Aset 'Langka' di Era AI? Goldman Sachs: HALO - Aset Berat, Tidak Usang
Di era AI, Goldman Sachs melaporkan pergeseran strategis dalam pasar saham dari aset ringan yang mudah direplikasi menuju aset fisik berat yang sulit digantikan, yang disebut "HALO" (Heavy Assets, Low Obsolescence). Aset ini mencakup jaringan listrik, pipa minyak/gas, utilitas, dan infrastruktur—memiliki hambatan replikasi tinggi dan relevansi ekonomi jangka panjang. Laporan menunjukkan bahwa kombinasi suku bunga riil lebih tinggi, fragmentasi geopolitik, dan gelombang pengeluaran modal AI mendorong perubahan ini.
Sejak 2025, portofolio aset berat Goldman Sachs (GSSTCAPI) mengungguli portofolio aset ringan (GSSTCAPL) sebesar 35%, didorong oleh penilaian ulang valuasi aset berat. Perusahaan teknologi besar kini menjadi pengeluaran modal terbesar untuk infrastruktur komputasi AI, mengubah narasi keunggulan aset ringan. Analisis mencakup enam metrik intensitas modal, mengkategorikan utilitas, energi, dan telekomunikasi sebagai aset berat, sementara software dan IT sebagai ringan.
Dinamika makro seperti suku bunga tinggi dan siklus manufaktur yang menguat mendukung aset berat. Momentum laba perusahaan aset berat meningkat dengan pertumbuhan EPS diproyeksikan 14% (vs. 10% untuk aset ringan), dan perbaikan ROE. Aliran dana menunjukkan rotasi dari saham pertumbuhan AS yang mahal ke aset nilai Eropa, dengan ruang untuk lanjut mengingat posisi underinvestor yang masih signifikan.
marsbit02/25 08:54