Loopring (LRC) price surges by 50% after GameStop NFT marketplace integration

CointelegraphDipublikasikan tanggal 2022-03-27Terakhir diperbarui pada 2022-03-27

Abstrak

Filling multiple needs within the cryptocurrency community is one way a project can set itself apart from the competition and new attract users and liquidity to its ecosystem. 

Filling multiple needs within the cryptocurrency community is one way a project can set itself apart from the competition and new attract users and liquidity to its ecosystem. 
Loopring aims to do exactly this by aiming to offer a EVM-based solution with low fees where DeFi and NFT developers and investors can transact. The layer-two (L2) scaling solution utilizes zk-Rollups to provide fast, low-cost transactions and the project has been gaining traction throughout the month of March.
Data from Cointelegraph Markets Pro and TradingView shows that the price of LRC gained 57% between March 21 and March 23 as its price increased from $0.78 to $1.23 amidst a spike in its 24-hour trading volume to $2.75 billion.

LRC/USDT 4-hour chart. Source: TradingViewThree developments that have helped spark the reversal in price for LRC include the beta launch of the GameStop NFT marketplace on the Loopring network, the inflow of new users and a rapidly expanding NFT ecosystem.
GameStop selects Loopring for its upcoming NFT Marketplace
The most significant recent development that helped to drive the  increase in demand for LRC was the March 23 announcement that GameStop has integrated the beta version of its NFT marketplace with the Loopring network.
The future of #NFTs are here + they're powered by #Ethereum's second layer
Loopring L2 x @GameStop
Power to the players.
Power to the creators
Power to the collectors.#L222https://t.co/0gdvKLivfp
— Loopring‍☠️ (@loopringorg) March 23, 2022
GameStop reports that it chose Loopring to host its NFT marketplace due to the network's ability to mint NFTs for a fraction of the cost required on Ethereum, with the average fee being less than $1.
Beta users can begin exploring the marketplace now and deposit funds in preparation for the platform's full lauch which is expected to take place in the near future.
Surging user growth
A second factor putting wind in the sails of LRC has been the surge in new users in the Loopring ecosystem as evidenced by the record-high number of wallets joining the netw.

Total number of Loopring wallets. Source: Dune AnalyticsAccording to data from Dune Analytics, the wallet count of the Loopring network has increased from 6,498 on Oct. 30, 2021 to an all-time high of 27,092 on March 25 as the GameStop announcement helped initiate a new of wave users.
The recent release of the Loopring Smart Wallet, which includes the ability to mint NFTs and retrieve a lost account via social recovery and Guardians, has also helped in the process of onboarding new users and wallets in the ecosystem.
An expanding ecosystem
A third factor helping to boost the outlook of LRC is the overall growth of its ecosystem which includes a NFT community that has already seen more than 1 million NFTs minted.
Over 1 Million NFTs have been minted on Loopring L2 since the launch of open #NFT minting less than a month ago

Come join our amazing community of Lööpers in the Discord + mint some ultra-secure NFTs on #Ethereum for less than a dollar
➡️https://t.co/hL5HQ3Ba8w pic.twitter.com/PQIb9jokFK
— Loopring‍☠️ (@loopringorg) March 18, 2022
Further evidence of its growth can be found looking at the daily volume traded on Loopring, which experienced a significant spike in activity following the March 23 GameStop announcement.

Loopring volume traded per pair per day. Source: Dune AnalyticsVORTECS™ data from Cointelegraph Markets Pro began to detect a bullish outlook for LRC on March 20, prior to the recent price rise.
The VORTECS™ Score, exclusive to Cointelegraph, is an algorithmic comparison of historical and current market conditions derived from a combination of data points including market sentiment, trading volume, recent price movements and Twitter activity.

VORTECS™ Score (green) vs. LRC price. Source: Cointelegraph Markets ProAs seen in the chart above, the VORTECS™ Score for LRC climbed into the green zone on March 19 and proceeded to hit a high of 88 on March 20, around 40 hours before the price increased 57% over the next two days.

