Bahkan bertahun-tahun setelah peluncurannya, XRP Ledger, salah satu jaringan terkemuka di ruang crypto, terus menarik adopsi yang kuat dan penggunaan dunia nyata. Dengan ribuan transaksi yang dilakukan di DEX jaringan terkemuka setiap hari, kini telah mencapai level historis yang menandakan perannya yang semakin berkembang dalam perdagangan terdesentralisasi.
Perdagangan Terdesentralisasi di XRP Ledger Berakselerasi
XRP mengalami peningkatan minat tidak hanya dalam aktivitas pembelian dari trader; XRP Ledger telah melihat penggunaan signifikan selama beberapa minggu terakhir. Sementara adopsi terhadap jaringan meningkat, aktivitas Decentralized Exchange (DEX) Ledger melampaui rekor tinggi sebelumnya.
Xaif Crypto, seorang ahli pasar dan investor di platform X, melaporkan bahwa aktivitas Ledger DEX telah meroket ke level baru. Secara khusus, data menunjukkan bahwa aktivitas tersebut baru-baru ini mencapai level tertinggi dalam 13 bulan, menandakan peningkatan tajam dalam perdagangan on-chain di seluruh jaringan.
Seiring lebih banyak likuiditas dan transaksi yang beralih ke infrastruktur DEX native XRPL, peningkatan ini mengindikasikan keterlibatan pengguna yang semakin besar. Pertumbuhan berkelanjutan dalam aktivitas DEX sering kali menunjukkan adopsi yang lebih dalam dan perluasan kasus penggunaan, berbeda dengan lonjakan singkat yang hanya disebabkan oleh spekulasi.
Berdasarkan bagan yang dibagikan oleh ahli tersebut, jumlah transaksi pada MA 14 hari naik menjadi sekitar 1,014 juta, menembus batas yang bertahan sepanjang tahun 2025. Dengan level transaksi DEX ini, XRP Ledger menjadi pusat yang lebih aktif untuk perdagangan terdesentralisasi dalam ekosistem cryptocurrency yang lebih besar.
Xaif Crypto menyatakan bahwa jumlah transaksi besar ini bukan hanya sekadar lonjakan; ini menandakan momentum berkelanjutan untuk Ledger. Saat ini, jaringan sedang menyaksikan gelombang baru likuiditas dan keterlibatan pengguna nyata. Akibatnya, ahli tersebut menyatakan bahwa Ledger sedang memanas di tahun 2026.
Pencapaian milestone ini terjadi saat XRP Ledger meluncurkan Protokol Lending baru (XLS-66), yang menarik kredit tingkat institusional ke jaringan. Dengan Protokol Lending baru ini, Ledger kini berevolusi menjadi lapisan keuangan lengkap dengan Rippled 3.1.0.
Protokol ini mencakup kemampuan untuk membuat pinjaman di Ledger, dengan pialang pinjaman dapat menghasilkan pinjaman tanpa jaminan, berjangka tetap, dan suku bunga tetap. Pinjaman ini dapat diprediksi untuk penggunaan profesional.
Selain itu, pinjaman ini disimpan dalam Single Asset Vault, memungkinkan likuiditas yang terisolasi risiko. Fitur lainnya adalah underwriting off-chain untuk opsi tanpa jaminan. Protokol ini membanggakan efisiensi native, yang menawarkan pinjaman berbiaya rendah tanpa perantara atau mediator. Sementara itu, Decentralized Finance (DeFi) di Ledger baru saja mengalami dorongan.
Protokol Lending Mendapat Dukungan Institusional
Setelah peluncuran historisnya beberapa hari yang lalu, Protokol Lending XRP baru kini mengalami dukungan signifikan dari investor tingkat institusional. Salah satu perusahaan paling awal yang berinteraksi dengan protokol baru ini adalah Evernorth, sebuah perusahaan treasury publik terkemuka.
Menurut BankXRP, perusahaan tersebut mendukung protokol lending native untuk membantu mentransisikan kapitalisasi pasar $100 miliar menjadi ekosistem produktif yang menghasilkan yield. Gerakan semacam ini merupakan indikasi bahwa masa depan DeFi institusional menjadi native-driven.

