'Performing as expected' — Aptos Labs defends day 1 criticism

CointelegraphDipublikasikan tanggal 2022-10-18Terakhir diperbarui pada 2022-10-18

Abstrak

After four years of development and millions in funding, the layer-1 blockchain Aptos (APT) has finally launched its mainnet, though it has been marred by mixed reception. 

After four years of development and millions in funding, the layer-1 blockchain Aptos (APT) has finally launched its mainnet, though it has been marred by mixed reception. 
The much-anticipated proof-of-stake blockchain, dubbed by some as a “Solana killer” due to its claimed 160,000 transactions per second (TPS) has launched its mainnet on Oct. 17.
However, some members of the community have pointed out that the previously claimed TPS is falling far short of expectations on the mainnet.
According to Aptos’ blockchain explorer the network is seeing around 4 TPS at the time of writing, while some users on Twitter have reported not being able to send transactions.
Others on Twitter noticed the Aptos Discord was closed for a few hours after the launch of the mainnet, accusing the team was attempting to stop discussion around potential launch issues.
Cointelegraph reached out to Aptos for comment and was directed to a "Day one update" tweet by Aptos on Oct. 18. 
In the tweet, Aptos said the network is “performing as expected” with activity increasing as more ecosystem participants join. Cointelegraph was able to view a variety of transactions from users using its blockchain explorer.
Day one update:
Today has been exciting. Thank you for all the support!

The Aptos network has been performing as expected and will see increased activity as ecosystem projects onboard and get going.
— Aptos (@AptosLabs) October 18, 2022
Aptos also said it closed comments on its Discord and Telegram channels to “protect the community from scams” and they will “return to normal when appropriate.”
The tokenomics of Aptos is not yet publicly available, leading some to cite concerns that cryptocurrency exchanges such as Binance and FTX are listing its token without such information available to their customers.
Aptos has seen millions invested from venture capital firms with the most recent round of funding in July netting Aptos Labs $150 million, a prior round in March raised $200 million with participants including Andreessen Horowitz (a16z), FTX Ventures, and Coinbase Ventures.
Aptos Labs was created by former Meta employees Mo Shaikh and Avery Ching who were involved in the failed Diem blockchain project which wound down ​​in February of this year and sold its intellectual property and other assets.
The blockchain is built on a programming language originally developed for the defunct Meta-built Diem blockchain.

Bacaan Terkait

Sang "Sopir Kemudi Krisis" Pasar Finansial Wafat, Mengenang Karier Alan Greenspan di Fed

Mantan Ketua Federal Reserve AS Alan Greenspan meninggal pada usia 100 tahun karena komplikasi penyakit Parkinson. Ia memimpin bank sentral AS selama hampir 19 tahun (1987-2006), melintasi empat presiden. Greenspan awalnya dipuji sebagai "nakhoda krisis" karena respons cepatnya terhadap peristiwa seperti 'Black Monday' 1987, krisis Asia, dan serangan 9/11. Kebijakan suku bunga rendah dan dukungan likuiditasnya menciptakan ekspektasi pasar yang dikenal sebagai "Greenspan Put"—keyakinan bahwa Fed akan bertindak untuk menopang pasar. Filosofi pasar bebas dan kepercayaannya pada inovasi keuangan selaras dengan optimisme era 1990-an, di mana ia dijuluki "Maestro". Namun, warisannya diperdebatkan setelah Krisis Keuangan 2008. Para kritikus berpendapat bahwa suku bunga rendah yang berkepanjangan dan pengawasan regulasi yang longgar turut berkontribusi pada gelembung perumahan dan krisis keuangan. Greenspan sendiri mengakui kelemahan dalam menilai kemampuan swa-regulasi pasar, tetapi membela keputusan masa jabatannya dengan menyatakan sulitnya mengidentifikasi gelembung aset secara tepat waktu. Warisan Greenspan tetap kompleks: ia dipandang sebagai penjaga stabilitas dan kemakmuran di satu sisi, dan sebagai simbol era deregulasi yang berisiko di sisi lain. Kematiannya mengingatkan kembali pada pertanyaan mendalam tentang peran bank sentral dalam menstabilkan pasar versus mendorong akumulasi risiko.

marsbit10m yang lalu

Sang "Sopir Kemudi Krisis" Pasar Finansial Wafat, Mengenang Karier Alan Greenspan di Fed

marsbit10m yang lalu

Interpretasi Laporan Riset: Intel Bangkit Berkat Apple? Setelah Bernstein Menghitung, Arah Benar Tapi Harga Terlalu Mahal