Bacaan Terkait

Tim Fei-Fei Li Memperjelas Konsep 'Model Dunia', Sora Hanya Bisa Disebut Sebagai Renderer

Tim World Labs dan Profesor Stanford Li Fei-Fei menerbitkan analisis konseptual berjudul "Fungsional Taxonomy of World Models". Artikel tersebut menyatakan bahwa istilah "model dunia" telah menjadi salah satu konsep terpenting namun paling disalahgunakan di bidang AI. Pemicu kebingungan ini adalah keberagaman sistem yang disebut "model dunia". OpenAI's Sora disebut "world simulator", tetapi hanya menghasilkan video yang realistis secara visual. Tesla menggunakan "model dunia" untuk memprediksi pergerakan objek di FSD, sementara perusahaan robotika menggunakannya untuk mengevaluasi konsekuensi tindakan. Padahal, ketiganya memiliki tujuan teknis yang sangat berbeda. Berdasarkan kerangka Partially Observable Markov Decision Process (POMDP), tim mengusulkan klasifikasi fungsional yang membagi sistem "model dunia" menjadi tiga proyeksi: Renderer, Simulator, dan Planner. * **Renderer (seperti Sora, Genie 3):** Fokus pada generasi piksel yang realistis secara visual. Input adalah representasi keadaan, output adalah gambar/video. Tidak menjamin keakuratan fisik. * **Simulator (seperti NVIDIA Omniverse):** Fokus pada prediksi keadaan fisik selanjutnya secara akurat. Input adalah keadaan saat ini dan tindakan, output adalah keadaan berikutnya yang dapat dihitung untuk analisis teknis. Data 3D berkualitas untuk pelatihannya sangat langka. * **Planner (seperti model VLA):** Fokus pada keputusan tindakan. Input adalah data observasi dan instruksi tujuan, output adalah tindakan selanjutnya yang harus dijalankan. Artikel ini menyimpulkan bahwa Sora, sesuai dengan klasifikasi ini, adalah Renderer, bukan "model dunia" yang utuh karena tidak dapat memprediksi perubahan keadaan berdasarkan input tindakan. Klarifikasi ini penting untuk menghindari kesalahan teknis, memberikan kejelasan bagi investor, dan menetapkan tolok ukur yang jelas di kalangan akademisi.

marsbit31m yang lalu

Tim Fei-Fei Li Memperjelas Konsep 'Model Dunia', Sora Hanya Bisa Disebut Sebagai Renderer

marsbit31m yang lalu

Dari Web3 ke AI Agent, VC Kripto Legendaris Variant Taruhan Transformasi 2 Triliun Rupiah

