Harga Sewa GPU Turun 30% dalam Tiga Minggu, Rantai Nilai AI Berpindah dari Nvidia ke Chip Memori
Harga sewa GPU NVIDIA B200 turun 30% dalam tiga minggu, dari $6,11/jam menjadi $4,22/jam, menandakan melunaknya narasi kelangkaan daya komputasi AI. Sementara itu, pasar semikonduktor menunjukkan perpecahan: saham memori seperti Micron dan SanDisk melonjak hampir 60%, sedangkan NVIDIA justru turun 3% dalam sebulan.
Analis menilai penurunan harga sewa ini didorong oleh peningkatan pasokan, termasuk perbaikan hasil produksi chip di TSMC, ketersediaan HBM3e yang lebih longgar, dan lebih banyak pemasok cloud yang menawarkan B200. Tekanan harga diperkirakan berlanjut dengan kedatangan generasi chip berikutnya, B300.
Perhatian pasar kini beralih ke chip memori seperti HBM, yang menjadi bottleneck baru karena permintaan dari model AI yang semakin besar. Laporan menunjukkan harga kontrak memori melonjak lebih dari 100% pada paruh pertama 2026. Kinerja kuat Micron dan SanDisk mencerminkan pergeseran rantai nilai AI, di mana daya tawar berpindah dari pemain komputasi seperti NVIDIA ke pemain memori.
Meski pasar spot melemah, kontrak jangka panjang besar-besaran tetap ada, seperti kesepakatan $300 miliar antara Google dan SpaceX untuk menyewa GPU. Namun, klausul penghentian dalam kontrak semacam itu menunjukkan pembeli mulai berhati-hati.
Intinya, uang dalam ekosistem AI tidak berkurang, tetapi bergerak. Risiko bagi NVIDIA bukan pada permintaan, melainkan pada potensi pelemahan daya tawar harga jika tekanan margin pada pelanggan cloud akhirnya mengurangi pesanan chip. Laporan keuangan Micron besok akan menjadi tolok ukur penting untuk tren ini.
marsbit1j yang lalu