**Laporan Bernstein: Intel Butuh Lebih dari Apple untuk Bangkit** Analis Bernstein, Stacy A. Rasgon, menilai pernyataan terbaru Donald Trump yang mendukung kolaborasi Apple dan Intel untuk chip PC buatan AS. Kesimpulan utamanya: 1. **Dampak Finansial Minimal:** Jika Intel mendapat 40% pesanan chip laptop Apple (sekitar 5 juta unit/tahun), pendapatan tahunan hanya sekitar $500 juta. Jumlah ini sangat kecil dibandingkan total pendapatan Intel ($550 miliar) dan kontribusi laba per sahamnya hampir tidak terasa. 2. **Nilai Utama adalah Validasi:** Pesanan potensial ini berharga bukan untuk skalanya, tetapi sebagai **bukti kepercayaan** dari klien besar AS terhadap kemampuan manufaktur Intel, khususnya proses 18A. 3. **Jalan Panjang Menuju Produksi Massal:** Bernstein menekankan masih **banyak pekerjaan berat** dari tahap konsep ke produksi massal. Intel perlu investasi besar, meningkatkan kapasitas, dan membuktikan daya saing biaya serta kualitasnya di foundry. 4. **Penilaian Tetap Hati-hati:** Meski melihat arah yang positif, Bernstein mempertahankan rating **"Market-Perform" (Tahan)** dengan target harga $100. Ini mengisyaratkan harga saham saat ini (~$121.1) mungkin sudah mencerminkan harapan tersebut. **Kesimpulan:** Kerja sama dengan Apple adalah sinyal strategis dan politik yang baik untuk Intel, tetapi **tidak cukup** untuk mengubah nasib keuangannya dalam jangka pendek. Kesuksesan jangka panjang bergantung pada kemampuan Intel melewati validasi skala kecil ini dan menarik lebih banyak klien besar ke foundry-nya.

marsbit39m yang lalu

Interpretasi Laporan Riset: Intel Bangkit Berkat Apple? Setelah Bernstein Menghitung, Arah Benar Tapi Harga Terlalu Mahal

marsbit39m yang lalu

27 Tahun Takhta Terguling: Nilai Pasar SK Hynix Pertama Kali Lampaui Samsung, Sebuah Rekonstruksi Kekuatan Chip Korea yang Digerakkan AI

Pada 22 Juni 2026, SK Hynix mencetak sejarah di pasar modal Korea dengan nilai pasar pertamanya melampaui Samsung Electronics, mengakhiri dominasi 27 tahun raksasa elektronik tersebut. Pencapaian ini didorong oleh gelombang AI yang mengubah memori bandwidth tinggi (HBM) dari produk pinggiran menjadi infrastruktur inti komputasi. SK Hynix, yang pernah hampir bangkrut dengan utang $140 miliar, kini menjadi pemimpin pasar HBM global dengan pangsa 59%. Keuntungannya melonjak, menghasilkan rata-rata lebih dari 2 miliar yuan RMB per hari pada kuartal pertama 2026, didukung margin operasi HBM yang mencapai 72%. Sementara itu, Samsung tertinggal dalam perlombaan HBM karena fokusnya tersebar di berbagai bisnis seperti ponsel dan foundry semikonduktor, yang justru menghadapi tantangan. Keunggulan strategis SK Hynix dalam HBM, yang telah dipersiapkan sejak dini, telah membayar lunas di era AI. Peristiwa ini menandai pergeseran ekonomi Korea dari berbasis elektronik konsumen ke infrastruktur AI, serta transformasi industri chip memori menuju produk bernilai tinggi dan khusus. Namun, persaingan belum berakhir. Kapasitas produksi baru yang direncanakan pada 2028 dan upaya Samsung untuk mengejar ketertinggalan di HBM4 dapat mengubah kembali lanskap persaingan. Kenaikan SK Hynix adalah bukti rekonfigurasi kekuatan di industri semikonduktor global yang digerakkan oleh AI.

marsbit51m yang lalu

27 Tahun Takhta Terguling: Nilai Pasar SK Hynix Pertama Kali Lampaui Samsung, Sebuah Rekonstruksi Kekuatan Chip Korea yang Digerakkan AI

marsbit51m yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片