**Variant Luncurkan Dana Baru Rp 3,55 Triliun, Fokus Beralih dari "Kepemilikan Digital" ke "Otonomi" (Autonomy)** Variant Fund, sebuah venture capital (VC) kripto ternama, mengumumkan peluncuran dana baru senilai USD 222 juta (sekitar Rp 3,55 triliun) bernama Variant 4. Dana ini akan berinvestasi pada tahap awal (early-stage) dan tahap pertumbuhan/likuiditas. Filosofi investasi Variant mengalami evolusi. Dari sebelumnya berfokus pada **"Kepemilikan Digital"** (atas uang, identitas, data, produk), kini berkembang menjadi tema yang lebih luas: **"Otonomi" (Autonomy)**. Inti dari Otonomi adalah **meningkatkan daya pikir dan kendali pengguna** atas hidup, aset, dan identitas mereka sendiri. Variant membedakan ini dengan sekadar **otomatisasi cerdas**. Menurut mereka, teknologi otomatisasi harus meningkatkan kedaulatan pengguna, bukan hanya menguntungkan platform. Kunci utamanya adalah: teknologi itu melayani pengguna atau pihak lain? Variant meyakini bahwa **agen AI (AI Agent)** dan **infrastruktur keuangan global yang terbuka** akan mengubah struktur internet — dari model di mana pengguna adalah produk, menjadi internet di mana pengguna memiliki daya pikir yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pergeseran ini tidak hanya untuk konsumen, tetapi juga mencakup pasar, alat, dan layanan baru untuk pengembang dan bisnis. Oleh karena itu, tesis investasi baru mereka adalah: **Variant berinvestasi pada teknologi yang memperluas Otonomi**, dengan fokus pada pasar, infrastruktur, dan aplikasi baru yang memberdayakan pengguna melalui peningkatan akses, pengetahuan, dan kepemilikan. Tesis ini mencakup investasi masa lalu mereka di pemimpin kategori blockchain (Ethereum, Solana), infrastruktur pengembang (Blockaid, Turnkey, Relay), pasar keuangan baru (Uniswap, Morpho, OpenFX), dan produk konsumen (Phantom, World). Ini juga tercermin dalam investasi baru-baru ini seperti: * **Honcho**: Solusi penyimpanan memori agen yang di-host sendiri. * **Octet**: Memungkinkan aplikasi memverifikasi lokasi fisik pengguna secara kriptografis sebagai blok pembangun identitas digital. * **here.now**: "Awan agen" yang memungkinkan kepemilikan dan komposisi konten yang dihasilkan. Variant mengundang para pendiri yang membangun dengan tujuan untuk memperluas otonomi pengguna untuk menghubungi mereka.

marsbit37m yang lalu

Dari Web3 ke AI Agent, VC Kripto Legendaris Variant Taruhan Transformasi 2 Triliun Rupiah

marsbit37m yang lalu

Momen Ballmer Ethereum: Saat Semua Meragukan, Pasokan yang Beredar Mulai Menghilang

**Ringkasan: Saat Semua Meremehkan Ethereum, Pasokan yang Beredar Justru Menyusut** Narasi bearish tentang Ethereum kini mendominasi: pendiri Bankless menjual ETH, developer muda beralih ke Solana, dan Ethereum Foundation dianggap menghindari risiko. Situasi ini disebut sebagai "Era Ballmer" Ethereum, mengacu pada periode Microsoft di bawah Steve Ballmer yang dianggap stagnan, namun sebenarnya fondasi bisnisnya terus tumbuh solid di balik layar. Di balik narasi permukaan, dasar fundamental Ethereum menunjukkan tren positif: * **30% dari total pasokan ETH telah di-staking**, mengunci likuiditas. * Perusahaan seperti BitMine dan calon ETF spot terus menyerap ETH dari pasar. * Regulasi yang semakin jelas (seperti keputusan SEC tentang staking, GENIUS Act, CLARITY Act) mengubah crypto dari ancaman menjadi kerangka hukum yang diakui, membuka jalan bagi modal institusional. Sementara dominasi Ethereum dalam aset tokenisasi (seperti stablecoin USDC) dan DeFi berkurang dibandingkan pesaing seperti Solana, Ethereum tetap menjadi *settlement layer* netral tepercaya pilihan utama untuk aset tokenisasi institusional. Kompresi pasokan yang beredar, permintaan akan yield staking, dan statusnya sebagai pilihan default institusi dapat mendorong penilaian ulang harga ETH, bahkan tanpa kemenangan dalam "perang fee". Kesimpulannya, meskipun energi budaya dan inovasi mungkin bergeser ke chain lain, lanskap crypto secara keseluruhan sedang mengadopsi bentuk yang lebih terlembaga. Ethereum, dengan efek jaringan dan netralitasnya, diposisikan dengan baik untuk menangkap nilai dari gelombang institusional ini. Narasi bearish yang telah menjadi konsensus justru menciptakan peluang saat fondasi sebenarnya sedang diperkuat.

marsbit49m yang lalu

Momen Ballmer Ethereum: Saat Semua Meragukan, Pasokan yang Beredar Mulai Menghilang

marsbit49m yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片