tingkat penguasaan buah iblis setiap karakter berbeda. Sama-sama buah karet, Luffy yang hanya bisa gigi pertama pasti kalah melawan Luffy years later yang sudah bisa gigi keempat (pemula vs ahli资深).
Benar, jika AI bernilai 80 poin:
- Orang yang tidak bisa menggunakannya (misalnya hanya sesekali bertanya), hanya bisa memanfaatkan 20 poin;
- Orang yang sangat mahir menggunakan AI (misalnya Vibe Coding intensif), bahkan bisa 'overclock' hingga mendapatkan 100 poin.
Jadi:
- Siswa SD + Pemula AI = 30 poin
- Einstein + Ahli AI = 200 poin
Kesenjangan membesar dari 90 poin menjadi 170 poin. Jadi dengan adanya AI, perbedaan antar manusia justru melebar!
Ini adalah pendapat Guru Lao Bai dan Guru Alvin. Pendapat mereka juga tidak salah.
Namun, saya tetap harus mengatakan 'tapi'. Pandangan saya dan kedua guru ini tampak bertentangan, tetapi intinya sebenarnya serupa. Mengapa?
Karena saya berasumsi AI akan terus berevolusi:
Pertama, menjadi lebih pintar;
Kedua, menjadi lebih mudah digunakan.
Tahun 2025 ini hanyalah tahun transisi. Semakin ke depan, menjadi insinyur Prompt akan semakin sederhana,门槛 (ambang batas) akan semakin rendah, menjadi 'hanya perlu bisa bicara'. Belajar menggunakan AI pasti akan menjadi lebih mudah, bukan lebih sulit.
Kita asumsikan setelah AI menjadi lebih pintar, nilainya mungkin mencapai 240 poin, lalu tingkat pemanfaatannya dari rendah到tinggi分别是 200, 240, 280 poin.
Maka:
- Siswa SD: 10 + 200 = 210 poin
- Einstein: 100 + 280 = 380 poin
Perbedaan keduanya adalah 170 poin, tetapi bahkan tidak sampai 2x, hanya 1.8x. Perbedaan absolut membesar, tetapi perbedaan relatif mengecil.
Lalu bagaimana dalam 10 tahun ke depan? Dengan asumsi super optimis, asumsikan kognitif AI berevolusi hingga sekitar 1000 poin.
Maka pada saat itu:
- Siswa SD: 1010 poin
- Einstein: 1100 poin
(Jika hari ini benar-benar tiba) Einstein pun tidak bisa lagi membuat jarak yang signifikan dengan siswa SD.
Banyak yang berpendapat bahwa kelahiran AI justru memperlebar kesenjangan antar manusia. Saya pikir ini hanyalah *keadaan sementara*, karena AI baru saja muncul dan saat ini tingkat pemanfaatan AI setiap orang berbeda-beda.
Namun, AI telah menggantikan penulis, menggantikan ilustrator, menggantikan penari, menggantikan seniman... profesi-profesi ini satu per satu tumbang. Masihkah Anda khawatir AI tidak bisa menggantikan pelatih yang 'mengajarkan cara memanfaatkan 100% potensi AI'?
Ayo, itu kan bidang utama mereka.
Di masa depan, pemanfaatan potensi AI oleh manusia rata-rata sebesar 80%-120% akan menjadi常态 (normalitas), bukan pengecualian.
Semakin pintar AI, peran manusia semakin kecil, perbedaan antar manusia semakin kecil.
Ini seperti dua pendekar bela diri yang tiba-tiba diizinkan menembakkan peluncur roket ke lawannya. Lalu, apa bedanya diri sendiri yang telah berlatih bela diri selama 10 tahun dengan lawan yang telah berlatih pedang selama 15 tahun?